NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Melihat pak yahman diam. Arga dengan cepat menepuk pundak nya. “Pak, saya izin pamit dulu yah udah mau gelap bahaya banget ini, bapak juga jangan lupa tutup pintu dan jendela yah”

“Iya nak, makasih atas infonya yah”. Pak Yahman langsung berlari masuk ke villa, dengan cepat ia mengunci pintu.

‘aku rasa arga ini seolah sedang memberitahu ku sebuah peringatan, bahwa ada yang harus diwaspadai di sini. Selain sosok itu’

Suasana malam kali ini jauh lebih kondusif dari malam malam sebelum, begitu tenang walaupun jauh di lubuk hati mereka masing-masing.

Masih sangat mengkhawatirkan keselamatan Alfin dan bunga.

Seperti biasa setelah sholat magrib dan isya, kini semua orang berkumpul di meja makan. Menunggu makan malam selesai disiapkan oleh Bu Windy dan Bu nana.

“Ingat jendela dan lainnya pastikan sudah tertutup yah” ujar pak yahman mengingatkan kembali para murid nya.

Tidak butuh waktu lama makan malam langsung dihidangkan di meja makan oleh Bu Windy dan Bu nana.

“Mari lah semua nya sebelum makan kita berdoa, berdoa dalam hati dimulai” kata pak Yanto.

Semua orang menundukkan kepalanya dengan tangan menengadah, membaca doa.

Lalu setelah itu semua memakan makanan yang sudah disiapkan dengan tenang, tidak yang bersuara kecuali sendok yang saling beradu dengan piring mereka masing-masing.

Di tengah suasana makan yang tenang, dari sudut mata bagas samar samar ia melihat joko makan menggunakan tangan kiri.

‘loh, sejak kapan dia makan pake tangan kiri yah. Padahal dia bukan kidal tapi kadal, kanan dari lahir’

Merasa janggal Bagas memutuskan berpura-pura melihat sekitar nya, dan saat pandangannya tertuju pada Joko.

Bagas hampir tersedak makanan namun untunglah Farhan yang sadar akan hal itu langsung memberikan nya air minum.

“Makan nya pelan pelan aja bro, gak ada yang minta” bisik Dimas yang duduk disampingnya Farhan.

Bagas menarik nafas dalam-dalam ia mengelus dada nya. Ia melirik sedikit kembali ke arah Joko.

‘sejak kapan ada sosok menyeramkan di belakang si Joko dah. Atau jangan-jangan itu sosok pamali. tapi kemarin kan gua udah liat yah, sosok pamali gak kayak gitu deh. Yang ini kurus yang satu agak gemuk sikit. dan pula kan villa nya sudah dibentengi, bagaimana bisa dia nempel di badan si Joko?'

“Malah ngelamun nih bocah yah” tegur Farhan menepuk pundak sahabat nya itu.

Bagas langsung sadar dari lamunannya, dan tidak yakin apakah harus memberitahukan kepada kedua sahabatnya itu.

“Sorry, mungkin ini efek kecapean pas tadi sih” Bagas hanya bisa terkekeh kecil mencoba menepis perasaan buruk nya itu

Selesai makan semua langsung buru-buru menaruh piring kotor dan lain nya di wastafel, untuk hari ini pak Yanto dan pak Rusdi yang akan cuci piring.

Karena Yo jelas Bu Yanti masih marah sama yang waktu itu loh, sejak saat itu Bu Yanti jadi gak pernah ke villa lagi.

“Eh, Cok tar malam ini yang jaga bukan kita bertiga. Tapi si Joko, Dian, Eko, Akxel.

“Hah? Yang jaga si Joko?” Tanya Bagas dengan ekspresi yang kaget, ada perasaan was-was muncul di hati nya. Apalagi setelah ia melihat keanehan tadi.

“Iya benar si joko, Dian, Eko sama Akxel. Kenapa kaget gitu dah lu” jawab Farhan melihat Bagas yang kaget seperti itu.

“Iya, lagian kemarin kita juga sudah jaga malam kan ditambah malah dapat melihat penampakan lagi” sambung Dimas bergidik merinding.

“Penampakan apa?” Tanya pak yahman mengejutkan ketiga nya dari arah belakang.

