NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 - Informasi

Di ujung aliran sungai yang jernih, terlihat kediaman kayu sederhana. Bangunannya tidak besar, namun tertata rapi, seakan telah lama menyatu dengan alam di sekitarnya. Suara air mengalir pelan dan menjadi satu-satunya pengisi keheningan di tempat yang terpisah jauh dari dunia luar.

Di dalam kediaman itu, Wei Shezi duduk santai di samping Wei Zhang Zihan. Tatapannya tertuju pada cangkir keramik berisi arak pekat yang menguarkan aroma tajam namun menggoda. Buah-buahan segar tersaji rapi di atas meja, namun pandangan matanya tidak teralihkan dari arak yang harum itu.

Tanpa ragu, Wei Shezi mengambil cangkir itu dan meneguknya. Untuk sesaat, matanya melebar—lalu wajahnya langsung berubah cerah.

"Ini..." Wei Shezi menurunkan cangkirnya perlahan, suaranya dipenuhi kepuasan. "Arak ini luar biasa."

Wanita berpakaian merah itu kembali meneguknya, jelas menikmati setiap tetesnya, seolah dunia di sekitarnya tidak lagi penting.

Di sisi lain, suasana terasa jauh lebih kaku dan serius di antara Wei Zhang Zihan dengan Long Yang Wang. Mereka berdua duduk saling berhadapan dengan ekspresi yang saling menilai satu sama lain.

Long Yang Wang terlihat menyilangkan tangan di depan dada. Tatapannya tertuju pada Wei Zhang Zihan, tajam dan tanpa basa-basi.

"Dalam perjalanan menyelamatkan ibuku," ujarnya datar. "Aku memang mendengar rumor tentang Pendekar Naga yang menghancurkan sekte-sekte aliran hitam. Tapi itu tidak ada hubungannya denganku."

Wei Zhang Zihan tidak menyela.

Long Yang Wang melanjutkan, suaranya tetap dingin. "Dia mendapat pedang Pendekar Naga, dan aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Proses pemisahan pedang itu tidak bermasalah."

"Bagaimana kau begitu yakin?" Wei Zhang Zihan sedikit mengernyit.

Long Yang Wang mendengus pelan. "Jika pelepasan energi iblis dari pedang itu gagal... maka aku yang menyerapnya tidak akan duduk di sini sekarang."

Jawaban itu sederhana—namun cukup untuk membuat suasana semakin berat.

Wei Zhang Zihan terdiam sejenak, sebelum akhirnya berbicara lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius.

"Kalau begitu... Roh pedang iblis..." tatapannya menajam. "Bagaimana bisa ada pada Kai?"

Long Yang Wang menghela napas pelan. "Kau salah. Tidak ada roh di dalam Pedang Pendekar Naga."

!!

Udara di dalam ruangan seakan membeku. Bahkan suara aliran sungai di luar terasa menjauh.

Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi sama-sama terdiam, namun keterkejutan mereka tidak bisa disembunyikan.

Long Yang Wang membiarkan keheningan itu menggantung sejenak, sebelum kembali berbicara.

"Senjata kuno memang sering dihuni oleh roh dari makhluk yang telah mati," katanya pelan. "Tapi pedang itu... berbeda."

Tatapan Long Yang Wang menajam. "Pedang Pendekar Naga tidak mempunyai roh—tapi memiliki ingatan. Dan ingatan... bisa hidup kembali."

Wei Shezi yang sebelumnya santai langsung menegakkan tubuhnya. "Apa maksudmu?"

"Jika pengguna sebelumnya memiliki metode kultivasi yang tidak biasa atau teknik terlarang, maka ada kemungkinan dia tidak benar-benar ‘mati’."

Tatapan Long Yang Wang menajam. "Pengguna dari pedang itu bisa hidup kembali dengan memanfaatkan pengguna baru dari pedang tersebut."

