NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18: Mencari kematianmu sendiri!

Di bawah naungan tenda yang remang-remang, Qin Xiang duduk bersila dalam keheningan yang menyesakkan. Kesadarannya sedang merayap jauh ke dalam relung meridian, menuntun aliran Qi emas murni untuk membasuh setiap simpul energi yang tersisa. Di dalam pandangan batinnya, Dantiannya tampak seperti kolam emas kecil yang tenang namun sangat padat. Akan tetapi, ketenangan itu terusik ketika indra spiritualnya yang tajam menangkap getaran langkah kaki yang berusaha disamarkan, mendekat dengan ritme yang tidak wajar.

Qin Xiang membuka matanya perlahan. Pupilnya berkilat sesaat sebelum kembali ke warna hitam yang kelam dan dalam. Tanpa menoleh ke arah pintu masuk, ia berujar dengan nada dingin yang sanggup membekukan udara di sekitarnya. "Apa yang kau lakukan malam-malam begini?"

Siluet hitam di balik tabir tenda itu sedikit tersentak. Suara kasar Duan Du terdengar membalas, mencoba menutupi kegugupannya dengan otoritas yang dipaksakan. "Qin Xiang, ada hal mendesak yang harus kita bicarakan secara rahasia sekarang juga. Cepat ikuti aku!”

Qin Xiang menarik napas pendek, sebuah seringai tipis yang sarat akan makna tersungging di sudut bibirnya. Ia sudah bisa menebak drama picik apa yang akan dipentaskan oleh pemuda angkuh itu. Jemarinya meraih tas kulit yang tergeletak di sampingnya dan menyampirkannya di pinggang sebelum melangkah keluar mengikuti Duan Du menembus kegelapan hutan di luar kamp pengungsian.

Di sepanjang jalan setapak sunyi yang tertutupi lumut, mata Duan Du berkali-kali melirik ke arah tas kulit Qin Xiang. Tatapannya penuh dengan kerakusan yang tak lagi bisa disembunyikan di wajahnya, seolah-olah tas itu adalah jantung yang sedang berdetak dan ia adalah pemangsa yang sedang kelaparan.

"Apakah ada sesuatu yang menarik perhatianmu... Senior?" tanya Qin Xiang dengan nada yang tiba-tiba melunak, seolah-olah ia kembali menjadi murid magang yang polos dan mudah dibodohi. "Ke mana kau akan membawaku? Hutan ini mulai terasa tidak bersahabat."

Duan Du menghentikan langkahnya tepat di sebuah area terbuka yang dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi. Ia terkekeh rendah, suara tawanya terdengar seperti gesekan batu yang kasar. "Kau baru sadar sekarang? Sungguh malang. Kau punya bakat, Qin Xiang, tapi kau terlalu naif untuk dunia yang kejam ini."

Duan Du berbalik, wajahnya kini sepenuhnya dikuasai oleh kegelapan dan keserakahan yang murni. Ia menunjuk tas kulit Qin Xiang dengan ujung jarinya yang gemetar. "Berikan tas itu kepadaku sekarang!"

Qin Xiang menghela napas panjang sebagai balasa, sebuah desahan yang penuh dengan rasa bosan dan penghinaan. Pura-pura bodohnya berakhir di sini. Tatapannya yang semula lembut berubah menjadi tajam layaknya pedang yang baru keluar dari tungku tempa.

"Jadi kau mengajakku malam-malam begini hanya untuk melakukan perampokan rendahan seperti ini? Kau benar-benar menyia-nyiakan waktu kultivasiku yang berharga," ujar Qin Xiang sembari melangkah maju satu langkah, memancarkan aura yang membuat dedaunan di sekitar mereka meranggas seketika.

"Menolak bersulang hanya untuk dipaksa minum! Qin Xiang, jangan menyalahkanku karena bertindak kejam!” Duan Du meledak dalam amarah. Ia tidak lagi menyembunyikan niatnya; ia menarik pedangnya dan menerjang maju dengan seluruh kekuatan Qi Fondasi tahap sembilannya.

"Kau benar-benar mencoba merampas milik Kaisar ini?" Qin Xiang mencibir.

