NovelToon NovelToon
Samudra Di Atas Langit

Samudra Di Atas Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.

Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Topeng

Ketegangan di sudut kantin Fakultas Bisnis semakin memuncak setelah Kenzo menolak mentah-mentah kesepakatan awal. Davin yang sejak tadi berdiri di belakang Kenzo, langsung melangkah maju dan menggebrak meja dengan telapak tangannya.

"Nggak usah sok keras lo, Gala! Perjanjian di atas kertas itu nggak bakal berlaku kalau lo nggak punya kekuatan hukum buat menuntut!" bentak Davin dengan mata mendelik, mencoba menyudutkan Gala di depan mahasiswa lain yang mulai mengerumuni area kantin.

Salah satu anggota geng Kenzo ikut berkacak pinggang sembari mencibir kasar. "Bener! Lo itu cuma anak beasiswa yang kebetulan hoki di lantai bursa! Jangan mimpi bisa menendang Kenzo dari trah Samudra!"

Mendengar provokasi itu, Adit tidak tinggal diam. Ia langsung bangkit dari kursinya hingga menabrak tepi meja, mengepalkan tinjunya dengan wajah memerah karena berang.

"Heh, curut! Yang hoki itu bos lo! Udah curang pakai malware, modal disuntik puluhan miliar, tapi tetap aja kalah telak! Masih punya muka lo semua teriak-teriak di sini?!" seru Adit dengan urat leher yang menegang kaku.

Aluna ikut berdiri di samping Adit, melipat kedua tangan di dada dengan tatapan teramat dingin tertuju pada Kenzo. "Seluruh pengusaha dan dekan di aula tadi sudah melihat buktinya, Kenzo. Kalau lo punya harga diri laki-laki, tepati janji lo untuk minta maaf dan mundur!" timpal Aluna dengan nada suara yang tegas dan menusuk.

Gala yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan itu sembari memutar-mutar gelas es teh manisnya, perlahan mengangkat kepala. Aura slengeannya menguap seketika, digantikan oleh tatapan mata yang sangat mengintimidasi, sorot mata seorang penguasa tertinggi yang sedang menghakimi bawahannya. Ia menegakkan tubuh, lalu mengetuk permukaan meja dengan satu jari. Tok!

"Gue nggak butuh kertas perjanjian itu buat menghancurkan lo, Kenzo," ucap Gala dengan suara rendah yang sangat dingin namun bergema kuat di keheningan kantin.

Ia menyunggingkan senyum miring yang penuh ancaman mematikan. "Keputusan gue udah bulat. Mulai detik ini, gue kasih lo waktu dua puluh empat jam untuk mundur secara sukarela. Kalau sampai besok pagi muka Lo masih kelihatan di daftar calon pewaris... gue sendiri yang bakal seret nama bokap lo ke meja hijau atas kasus manipulasi pasar modal."

Kenzo seketika mundur satu langkah, wajahnya mendadak pucat mendengar ancaman hukum yang begitu spesifik dari Gala. Namun, rasa gengsinya yang setinggi langit membuat ia menolak untuk tunduk. Ia mencengkeram kerah jaket Davin untuk menahan tubuhnya yang gemetar, lalu menunjuk wajah Gala dengan mata melotot penuh dendam.

"Lo... lo bakal menyesal karena udah lahir ke dunia ini, Gala! Kita lihat siapa yang akan hancur besok!" ancam Kenzo balik dengan suara parau yang bergetar hebat. Tanpa menunggu balasan, ia berbalik dan melangkah tergesa-gesa meninggalkan kantin, diikuti oleh Davin dan gengnya yang berjalan terburu-buru menahan malu.

Adit kembali duduk di kursinya dengan hentakan kasar, mendengus kesal sembari mengusap wajahnya. "Sialan! Si Kenzo itu bener-bener manusia paling tebel muka yang pernah gue kenal! Pengen banget gue tabrak pakai motor trail lo, Gal!" umpat Adit yang biasanya slengean kini terlihat sangat jengkel.

Sementara itu, Aluna dan Reza tidak ikut larut dalam kekesalan Adit. Mereka berdua justru memandangi Gala dengan tatapan penuh selidik dan rasa penasaran yang sudah di ujung tanduk.

"Gala, ancaman lo tadi bukan omong kosong seorang mahasiswa biasa," ucap Reza sembari menutup laptopnya, matanya menyipit tajam.

"Siapa lo sebenarnya?"

Aluna ikut mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke dalam manik mata Gala. "Iya, Gal. Lo tahu celah hukum manipulasi pasar, lo punya sistem siber yang aneh, dan setelan jas yang lo pakai sekarang... itu merek eksklusif yang cuma diproduksi buat keluarga inti Samudra Group. Tolong jujur sama kita."

Gala tertegun sejenak melihat keseriusan kedua temannya. Sesaat kemudian, ia kembali menyunggingkan senyum manis yang tulus. Ia melonggarkan sedikit dasi hitamnya, lalu bersandar santai dengan gaya slengean khasnya yang menyebalkan.

"Aduh, kalian ini dramatis banget deh. Gue kan udah bilang, jas ini gue sewa di rental dekat kosan, makanya pas di badan," jawab Gala dengan nada santai tanpa beban, lalu terkekeh pelan sembari meneguk sisa es teh manisnya.

"Soal hukum itu... ya gue cuma kebanyakan baca Google aja semalam. Udah ah, yuk cabut! Keburu kelas siang dimulai."

Gala langsung berdiri dan berjalan mendahului mereka dengan langkah santai, meninggalkan Aluna dan Reza yang hanya bisa menghela napas panjang, sadar bahwa teman mereka ini masih menyimpan rahasia raksasa yang belum siap dibuka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!