" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nggak Muat
" Aduh pakai gaya apa nanti?" batin Yura sambil mengigit bibir bawah nya.
Padahal tadi jelas-jelas dia lah yang pertama menantang Arjuna. giliran di balas oleh Arjuna.nyali Yura ciut bahkan untuk bernafas pun susah.
" Kita beneran mau bikin dedek nya di hotel ini?" tanya Yura merutuki mulut nya sendiri yang sudah salah dalam berbicara.
" Awas kalian berdua! Kalau sampai goa nya berdarah,Aku akan minta ganti ruginya."umpat Yura merasa bodoh mengikuti keinginan Intan dan Marta hanya demi tugas.
Seharusnya mereka melakukan ini bersama-sama.ini mah nama nya berjuang sendirian.
Eh tunggu dulu,gimana ceritanya berjuang bersama.enak saja mereka mau merayu suami nya.begini bangat ternyata jadi nasib istri seorang dosen.
Huft...Yura meremas tali tas yang melingkar di bahu nya.
Arjuna turun lebih dulu membantu membuka kan pintu mobil untuk Yura.
Setelah Yura berdiri di hadapannya,tanpa bersuara Arjuna langsung menggendong tubuh Yura.
" Aaaa ..." teriak Yura kaget.
"Ini beneran Kamu mau ngajak Aku bikin dedek?" tanya Yura masih tidak percaya.
" Hm...Bukan kah Kamu yang meminta nya lebih dulu,Aku hanya berusaha menjadi suami yang baik dengan mengikuti ingin istri." balas Arjuna tersenyum simpul.
Sudah cukup dua Minggu ini dia menahan segala macam gejolak dalam tubuh nya karena Yura yang belum bisa di sentuh.bukan karena Yura menolak melakukan nya namun ada palang merah yang terbentang di antara mereka.beberapa hari kemudian Arjuna malah di sibukkan dengan urusan bisnis ke daerah puncak sehingga mewajibkan nya untuk berangkat pagi-pagi di saat Yura masih terlelap dan pulang larut malam dengan Yura yang juga sudah terlelap damai.Arjuna mana tega membangun kan istri nya.meskipun Otong nya butuh belaian namun ia tak ingin Yura merasakan terpaksa melayani nya.
" Tapi jangan banyak-banyak ya ayang...Aku kan masih perawan.belum pernah begituan.nanti kalau itu aku luka dan jadi melar gimana? Nggak menggigit lagi dong rasa nya." ucap Yura panjang lebar berusaha menutupi kegugupannya.
" Hm..." Arjuna hanya berdehem.
" Kenapa langsung masuk? Kamu nggak pesan kamar dulu untuk kita? Jangan bilang kalau Kamu mengajak Aku begituan di tempat terbuka,Aku nggak mau ya." ucap Yura sambil mengayunkan kaki berusaha turun dari pangkuan suami nya.
" Diam sayang! Nanti Kamu bisa jatuh." kata Arjuna mengigat kan .
Ceklek...
Begitu sampai di depan sebuah kamar,ada seorang pria berseragam rapi menyambut kedatangan mereka.
" Selamat sore Tuan, semua nya sudah kami persiapkan." ucap pria itu sambil membungkuk kan badan di hadapan Arjuna.
" Hm,Kamu boleh pergi." usir Arjuna tanpa senyum.
" Baik Tuan,jika Tuan butuh sesuatu bisa menghubungi kami di bawah." setelah nya pria itu benar-benar pergi karena tidak sanggup berlama-lama menatap wajah tajam Arjuna.
Bisik-bisik karyawan hotel yang sudah mengenal siapa Arjuna mulai berhembus kencang.mereka sudah tahu tentang Arjuna yang sudah menikah namun belum pernah ada kabar yang bisa memperlihatkan wajah asli dari wanita yang beruntung mendapatkan Arjuna.
" Romantis banget ya Tuan Arjuna."
