NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romantis
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Setelah lima tahun berjuang tanpa hasil, Ardiah akhirnya menyerah pada desakan keluarga suaminya. Ia meminta Ferdi menceraikannya demi memenuhi keinginan ibunya untuk menikah lagi.

Dengan hati hancur, mereka pun berpisah. Namun dari rasa sakit itu, Ardiah bangkit dengan penampilan baru, memakai hijab dan kembali bekerja sebagai desainer interior di sebuah perusahaan besar.

Di sana, ia bertemu Haikal Akram, CEO muda yang dulu sering mengganggunya saat kuliah. Awalnya Ardiah tak suka padanya, tapi seiring waktu, sikap Haikal berubah menjadi lebih dewasa dan penuh perhatian.

Sementara itu, Ferdi mulai menyadari kesalahannya setelah melihat Ardiah tumbuh menjadi wanita kuat dan mandiri.

Apakah cinta pertama bisa kembali? Atau justru Ardiah akan menemukan kebahagiaan sejati bersama Haikal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYANG-BAYANG MASA LALU.

“Masuk.”

Pintu kayu jati itu terbuka pelan. Ardiah melangkah masuk dengan langkah ragu, menggenggam erat buku catatan di dadanya seperti perisai. Ruangan CEO itu luas dan dingin, didominasi oleh warna abu-abu dan hitam. Aroma kopi mahal dan parfum woody tercium kuat, membuat indra penciumannya bekerja keras.

Haikal tidak menoleh dari laptopnya. Jemarinya mengetik cepat, suaranya berirama teratur di keheningan ruangan. “Tutup pintunya, Kak Ardiah.”

Kalimat itu menghantam Ardiah lebih keras daripada tamparan. Kakak? Di sini? Di depan bosnya? Ardiah merasa bulu kuduknya meremang. Ia menutup pintu dengan hati-hati, lalu berdiri kaku di depan meja besar itu.

“Pak Haikal, ada urusan apa Anda memanggil saya?” tanya Ardiah, berusaha menjaga nada profesionalnya. Ia menolak dipanggil ‘Kak’. Itu adalah masa lalu yang ingin ia kubur dalam-dalam.

Haikal akhirnya berhenti mengetik. Ia mendongak, melepas kacamata bacaannya, dan menatap Ardiah dengan senyuman miring yang sangat ia benci. Senyuman yang dulu sering muncul saat Haikal mencuri pulpen Ardiah di perpustakaan kampus atau menggodanya di kantin.

“Jangan kaku begitu, Kak. Nanti kerutan di dahi kamu bertambah,” canda Haikal ringan. Ia bersandar pada kursi kulitnya, memutar badan sedikit agar menghadap Ardiah sepenuhnya. “Aku cuma ingin memastikan kamu betah di sini. Kantor ini kan beda sama kampus. Di sini nggak ada dosen yang bisa kamu protes kalau nilaimu jelek.”

Ardiah mengeratkan genggamannya. “Saya di sini untuk bekerja, Pak Haikal. Bukan untuk bernostalgia. Jika tidak ada instruksi kerja, izinkan saya kembali ke meja saya.”

Haikal tertawa kecil, suara yang renyah namun terdengar arogan di telinga Ardiah. “Kamu masih sama saja. Dingin. Kaku. Sulit didekati. Dulu aku harus mengejar-ngejar kamu selama dua tahun cuma buat minta tolong fotokopi tugas.”

“Itu karena Anda mengganggu konsentrasi saya,” balas Ardiah tajam. “Dan sekarang Anda adalah atasan saya. Harap hormati batas profesionalisme.”

Wajah Haikal berubah seketika. Senyum main-mainnya menghilang, digantikan oleh ekspresi serius yang membuat udara di ruangan terasa menipis. Ia berdiri, berjalan perlahan mengelilingi mejanya hingga berhenti tepat di depan Ardiah. Jarak mereka hanya selengan. Ardiah terpaksa mendongak untuk menatap mata pria itu.

“Aku menghormati profesimu, Ardiah,” kata Haikal pelan. Namanya disebut tanpa gelar ‘Kak’, tanpa embel-embel ‘Nona’. Hanya Ardiah. “Aku tahu kamu butuh pekerjaan ini. Aku juga tahu kenapa kamu menerimanya.”

