Stella seorang pegawai pajak, tiba-tiba terbangun di sebuah novel berjudul "love Anastasya", dia tak percaya namun sedetik kemudian rasa senang melingkupi hati nya.
akhir nya impian nya masuk ke dunia fiksi bisa terwujud.
Namun kesenangan itu berubah menjadi keresahan ketika mengetahui dia masuk ke tubuh antagonis anak tunggal kaya raya, yang berakhir mengenaskan.
Stella pun mengambil langkah berani, dengan keluar dari alur, dan menjalani kehidupan nya sendiri, namun akan kah semudah itu?.
Apalagi ketika tanpa sadar terlibat dengan antagonis pria, yang paling berkuasa di dunia novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
antagonis
Pagi hari pun tiba, Stella bersiap siap dengan koper mini nya, hari ini dia akan ke Jepang, liburan kali ini harus berkesan oke.
Dengan semangat Stella pun keluar dari kamar nya mendorong koper mini nya, namun saat akan menuju lift, Stella menghentikan gerakan nya.
Menoleh ke belakang, dengan ragu ragu mempertimbangkan, akhir nya Stella berjalan menuju kamar Damian, jangan sampai Damian belum bangun, ini bisa menghambat juga.
tok
tok
tok
"Damian,lo udah bangun kan, Damian awas aja kalau lo belum bangun!! haloooo.... "
Kesal tidak ada jawaban, Stella pun membuka pintu kamar itu yang ternyata tidak terkunci, cukup kagum karena kamar itu rapi bahkan lebih rapi di banding kamar Stella.
Dengan interior putih Abu-Abu, khas lelaki, Stella mengalihkan pandangan nya, kemana Damian, pikir nya.
ceklek
Suara pintu terbuka, Stella sontak menoleh ke samping, mata nya seketika membulat kaget.
"Aaaaaa... Damian, ngapain lo gak pake baju!" pekik Stella terkejut.
menutup mata nya menggunakan kedua tangan nya, namun tak lama membuka celah celah jari nya mengintip.
Mata nya Stella seolah terpikat dengan ciptaan karya di depan nya yang sangat indah. Lihat lah surai basah itu, dada bidang untuk seukuran anak remaja itu jauh sekali karena benar benar kokoh.
Jangan lupakan wajah nya yang begitu tampan, membuat Stella rasa nya ingin melemparkan diri nya untuk bersandar di bahu kekar itu.
Sedangkan Damian juga terkejut pertama kali nya Stella masuk ke kamar nya selama Damian di rumah ini, apalagi teriakan nya jtu, Damian menatap bingung Stella sembari menggosok rambut basah nya menggunakan handuk kecil.
"Stella, ada apa? "
Stella menghela nafas mencoba mengendalikan diri, membuka kedua tangan nya yang menutupi wajah nya. Stella memasang ekspresi nya yang jutek.
"Mastiin lo lah, kalau sampai telat kan ngerugiin gue juga, dan ya.. lo baru mandi Damian!! cepetan yah lo ga liat gue udah siap begini! "
"Cepetan lo siap siap, gue tunggu di bawah, awas lo kalau lama." sahut Stella memicingkan mata nya.
Lalu Stella pun pergi keluar, hati nya sedari tadi di hadap kan dengan pemandangan yang memanjakan mata ya mana kuat lama lama.
Damian yang melihat kepergian Stella pun tersenyum kecil, entah lah kenapa di pandangan Damian, Stella tampak imut, wajah jutek yang selalu mengancam nya itu dulu selalu terlihat menyebalkan.
Tapi kenapa hari ini berbeda, Damian merasa Stella tampak imut marah marah seperti itu, namun Damian menepis nya, pikiran nya ini semakin hari semakin aneh saja.
"Pagi Mih, Pih."
Sapa Stella kepada orang tua nya yang sudah berada di meja makan.
"Pagi Princess/sayang."
"Udah siap semua kan? " tanya sang papi.
"Udah dong."
"Awas ada yang ketinggalan. "
"Engga kok Mih, udah lengkap. "
"Papi Gak akan mengganggu waktu liburan kamu,"
"Aaa thank you Papi. " seru Stella yang sudah paham maksud Papi nya, yang berarti pengawasan nya akan di kurangi.
"Tapi, kemana mana harus bareng Damian, itu syarat nya, kalau kamu gak setuju di sin_"
"Iya iya, sama Damian!" potong Stella sebal.
