NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan Bersama

 "Kita nanti mencar aja boleh ga mah" Semua orang kaget mendengar kata kata yang keluar dari mulut Raka. Raka yang biasa kalem mungkin bisa di katakan tak memiliki semangat hidup itu tiba tiba bersuara. 

"Tiba tiba banget bang kesambet apa lo tiba tiba semangat gitu" Balas Vanya yang di sambut anggukkan kepala dari orangtuanya, 

"Ya gak papa pengen aja, emang kenapa sih" 

"Ya gak kenapa kenapa sih tapi aneh aja biasa nya ga gitu"

"Abis kalo bareng mama sama papa nanti main nya yang biasa biasa aja ga seru" 

Kali ini Vanya yang menganggukkan kepala nya, benar sekali kalau mereka mengikuti kemauan Mama nya sudah pasti mereka akan naik bianglala dan masuk ke istana boneka. 

Sesampai nya di dufan mereka berpencar, Mama dan Papa sudah lebih dulu pergi mencari tempat biang lala sesuai dengan dugaan Vanya tadi, sedangkan Vanya, Nana, Irgi, dan Raka masih berjalan santai tanpa arah. Sampai akhirnya Irgi mengusulkan untuk bermain arung jeram terlebih dahulu setelah itu baru main rollercoaster dan mereka dengan kompak menyetujui nya. Setelah bersenang senang dengan rollercoaster dan arung jeram lagi lagi mereka hanya berjalan tanpa arah sampai akhirnya Raka mengajak Irgi untuk bermain Niagara dan itu adalah Wahana yang paling di takuti oleh Vanya. Perdebatan tak terhindarkan Vanya dan Raka saling mempertahankan pendapat masing masing sedangkan Nana dan Irgi mereka hanya bisa diam terpaku tak tau harus apa dengan kakak beradik ini. 

"Yaudah gini aja, Nana temenin Vanya main yang lain, gue sama bang Raka main Niagara gitu aja sih dari pada buang buang waktu" 

Vanya yang sudah kesal memilih untuk langsung menarik tangan Nana menjauh dari abang nya. Sudah pasti Raka yang tak terima dengan sikap Vanya tadi langsung marah marah tidak jelas dan lagi lagi Irgi yang harus menenangkan nya. 

4 Jam berlalu mereka akhirnya terbagi menjadi 3 tim. Mereka benar benar menikmatinya sesekali mereka saling berpapasan atau berada di satu wahana yang sama tapi mereka seperti orang yang tak saling kenal. 

...☘️☘️☘️...

Di perjalanan pulang Mama meminta Papa untuk berhenti di sebuah restoran karna mereka semua belum ada yang makan sejak siang. 

"Ayo turun dulu kita makan" Danu menoleh kebelakang dan mendapati mereka berempat sudah tertidur pulas. 

"Pantes anteng dari tadi tau nya udah di alam mimpi semua" Kini giliran Ratih yang bersuara. 

"Trus gimana mau di bangunin aja apa mau lanjut aja pulang" 

"Coba bangunin dulu aja kalo ga bangun yaudah kita pulang" 

Ratih mencoba menggoyang kan tubuh Raka terlebih dahulu. Untung nya Raka bukan tipikal orang yang sulit untuk di bangun kan. 

"Kita udah sampe mah" 

"Belum, kita mau makan dulu kalian kan belum makan dari tadi " 

"Ohh kirain udah sampe" 

"Bangunin dulu yang lain, mama sama papa mau coba liat kedalam dulu" Ratih keluar dengan Danu meninggal kan anak anak di dalam mobil. 

Raka menoleh kebelakang, Raka sedikit terkejut karna Irgi dan Nana sudah duduk tegap dengan tas yang sudah rapih. 

"Ngagetin aja kirain belum pada bangun" 

"Ayo makan udah laper nih" Irgi dengan semangat menunggu Raka untuk turun. 

"Bentar, Vaaann... Bangun mau makan ga" Raka tak henti hentinya menggoyang goyangkan tubuh Vanya. Adik nya selalu susah di bangun kan itu yang membuat nya malas berurusan dengan Vanya yang sedang tidur. 

"Emmm" 

"Ayo udah pada rapih nih tinggal lo doang, cepet bangun udah pada mau turun nih" 

"Ih abang bawel banget iya ini aku bangun" Vanya bangun dan langsung turun begitu saja. Meninggalkan 3 cowok yang hanya terpaku melihat tingkah ajaib lawan jenis nya itu. 

"Eh yaudah bang buka cepetan" Irgi yang sudah tak sabar untuk makan akhirnya meminta Raka untuk segera keluar. Raka dengan cekatan keluar dari mobil dan membukakan jok bagian tengah agar Nana dan Irgi bisa keluar. 

Sesampainya di dalam resto meja yang di siapkan untuk meraka sudah di penuhi dengan banyak hidangan seafood. Mereka makan dengan lahap Sesekali perdebatan antara Vanya dan Raka terdengar dan yang lain hanya bisa tertawa kecil melihat nya. 

...☘️☘️☘️...

"Makasih ya Na Gi udah mau ikut liburan bareng kita, seneng deh tante jadi kaya punya banyak anak, kalian mau langsung pulang?" 

Mereka sampai di rumah Vanya tepat pada saat adzan Isya berkumandang. 

"Iya tante Irgi langsung pulang aja, makasih ya om tante udah ajakin kita main"

"Iya tante makasih ya udah ajakin kita liburan bareng, Nana langsung pamit ya tante" 

"Hati hati di jalan ya pulang nya, naik motor nya jangan ngebut ngebut" 

"Hati hati di jalan jangan ngebut ngebut terutama lo Gi" Raka yang sudah selesai menurun kan barang itu langsung membantu Irgi dan Nana mengeluarkan motor dari garasi rumah nya. 

"Iya bang aman, Van balik dulu ya thank you yaa" 

"Sip, ati ati ya Gi" 

"Na lo juga jangan ngebut walaupun rumah lo deket" Kini giliran Nana yang di beri Nasihat oleh Raka. 

"Siap bang, Van balik ya  makasih ya Van"

"Iya sama sama Na ati ati ya di jalan"

"Diliat liat sikap lo ke Nana sama ke Irgi beda ya Van"

"apa sih bang orang sama sama aja" jawab Vanya sedikit gugup. apakah ia terlalu ketara menyukai Nana atau abang nya hanya iseng, ia tak tahu pasti yang pasti saat ini muka nya pasti sudah memerah seperti kepiting rebus.

"dih merah mukanya hahaha malu kan lo suka kan lo sama Nana hahaha"

Raka tak henti henti menggoda adik nya itu, Vanya yang sudah sangat malu langsung masuk kedalam dengan perasaan kesal.

"woi Van hahahah jangan pergi ngaku dulu sini"

Bukan Raka namanya kalau berhenti menggoda Vanya sebelum ia melihat Vanya menangis.

disisi lain Danu dan Ratih hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah laku kedua anak nya.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!