“Astaghfirullah pak, jantung saya hampir jatuh ke nomor 2 loh” ujar Dimas yang mulai asbun.

“Gak bisa dim, mana ada jantung lu jatuh ke nomor 2. Kecuali …”

“Ssstt … diem, jangan ikut asbun kek Dimas, ngomong lagi author kena getah nya nih” sela Bagas tidak habis pikir dengan tingkah dua sahabatnya.

Pak yahman yang melihat itu hanya bisa pasang muka datar, “permisi saya masih disini”

“Ouh, iya maaf pak. Jadi begini kemarin tengah malam itu. Kita lihat sosok besar, gigi tajam, kuku nya kayak manusia tapi matanya merah. Dan dia coret kaca jendela nama Joko” jelas Bagas

Mendengar itu pak yahman mengangguk kecil. Lalu Bagas kembali bicara. “Sama soso ini kayak bilang dia akan mati gitu pak”

Pak yahman kaget mendengar itu, ditambah lagi dengan apa yang disampaikan Arga tadi sore.

“Baik, saya paham. Biar ini jadi urusan para guru. Tapi jika kalian merasakan hal lain jangan lupa langsung beritahu saya atau guru yang lain nya” ucap pak Yahman ia melihat ekspresi bagas seolah ingin mengatakan sesuatu.

“Kenapa Bagas?”

“Gpp pak, dah yuk guys kita istirahat besok kan kita masih harus melakukan pencarian.” Bagas langsung mengajak kedua sahabatnya untuk istirahat.

“Iya, betul tuh. Kita bertiga izin langsung ke atas yah pak” ketiga nya langsung ngibrit menaiki tangga.

Pak yahman yang melihat dari bawah anak tangga hanya bisa memijat keningnya. “Kenapa semuanya jadi lebih rumit yah?”

Dan ketika semua orang sudah tertidur pulas bagas hanya berpura pura, ia harus memastikan sesuatu yang benar-benar mengganggu hati nya.

“Ini cuma kita berempat kan yah yang jaga malam ini?” Tanya Joko kepada tiga teman nya itu.

“Iya, cuma kita berempat doang kok. Nanti kalau sekitar jam 1 sampe jam 2 kita ngantuk nanti bangunin pak Yanto aja” jawab Dian

“Eh, bikin kopi yuk. Tadi sore gua udah minta izin dan boleh kok. Kan kita buat begadang hari ini” seru Eko mengajak ketiga nya.

“Oke, deh biar kita bisa melek sampai pagi dikit yah” sahut Akxel.

Dan keempat nya pun langsung bangkit lalu berjalan menuju ke dapur yang ada di lantai 1.

“Eh, biar gua aja yang bikin kopi nya lu tunggu di ruang tamu gimana?” Tanya Joko menawarkan diri nya membuat kan kopi.

“Oke, boleh lah. Jangan lama lama ya” jawab Eko dan dua yang lainnya.

Mereka duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Joko sendiri ke dapur untuk membuat kopi.

Joko merebus air di panci kecil buat dia bikin kopi empat orang. “Gua harus menjalankan aksinya malam ini, hanya perlu bersabar dan hati hati aja”

Setelah air mendidih ia langsung menuangkannya ke setu setiap gelas, Joko mengalihkan pandangannya ke belakang memastikan ketiga teman nya itu tidak melihat aksinya.

Joko merogoh saku celananya, ia memasukkan bubuk putih aneh ketiga gelas temannya itu. ‘semoga lu pada tidur yah, biar gua bisa ngelakuin apa yang sosok itu minta’

Setelah selesai Joko langsung membawa keempat gelas tersebut dengan nampan. Dan berjalan menuju ruang tamu.

“Nih, kopi nya sudah jadi guyss”

“Bentar gua dulu, makasih loh udah mau bikinin” kata Eko mengambil satu untuk nya dan yang lainnya pun ikut ambil.

“Bentar gua taruh nampan dulu” Joko dengan cepat berlari kecil menuju dapur, ia langsung menaruh nampan itu kembali.

Lalu berlari menghampiri ketiga nya dan langsung naik ke lantai atas. Sesampainya di lantai atas semua tampak baik baik saja, semua orang tidur dengan aman.

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!