Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita impikan,tapi percaya lah di setiap air mata yang menetes akan berujung kebahagiaan walau tidak terjadi saat itu juga.
Aini bertahan hidup demi anak yang dikandung nya,berbagi rintangan dia lalui hanya untuk membuat anak nya tidak jadi bahan omongan orang lain.
IG.lelyanai07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19
Hari ini Varel sedang berada di kota A untuk menghadiri acara tahunan yang diadakan untuk para pengusaha muda yang sukses.saat Varel tiba disalah satu gedung acara nya dia disambut dengan sangat baik tapi itu sudah biasa bagi nya karena saat ini pasti banyak anjing penjilat yang akan mendekati nya.
Setelah ber basa-basi dengan beberapa tamu yang lain nya Varel bergabung dengan para pesaing bisnis nya yang Lain sambil meneguk minuman yang memabukkan.
"Apa tuan Varel yang terhormat datang seorang diri tanpa pengawalan?"tanya Cio musuh bebuyutan nya saat tidak melihat asisten Varel yang selalu menggagalkan rencana nya
"Ha ha aku bukan anak kecil tuan Cio yang harus di ikuti kemana-mana, lagi pula siapa yang berani untuk mencelakai aku."jawab Varel santai sambil meneguk kembali minuman nya
Cio begitu iri pada Varel karena lagi dan lagi dia tidak bisa menggeser posisi Varel yang selalu memenangkan penghargaan sebagai pengusaha muda ter sukses,Cio tidak suka saat semua orang menatap Varel dengan kekaguman.
"Ah aku mau tanya sudah berapa banyak gadis yang kau perawani?"tanya Cio sambil tersenyum licik saat melihat ekspresi Varel yang menahan amarahnya
"Apa aku tidak salah dengar seorang Varel yang selalu memenangkan penghargaan sebagai pengusaha sukses ternyata hobby nya merusak para gadis di bawah umur,bukan kah itu juga bisa dikatakan sebagai seorang pedofil."kata max yang ikut ingin menjatuhkan Varel
Cio begitu senang karena Varel semakin terpojok tatkala orang-orang yang ada di dalam tersebut sedang menatap Varel dengan penuh tanya.
Ha ha Varel tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan orang-orang yang ingin menjatuhkan nya,dia tidak percaya akan mendengar ini.
"Kalian tau bukan siapa pun yang berani mengusik aku akan mendapatkan balasan nya seperti apa"?jawab Varel sambil tersenyum
Max yang sedari tadi penuh percaya diri seketika menciut karena lupa dia sedang memprovokasi siapa tadi,dia akan menjadi sasaran Varel berikut nya.
"Tapi apa pun yang mereka katakan tadi itu semua tidak lah benar, hanya orang bodoh lah yang akan mempercayai itu ."kata Varel dengan suara yang penuh tekanan
Varel kembali meneguk minuman nya tanpa dia sadari kalau minuman nya sudah sudah tercampur oleh sesuatu.
Cio tersenyum bahagia saat melihat Varel yang meneguk habis minuman nya,karena tadi dia sudah memasukkan sesuatu di dalam minuman Varel tanpa sepengetahuan yang lain nya karena dia melakukan nya saat semua orang sedang sibuk mendengar perkataan Varel tadi,obat yang dia masukkan akan membuat Varel kelabakan nanti nya.
"Tunggu saja apa yang akan terjadi padamu nanti nya,ini belum seberapa saat kau slalu membuat aku malu".batin Cio
Saat Varel meneguk kembali minuman nya dia mulai merasa reaksi yang berbeda pada tubuh nya, seketika Varel menyadari kalau ada orang yang ingin bermain-main dengan nya.
"Brengsek bisa-bisa nya aku lengah seperti ini."batin Varel sambil mencoba menahan reaksi aneh yang dia rasakan
Varel tau kalau orang yang ingin bermain-main dengan nya dengan memasukkan obat perangsang pada minum nya karena ini bukan pertama kali nya dia dijebak dengan cara murahan seperti ini. Varel bersikap seperti biasanya agar orang yang ingin bermain-main dengan nya tidak curiga kalau obat nya sudah bereaksi pada diri nya.
"kau mau kemana tuan?"tanya Cio sambil tersenyum saat melihat Varel yang ingin pergi
"Apa kau ingin ikut aku ke toilet tuan cio".jawab Varel sambil melangkah pergi
"Apa dosis obat yang aku berikan tadi kurang "?batin Cio saat melihat Varel yang bersikap biasa saja
Didalam toilet Varel Mencoba untuk menetralisasi gejolak yang ada di dalam tubuh nya yang semakin tidak bisa dia kendalikan,Varel merogoh kantong celananya dan mengambil ponsel nya dengan tangan yang gemetar.
"Aku akan membalas apa yang sudah kau lakukan ini pada aku brengsek".gumam Varel yang menyesal karena tidak membawa satupun pengawal nya
Varel mencari nomor yang seseorang yang dia rasa bisa menolong nya saat ini.setelah beberapa kali melakukan panggilan akhirnya terjawab juga
"Halo." ucap Varel dengan nada suara yang seperti menahan sakit
Jagan lupa untuk meninggalkan jejak ya kak 🤗,nanti episode selanjutnya akan ada kejutan nya 🤭
nyimpen di buku rak....😊
lha si varel untung tak terhitung dptin yg segelan