NovelToon NovelToon
Antagonis Milik Sang Duke

Antagonis Milik Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi / Fantasi Wanita
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rembulan Pagi

Lily mati akibat kanker usus setelah hidupnya habis hanya untuk bekerja. Begitu membuka mata, ia telah menjadi Luvya Vounwad, gadis 12 tahun yang nantinya ditakdirkan menjadi antagonis tragis dalam novel yang pernah dibacanya. Ia bertekad mengubah alur agar tidak berakhir mati mengenaskan seperti nasib asli Luvya.

​Namun, saat Luvya mulai bergerak mengubah nasibnya, Kael muncul sebagai anomali. Bukannya menjadi kakak angkat yang mewarisi gelar ayahnya, ia justru hadir sebagai Duke Grandwick yang berkuasa dan sangat terobsesi pada Luvya. Naskah yang ia tahu kini hancur total. Di tengah jalan cerita yang berantakan, bagaimanakah cara Luvya merubah segalanya demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rembulan Pagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Selamat Datang Kota Hanberg

Kereta barang itu akhirnya melambat saat memasuki gerbang raksasa yang terbuat dari batuan putih bersih. Begitu Luvya dan Sellia turun, napas mereka seolah tertahan. Di depan mata mereka, Hanberg membentang dengan kemegahan yang tidak bisa dibandingkan dengan desa mana pun.

​Ini adalah kota kerajaan yang sesungguhnya. Jalanannya tersusun dari batu-batu yang dipahat rapi hingga membentuk pola artistik yang memanjakan mata. Di sepanjang jalan, kanal-kanal besar mengalirkan air yang jernih, dengan lampu-lampu kristal sihir di pinggirnya yang berpendar lembut bahkan di bawah sinar matahari. Perahu-perahu kecil berlalu-lalang, membawa para bangsawan dan saudagar kaya. Namun, pemandangan yang paling mendominasi cakrawala adalah menara raksasa di ujung kota. Menara itu menjulang tinggi menembus awan, dengan simbol bintang emas yang bersinar di puncaknya, sebuah tanda otoritas mutlak bagi para penyihir.

​Luvya menatap menara itu dengan pikiran yang berkecamuk. Ia tahu betul tatanan dunia ini, kekuatan suci dikuasai oleh Kuil Matahari dan kekuatan sihir dikuasai oleh Menara Sihir ini. Akademi yang mereka tuju berdiri tepat di samping menara itu, dijaga oleh para petinggi sihir yang menjaga keseimbangan dunia.

​Sebentar lagi, Sellia akan bertemu dengan Lucian Lindman, batin Luvya datar.

​Ia teringat alur novelnya. Lucian adalah second lead pria, sepupu dari Putra Mahkota Arken. Pertemuan mereka di Hanberg adalah awal dari kisah cinta klasik yang penuh air mata. Luvya mendengus dalam hati. Baginya, drama romansa kali ini sama sekali tidak menarik. Karena, suatu saat dia bisa mati. Fokusnya hanya satu, bertahan hidup dan menjauh dari plot kematian.

​"Luvya..." suara lembut Sellia memecah lamunannya. "Apakah Anda... punya keluarga lain yang bisa dikunjungi di kota ini?"

Luvya terdiam seketika. Ia menatap pantulan dirinya di air kanal yang jernih, lalu menggeleng pelan dengan tatapan kosong. "Tidak ada. Aku benar-benar tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, Sellia."

​Dalam hatinya, Luvya mendesah berat. Mengingat kembali isi novel yang pernah ia baca, Duke Ilyas Vounwad memang digambarkan sebagai pria dingin yang tidak memiliki saudara. Silsilah keluarganya sangat tertutup, dan sama sekali tidak ada informasi mengenai asal-usul ibu kandung Luvya.

Berdasarkan ingatannya tentang alur novel, Luvya tahu bahwa setelah Duke Vounwad meninggal nanti, Kael akan menemuinya. Pria itu akan menyatakan bahwa karena mereka berdua telah menyandang nama Vounwad, maka mereka adalah saudara yang sesungguhnya. Luvya tahu betul bahwa Kael nantinya akan berada di pihaknya, menjadi satu-satunya orang yang benar-benar bisa ia andalkan dari silsilah keluarga yang rumit itu.

