NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bahagia Kania

Hari yang paling di nanti Kania pun tinggal menghitung jam saja. Dita sudah berada di rumah orang tua kandungnya sejak kemarin bersama dengan Ibu Rani dan Dokter Wijaya. Mereka berdua memilih tidur di rumah keluarga Wirawan daripada menginap di hotel. Mereka tak ingin ada batas di antara mereka bersama keluarga Wirawan.

Dita dengan bangga memperkenalkan orang tua angkatnya pada semua keluarga. Dita yang tak akan membagi rasa sayangnya pada dua pasang orang tuanya benar-benar di wujudkan. Dita bermanja pada kedua pasang tersebut. Dita tak pernah takut salah satunya merasa cemburu pada kedekatannya dengan salah satunya.

"Mama... Dita mau di suapin Mama jangan Kakak terus.." Rengek Dita ketika Ibu Jelita menyuapi Kania yang tengah di rias.

"Adek, kakak ngga bisa makan sendiri ribet ini." Protes Kania.

"Kan kakak yang ribet Mama ngga. Mama..." Dita.

"Iya iya adek di suapi juga udah diem nanti riasannya gagal." Lerai Ibu Jelita.

"Gitu dong." Dita.

"Mami mana Dek? Kok belum ke sini? Udah di rias?" Tanya Kania yang tak melihat keberadaan Ibu Rani.

"Mami sama kak Tya tadi." Dita.

"Mami kalian itu di kerubutin cucu nya dari kemarin kasian." Ibu Jelita.

"Biar aja Ma. Mami suka kok." Dita.

"Iya sayang. Kamu bahagia juga ya sayang." Ibu Jelita.

"Aamiin."

Kata SAH telah menggema di luar Kania pun di tuntun untuk kekuar dari persembunyiannya. Dengan di apit Dita Kania melangkahkan kakinya menuju laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya. Setelah mengantarkan sang Kakak Dita duduk di antara Ibu Jelita dan Ibu Rani.

Semua rangkaian acara telah terlaksana dengan baik. Akad pernikahan dan resepsi yang di adakan di hotel milik kakak dari Ibu Jelita berjalan dengan lancar. Pancaran kebahagiaan dari kedua mempelai terus di pancarkan.

"Ini kapan nyusul Kakak?" Tanya salah satu kerabat Ibu Jelita.

"Ini jangan dulu sekarang Bu masih kecil." Jawab Ibu Rani.

"Eh, bukannya udah kuliah ya kamu?" Tanya nya lagi.

"Udah Tante tapi belum mau nikah masih mau kuliah terus kerja." Jawab Dita.

"Halah,, Dit kamu ngga kerja aja orang tua kamu ada dua." Ucap salah satu sepupu jauh Dita.

"Ya kan itu orang tua Dita bukan Dita." Jawab Dita.

"Emang ada yang mau sama kamu Dit?" Tanya kerabat jauh Pak Wirawan.

"Ya kalo ngga ada yang mau juga belum tentu mau sama Om juga sih." Dita.

"Ngga sopan Dita." Ucap Pak Elang adik dari Pak Wirawan.

"Maaf Om. Dita ngga bermaksud apapun. Dita kan belum waktunya nikah malah udah di suruh nikah itu Mba Niken yang udah lebih tua dari Dita kenapa ngga di tanya kapan nikah." Dita.

"Dita."

"Maaf Om Elang. Saya tidak terima anda memarahi putri kami. Kalian semua tidak berhak melakukan semua ini pada putri kami. Saya rasa masih banyak percakapan lain selain bertanya tentang pernikahan. Putri kami masih bersekolah dan rasanya kurang pantas." Ibu Rani.

"Mba, Mba ini kan cuma Ibu angkat ngga usah ikut campur." Ucap Ibu Rosita istri dari Pak Elang.

"Mami memang Ibu angkat tapi bukan berarti bisa di sepelekan. Ayo Mi, ngga usah di ladenin ngga guna." Ajak Dita pada Ibu Rani.

"Anak itu semenjak punya orang tua angkat jadi ngga sopan." Ucap salah satu kerabat.

"Bukan ngga sopan Tante. Memang itu yang sepantasnya Dita lakukan pada orang-orang yang menganggap remeh dirinya dan keluarganya." Ucap Hendrik yang ternyata berada di sana sejak tadi.

"Eh Drik."

"Udah Drik jangan di perpanjang." Pak Elang.

"Saya hanya menjelaskan bukan mau memperpanjang Om." Hendrik.

Semua pun diam tak ada yang berbicara lagi. Hendrik dengan santainya menikmati kopi miliknya tanpa memperdulikan saudara-saudara nya.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!