NovelToon NovelToon
Dibalik Tatapan Profesor

Dibalik Tatapan Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Alena datang ke London untuk mengejar gelar dan masa depan baru di Kingston University. Ia berniat fokus belajar, menjauh dari drama, dan menata hidupnya kembali.

Namun semuanya berubah ketika ia bertemu Dr. Adrian Vale—dosen muda yang terkenal dingin, pendiam, dan nyaris mustahil didekati.

Di depan semua orang, Adrian adalah pria profesional dengan kendali sempurna. Tetapi di balik tatapan tajam dan sikap tenangnya, tersimpan hasrat gelap yang perlahan hanya muncul saat bersama Alena.

Dimulai dari pertemuan-pertemuan singkat, diskusi malam yang terlalu lama, hingga ciuman terlarang di tempat yang tak seharusnya—hubungan mereka tumbuh menjadi rahasia yang berbahaya.

Semakin dekat, semakin sulit berhenti.

Di antara aturan kampus, reputasi yang dipertaruhkan, dan perasaan yang makin dalam, Alena harus memilih:

Menjaga masa depannya...

atau menyerah pada pria yang mampu membuatnya kehilangan kendali hanya dengan satu tatapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan dengan Mantan

BAB 31 — Pertemuan dengan Mantan

Malam itu, di sebuah bar hotel mewah yang sepi dan privat, Adrian duduk termenung menatap gelas whiskey di hadapannya. Cairan berwarna kecokelatan itu berputar perlahan mengikuti gerakan tangannya, sama seperti pikirannya yang sedang kacau balau.

Dia tidak ingin datang. Dia tahu pertemuan ini tidak akan membawa kebaikan. Tapi Sophia memaksanya. Wanita itu bilang ada hal sangat penting yang harus dibicarakan berempat... atau lebih tepatnya, dia punya kartu as yang ingin diperlihatkan.

Pintu bilik terbuka. Sophia masuk dengan anggunnya. Gaun hitam ketat yang membalut tubuhnya membuatnya terlihat seksi namun mematikan. Rambut pirangnya digerai rapi, dan senyum di wajahnya... senyum yang dulu Adrian cinta, kini terlihat seperti senyum serigala yang siap menerkam mangsa.

"Maaf terlambat, Sayang. Macet parah di luar," sapa Sophia lembut, lalu duduk tepat di hadapan Adrian.

Adrian tidak menjawab. Dia hanya menatap wanita itu datar. "Kau bilang ada hal penting. Apa? Langsung saja, aku tidak punya banyak waktu."

Sophia terkekeh pelan, suara tawanya terdengar manis namun menusuk. "Masih sama saja ya orangnya. Dingin dan kaku. Padahal kan kita sudah sedekat nadi dulu."

 

🎭 Topeng Manis

Sophia memanggil pelayan, memesan minuman, lalu kembali menatap Adrian dengan tatapan yang sulit diterjemahkan.

"Adrian... lihat kita sekarang. Kau sedang dalam masalah besar, dan aku... aku di sini baik-baik saja. Punya kekuasaan, punya koneksi, dan yang paling penting... aku tahu segalanya tentangmu."

Wanita itu mencondongkan tubuh ke depan, menumpukan dagunya di atas kedua tangannya yang saling bertautan di atas meja.

"Aku tahu kau sedang ketakutan setengah mati. Gosip soal kau dan si mahasiswi kecilmu itu makin hari makin keras kan? Reputasimu yang sudah kau bangun susah payah hampir runtuh lagi, bukan?"

Jari telunjuk Sophia mengusap permukaan meja kaca perlahan, seolah sedang memainkan permainan berbahaya.

"Dunia itu kejam, Adrian. Kalau skandal itu meledak benar-benar... habis sudah segalanya. Kau akan dipecat, namamu akan tercoreng selamanya, dan kau akan menjadi bahan tertawaan seluruh kota. Dan gadis itu... dia akan hancur lebih parah lagi."

Adrian menggenggam gelasnya kuat-kuat, rahangnya mengeras. "Jangan bawa-bawa nama dia."

"Oh, jadi masih membela dia ya?" Sophia tersenyum miring. "Tapi hadapi saja kenyataannya, Adrian. Hubungan kalian itu racun. Itu berbahaya. Itu tidak akan pernah bisa diterima oleh siapa pun."

Tiba-tiba wajah Sophia berubah menjadi lebih lembut, lebih manis, dan penuh bujuk rayu.

"Kita kan pernah bahagia, Adrian. Kita pernah punya segalanya. Dunia kita sama, kelas kita sama, dan kita tahu cara bermain game ini. Kalau kau kembali padaku..." Sophia merentangkan tawarannya seperti malaikat penolong.

"...aku bisa bikin semua masalah ini hilang. Aku bisa bikin gosip itu mati. Aku bisa bantu kau bersihkan nama baikmu. Kita bisa hidup tenang, aman, mewah, dan bergengsi seperti dulu. Kehidupan yang aman. Tanpa risiko. Tanpa takut ketahuan. Tanpa drama murahan."

