NovelToon NovelToon
Membalas Perlakuan Suami Dan Ipar

Membalas Perlakuan Suami Dan Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rana putri

Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

“Pak maaf, Bukan nya saya menolak. Tapi jika mobil saya di sita , bagaimana saya berangkat bekerja?”

“Kalau itu saya tidak mau tau pak, Sudah menjadi resiko pak reino, karna pak reino juga sudah banyak mengkorupsi dana perusahaan. Masih baik, saya tidak memecat bapak. Hanya menurunkan jabatan bapak, Jika bapak bekerja di perusahaan lain. Mungkin bapak akan di laporkan polisi sekaligus di pecat secara tidak hormat.” Ucap pak nathan.

Reino hanya terdiam, Kesal bingung bercampur jadi satu “Saya sudah menjaminkan ktp dan Ijazah saya, saya tidak akan kabur. Tolong jangan sita mobil saya pak, itu satu satunya alat transportasi saya untuk pergi bekerja.” Reino kembali memohon

Tapi pak nathan masih tetap kekeuh dengan keputusan rayya, Atasan nya. “Maaf pak reino, Jika bapak menolak menjaminkan mobil bapak. Dan tidak membayar tepat waktu, terpaksa masalah ini saya akan alihkan ke pihak berwajib.”

Ancaman itu menjadi momok mengerikan untuk reino, Akhirnya dengan segala pertimbangan ia pun menyetujui syarat itu. Toh cuman beberapa hari, sementara ia akan memakai motor untuk berangkat bekerja.

“Baiklah pak, Saya setuju. Saya akan mengambil kunci mobil nya di bawah.” Ucap reino

“Jangan lupa STNK nya juga pak.”

Reino mengangguk, tak lagi protes keberatan karna memang ia tak bisa berbuat apapun kecuali menuruti perintah atasan nya.

***

Rayya baru saja sampai di depan rumah mpok leha, Tadi sebelum pulang ia mampir terlebih dahulu ke toko baju. Membeli beberapa setel baju untuk dirinya dan juga arra, Mulai sekarang ia akan mengubah penampilan nya. Supaya tak ada lagi yang bisa menghina nya.. terutama suami dan Kakak iparnya yang serakah itu.

“Assalamualaikum” Rayya mengetuk pintu rumah mpok leha yang tertutup, Tak lama. Pintu pun terbuka, Mpok leha menyambut kedatangan rayya dengan raut wajah ketakutan dan cemas.

“Mpok, Maaf Aku terlambat pulang. Dimana arra mpok?” Tanya rayya

“Arra tidur, Baru aja tidur.”

Rayya mengerutkan kening nya , Tumben sekali arra tidur soree begini. Biasanya ia akan tidur siang, Maksimal batas jam 12 siang. Tapi ini sudah jam 3 , Dan arra baru saja tidur. Tidak biasanya

“Boleh aku masuk mpok? Aku mau liat arra. Apa dia demam? Soalnya gak biasanya arra tidur jam segini.” Ucap rayya

“Enggak, arra baik baik saja.. Cuman-“

“Cuman kenapa mpok?” Tanya rayya yang tampak penasaran, Ia menyibak gorden yang menutup kamar, Tampak arra tertidur sambil memeluk boneka nya. Pulas sekali.

“Rayya, Ada yang mau mpok sampein sama kamu. Kita bicara di ruang tamu yuk..” Mpok leha menarik tangan rayya dengan tergesa, Lalu duduk di ruang tamu bersama rayya.

“Ada apa mpok? Kok mpok keliatan cemas gtu?”

“Rayya, Mpok minta maaf. Mpok teledor, Tadiii waktu mpok ngajak makan arra di belakang. Mpok lupa nutup pintu depan, Trus-“

“Trus kenapa mpok?” Rayya tampak tak sabar menunggu penjelasan mpok leha.

“Tablet arra hilang Rayya.”

Degh!

Hilang?

“Kok bisa? Memang nya tablet nya di taruh mana mpok?” Tanya rayya

“Kata arra , seingatnya tadi dia naruh nya di atas meja sini. Tapi pas kita udah selesai makan, tablet nya udah g ada disini. Maaffin mpok rayya..” Mpok leha sangat merasa bersalah, Ia juga takut di suruh mengganti tablet itu . Karna jujur dia tak punya uang untuk mengganti nya.

Rayya terdiam, Menerka nerka. Di kampung ini jarang sekali ada maling, Bahkan hampir tidak pernah. Lalu siang bolong seperti ini siapa yang mengambil tablet arra?

Entah mengapa pikiran nya lansung tertuju pada raisa, Kakak iparnya sendiri. Hanya dia yang menggebu gebu ingin mengambil tablet arra, Kalau bukan dia. Siapa lagi?

