Namanya Zhara Chandrawinata, gadis berusia 20 tahun. Ia punya mimpi hidup tenang, bahagia, dan kaya raya.
Di balik senyumnya yang manis, Zhara tumbuh dari kluarga broken home, ia tidak menyangka hidupnya akan berjalan sulit, mimpi yang ia bangun, keputusan yang di ambil, kisah cintanya, selalu terbentur masalah.
Tahun demi tahun berlalu, Zhara mulai kehilangan arah. Pikirannya lelah, hatinya terluka, pada akhirnya tubuhnya menyerah. Zhara ditemukan meninggal karena Asam Lambung GERD yang ia derita.
Dewa kematian berkata. Jiwanya tidak dapat menyebrang, karena ada seseorang yang menukar jiwanya, agar Zhara hidup kembali.
Dalam gelap Zhara mendengar ada yang manggil namanya, “Zhaa.. bangun.. Jangan tidur dikelas! ” Zhara terbangun di ruang kelas dan melihat Tiara menggoyangkan lengannya.
Zhara kembali hidup dan siapa yang telah menukar jiwanya?
mengapa dewa kematian masih mengikutinya?
Apakah pertukaran jiwa itu tidak sempurna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluar dari Zona nyaman
...“Widya kamu tidak akan mengerti, kalau kamu belum menikah dan punya anak. Jelas sebagai ibunya aku tau mana yang terbaik untuk anaku. ” Ujar ibunya tidak terima....
...“Tanpa menikah pun aku juga tau, kakak terlalu keras pada anak anak. Beri mereka untuk belajar mandiri, jangan terlalu kaku sebagai orang tua. ” Ucap Bibinya kesal....
...“Zhara Kamu dengarkan ucapan Bibi!!... Bekerjalah seperti biasa, bibi dan paman akan mendukungmu. ” Ucap Bibinya menarik tangan Zhara, dan menenangkannya....
...Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik bagia anak anaknya, akan tetapi Ibunya Zhara terlalu memaksakan kehendak, dengan dalih untuk kebaikannya. Sehingga membuat Zhara sulit menolak, tidak berani mengambil keputusan, dan mudah depresi....
...Walau Ayahnya jarang menunjukkan kasih sayang padanya, Ayah tetap perduli dan mendukung keputusan Zhara....
...Zhara lebih dekat dengan Ayahnya secara emosional daripada dengan Ibunya, secuek cueknya Ayah tindakan kecilnya selalu membuat Zhara merasa aman dan diterima....
...Setelah beberapa Keluarga mendukung pilihannya, barulah Zhara berani mengambil keputusan. Zhara memilih tetap bekerja di sana, walau banyak yang membicarakannya. Lama lama mereka pasti bosan, dan berhenti sendiri....
...Menjelaskan pun akan terasa percuma jika bagi Ibunya, ucapan Zhara hanyalah pembelaan semata, menurutnya tetap diam lalu membuktikan semua ucapan Orang Orang terhadapnya itu tidaklah benar....
...◦•●◉✿✿◉●•◦...
...Setahun sudah berlalu. Ibunya sudah mulai sedikit pengertian, walau terkadang masih menyuruh Zhara berhenti bekerja, tapi Zhara punya banyak alasan agar Ia tidak di desak terus menerus....
...Di usia Zhara yang ke 20 tahun, Zhara ingin merasakan romansa berpacaran. Sayangnya belum ada laki laki, yang mau mendekat atau berkenalan dengannya....
...Sebenarnya sudah ada yang Zhara sukai. Dia Kakak kelas saat Ia SMA dan masih teman satu desanya. Namanya Harry Danendra anggota OSIS yang ganteng dan baik....
...Harry pernah beberapa kali menolong Zhara disekolah. Entah apa yang terjadi tiba tiba Harry cuek padanya, beberapa kali saat pulang sekolah Zhara berusaha menyapa, tapi Ia diabaikan dengan tatapan dingin....
...Diam diam Zhara mengagumi Harry, mengingat Harry tidak menyukainya, memilih memendam perasaannya. Zhara gengsi menyatakan cinta terlebih dahulu, dalam prinsipnya Zhara ingin di perjuangkan bukan memperjuangkan....
...Dari SD sampai SMA, Zhara kesulitan berteman dengan Anak Laki Laki lainya. Zhara yang pendiam dan sulit bersosialisasi, membuatnya sering dibuli sehingga punya sedikit teman....
...Tapi saat Ia SMP Tiara datang bagai malaikat, memungutnya dari Dunia Introvert ke Dunia Ekstrovert. Memberi Energi tanpa batas dan petualangan pada hidupnya....
...“HEII!!... Zhaa jangan bengong bengong nanti kamu kesambet, haha...haha...” Tiara datang mengagetkannya....
...“TIARA!!... Kaget tau.” Pekik Zhara kaget, jantungnya serasa mau loncat....
...“Lagi halu apa?.” Tanyanya ikut duduk, dengan wajah menyeringai...
...“Oh Tiara suhunya dalam percintaan, angkatlah aku sebagai muridmu.” Jawab Zhara dengan ekpresi memohon....
...“Ehh!... Tunggu... Tunggu... Maksudnya gimana yah.” Wajah Tiara tampak kebingungan....
...“Tiara... Aku capek jadi Jomblo Vintage, ajari aku dapat jodoh dong. ” Tatap Zhara dengan mata genit....
...“OH... MAY... GOODNESS... Zhara kamu sudah Berevolusi. ” Ucapnya tidak percaya dengan mata terbelalak, tangannya menutupi mulut....