Dalam satu kedipan mata, sebelum pedang Duan Du sempat menyentuh jubahnya, Qin Xiang bergerak. Itu bukanlah gerakan manusia biasa, melainkan seperti perpindahan ruang yang halus. Ia menarik bilah pedangnya sendiri dengan kecepatan yang melampaui batas pandangan fana.

"Pedang Agung Menebas Bumi: Fase Pertama!"

Sebuah garis emas samar membelah kegelapan malam, lebih cepat dari suara angin yang terbelah. Cahaya itu tidak hanya memotong udara, tetapi seolah-olah merobek selaput realitas di depan Duan Du. Semuanya terjadi dalam keheningan yang mematikan.

Duan Du mematung di tempat. Pandangannya perlahan miring, ia melihat sebuah tubuh tanpa kepala yang masih berdiri tegak dalam posisi menyerang. 'Itu... pakaian yang kukenal... bukankah itu... tubuhku?' Pikirannya terputus tepat saat kegelapan abadi menelannya.

Tung—!

Kepala Duan Du jatuh menghantam tanah dan menggelinding hingga berhenti tepat di ujung sepatu Qin Xiang. Tidak ada rasa kasihan sedikit pun di wajah sang Kaisar yang telah membunuh banyak musuh di masa lalu. Ia tahu benar, jika ia tidak bertindak, Duan Du akan terus menjadi duri dalam perjalanan. Di dunia kultivasi, kebaikan kepada musuh yang ingin membunuhmu adalah racun bagi diri sendiri.

Qin Xiang memungut tas kulit milik Duan Du dan mendapati puluhan telinga kiri binatang buas hasil buruan pemuda itu sebelumnya. "Kau telah bekerja cukup keras untukku, terima kasih," gumamnya datar. Ia memindahkan seluruh jarahan itu ke tas miliknya sendiri, membuatnya kini tampak sangat penuh dan berat.

Tanpa membuang waktu, Qin Xiang menyeret jasad tanpa kepala itu jauh ke dalam jantung hutan, meninggalkannya di tempat persembunyian predator-predator malam yang lebih ganas. Alam akan membersihkan sisa-sisa pengkhianat ini tanpa menyisakan jejak bagi penyelidik sekte kelak.

"Waktunya kembali," bisik Qin Xiang sebelum menghilang ke dalam kabut malam.

Keesokan paginya, ketika cahaya mentari yang hangat mulai membelai puing-puing Desa Quang, suasana kerja bakti mulai memenuhi udara. Penduduk yang telah pulih dari trauma mulai memunguti reruntuhan kayu dan batu, mencoba membangun kembali harapan dari puing-puing rumah mereka yang telah menjadi abu.

Pekerjaan terasa sangat berat dan berjalan lambat karena mereka kekurangan tenaga pria dewasa. Terlebih lagi, Xiao Jing dan kedua pengikutnya secara misterius telah menghilang sejak fajar menyingsing—mereka melarikan diri kembali ke sekte tanpa pamit, kemungkinan besar karena tidak tahan melakukan pekerjaan kasar atau takut akan teror Qin Xiang yang mungkin akan menyusahi mereka.

Hanya ada Qin Xiang dan Qu Long yang tersisa sebagai perwakilan sekte, bahu-membahu bersama pemuda desa yang selamat. Qin Xiang tidak terlihat keberatan sedikit pun. Di bawah panas matahari, ia memanggul balok-balok kayu besar yang seharusnya membutuhkan tiga orang dewasa untuk mengangkatnya.

"Kakak Qin, kau harusnya kembali saja ke sekte. Aku bisa menangani ini bersama penduduk desaku," ujar Qu Long sembari mengusap peluh di dahinya yang lebar.

Qin Xiang hanya menggelengkan kepala. "Aku punya rencana sendiri."

Bagi orang lain, ini adalah kerja paksa yang menghina status sebagai kultivator. Namun bagi Qin Xiang, setiap langkahnya yang berat dan setiap ototnya yang berkontraksi di bawah beban kayu adalah bagian dari latihan. Ia sengaja menekan penggunaan Qi-nya, membiarkan kekuatan fisik murninya bekerja untuk memperkuat fondasi daging dan tulangnya. Ia tahu, sebelum ia menembus ranah Qi Fondasi Tahap 2, tubuhnya harus sekuat baja agar bisa menampung ledakan Qi emas yang lebih dahsyat nanti.

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!