NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: JEJAK MISTERIUS DI PENGINAPAN

Malam harinya, suasana di kota Chang An terasa sangat berbeda dari biasanya. Bulan purnama yang seharusnya bersinar terang dan indah, kini tertutup rapat oleh gumpalan awan hitam yang tebal dan pekat. Angin berhembus kencang dan dingin, menerpa atap-atap bangunan kuno yang megah, menciptakan suara desisan panjang yang menyeramkan seolah alam sendiri sedang merasakan adanya bahaya besar yang sedang mendekat.

Di sebuah penginapan mewah yang disediakan khusus untuk para tamu undangan dan pendekar hebat, suasana terasa sangat hening dan sunyi. Terlalu sunyi hingga terdengar tidak wajar dan mencekam.

"Mo Fei..." bisik Lian Er pelan sambil duduk di tepi jendela kamar mereka. Gadis itu memeluk lututnya erat-erat, wajahnya terlihat cemas dan waspada. Matanya terus mengamati jalanan di bawah yang gelap dan kosong. "Aku merasa tidak enak badan sekali malam ini. Seperti ada banyak mata yang sedang mengintai kita dari balik kegelapan. Rasanya dada ini sesak sekali."

Mo Fei yang sedang duduk bersila di atas kasur, sedang membersihkan dan merapikan jarum-jarum emasnya satu per satu dengan teliti dan penuh kasih sayang. Setiap jarum itu bagaikan anak-anak baginya, tajam, berkilau, dan setia.

Mendengar pertanyaan Lian Er, tangannya berhenti sejenak. Ia menoleh ke arah gadis itu, senyumnya masih terlihat tenang dan menenangkan, namun tatapan matanya sangat tajam dan dingin bagaikan pisau yang baru diasah.

"Kau benar, Putri. Indra mu mulai tajam juga ternyata," jawab Mo Fei dengan suara rendah dan berat. "Bau darah dan bau besi tajam sudah tercium sangat kuat sejak tadi. Mereka... tidak akan membiarkan kita tidur nyenyak malam ini. Mereka pasti datang untuk mengakhiri segalanya."

Drip... Drip... Drip...

Tiba-tiba terdengar suara cairan menetes dari arah langit-langit kamar mereka.

Suaranya pelan, tik... tik... tik..., namun di dalam keheningan malam itu terdengar sangat jelas dan mengerikan, membuat bulu kuduk merinding.

Mo Fei dan Lian Er serentak mendongak ke atas dengan kaget.

Tetesan itu jatuh perlahan, mengenai lantai kayu yang bersih. Warnanya bukan bening jernih seperti air hujan. Warnanya merah gelap pekat, dan baunya... amis menyengat sampai ke ulu hati!

Itu darah!

"AWAS PUTRI!! LINDUNGI DIRIMU!!" teriak Mo Fei dengan suara lantang yang memecah keheningan malam.

TRANGGGGGGG!!!

Dinding kamar mereka meledak berkeping-keping!

Batu-batuan besar dan serpihan kayu hancur beterbangan ke mana-mana dengan kekuatan yang luar biasa!

Dari lubang besar yang baru saja terbentuk itu, masuklah sepuluh orang pria bertubuh kekar dan tinggi besar bagaikan raksasa kecil. Mereka seluruh tubuhnya tertutup baju zirah besi hitam yang tebal dan mengkilap, terlihat sangat gagah namun juga sangat menakutkan. Wajah mereka tertutup topeng besi berbentuk iblis yang menyeramkan, hanya menyisakan celah untuk mata yang memancarkan cahaya merah kejam dan membunuh.

Di tangan masing-masing, mereka memegang rantai besi yang sangat panjang dan berat. Ujung rantai itu dipenuhi paku-paku tajam dan duri-duri mematikan yang berlumuran racun!

"KAMI DARI PASUKAN PEMBAWA MAUT!!" teriak mereka serentak dengan suara garau, berat, dan bergema di seluruh ruangan. "PERINTAH BOS BESAR: BUNUH MO FEI DAN GADIS ITU! JANGAN ADA YANG BISA HIDUP MENINGGALKAN KAMAR INI!"

WUSSSSS!!!

Tanpa aba-aba dan tanpa peringatan tambahan, serangan mematikan langsung meluncur!

Rantai-rantai besi itu diayunkan dengan kekuatan penuh, menghantam segala sesuatu yang ada di dalam kamar!

DOR! DOR! TRANG! SYUT! SYUT!

Meja, kursi, lemari, jendela, dan perabotan lainnya hancur lebur tak bersisa dalam sekejap mata! Serangan itu datang bertubi-tubi dari segala arah—atas, bawah, kiri, kanan, bahkan dari celah lantai—membuat ruangan yang sempit itu berubah menjadi neraka pembantaian yang ganas!

"MO FEI!!" Lian Er segera mengeluarkan pedang pendeknya dan mencoba bertahan, tapi kekuatan serangan itu begitu besar dan berat hingga ia terpaksa mundur terus ke sudut kamar, wajahnya pucat dan kewalahan.

"Putri, mundur dan lindungi dirimu! Jangan sampai terkena sedikit pun! Racunnya mematikan!" seru Mo Fei lantang. "Biar aku yang urus sampah-sampah ini! Mereka berani mengacaukan kenyamanan kita malam ini... harus dihukum berat!"

TING! TING! TING! TING! TING!

Tiba-tiba, kedua tangan Mo Fei bergerak!

Kilat cahaya emas berterbangan di ruangan yang sempit dan gelap itu!