​Namun, untuk saat ini, Kael masih berada di bawah kendali Duke. Di tengah kemegahan Hanberg yang asing ini, Luvya harus tetap berjuang sebatang kara terlebih dahulu.

Luvya menoleh ke arah Sellia, menyadari raut cemas yang semakin dalam pada wajah cantik sang pemeran utama wanita. Ia memutuskan untuk sedikit mencairkan suasana agar Sellia tidak terlalu merasa terbebani oleh kemalangannya.

​"Karena kita sudah berteman dan akan berjuang bersama di kota ini, kau tidak perlu berbicara terlalu formal padaku," ucap Luvya sambil tersenyum tipis, mencoba terlihat tegar. "Kau bisa menggunakan 'aku', 'kau', atau cukup panggil namaku saja. Rasanya aneh jika kita bicara terlalu kaku di tengah jalanan yang indah ini."

​Sellia tampak tersentak, wajahnya sedikit merona karena merasa canggung. Ia meremas ujung jubah cokelatnya yang lusuh. "Ah, saya—maksudku, aku... aku tidak terbiasa mengatakan itu kepada orang yang baru kukenal."

​Luvya hanya tersenyum maklum, namun batinnya menyahut dengan tajam. Tentu saja, kau kan seorang anak Count yang dididik dengan tata krama bangsawan yang sempurna sejak lahir.

​"Tidak apa-apa, perlahan saja," kata Luvya menenangkan. "Jadi, di mana pamanmu itu tinggal? Kita tidak mungkin berkeliling Hanberg selamanya dengan baju penuh debu wol dan wajah kusam seperti ini, kan? Bisa-bisa kita dikira pengemis."

​Luvya sengaja bercanda sedikit untuk mengalihkan pembicaraan. Ia tahu mereka harus segera sampai di wilayah Akademi. Di balik kekagumannya pada menara sihir yang menjulang tinggi dengan simbol bintang itu, Luvya tetap waspada. Ia butuh perlindungan Akademi secepatnya sebelum berita kematian si Bapak di Kuil Penitensi sampai ke telinga para penjaga kota.

Sellia sedikit tersentak dari lamunannya, lalu merogoh kantong jubahnya dengan gugup. Ia mengeluarkan secarik kertas kusam yang pinggirannya sudah mulai robek, satu-satunya petunjuk yang ia miliki.

​"Ibuku bilang... Paman bekerja di departemen riset tanaman sihir. Namanya Profesor Hadelon," bisik Sellia sambil menatap tulisan di kertas itu seolah-olah nama itu akan menghilang jika ia tidak memperhatikannya. "Tapi Hanberg terlalu besar, aku tidak tahu harus lewat jalan mana untuk sampai ke gerbang Akademi."

​Luvya melirik ke arah kanal, di mana ada deretan kedai kecil yang aromanya mulai menusuk hidung, aroma roti panggang mentega dan sup hangat. Perutnya berbunyi pelan, mengingatkannya bahwa akting dan pelarian membutuhkan energi besar.

​"Sebelum kita mencari Profesor Hadelon, kita harus mengisi perut dulu," ujar Luvya sambil menepuk tas kulitnya yang kini berisi koin perak hasil penukaran di bank desa tadi. "Dan kau butuh air minum. Wajahmu sangat pucat, Sellia. Kalau kau pingsan sebelum sampai di gerbang, pamanmu pasti akan sangat sedih."

​Luvya menarik pelan lengan jubah Sellia, membawanya menuju sebuah kedai kecil di pojok kanal yang tidak terlalu ramai namun terlihat bersih. Ia sengaja memilih tempat yang agak tersembunyi agar rambut pirang pucatnya dan rambut merah muda Sellia tidak terlalu mencolok di bawah sinar matahari.

​"Tunggu di sini," kata Luvya setelah mendudukkan Sellia di sebuah meja kayu kecil di sudut.

​Tak lama kemudian, Luvya kembali dengan dua mangkuk sup kentang hangat dan dua potong besar roti gandum. Sellia menatap makanan itu dengan mata berbinar, namun ia ragu.

​"Luvya, uangmu..."