Ardiah menelan ludah, merasa tidak nyaman dengan kedekatan fisik itu. “Apa maksud Anda?”

Haikal mencondongkan tubuh, suaranya turun menjadi bisikan yang intim namun menusuk. “Aku tahu tentang perceraianmu. Aku tahu tentang Ferdi. Dan aku tahu betapa hancurnya kamu lima tahun terakhir ini.”

Darah Ardiah mendidih. Rasa malu dan marah bercampur menjadi satu. Bagaimana pria ini berani? Bagaimana dia bisa sedekat ini dengan luka yang masih basah?

“Anda tidak punya hak!” seru Ardiah, suaranya bergetar karena amarah. Ia mundur selangkah, menabrak dinding kaca di belakangnya. “Itu urusan pribadi saya! Anda tidak berhak mengungkit-ungkit masa lalu saya hanya karena Anda bos di sini!”

Haikal tidak mundur. Ia justru terlihat tenang, bahkan matanya menyala dengan intensitas yang aneh. “Aku tidak mengungkitnya untuk menyakitimu, Ardiah. Aku mengungkitnya karena aku sudah melihatmu dari jauh sejak lama.”

Ardiah terdiam, napasnya tersengal. “Apa... apa maksudmu?”

“Sejak semester tiga, aku sudah memperhatikan kamu,” aku Haikal jujur. Suaranya kehilangan nada menggoda, diganti dengan ketulusan yang jarang ia tunjukkan. “Kamu selalu terlihat sempurna. Selalu tersenyum. Tapi aku tahu itu topeng. Aku melihat kamu menangis di taman kampus setelah nilai skripsimu direvisi berkali-kali. Aku melihat kamu berjuang sendirian. Dan ketika kamu menikah... aku menerima itu. Karena aku pikir kamu bahagia.”

Haikal mengambil napas panjang, lalu melanjutkan, “Tapi ketika kabar perceraianmu tersebar di kalangan alumni, aku tidak merasa senang. Aku merasa sedih. Karena artinya, wanita kuat yang aku kagumi itu telah patah. Jadi, ketika lamaranmu masuk ke mejaku pagi itu, aku tidak melihat portofolionya. Aku melihat kesempatan.”

Ardiah menatap Haikal dengan mata membelalak. Otaknya sulit memproses pengakuan itu. Pria yang dulu ia anggap kekanak-kanakan, sok tau, dan menyebalkan, ternyata menyimpan perasaan selama bertahun-tahun? Ini tidak masuk akal. Ini gila.

“Anda... Anda mencintai saya?” tanya Ardiah polos, meski hatinya berdegup kencang.

Haikal tersenyum tipis, kali ini tanpa kesombongan. “Mari kita sebut itu kekaguman yang mendalam. Dan sekarang, kamu bebas. Tidak ada lagi Ferdi. Tidak ada lagi mertua yang menghakimi. Kamu hanya Ardiah. Desainer interior berbakat yang sedang bangkit.”

Ia mundur selangkah, memberi ruang bagi Ardiah untuk bernapas. “Aku tidak akan memaksamu untuk menyukai aku, Ardiah. Aku bahkan tidak akan meminta kamu membalas perasaanku. Aku hanya ingin kamu tahu, di perusahaan ini, kamu aman. Aku akan memastikan tidak ada siapa pun, termasuk ibumu sendiri jika dia datang ke sini, yang berani menyentuh harga dirimu lagi.”

Ardiah merasa kakinya lemas. Kata-kata Haikal bukan sekadar rayuan murahan. Itu adalah janji perlindungan. Sebuah tawaran keamanan yang tidak pernah ia dapatkan dari pernikahannya sebelumnya. Namun, ada sesuatu yang mengganggu di balik semua itu. Apakah Haikal tulus? Atau ini hanya permainan ego seorang CEO yang terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan?

“Kenapa Anda melakukan ini?” tanya Ardiah lirih. “Mengapa membantu saya?”

Haikal mengembalikan kacamata bacanya, menyembunyikan kilatan emosi di matanya. Ia kembali duduk di kursinya, mengubah suasana dari intim menjadi formal dalam sekejap.

