NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pantai

Minggu pagi, Farah memutuskan membawa anak-anak bermain ke pantai. Matahari belum terlalu panas dan angin laut yang segar membuat suasana sempurna untuk menemani anak-anak bermain hari ini.

Biasanya setiap hari Minggu Farah selalu membawa anak-anak main ke sana. Namun, karna beberapa Minggu ini pesanan begitu padat membuat nya tidak sempat membawa mereka untuk bermain.

Farah memeluk kedua anaknya yang baru saja bangun tidur. "Kalian siap-siap... Hari ini kita pergi kepantai." serunya.

Kedua mata anak itu langsung segar, "Yey.... Pantai!" teriak angkasa dan Anaya bersamaan.

Bocah kembar itu langsung bangkit dan mulai sibuk menyiapkan mainan apa saja yang akan di bawa kesana.

Sementara Farah menyiapkan baju renang dan beberapa cemilan.

Bude Ningsih datang membawakan dua rantang di tangannya. "Ini nenek bawain makanan kesukaan kalian,"

"Yey.... telimakacih nek. Nenek yang paling tau apa yang acu butuhkan." Seru Anaya riang.

Bude Ningsih tertawa kecil sambil mengusap perut buncit Anaya yang terlihat menggemaskan.

"Karena nenek tahu, kalau perut mungil mu ini membutuhkan asupan yang banyak."

Angkasa mencibirkan bibirnya, "Pelut cudah kaya gentong gitu dibilang kecil."

Anaya menjulurkan lidahnya mengejeknya.

Farah hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua anak kembarnya itu. Putri nya itu memang sangat suka makan.

Setelah perjalanan singkat mereka pun sampai di pantai yang belum terlalu ramai orang.

Ombak bergulung pelan, pasir nya terasa hangat di kaki.

Anaya dan angkasa sudah tak sabar untuk bermain. Mereka pun segera berlari ke tepi pantai, menjerit kegirangan, dan tentu saja dalam pantauan Farah.

"Hati-hati, sayang! Jangan lari-lari nanti jatuh!" Teriak Farah.

"Iya, ma!"

Farah menggelar Tikar yang dekat dengan twins bermain agar memudahkan nya untuk m memantau mereka. Ia melepas sepatu dan menyusun Makanan di atas tikar.

Farah tersenyum melihat kedua anaknya tampak begitu bahagia bermain pasir dan air disana. Melihat mereka tertawa begitu lepas seolah mengusir semua kepenatan ini.

Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya menghampiri si kembar. Ia mengenakan topi lebar dan membawa keranjang anyaman kecil.

Wajahnya ramah dengan senyuman hangat yang membuat Anaya menghampirinya.

"Halo nenek, tantik." sapa Anaya ramah.

Wanita paruh baya itu menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Anaya.

"Hai sayang.... Ya ampun kamu lucu sekali." gemas wanita paruh baya itu.

Anaya adalah tipikal yang ramah lingkungan. Ia sangat ramah kesemua orang. Sementara angkasa, bocah itu dingin, dan tidak terlalu banyak bicara, ia lebih suka diam jika bertemu orang asing.

Wanita itu bergumam dalam hati ketika memandangi wajah kedua anak itu.

"Mereka sangat mirip dengan, cucuku... Apa jangan-jangan..." ia menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin ada kebetulan yang seperti ini."

"Kalian berdua kembar, ya? Namanya siapa, sayang? Dan, Dimana mama kalian? Kenapa main sendirian?" tanya wanita itu.

"Mama, ada dicana, nek." tunjuk Anaya.

Wanita itu mengikuti arah pandangan Anaya, kebetulan Farah sedang mengarah kebelakang memunggungi mereka sehingga wanita itu tak melihat wajahnya.

"Nama acu, Aya... Nama dia Aca, Abang acu. aku lahil lima menit cetelah aca. kami anak kembal." Lanjut Anaya memperkenalkan diri.

"Oh ya, catu lagi... Umul kita tiga tahun." Tambahnya sambil menunjukkan angka tiga di jari mungilnya.

wanita paruh baya itu Tertawa lucu mendengarnya. Apa lagi kalau bicara bibir Anaya maju-maju dan itu sangat menggemaskan.

Angkasa yang biasanya protektif, kali ini membiarkan sang adik berbicara dengan wanita itu. Ia menatap wanita itu dari samping, ada perasaan yang aneh, tidak ada rasa takut yang hadir hanya rasa nyaman.

Biasanya ia tidak akan membiarkan sang adik berbicara dengan orang asing terlalu lama. Namun kali ini, bahkan wanita paruh baya itu ikut menemani mereka bermain.

Farah memperhatikan interaksi itu dari jauh. Sedikit penasaran, tapi membiarkan anak-anak bersosialisasi.

Wanita itu tersenyum menatap anak-anak yang baru saja ia kenal dengan perasaan campur aduk, rasa sayang yang tidak biasa. Padahal mereka baru saja bertemu.

Wanita itu menatap angkasa dan Anaya dalam. lalu, tanpa sadar ia berkata. "Anak-anak... Kalian berdua sangat mirip dengan seseorang yang nenek sayang." ucapnya pelan, suaranya bergetar halus.

Angkasa berhenti menumpukan pasir, Anaya menoleh heran. "Memangnya kita milip cama ciapa, nek?" tanya Anaya dengan polos, matanya berbinar.

Wanita itu mengusap lembut rambut Anaya. "Sama cucu nenek... Kalian berdua benar-benar mirip dengannya saat masih kecil."

"Mungkin hanya kebetulan caja." Sahut angkasa dingin.

Wanita itu tersenyum, Melihat sikap dingin angkasa membuatnya teringat akan cucu nya. Sikap bocah laki-laki itu sangat mirip dengannya.

Setelah obrolan singkat itu, Farah memanggil mereka sehingga harus meninggalkan wanita itu.

"Kita ke mama dulu ya, nek. Dadah..." seru Anaya melambaikan tangannya.

Wanita itu melambaikan tangan sambil menatap punggung bocah kembar itu.

"Kalau cicitku ada, pasti sudah sebesar mereka. Lucu-lucu dan pintar." gumamnya.

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!