Tapi rayya tak bisa lansung menuduh nya begitu saja, Ia butuh bukti. Supaya kakak ipar nya yang licik itu tak bisa berkelit lagi “Mpok, apa tadi mbak raisa kesini,?” Tanya rayya

“Enggak ada..” jawab Mpok leha

Rayya menganggukkan kepala nya, Ia pun keluar dari rumah mpok leha , matanya awas menatap ke samping rumah mpok leha. Dimana ada warung milik Hj farida.. Senyum nya mengembang ketika melihat ada kamera cctv yang terpasang disana.

“Mpok, sebentar ya. Rayya mau ke warung bu haji dulu..” Ujar rayya, Mpok leha hanya mengangguk walau ia tak tau untuk apa rayya kerumah bu haji.

“Assalamualaikum bu haji..” Sapa nya.

“Walaikumsalam, Eh neng rayya. Mau belanja apa neng?” Tanya bu haji farida.

Rayya menggeleng , Lalu mendekatkan diri ke arah bu haji “Bu, saya ijin bertanya. Apakah kamera cctv yang ada di luar masih berfungsi?” Tanya rayya

“Yaa masih atuh neng, Semua kamera cctv yang ada di toko saya masih berfungsi. Memang nya kenapa neng?” Tanya bu haji

“Anak saya kehilangan tablet dirumah mpok leha, Jadi saya mau melihat rekaman cctv di luar sana. Siapa saja yang berkunjung kerumah mpok leha, untuk menemukan pencurinya..” Ucap rayya

“Astagfirullah, Kok bisa bisanya ilang. Emang nya di taruh dimana neng? Biasanya mpok leha ga pernah kehilangan apapun di rumah nya, saya pun juga gtu. Ya , walaupun gtu saya tetap menjaga keamanan dengan memasang cctv di toko saya..” Ucap bu haji

“Seinget anak saya, Di taruh di meja ruang tamu. Lalu di tinggal ke belakang , Buat makan. Maka dari itu, saya ingin melihat siapa yang bertamu kerumah mpok leha dan mengambil tablet milik arra..”

Bu haji manggut manggut “Yaudah sebentar ya, Saya ambil laptop.”

Rayya menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian bu haji datang membawa laptop nya, Mengotak atik nya sebentar. “kira kira jam berapa hilang nya neng?”

“Sekitar jam 11 siang.” Jawab rayya

Bu haji kembali mengotak atik laptop, Lalu mengarah kan layarnya pada rayya. Awal awal memang terlihat mpok leha yang mengobrol dengan arra, Entah apa yang mereka obrolkan. Tak lama mereka pun masuk, dan arra memang membawa tablet itu masuk ke dalam rumah..

selang beberapa menit, Rayya melihat sesuatu yang membuat darah nya mendidih. Ia segera mengambil ponselnya, dan merekam cuplikan cctv itu. Setelah berhasil, Ia pun menyimpan video bukti nya.

”bu haji sudah, Trimakasih ya.” Ucap rayya, Lalu menyelipkan uang merah 2 lembar ke tangan bu haji untuk ucapan terimakasih krna sudah di perkenankan melihat cuplikan cctv.

“Eh apa ini neng.”

“Gak papa bu haji, Untuk darren jajan. Trimakasih sebelum nya ya bu haji. Kalau gtu saya pamit dulu, Assalamualaikum..”

“Walaikumsalam..”

***

Setelah keluar dari toko Milik bu haji, Ia kembali mengambil ponselnya. Dan menghubungi sena. Sahabatnya..

“Halo..”

“Halo rayya, ada apa?” Tanya sena di sebrang telvon

“Sena, aku butuh bantuan mu. Apa kamu bisa membantuku?”

“Sure, apa itu?”

“…………….”

“Gila sih, Oke. 10 menit lagi orangku akan datang, Kamu tunggu saja dirumah.”

“Terimakasih sena.”

“Sama sama”

Rayya menutup panggilan itu, Lalu kembali ke rumah mpok leha. Ternyata arra sudah bangun, Kini sedang duduk di ruang tamu bersama mpok leha “Mamaaa.” Teriaknya. Lalu ia berlari memeluk rayya,

“Hai, anak mama sudah bangun?”

Arra mengangguk “Mama, tablet arra hilang.”

Rayya tersenyum “Iya sayang, Nanti kita ambil lagi ya tabletnya. Gausah cemberut gtu”

“Rayya, kamu udah tau siapa yang ngambil tablet nya?” Tanya mpok leha penasaran..

rayya hanya mengangguk “Siapa rayya?”

“Siapa lagi mpok..” Jawaban rayya membuat mpok leha berpikir, Lalu sedetik kemudian. Ia menutup mulutnya , Tak percaya.