...“Iiihhh... Tiara!!... Emangnya aku nenek moyang, yang mirip Kera selama jutaan tahun.” Jawab Zhara kesal....
...“Wah... Aku terkejoot, seperti kesamber petir di siang bolong. ” Ucap Tiara masih tidak percaya....
...“Sudah Ahhh... Nyesel tadi aku ngomong... Hemm...” Zhara membuang muka, merasa ucapnya terdengar konyol....
...“Uhh... Cup... Cup... Cup... Tenang Zhara. Kalau kamu sudah keluar dari zona nyaman, aku siap menjadi gurumu haha...haha...haha.” Katanya seraya merentangkan tangan, dengan penuh percaya diri....
...“Iss... Iss...Iss... Entah mengapa?... Aku yang malu.” Ucap Zhara, dengan ekspresi wajah tertekan....
...“Zhaa!... Aku tau alasan kuat kamu jadi Jomblo Vintage Adalah....”...
...“Pertama. Kamu malah suka, sama orang yang jelas nggak suka sama kamu. ”...
...“Kedua. Ketika ada orang yang suka sama kamu, kamu malah Ilfil sama dia. ”...
...“Ketiga. Karena kamu kurang MENGGATAL Zhara!. ” Ucap Tiara sambil tertawa, melihat wajah Sahabat pucat pasi....
...“Emang bener yah. Cewek itu nggak perlu cantik yang penting GATAL.” Jawab Zhara menggelengkan kepalanya....
...“Semangat MENGGATAL!!... Zharaku....” Ucap Tiara dengan mata yang berbinar binar....
...“Udah... Udah... Terimakasih atas wejangannya wahai guru gendeng...” Potong Zhara geli sendiri mendengar ucapan Tiara....
...Dalam hatinya Ia penasaran bagaimana perasaan orang orang yang sedang berpacaran. Kata Sastra. Jatuh cinta itu, seperti ada kupu kupu di dalam perut dan dunia serasa milik berdua, wah membayangkan saja sudah berdebar....
...Terkadang timbul perasaan ingin berpacaran. ingin merasakan PDKT tarik ulur, pernyataan cinta yang mempesona, ada yang memberi bunga, dan hidup penuh romansa....
...terkadang lebih nyaman sendiri, lebih bebas pergi kemana pun, tidak bertengkar masalah sepele seperti Tiara, tidak ada yang cemburu, mencari banyak uang, dan tidur seharian....
...Mendengar Zhara yang ingin berpacaran, Tiara datang menawarkan banyak foto pria tampan untuknya. Zhara selalu ditanya manakah yang termasuk Tipe dan Kesukaannya, di jejerkan semua Foto mulai dari Berondong sampai yang sudah menjadi Om Om....
...Zhara yang tidak habis pikir dengan isi kepala Sahabatnya, berusaha menghindari Tiara agar tidak berpapasan dengannya dimanapun. Yang terus menerus menerornya dengan banyak foto Pria yang bahkan tidak pernah Ia bayangkan. Terlintas kata bibi Widya yang menyuruhnya menjadi Ani Ani, membuat bulu kuduknya merinding....
...Senior Trainer Lani ingin mengenalkan Zhara pada Adik sepupunya. Zhara yang saat itu sudah sering melihat Adik Sepupunya, merasa canggung. Tiara dari kejauhan menyemangati, melihat tingkah Tiara zhara menunduk tersenyum malu....
...Lani menarik tangan Zhara mengajaknya duduk di taman, mengambil ponselnya didalam saku dan menunjukkan sebuah foto padanya....
...“Zhaa! Ini adik sepupu kakak, namanya Alvaro Jarene ganteng kan?.” Kata Lani memperkenalkan orang yang ada di foto ponselnya....
...“Hmmm... Iya...kak.” Jawab Zhara canggung dan malu malu....
...“Alvaro bekerja di Bar Hotel sebagai Bartender, anaknya baik dan ramah. Nanti kalau ada Chat dari Alvaro balas yah. ” Kata Lani tersenyum....
...“Tapi Zhara belum pernah komunikasi sama laki laki kak.” Jawab Zhara ragu....
...“Hei! ... Santai saja, Alvaro sudah tau kamu kok, kenalan aja dulu baru temenan.” Ujar Kak Lani Tersenyum....
...◦•●◉●•◦...
...Zhara yang sudah berkenalan dengan Alvaro, mulai menjalani tahap pendekatan yang perlahan namun hangat. Tidak ada kata kata kasar atau janji berlebihan, hanya perhatian kecil yang konsisten, yang justru terasa lebih berarti....
...Cerita-cerita yang dulu Zhara simpan rapat, kini mengalir begitu saja. Tentang rasa lelahnya, tentang luka yang belum sepenuhnya sembuh, hingga ketakutan yang sering ia sembunyikan di balik senyum....
...Alvaro yang menyukai Zhara menyatakan perasaannya pada Zhara. Untuk yang pertama kalinya dalam hidup, Ia menerima perasaan Alvaro menjadi pacarnya....
...Ibu Zhara yang mendengar Anaknya pacaran, menyuruh Zhara memperkenalkan pacarannya pada Keluarganya, katanya ingin melihat babat bebet bobot pacar Anaknya. Awalnya Zhara merasa tidak perlu, tapi masalah ini tidak mungkin dapat Zhara abaikan....
...Saat libur kerja, Zhara mengajak Alvaro berkenalan dengan Ayah dan Ibunya. Ayahnya tidak banyak bertanya maupun berkomentar, melihat Zhara diperlukan baik saat itu, bagi Ayahnya sudah cukup....