"Gitu dong Princess, Papi juga jauh lebih tenang kalau kamu nya nurut."
"Iya Papi, oke, oke."
Tidak lama Damian pun turun hanya membawa tas gendong nya, dengan pakaian kasual yang membuat nya terlibat sangat tampan dan gagah.
Stella pun berdiri, berpamitan pada orang tua nya,"yaudah Pih, Mih, Stella berangkat."
Seru nya sembari memeluk kedua orang tua nya satu persatu, begitu pun Damian yang bersuntangan.
"Bawa in koper gue, berat! "
"Stella.. kenapa nyuruh Damian, bawa sendiri."
"Ih Mamih, Lagian Damian juga gak keberatan, Iyakan." tekan Stella di akhir nya.
"Iya Tante, gapapa kok. "
"Kamu ini...."Seru Mamih Stella yang tak habis pikir melihat Damian yang selalu mengalah.
Stella tersenyum puas melihat nya, namun mengernyit melihat Damian.
" Kenapa Stella? "
Tanya Damian karena tak kuat di tatap intens oleh Stella, Stella meneliti Damian.
" Tunggu, mana koper lo? "
"Ga bawa. "
"Jadi lo cuman bawa tas aja, mana cukup Damian, kita di sana 3 hari loh. "
"Cukup kok. "
Stella menatap aneh Damian, apalagi melihat tas yang di bawa Damian pun seperti nya tak penuh.
"Really? "
"Iya, tinggal beli aja di sana. " seru nya santai.
"Ya ya ya terserah lah, bawa koper gue." ucap nya lalu melangkah pergi keluar rumah.
Dimana sang supir sudah menunggu di dekat mobil, Stella masuk ke dalam, sembari mengabari Raisa.
Damian menyusul nya dari belakang, dengan membawa koper Stella, "Biar saya saja tuan muda," seru nya mengambil alih koper di tangan Damian.
Damian mengangguk, lalu masuk ke dalam, melihat Stella yang sibuk dengan handphone nya, Damian memejamkan mata nya.
....
"Stellaaaa..." sapa Raisa riang, akhir nya sahabat nya ini sudah sampai.
"Raisaaa.. "
"Ready Jepang? "
"Yes.. Let's goo. "
Mereka pun masuk ke dalam bandara, Damian hanya mengikuti dua gadis itu, seraya mendorong koper Stella.
Di dalam pesawat Stella pun berbicara dengan riang bersama Raisa, posisi stella berada di tengah, Raisa berada di pinggir dekat jendela.
Perjalanan cukup lama memakan waktu berjam-jam, Stella yang bosan apalagi Raisa yang tertidur di sebelah nya, Stella tak mengantuk sama sekali.
Stella membaca buku di tangan nya yang sedari tadi sudah dia persiapkan di kala bosan, dan benar saja terjadi kan, fokus dengan cerita baru yang dia baca.
pukk
Tiba tiba saja pundak yang sebelah kiri terasa berat, Stella menatap ke samping nya di mana Damian yang tertidur, kepala nya seperti nya tak sengaja tersandar di bahu Stella.
Ingin menyingkirkan, namun Stella urungkan pasti nya akan membuat Damian terbangun, begini lah Stella tak tegaan.
Jadi nya Stella membiarkan nya saja, dan fokus kepada buku nya lagi, untung saja buku nya yang ini itu cukup seru, sehingga Stella tak bosan.
Tanpa di sadari ujung bibir Damian terangkat, Stella tidak mendorong atau menyingkirkan kepala Damian.
Waktu terus berlalu Stella pun ternyata tertidur, entah kapan yang pasti kepala Stella yang sekarang bersandar pada bahu Damian, dan Damian yang menatap wajah cantik yang terpejam itu.
Dengan banyak sekali pikiran, entah kenapa wajah itu akhir akhir ini selalu muncul dalam kepala nya, hingga Damian kesulitan sekali untuk menyingkirkan nya.
Damian tak terasa keberatan lagi di libatkan dalam segala aspek hidup gadis ini, apalagi saat wajah itu jutek dan menatap nya dengan intens, Damian seolah terjebak, tubuh nya membeku.
Perasaan ini, apa yang terjadi pada Damian, yang pasti pertama kali nya, hingga Damian berhati hati untuk menebak isi hati nya.
semnagattt💪😍😍😍