​"Makan saja," potong Luvya cepat. "Anggap saja ini investasi untuk pertemanan kita. Nanti kalau kau sudah jadi penyihir hebat di Akademi, kau bisa mentraktirku makanan yang lebih mewah dari ini."

​Sellia tersenyum kecil, sebuah senyuman tulus yang membuat wajahnya terlihat jauh lebih cantik. Ia mulai makan dengan sopan, sangat sopan untuk ukuran orang yang sedang kelaparan, yang makin mengonfirmasi etiket bangsawannya di mata Luvya.

​Sambil mengunyah rotinya, Luvya memasang telinga lebar-lebar. Di meja sebelah, dua orang pria berpakaian pelaut sedang berbisik-bisik tentang pengetatan penjagaan di pelabuhan karena ada kabar 'buronan suci' yang menghilang dari wilayah utara.

​Jantung Luvya berdesir. Kabar itu menyebar lebih cepat dari dugaanku, batinnya.

​"Sellia," panggil Luvya pelan, suaranya serius. "Setelah ini, kita tidak boleh berhenti lagi. Kita harus langsung menuju gerbang barat Akademi. Aku punya firasat jalanan akan semakin ramai oleh penjaga sore nanti."

​Sellia mengangguk patuh. Ia merasa Luvya jauh lebih dewasa dan bisa diandalkan, padahal mereka seumuran. Ia tidak tahu bahwa di dalam tubuh gadis di depannya, ada jiwa Lily yang sudah membaca ribuan bab novel penuh intrik politik dan pelarian.

​Luvya kembali merapatkan tudung mantelnya. Ia harus membawa Sellia ke paman itu secepat mungkin. Karena begitu Sellia aman di bawah perlindungan Profesor Hadelon, maka Luvya juga akan punya alasan sah untuk tetap berada di lingkungan Akademi tanpa harus menjelaskan siapa identitas aslinya.

1
Lauren Florin Lesusien
masa ini luvy udh 2 kali kehidupan mudah duhasut trhur💀
Rembulan Pagi: engga kokk, luvya langsung sadar kok ada yang aneh, nanti dia pura-pura makan umpan🤭
total 1 replies
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik..
kiu kiu
lucius teramat berambisi...jgn pernah mau luvya.istana bukan tempat yg nyaman utkmu luvya...
kiu kiu
hauo loh...si kael mulai bereaksi matanya mulai menajam...seolah olah luvya nggk boleh di sentuh siapapun...
za za
semangat thor ceritamu bagus
za za
cerita menarik
penulisannya sangat bagus
jayyyiee
cepet update ya thor
kiu kiu
lanjut thor....semangat berkarya...
za za
makin penasaran.
jayyyiee
malu maluin sumpah
ojaa.
menye-menye bet dah karakternya
Rembulan Pagi: kalau tidak suka, tidak usah berkomentar dan out saja dari ceritanya😍 toh masih ada banyak karya yang tidak menye-menye yang bisa kakaknya baca
total 2 replies
kiu kiu
lanjutkan thor...apakah luvya akan mengeluarkan kekuatannya...ketika dlm keadaan genting..klu bisa jangan thor.ingat pesan profesor hedelon
kiu kiu
arken ini tk tau terima kasih ya udah di tolong dari racun.masih saja membenci luvya.dan ak rasa luvya tk pernah jujur kepada arken.bagaimna kisah hidupnyabersama luvya.kenpa si author bikin cerita kesengsaraan bagi luvya.
kiu kiu
si profesor nggk tau malu datang hanya ingin mengacaukan pikiran luvya.kasihan luvya.lebih baik keluar dari negeri itu dan asuk ke kerajaan lain..
kiu kiu
kpn updatenya thor..
Fatimah Ima
lanjuuttt thor aku suja ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semangat..💪💪
kiu kiu
kurang ajar ini si lucius...apa thor emang menginginkan lucius jadi pria jahat utk luvya.klupun dia jahat pasti memanfaatkan luvya.kasihan dong thor si luvya tak pernah mendapat kebahagiaaan...
kiu kiu
lanjutkan thor... klupun kael sangat menyayangi luvya.dia tidak akan ragu utk melindunginya.
lexxa
apa kael tau tentang kehidupan sebelumny?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!