Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 19: Fragmen yang Terkunci
Angin malam berhembus pelan.
Namun kota Asterra tidak lagi sama.
Jalanan hancur.
Bangunan retak.
Dan di tengah semua itu—
Kael berdiri sendirian.
Sunyi.
Shadow Army perlahan menghilang satu per satu, kembali ke dalam kegelapan miliknya.
Dread Knight lenyap tanpa suara.
Abyss Wyvern menghilang ke langit bayangan.
Hanya tersisa Kael.
Dan pikirannya.
“…Eclipse.”
Nama itu terus terngiang.
Sistem muncul lagi.
[SISTEM ECLIPSE]
Permintaan akses data…
Ditolak
Status: Terkunci
Kael menghela napas.
“Selalu seperti ini…”
Ia mengepalkan tangan.
“Kalau ini kekuatanku—kenapa aku tidak bisa mengetahuinya?”
Tidak ada jawaban.
Hanya layar dingin yang menghilang perlahan.
Di tempat lain.
Gedung tinggi di pusat kota.
Ruangan gelap dengan jendela besar.
Beberapa sosok berdiri menghadap layar hologram.
Menampilkan rekaman pertarungan Kael.
Salah satu dari mereka berbicara.
“Konfirmasi visual telah diverifikasi.”
“Target menggunakan kekuatan ‘Eclipse’.”
Ruangan itu langsung menjadi hening.
Seorang pria tua melangkah maju.
Matanya tajam.
“Jadi… benar-benar dia.”
Sosok lain menyilangkan tangan.
“Tidak mungkin kebetulan.”
“Kekuatan itu sudah menghilang ratusan tahun lalu.”
Pria tua itu menatap layar.
Di sana—
terlihat Kael berdiri di tengah bayangan.
“Kalau dia benar…”
Ia berhenti sejenak.
Lalu berkata pelan,
“…maka dunia akan berubah lagi.”
Kembali ke Kael.
Ia berjalan perlahan melewati puing-puing.
Suara sirine mulai terdengar dari kejauhan.
Hunter Association pasti sudah datang.
“Harus pergi.”
Namun—
langkahnya terhenti.
Sesuatu terasa aneh.
Bayangannya…
tidak mengikuti gerakannya.
Kael langsung menoleh.
Matanya menyipit.
“…”
Bayangan di tanah bergerak.
Bukan karena dirinya.
Tapi…
sendiri.
Dari dalam kegelapan—
muncul sesuatu.
Sosok kecil.
Tidak seperti Dread Knight.
Tidak seperti monster.
Lebih… manusia.
Namun seluruh tubuhnya hitam pekat.
Seperti bayangan hidup.
Kael langsung waspada.
“Ini bukan milikku…”
Sosok itu mengangkat kepalanya perlahan.
Matanya—
bersinar ungu redup.
Ia menatap Kael.
Lalu…
berlutut.
“…Tuan.”
Kael terdiam.
Udara terasa berhenti.
“Apa…?”
Sosok itu berbicara lagi.
Suaranya berat.
Namun jelas.
“Akhirnya… aku menemukanmu.”
Sistem langsung muncul dengan cepat.
[SISTEM ECLIPSE]
Entitas tidak dikenal terdeteksi
Klasifikasi: ?
Status: Tidak dapat dianalisis
Kael mundur satu langkah.
“Siapa kau?”
Sosok itu tetap menunduk.
“Aku adalah bayangan… yang tersisa.”
Ia mengangkat wajahnya.
“Aku menunggumu.”
“Pemilik Eclipse.”
Detak jantung Kael meningkat.
“Menungguku…?”
Sosok itu mengangguk pelan.
“Dunia ini… pernah jatuh ke dalam kegelapan.”
“Kau adalah penyebabnya.”
Kael langsung menegang.
“…Apa?”
Namun sosok itu melanjutkan.
“Dan juga…”
“Penyelamatnya.”
Sunyi.
Kata-kata itu menggantung di udara.
Tidak masuk akal.
Namun—
entah kenapa…
terasa nyata.
Kael menatapnya dalam-dalam.
“Jelaskan.”
Sosok itu tersenyum tipis.
Namun senyumnya… kosong.
“Belum waktunya.”
Ia berdiri perlahan.
Tubuhnya mulai menghilang.
“Kau harus menjadi lebih kuat.”
“Kalau tidak…”
Ia berhenti sejenak.
Matanya menatap Kael.
“…mereka akan membunuhmu sebelum kau mengingat segalanya.”
“Siapa mereka?!”
Kael berseru.
Namun—
sosok itu sudah menghilang.
Hanya bayangan biasa yang tersisa.
Sunyi kembali.
Namun kali ini—
lebih berat.
Kael berdiri diam.
Pikirannya penuh.
“Eclipse…”
“Masa lalu…”
“Dan… mereka?”
Sirine semakin dekat.
Lampu merah biru mulai terlihat di kejauhan.
Kael menatap langit malam.
Matanya dingin.
“Kalau semua ini benar…”
Ia mengepalkan tangan.
“…aku akan cari tahu sendiri.”
Angin berhembus.
Dan tanpa suara—
Kael menghilang dari tempat itu.
Di tempat yang jauh.
Lebih jauh dari jangkauan manusia.
Sebuah ruang gelap.
Tanpa cahaya.
Tanpa suara.
Namun—
ada sesuatu di sana.
Sepasang mata terbuka.
Bersinar merah.
“…Dia sudah bangun.”
Suara berat menggema.
Sosok lain menjawab.
“Ya.”
“Pemilik Eclipse… telah kembali.”
Sunyi sejenak.
Lalu—
perintah itu keluar.
“Mulai persiapan.”
“Kali ini…”
“Jangan biarkan dia tumbuh.”
Dan malam itu—
bukan hanya satu pertempuran yang berakhir.
Tapi juga—
awal dari perang yang jauh lebih besar.
Perang antara masa lalu… dan masa depan.