Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9. flashback
Setelah melewati perjalanan sekitar 40 menit menggunakan ojek, akhirnya Leana Sampai di depan sekolah yang akan menjadi tempat ia menuntut ilmu itu. Setelah turun dan membayar ongkos ojeknya itu Leana tidak langsung masuk dia berdiri di depan sekolah itu dan melihat, di dalam hati nya dia tidak menyangka bisa bersekolah di sekolah elite itu, pasalnya kalau tidak semata-mata karena mendapatkan beasiswa tidak mungkin dia bisa sekolah di sekolah hight school elite yang di mana biaya sekolah di sini tidak akan mampu untuk kalangan bawah seperti Leana ini. Dia beruntung bisa masuk ke sekolah ini tanpa memungut biaya sepersen dari seragam, buku-buku semua di tanggung sekolah. yang perlu di siapkan Leana hanya mental menghadapi dunia orang-orang kaya di sekitarnya. Dia berharap tidak ada pembulian terhadap anak beasiswa seperti waktu dia masih SMP dulu.
Dan sekarang Lea siap untuk masuk ke dalam sekolah dan mencari tempat parkir untuk mencari seseorang siapa lagi kalau bukan Arkananta Pradipta sang pacar dari Leana Anastasya.
Setelah sampai ke parkiran Leana melihat Arkan dari jauh duduk menyamping di atas motornya sambil bermain ponsel. satu bulan tidak bertemu dengan pacarnya itu, Arkan terlihat makin tampan, dengan kulit yang bersih, wajah tampan, dan terlihat makin tinggi.
"ihh, kok dia makin cakep aja si, mana dia di perhatiin cewek-cewek lagi, dasar.. awas aja dia cari cewek lain nanti!!!" kesal Leana saat melihat pacarnya di kagumi oleh cewek-cewek yang ada sekitar parkiran.
Leana sampai di depan Arkan, tpi Arkan tidak menyadari karena ia sibuk bermain game di HP canggihnya itu. Beda banget dengan hp milik Leana yang hanya HP android biasa, karena memang kasta mereka juga sangat jauh berbeda bak langit dan bumi.
"heii Ar!!" sapa Leana ceria. Mendengar sapaan itu dari suara yang dia sangat kenal itu Arkan mengangkat kepalanya untuk melihat wanita yang ia telah rindukan itu.
"haii Lea!!" Arkan senang melihat Lea, Arkan ingin memeluk Lea untuk menggungkapkan rasa rindunya kepada gadis itu, tapi dia sadar dimana tempatnya sekarang. " le, aku senang bisa ketemu kamu lagi." yang dimana kata itu membuat Lea senyum malu-malu.
"ya aku juga senang bisa lihat kamu lagi" Lea menunduk malu dengan pipih cubbynya yang memerah yang kontras dengan kulit nya yang putih bersih itu.
Arkan yang melihat itu gemes dan dia tidak sadar mengangkat tangan untuk mengacak rambut Leana yang membuat sang empuh merenggut kesal. " Arkan ihh, kok di acak si rambut aku, nanti berantakan gimana!!" kesel Lea dengan bibir yang cemberut.
Arkan hanya tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun. "jangan ngambek dong, btw dah serapan?" tanya Arkan perhatian.
"dah tadi di rumah aku bangun pagi-pagi buat nasi goreng, aku juga masak lebih untuk bekal ke sekolah." memang setiap pagi di rumah Leana harus masak sendiri dan untuk ibunya juga. Leana harus mengurus diri sendiri dan ibunya juga tidak punya waktu untuk memasak karena ibunya bekerja di malam hari dan di siang harinya digunakan untuk istirahat.
"lain kali gak usah bawa bekal ya, gak usah capek-capek bangun pagi, kamu tinggal datang ke sekolah lebih pagi dan aku ajak sarapan di kantin dan juga makan siang aku siap bayarin buat kamu le?!". Kata Arkan kasihan Kalau mendengar Leana bangun pagi-pagi Untuk memasak.
"gak ahh, aku malu tau sama kamu dari dulu kamu selalu traktir aku!!" ya memang Arkan melarang Lea untuk membawa bekal bukan karena dia menghina Lea tapi dia tidak ingin Leana bangun terlalu pagi hanya untuk masak. Dia kasihan dengan Leana kala itu. sebagai sahabat yang baik dia siap membayar makanan untuk Lea di sekolah. Toh Arkan tidak akan kekurangan uang untuk mentraktir Leana di kantin, mentraktir Leana tidak seberapa bagi Arkan ,uang bulanan dari ayahnya belum lagi uang bulanan dari kakak dan opanya tidak akan berkurang hanya untuk jajan Leana, bahkan untuk memborong semua makanan yang ada di kantin untuk Leana Arkan sanggup.
"Lea?!". Panggil Arkan dengan suara tertahan dan mata menyipit tanda Arkan tidak ingin di bantah yang membuat Leana pun setuju tak ingin berdebat.
"anak pintar" kata Arkan memuji dan tersenyum dengan tulus ke arah Lea yang di balas tawa bahagia oleh Lea, tawa yang polos mencermin gadis dan sederhana.
Waktu sebentar lagi menunjukkan pukul delapan waktunya mereka menuju ke lapangan sekolah bukan ke dalam kelas. Ya karena ini hari pertama ajaran baru dan mereka adalah murid baru dan untuk siswa siswi kelas X sekolah mengadakan Masa Pengenalan lingkungan Sekolah (MPLS).