" Iya,selama ini dia kan terkenal dingin dan kejam."
" Beruntung banget jadi istri nya."
" Wajah istri nya nggak kelihatan jelas.padahal Aku sudah excited pengen lihat wajah istri Tuan Arjuna."
Sementara di dalam kamar.Arjuna sudah berhasil menindih tubuh mungil Yura.
" Sore ini akan menjadi saksi bisu perjalanan rumah tangga kita." bisik Arjuna di depan wajah Yura.
"Sebentar... Sebentar Mas! Kamu sehatkan? Nggak ada penyakit menular misal nya?" tanya Yura berusaha mengulur waktu.
Arjuna tersenyum dengan tatapan mata liar ke arah istri nya.mulut Yura memang tidak pernah ada saringan nya.
Cup.
" Aku bersih! Aku selalu hidup sehat." jawab Arjuna lembut sambil membelai wajah istri nya.
Degh Mampus! Aku nggak akan bisa lari lagi dari sore pertama ini.
" Cup..."
Arjuna sudah mulai menyerang bibir tipis milik Yura,tak tanggung-tanggung pria ini bahkan sudah menerobos masuk mengacak-acak pertahanan Yura.
" Sayang... Tunggu dulu." Yura menahan wajah Arjuna dengan deru nafas yang masih tidak beraturan.
" Apa lagi?" tanya Arjuna frustasi karena Yura terlalu sering memberi jeda padahal ia sudah tidak sabar lagi ingin menginjak pedal gas poll.
" Kita nggak mandi dulu?" tanya Yura ambigu.
"Nggak perlu! Mandi nya nanti saja setelah kita selesai bikin dedek."balas Arjuna santai.
Yura menutup wajah nya sudah bertambah rona merah menahan malu,jelas sekali suami nya ini tidak sabar melakukan sore pertama.
" Mas...Tapi."Yura mencoba berkata sesuatu.
Namun kata-kata nya tertahan saat Arjuna menempel kan telunjuk di bibir nya.memberi isyarat untuk diam.
" Tenang saja sayang." ujar Arjuna dengan suara yang begitu lembut penuh godaan sehingga membuat Yura semakin salah tingkah.
" Jangan tegang,santai dan nikmati saja sayang." sambung Arjuna lagi.
Santai? Gimana bisa santai kalau jarak mereka sedekat ini.
" Aku tidak akan membiarkan Kamu tidur nyenyak malam ini."kata nya sambil tersenyum jahil tapi sial nya ini terlihat semakin tampan di mata Yura.
Yura memejamkan mata nya rapat-rapat.saat merasakan getaran-getaran aneh dalam tubuh nya ketika Arjuna bermain di ceruk leher nya.
" Mas...Ini..Aneh sekali." kata Yura dengan suara bergetar.
" Kamu akan terbiasa sayang."jemari nya mengusap bibir basah Yura secara perlahan.membuat Yura semakin gugup.
" Aku tidak tahan lagi sayang, boleh kan Aku melakukan nya sekarang?"bisik Arjuna dengan suara serak.
Bagaikan terhipnotis.Yura mengangguk menyanggupi permintaan suami nya.
Tanpa membuang waktu Arjuna kembali membenamkan bibir nya ke bibir Yura.semua nya mengalir begitu saja dengan tangan Arjuna yang lincah melucuti pakaian wanita nya.
" Sa...yang... Tung... Tunggu dulu.itu Kamu nggak muat di goa Aku."ucap Yura semakin panik begitu melihat milik suami nya yang panjang tegak menjulang dengan urat menonjol dari segala sisi.
" Punya ku bisa robek Mas...Aku nggak mau melakukan nya.ini nggak akan masuk."wajah Yura semakin panik seperti ingin menangis.
Arjuna tertawa kecil.mengusap pipi Yura berusaha menenangkan istri kecil nya.
" Rileks sayang...Dia jinak! Sakit nya hanya sebentar."