“Astagfirullah tega sekali nenek lampir itu.. Emang kurang ajar..” Umpat mpok leha

Rayya hanya tersenyum “Mpok , aku pamit pulang dulu ya. Aku mau selesaikan masalah ini, Makasih ya mpok udah jagain arra. Maaf kalau arra menyusahkan..”

“Enggak, Arra anak yang sangat baik. Ga pernah rewel, Mpok juga seneng arra disini. Mpok jadi ada temen nya..” Jawab mpok leha

“Arra , Ambil tas nya di kamar. Kita pulang.” Ajak rayya, Arra pun mengangguk. Ketika arra masuk ke dalam kamar, Ia menyalami tangan mpok leha dengan Amplop putih berisi beberapa lembar uang untuk jasa nya menjaga arra.

“Loh apa ini rayya.”

“Buat mpok, Mungkin nanti rayya bakal sering sering butuh bantuan mpok buat jagain arra. Soalnya sebentar lagi rayya mau kerja lagi..” Ucap rayya

“Astagaa rayya, Mpok ikhlas jaga arra. Mpok juga seneng, Mpok gak butuh imbalan dari kamu..” Mpok leha ingin menolaknya , Tapi rayya tetap memaksa nya.

“Rayya juga ikhlas bantu mpok. Ambil lah mpok, Buat belanja kebutuhan mpok dirumah..”

Mata mpok leha berkaca kaca , Terharu “Makasih ya rayya. Kalau kamu butuh bantuan, Kamu kesini aja. Kalau mpok bisa, Mpok pasti bantu.”

“Sama sama mpok.”

Tak lama arra keluar dari kamar sambil menenteng tas di tangan nya, “Ayo ma, aku sudah selesai.”

“Yaudah salim dulu sama mpok leha..”

“Mpok, arra pulang dulu ya.”

“Iya anak cantik, Besok besok main kesini lagi ya. Nanti mpok masakin ayam krispi lagi..”

Mata arra berbinar “Wah , mau mau..”

rayya hanya tersenyum melihat interaksi mereka, nyata nya orang lain yang tak mempunyai ikatan darah pada arra lebih peduli daripada keluarga nya sendiri. Terutama ayah nya

***

Sesampai nya dirumah, Rayya lansung menyuruh arra untuk mandi. “Arra, sebentar mama tinggal gapapa kan? Cuman sebentar kok..”

“Memang nya mama mau kemana?” Tanya arra

“Mama mau ngambil tablet arra, arra diem dirumah aja ya gausah ikut.”

Arra yang penurut hanya bisa mengangguk. “Oke mama. Arra mau lihat tv aja, Tapi nanti pulang nya belikan sempol ya ma..”

rayya tersenyum dan mengangguk “Iya sayang.”

Beberapa saat kemudian, Pintu rumah nya di ketuk. Rayya lansung berdiri membukakan pintu, dua orang laki laki berseragam polisi berdiri di depan rumah nya. “Selamat siang, Kami dari kepolisian atas perintah pak sena. Apakah benar ini rumah bu rayya.”

“Benar, saya rayya. Silahkan masuk..”

Rayya mempersilahkan dua polisi itu masuk, Lalu mulai menjelaskan kronologi nya. Tak lupa ia menunjukkan bukti cctv pada 2 polisi itu. “Baik, Bukti ini sudah cukup untuk menangkap pelaku pencurian itu. Apakah kita akan kesana sekarang?” Tanya salah satu dari polisi itu

Rayya mengangguk “Baik pak, sebentar saya ambil tas dulu.” Rayya masuk ke dalam kamar nya, mengambil tas nya. Lalu kembali keluar menghampiri 2 polisi itu.

Setelah nya mereka menuju rumah raisa.

1
Ma Em
Buat si Reino dan Raisa kapok dan tdk akan mengganggu Rayyan lagi .
Maria Yanti
ini kok tidak ada sambungannya LG ya
Ma Em
Bagus Rayyan manusia seperti Raisa hrs dilawan kalau tdk dia bakal terus menghina dan merendahkan kamu Rayya .
Ma Em
Reino kepedean banget sok kegantengan mau deketin anak nya wakil CEO agar bisa naik lagi jabatannya , semoga Rayyan segera menceraikan Rayyan agar Rayyan bebas dari suami benalunya dan sebelum Reino tau bahwa Rayyan anak orang kaya dan tempat Reino kerja adalah perusahaan Rayyan .
Allea
kenapa sih cerita diawalin kebodohan perempuan mulu 😁
Yeti Nurmalasari
kk ini ada lnjutany ga ya kk🙏
Yeti Nurmalasari: maksih kk karya nya semngat 💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!