 

😈 Wajah Asli yang Terungkap

Adrian menatap wanita itu dalam-dalam. Dia mulai sadar. Sophia tidak datang untuk menolong. Dia datang untuk memburu.

"Jadi... ini permainannya?" tanya Adrian pelan, suaranya terdengar rendah dan berbahaya. "Kau mau manfaatin situasi aku lagi susah supaya aku balik sama kau?"

Sophia tertawa renyah, tapi kali ini tawanya terdengar sinis dan dingin.

"Bilang saja apa adanya, Adrian. Kau butuh aku. Dan aku butuh kau. Kita saling melengkapi. Gadis kecil itu? Apa yang dia bisa berikan selain cinta monyet dan masalah? Dia cuma beban buatmu. Sedangkan aku... aku bisa angkat derajatmu lebih tinggi lagi."

Wanita itu merogoh tasnya, lalu mengeluarkan sebuah flashdisk kecil dan meletakkannya di atas meja dengan perlahan dan penuh penekanan.

Gerakan itu membuat jantung Adrian seakan berhenti berdetak sesaat.

"Apa itu?" tanya Adrian waspada.

"Ini?" Sophia mengetuk-ngetuk benda kecil itu dengan kuku jarinya yang panjang dan merah menyala. "Ini bukti-bukti yang sangat menarik lho. Foto-foto kalian yang lebih jelas, catatan chat yang pernah bocor, sampai kesaksian orang-orang yang melihat kalian bolak-balik apartemen."

Wajah Sophia berubah serius, matanya yang biru itu kini memancarkan aura kejam dan licik.

"Aku sudah kumpulin semua ini, Adrian. Lengkap. Rapi. Dan siap aku kirim ke dekan, ke media, dan ke seluruh dunia... kalau kau menolak tawaranku yang baik ini."

 

⚖️ Tawaran yang Mematikan

"Kau gila..." desis Adrian, napasnya mulai memburu karena emosi yang meluap-luap. "Kau tidak akan berani melakukan itu."

"Oh ya? Coba saja uji aku," tantang Sophia tanpa rasa takut sedikitpun. Dia tersenyum lebar, senyum penuh kemenangan. "Kau pikir siapa yang menyebar foto buram itu awalnya? Itu aku juga. Aku yang mulai api kecilnya, dan sekarang aku yang punya korek api untuk membakar semuanya habis-habisan."

Adrian ternganga. Jadi semua ini... ulah Sophia dari awal? Dia yang mengatur semuanya?

"Kenapa? Kenapa kau sejahat ini?" tanya Adrian hancur.

"Karena aku CINTA padamu!" teriak Sophia, tapi suaranya penuh obsesi yang sakit jiwa. "Aku tidak mau melihatmu jatuh ke tangan wanita rendahan seperti itu! Kau milikku! Selalu milikku! Dan aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku!"

Sophia kembali merendahkan suaranya, menjadi bisikan yang mengerikan.

"Dengar baik-baik ya, Adrian Vale. Pilihan ada di tanganmu sekarang."

Dia menunjuk dirinya sendiri dengan dagu yang diangkat tinggi.

"Pilih AKU. Jadikan aku kekasihmu lagi, tunanganmu lagi. Nikahi aku. Dan semua masalah ini akan selesai. Kau akan selamat, kariermu aman, dan kita hidup bahagia seperti orang sukses."

Lalu dia menunjuk ke arah luar jendela, seolah menunjuk pada nasib buruk yang menanti.

"Atau..."

"...pilih dia. Pilih gadis miskin dan tidak berguna itu. Dan aku jamin, besok paginya nama kalian akan menjadi sampah masyarakat. Kau hancur, dia hancur, dan semua impian kalian akan terbakar habis."

 

🖤 Ancaman Terakhir

Suasana di dalam bilik pribadi itu terasa mencekam. Dingin. Dan mematikan.

Adrian merasa seolah ada belati yang menancap di lehernya saat ini juga. Sophia tidak main-main. Wanita itu gila dan nekat. Dia benar-benar akan melakukan ancaman itu.

Pikirannya berputar kacau.

Jika dia memilih Alena... mereka berdua hancur.

Jika dia memilih Sophia... hatinya akan mati, dan Alena akan hancur karena dikhianati.

Tidak ada jalan keluar yang mudah. Tidak ada jalan keluar yang tidak menyakitkan.

Sophia melihat keraguan di mata Adrian. Dia tahu dia sudah memenangkan permainan ini. Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Adrian, mencium aroma parfum mahal pria itu, lalu berbisik pelan namun sangat jelas, sangat menekan, dan sangat mengerikan:

“Pilih aku… atau hancur.”

"Pilihanmu sangat sederhana, Sayang. Hidup bahagia bersamaku... atau mati bersama dia. Sekarang pilih."

1
jeakawa loving❤️
masih coba untuk membaca walau agak loncat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!