"Apa?" Wei Shezi langsung bereaksi. Matanya melebar, ekspresinya tidak lagi santai seperti sebelumnya.

"Hei, itu tidak mungkin." Wei Shezi menggeleng pelan. "Aku sendiri pernah menjadi roh dalam Pedang Pendekar Naga, tapi aku tidak merasakan sesuatu yang aneh."

Long Yang Wang melirik Wei Shezi sekilas, "Itu karena kau bukan roh asli dari pedang itu. Kau hanya ditarik olehnya atau kau sendiri yang berniat tinggal di dalamnya. Ingatan dari pedang itu tidak akan bereaksi padamu."

Wei Shezi terdiam.

"Ah..."

Wanita berpakaian merah itu berkedip beberapa kali sebelum akhirnya mengangguk pelan.

Sementara itu, Wei Zhang Zihan terlihat menundukkan pandangannya. Pikirannya saat ini melayang—membayangkan sosok Chu Kai dan perubahan sikap pemuda itu saat di Kota Hou.

Long Yang Wang kembali bicara. "Aku tidak tahu apa yang sebenarnya mengambil alih tubuh pendekar naga itu. Bisa saja hanya ingatan. Atau yang lebih buruk—pemilik ingatan itu telah menjadikannya wadah untuk bangkit kembali."

Tangan Wei Zhang Zihan mengepal kuat. Dia menatap Long Yang Wang, "Bagaimana cara menyadarkan Kai? Pasti ada sesuatu... yang bisa kulakukan."

"Kai yang memintaku untuk mencarimu." Wei Shezi ikut buka suara. "Bukankah itu artinya... dia belum sepenuhnya berada dalam pengaruh ingatan pedang itu?"

Wei Zhang Zihan mengangguk. Tatapannya masih tertuju pada Long Yang Wang dan ia pun berkata, "Bisakah kau membantu kami? Kau satu-satunya yang memiliki keterkaitan dengan pedang itu selain dirinya."

Long Yang Wang menurunkan pandangannya, tidak langsung menjawab. Dia menimbang ucapan Wei Shezi dan Wei Zhang Zihan sebelum perhatiannya tertuju pada ibunya yang terlihat sibuk menyiapkan makanan.

Wei Zhang Zihan menyadari arah pandangan Long Yang Wang dan merasa bahwa mungkin sulit baginya membawa remaja ini untuk membantunya. Apalagi, Long Yang Wang baru saja bertemu dengan ibunya—tentu subjek ini pasti ingin menghabiskan waktu dengan ibu yang selama ini ia rindukan.

"Aku akan membantu kalian."

Wei Zhang Zihan tersentak mendengar ucapan Long Yang Wang yang tidak ia sangka. Padahal dirinya sudah mengira remaja ini mungkin akan menolak.

"Kau..."

"Lagipula... aku juga ingin tahu." mata Long Yang Wang menyipit tipis. "Bagaimana seorang pendekar naga bisa berubah menjadi sesuatu seperti itu."

Wei Zhang Zihan menatap remaja di hadapannya sejenak, lalu bertanya pelan. "Bagaimana dengan ibumu? Kalian baru saja bertemu."

Long Yang Wang terdiam sesaat. Tatapannya kembali mengarah pada wanita di kejauhan itu. "Aku ingin tinggal lebih lama. Tapi... dia akan aman di sini."

"Lagipula..." tatapan Long Yang Wang kembali menajam. "Masih ada hal yang harus kuselesaikan terlebih dahulu."

******

1
uh uh
woy Sialan apa apan up satu
uh uh
sialan GK ad up
ind@h
/Coffee/ meluncur..
ind@h
👣👣👣👣
ind@h
hahhh..langsung merasa aman dari suaminya..
ind@h
kangen narsismu yang mulia...
uh uh
mana up sialan
uh uh
un mna
uh uh
up mna
uh uh
mna up sialan
uh uh
mna up
uh uh
up mana sialan👺
uh uh
mana up
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!