" Tapi.." Yura masih tidak yakin
Yura menggeleng membayangkan betapa remuk sejujur tubuh nya jika sampai milik suami nya berhasil masuk goa.Yura jadi penasaran apa semua milik pria memiliki ukuran yang sama? Akhhh....Itu tidak boleh Kamu pikir kan Yura sambil menggelengkan kepalanya lagi.
"Kamu cukup diam dan nikmati saja! Biar Aku yang bekerja keras."bisik Arjuna kembali menyerang titik sensitif Yura hingga membuat Yura mengeluarkan suara desahan nya.
Tak hanya memberikan pengalaman pertama bagi istri nya,Arjuna juga memberikan rasa nikmat yang tiada tara untuk Yura sampai membuat wanita nya terus bergerak liar dengan suara erangan merdu.
" Mas...Aku..."ujar Yura dengan suara lirih karena hampir mencapai klimaks untuk yang kesekian kali nya.
" Sebentar lagi sayang...Kita keluar kan bersama - sama."beberapa detik kemudian lahar panas milik kedua nya pun meledak sempurna menerobos masuk ke tubuh Yura.
Tubuh Arjuna jatuh di atas tubuh kecil Yura.nafas kedua nya masih terengah-engah dengan keringat yang mengucur deras.
" Sayang...Berat ihhh."kata Yura membuat Arjuna tertawa kecil.
Sebelum turun,Arjuna tentu tidak ingin rugi.ia mengecup sekilas bibir manis milik Yura lalu mencabut ular piton yang masih menancap di sarang nya setelah nya menjatuhkan diri di samping sang istri.
" Ayok tidur,atau Kamu mau makan dulu?" tanya Arjuna karena jam masih menunjukkan pukul tujuh malam.
" Mau tidur sebentar,capek banget habis Kamu gempur.mana titit nya sakit banget lagi.tapi pas main nya enak sih.kok dia bisa sebesar itu sayang?" tanya Yura polos.
Arjuna lagi-lagi di buat tertawa mendengar celotehan istri nya.
" Mulut Kamu itu ceplas-ceplos banget.sini Aku peluk tidur nya." Arjuna menarik tubuh Yura masuk ke dalam dekapan nya.
Bukan nya tidur,Yura malah sibuk melukis abstrak di dada bidang milik suami nya.bahkan sangking iseng dan polos nya Yura dengan sengaja menendang milik suami menggunakan lutut nya lalu di gesek- gesek sesuka hati nya.
" Sayang...Kata nya itu mu sakit?" tanya Arjuna tidak tahan lagi dan milik nya kembali bangun akibat ulah nakal Yura.
" Iya memang masih sakit, memang nya siapa yang bilang sudah sembuh?" balas Yura acuh.
" Cara Kamu menggoda Aku,seakan menjelaskan kalau Kamu menginginkan lagi .mau coba sekali lagi di kamar mandi mungkin?" tawar Arjuna yang sekarang sudah berhasil menindih kembali tubuh Yura.
Awww....Yura terpekik kaget.sebelum sang istri protes.Arjuna terlebih dahulu menjelaskan kepada istri nya tentang milik nya yang kembali bangun akibat ulah istri nya sendiri.
" Aku kan cuma pengen main-main saja Mas! Nggak ada maksud...."
" Kamu harus tanggung jawab."
" Aaaa...Tolong Aku ...." teriak Yura menggenggam erat seprai tempat tidur ketika Arjuna hendak menggendong nya masuk ke kamar mandi.namun seprai pun tidak akan bisa menyelamatkan nya dari serangan beruntun Arjuna.
Nggg....Ngh...Tidak butuh waktu lama.dari arah kamar mandi kembali terdengar suara erangan yang saling bersahut-sahutan.Yura yang tadi mengeluh masih sakit nyata nya sangat menikmati permainan buas dari suami nya.
" Angkat kaki nya."
Bersambung