“Karena dunia sudah cukup jahat padamu, Kak Ardiah,” jawab Haikal datar, kembali menggunakan panggilan yang membuat Ardiah bergidik. “Sekarang, giliran aku yang menentukan bagaimana duniamu berjalan. Setidaknya, di dalam empat dinding kantor ini.”

Ia menunjuk ke pintu. “Keluarlah. Selesaikan desain untuk klien Tuan Wijaya. Aku ingin melihat hasilnya besok pagi. Jangan mengecewakanku.”

Ardiah berbalik, kakinya terasa berat saat melangkah keluar. Saat pintu tertutup di belakangnya, ia bersandar pada dinding koridor, mencoba menenangkan detak jantungnya yang liar. Haikal Akram bukan lagi anak magang yang menyebalkan. Dia adalah teka-teki berbahaya yang baru saja memasuki hidupnya. Dan Ardiah tidak yakin apakah dia siap untuk memecahkannya.

🍃🍃🍃

Pagi semuanya.. Selamat datang di karya Author terbaru, semoga ini menjadi pengobat kekecewaan para reader pada Karya Author: Kala CEO Lapuk Jatuh cinta. Ya. Tapi tetep Author harus ingatkan, agar Karya baru ini tetap berjalan hingga tamat. Maka berikan dukungannya, dan yang utama jangan sampai menimbun Bab, karena itu bisa menjatuhkan retensi karya, seperti novel Author yang dihentikan. Sekali lagi tolong langsung di Baca setiap Author update karya ini oke. terimakasih 🙏🏻

1
Lia siti marlia
nah kan kelimpungan jadinya 🤭maka kalau mau apa apa di obrolin dulu ...ngasih kejutan yang mengancan kesejahteraan rumah tangga kamu kal kal🤭🤭🤭
Eliermswati
smngat kal smga bs mndpt maaf dr istri mu dan bs segera d bwa plng😂😂smngt thor up nya
Nana Biella
semangat kal
Wardah Saiful
baguus critanya
Lia siti marlia
benar kamu mamah mu ikal kamu terlalu terburu buru 🥺🥺🥺ternyata aku swlah menilaimu kamu terlalu gegabah ikal ...sekara terima akibat nya diah petgi kamu harus bertanggung jawab atas kecerobohan mu 🥺🥺😭😭
Suren
ini mantap Diah suami mu ini
Alim
mantap
Jaya Fandi
suami yg luar biasa,,jgn disia" kn Diah,,
Mira Hastati
bagus
Lia siti marlia
nah itu baru suami bijak 😍😍mantap kal kamu hebat menerima kekurangan dengan cara memperbaiki💪💪💪
Rima R P
aku baru nemu novel mu ka selama ini penggemar noveltoon langsung suka sama karya yg ceo bujang lapuk.. kenapa ga di lanjutin ka padahal cerita nya bagus banget please ka lanjutin aja aku yakin banyak yg suka ko kalo udah tau dan baca🥺
Hikari_민윤기
di tunggu crezy upnya..
udah tak kasih kopi buat temen begadang...
sunaryati jarum
Nah,kan hati Diah mulai leleh,jadi perjanjian kontrak nanti dijadikan abu saja,Nak Ikal
sunaryati jarum
Buat Diah lupa niatnya untuk pisah darimu.Buat Diah terikat kuat di dalam hatinya hanya kamu.
Lia siti marlia
pandangan tentang suami mulai berubah entar entar mulai ada benih beni cinta dong diah😍😍😍😍
Suren
gercep Haikal..jgn biar kan Diah sampai minta cerai. buat dia hanyut dlm keromantisan yg kamu buat..good jobb👍
Lia siti marlia
sedikit sedikit yah ikal menggoda perasaan ardiah terus dikit dikit kecup kening entar kecup yang lainnn🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Jaya Fandi
ya ampuunn biang kerok ,,
Lia siti marlia
kalau orang kaya beneran sayang nya sayang bangetttttt cintanya cinta bangettttt gak kaya OKB 🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hais siapa lagi tub yang manggil jangan jangan c ferdi lagi🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!