apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
...Happy Reading ...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Beberapa saat kemudian penjual eskrim itu datang dengan nampan berisi dua eskrim berbeda rasa pesanan saga dan Rasya.
"makasi ya kak" ujar saga dan diangguki penjual dengan ramah.
"hmmm enakkk, papa suka ini kapan-kapan beli lagi ya disini" ucap saga dan diangguki oleh Rasya yang tengah memakan eskrim nya.
"setelah ini kita mampir ke restoran om Edwin pa" ujar Rasya, saga yang bingung siapa edwin pun bertanya
"om Edwin siapa??" tanya saga bingung sambil mulutnya terus memakan eskrim vanilla miliknya.
"astaga aku lupa papa mengalami amnesia, om Edwin itu temen kecil papa, dia belum nikah tau padahal sudah tua seumuran papa" jawab Rasya dengan ringan tanpa beban
"apa?! Kamu ejek papa udah tua huh?" kesal saga dan menjewer telinga Rasya sampai memerah.
"awwhh hahaha iya kan papa emang udah tua sakit paaaa hahahaha" tawanya kencang sambil terus memperhatikan wajah kesal papanya yang sedang menjewer telinganya sampai memerah.
"huh asya nyebelin banget yah, nanti APPA gigit klo udah di rumah" kesalnya lalu memakan eskrimnya kembali Dengan lahap.
"aduhh bayi besarnya ngambek gimana yah caranya bujuk hmm" ledek Rasya kepada saga yang fokus memakan eskrimnya tanpa menghiraukan Rasya yang tertawa.
"Udah habis, yok pa bayar abis itu langsung ke restoran om Edwin. Papa belum makan kan?disana makanya enak" ucap Rasya sambil mengecup dahi saga.
"ishhh asyaa bibir kamu tuh ada eskrimnya, lengket kan dahi papa" kesal saga dan menginjak kaki Rasya yang tertutup dengan sepatu hitam elegannya
"hahahaha lagian papa lucu banget sih" ucapnya sambil berjalan menuju kedai eskrim, setelah itu ia membayarnya dan langsung menggandeng papanya menuju ke mobil.
Kali ini saga duduk di sebelah Rasya, karena Rasya tidak ingin kejadian tadi terulang yang membuat nya harus berhenti di tepi jalan.
"papa mau bobo bentar yah, asya jangan rese klo udah nyampe bangunin papa yah" ujarnya dengan nada yang sudah terlihat begitu mengantuk.
"hmmm papa bobo aja klo udah nyampe asya bangunin" jawab Rasya Dengan fokus menyetir.
Setelah dirasa saga sudah tidur ia menghubungi Edwin bahwa dirinya dan papa nya akan menuju kesitu.
Edwin Dengan senang hati akan menyambutnya apalagi itu adalah calon nya yang ia kagumi sedari SMA.
Di restoran Edwin
"cepat sbentar lagi calon istriku dan anakku sampai" ucap Edwin Dengan tegas dan dingin.
Beberapa pelayan langsung menyiapkan meja khusus untuk saga dan Rasya yang sebentar lagi akan sampai kesitu
"tuan siapa calon mu, bukankah calon istrimu hanyalah aku?!" kesal satu pelayan yang dandanannya mirip seperti LC jalanan yang sering memberi makan pria buncit.
"Apa-apaan sih? Saya tidak Sudi bersamamu jalang" ujarnya saat dirasa tangan wanita itu mulai masuk kedalam bajunya.
Edwin memiliki paras yang begitu tampan namun kalah tampan dengan sekretaris saga yang begitu terlihat seperti pangeran di buku novel
"ahh tuann" rengeknya saat wanita itu di dorong menjauh darinya.
"cih, pecat dia dan jangan sampai menginjakkan kakinya di restoranku jika berani menginjakkan kakinya lagi, patahkan saja" ucapnya kepada security yang berjaga diluar
"siap tuan, Ayo dasar jalang" teriak security itu lalu menarik wanita itu menjauh dari restoran terkenal di kota ini.
beberapa menit kemudian setelah Edwin menunggu Rasya dan saga, mobil Rasya pun sampai di parkiran dan keluar dari mobil lalu Rasya menggendong papanya menuju kedalam restoran.