Setiap kali ada rantai atau senjata musuh yang datang menghantam dengan ganas, selalu ada jarum emas yang datang lebih cepat! Jarum-jarum itu tidak hanya menahan, tapi justru memotong atau membalikkan arah serangan musuh kembali ke pemiliknya!

TRANG! TRANG! DENG! DENG!

Suara benturan terdengar begitu cepat hingga menyatu menjadi satu suara panjang yang memekakkan telinga dan bergema di seluruh penginapan!

Apa yang terjadi selanjutnya adalah pemandangan yang sangat luar biasa dan sulit dipercaya.

Di tengah badai senjata yang mencekam itu, Mo Fei berdiri bagaikan patung yang tak tergoyahkan. Tubuhnya berputar indah bagaikan menari di tengah badai, kedua tangannya bergerak secepat kilat bagaikan bayangan yang tak tersentuh.

Tidak ada satu pun senjata musuh yang bisa melewati pertahanan jarumnya! Tidak ada satu pun yang bisa mendekat bahkan sampai jarak tiga meter dari tubuhnya! Mereka seolah menghantam dinding baja yang tak bisa ditembus!

"Hei Om-om semua!" seru Mo Fei di tengah pertarungan dengan nada santai dan sedikit menggoda. "Baju besinya bagus-bagus dan mahal lho. Sayang sekali kalau rusak kan? Mending kalian pulang saja sekarang sebelum terlambat!"

"Dasar bocah sialan kurang ajar!" teriak pemimpin mereka dengan amarah memuncak. "Kalian serang lebih ganas! Jangan biarkan dia bernapas! Bungkus dia dengan rantai sampai mati!"

"Sudah kubilang... kalian terlalu berisik dan mengganggu tidurku," wajah Mo Fei berubah dingin dan tanpa ekspresi. "Kalau begitu... permainan selesai!"

TING! TING! TING! TING!

Kali ini, Mo Fei tidak hanya bertahan. Ia mulai membalas dengan serius!

Jarum-jarum emas ditembakkan dengan presisi mematikan! Bukan menembak tubuh yang tertutup besi, tapi tepat mengenai persendian tangan, engsel leher, dan tali pengikat baju musuh!

AKH! AKH! ARGHH!

Satu per satu penyerang itu berteriak kesakitan! Tangan mereka lumpuh seketika, membuat rantai-rantai berat itu terlepas dari genggaman dan jatuh ke lantai dengan suara berisik!

Dalam hitungan detik, seluruh sepuluh orang pembunuh itu sudah tergeletak di tanah meringis kesakitan dan ketakutan! Tidak ada satu pun yang bisa berdiri lagi!

Hening.

Hanya tersisa suara napas memburu dan debu yang perlahan mengendap.

Mo Fei berdiri tenang di tengah kekacauan itu, bajunya tetap bersih dan rapi. Ia berjalan mendekati salah satu dari mereka yang masih sadar, lalu menodongkan ujung jarum tepat ke leher orang itu dengan sangat cepat.

"Siapa kalian sebenarnya? Dan siapa yang menyuruh kalian datang?" tanya Mo Fei dingin. "Jawab jujur atau jarum ini akan masuk lebih dalam dan merusak saraf lehermu."

Orang itu gemetar hebat, matanya penuh ketakutan melihat dewa maut di depannya.

"Ma... Maafkan kami! Kami hanya pembunuh bayaran! Kami disewa oleh seseorang bertopeng! Dia membayar sangat mahal untuk kepalamu! Tapi... tapi ada pesan penting darinya!"

"Pesan apa? Cepat bicara!"

"Besok... di Hutan Angin Utara! Dia ingin bertarung satu lawan satu denganmu! Dia bilang... dia punya sesuatu yang sangat berharga yang berhubungan dengan gurumu, Kakek Tua dari Lembah Naga Tidur!"

GLEKK!

Jantung Mo Fei berdegup kencang mendengar nama gurunya disebut. Tangannya mengepal kuat.

"Kau tidak bohong kan?"

"Benar! Demi nyawaku! Dia bilang kalau kau tidak datang... dia akan membunuh semua orang yang dekat denganmu! Termasuk gadis itu!"

Mo Fei menghela napas panjang, lalu menjentikkan jarinya.

Ting!

Orang itu langsung pingsan tak sadarkan diri.

 

Malam itu, setelah membereskan situasi dan memastikan tidak ada bahaya lagi, Mo Fei duduk kembali di tepi jendela. Ia menatap jauh ke arah utara, di mana bayangan pegunungan terlihat gelap dan misterius di bawah sinar bulan.

Lian Er datang mendekat, lalu duduk diam di sampingnya. Ia bisa melihat raut wajah Mo Fei yang sangat serius dan tegang.

"Mo Fei..." panggilnya pelan. "Kau benar-benar mau pergi ke sana kan? Itu pasti jebakan. Mereka memancingmu keluar kota supaya kau sendirian dan tidak ada yang menolong."

Mo Fei menoleh, menatap lembut ke mata gadis itu. Ia mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Lian Er dengan lembut.

"Aku tahu itu jebakan, Putri. Tapi aku tidak punya pilihan. Kalau mereka benar-benar punya informasi tentang Kakek dan tentang apa yang terjadi di lembah... aku harus pergi. Aku harus tahu kebenarannya, tidak peduli seberapa berbahaya risikonya."

Ia lalu menatap tajam ke kegelapan malam dengan mata yang menyala.

"Dan biarkan mereka datang. Aku sudah siap. Siapa pun mereka, apa pun rencananya... selama jarum ini masih ada di tanganku, dan selama napas ini masih ada di dada... aku tidak akan takut pada apa pun di dunia ini."

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!