Saat pindah ke SMA Arkana, sekolah tua yang terkenal karena rumor siswa hilang dan lorong terkutuk, seorang gadis dingin bernama Naresha justru tertarik membongkar rahasia itu. Di tengah penyelidikannya, ia terjebak hubungan rumit dengan Arven — ketua OSIS yang tenang, tampan, namun menyimpan sesuatu yang menyeramkan.
Semakin dekat mereka, semakin banyak kejadian aneh terjadi. Bisikan di kamar mandi kosong, bayangan tanpa wajah, hingga siswa yang menghilang satu per satu.
Dan ternyata… sekolah itu memang menyimpan sesuatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1 — Sekolah Baru
Mobil hitam itu berhenti tepat di depan gerbang besar bertuliskan SMA ARKANA.
Naresha melepas earphone dari telinganya lalu menatap bangunan sekolah di hadapannya cukup lama. Langit pagi tampak mendung, membuat suasana sekolah itu terlihat lebih suram dibanding sekolah biasa.
Gedung utamanya tinggi dan tua.
Cat tembok putihnya mulai memudar di beberapa bagian. Pohon-pohon besar berdiri mengelilingi halaman sekolah, membuat cahaya matahari sulit masuk dengan sempurna.
Entah kenapa, tempat itu terasa dingin.
"Sha, yakin ga mau Mama temenin dulu?" tanya ibunya dari dalam mobil.
Naresha langsung menggeleng.
"Aku bukan anak TK, Ma."
Ibunya tertawa kecil.
"Yaudah. Hati-hati."
Naresha hanya mengangguk singkat sebelum menutup pintu mobil.
Ia menarik napas pelan.
Sekolah baru.
Tempat baru.
Dan jelas… masalah baru.
Sudah tiga kali Naresha pindah sekolah karena pekerjaan ibunya yang terus berpindah kota. Karena itu ia tidak pernah benar-benar dekat dengan siapa pun.
Menurutnya, terlalu dekat dengan orang hanya bikin repot saat harus pergi lagi.
Beberapa siswa yang berada di depan gerbang mulai melirik ke arahnya.
"Anak baru ya?"
"Cantik banget sumpah."
"Dingin banget mukanya anjir."
Naresha pura-pura tidak mendengar.
Ia berjalan masuk sambil memasukkan kedua tangan ke saku hoodie hitamnya.
Langkahnya santai.
Tatapannya tajam.
Dan tanpa sadar itu membuat banyak orang memilih menyingkir dari jalannya.
Saat sampai di halaman tengah sekolah, tiba-tiba suara lonceng tua terdengar sangat keras.
TONGGGGG…
Naresha refleks berhenti.
Yang membuatnya bingung bukan suara lonceng itu.
Melainkan reaksi seluruh siswa.
Mereka mendadak diam.
Tidak ada yang bicara.
Tidak ada yang bergerak.
Beberapa siswa bahkan menundukkan kepala seperti sedang berdoa.
Suasana mendadak berubah mencekam.
Naresha mengernyit.
"Apaan sih…"
Lima detik.
Sepuluh detik.
Lalu semuanya kembali normal.
Siswa-siswa berjalan lagi seperti tidak terjadi apa-apa.
Seorang cowok yang lewat di samping Naresha bahkan terlihat pucat.
"Lo tadi kenapa diem semua?" tanya Naresha.
Cowok itu langsung menatapnya aneh.
"Lo anak baru ya?"
"Iya."
Cowok itu tampak ingin menjawab, tetapi temannya buru-buru menarik lengannya.
"Udah jangan dibahas."
Mereka pergi begitu saja.
Naresha makin bingung.
"Sekolah aneh."
Ia kembali berjalan menuju kantor guru.
Namun belum sampai beberapa langkah, seseorang menabrak bahunya cukup keras.
Bug.
"Maaf."
Suara cowok.
Datar.
Naresha menoleh cepat.
Cowok itu tinggi, kulitnya pucat, dan seragamnya sangat rapi. Di dadanya terpasang pin OSIS.
Tatapannya dingin.
Matanya gelap.
Dan entah kenapa… auranya membuat suasana sekitar terasa lebih sunyi.
"Kalau jalan lihat depan," ujar Naresha malas.
Cowok itu diam beberapa detik.
Tatapannya justru berpindah ke name tag Naresha.
“Naresha…”
Cara cowok itu menyebut namanya terdengar aneh.
Seolah ia mengenali nama itu.
Namun beberapa detik kemudian ekspresinya kembali datar.
"Anak baru?"
"Kelihatan ga?"
Cowok itu tidak menjawab lagi.
Ia hanya berjalan melewati Naresha begitu saja.
Beberapa siswi langsung heboh.
"Itu Arven!"
"Ketua OSIS!"
"Gila, dia ngomong sama anak baru!"
Naresha memutar mata malas.
"Sok misterius banget."
Namun tanpa ia sadari, Arven yang sudah berjalan jauh sempat menoleh ke arahnya sekali lagi.
Tatapan cowok itu berubah gelisah.
Seolah kedatangan Naresha ke SMA Arkana bukan sesuatu yang bagus.