{ Lanjutan dari cerita SAHABAT KU AYAH PUTRI KU tapi ini tentang Kanz dan Ana }
Kanz Altaf Siagian, seorang ketua OSIS di sebuah sekolah,ia memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak di idolakan oleh kaum hawa .
Melihat dari latar belakang nama nya Kanz bukan orang sembarangan namun pria itu memilih untuk menutupi dan hidup seperti orang lain ,hidup yang damai itu tiba-tiba kacau setelah kehadiran wanita bar-bar .
Ariana Gauri Aleena nama wanita itu ,yang selalu membuat Kanz habis kesabaran nya namun siapa sangka berjalannya waktu keduanya semakin dekat.
Hingga terjadi sesuatu di antara keduanya saat acara puncak sekolah keduanya terpaksa harus hidup bersama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keusilan Zahra
Kehadiran Kiara dan orang tua nya ke rumah mertua nya membuat Ana tidak nyaman,dia takut wanita itu membocorkan tentang hubungan nya dengan Kanz yang bukan hanya sepasang kekasih tapi lebih dari itu yaitu sepasang suami istri.
Kanz yang menyadari itu meminta Ana untuk lebih dulu ke kamar dan syukur nya Zahra mau ikut dengan nya .
Sesampainya di kamar yang di tempati kakak nya ,Zahra langsung menyalakan tv yang jarang di pakai nonton oleh penghuni kamar itu.
" Mba ayo nonton Drakor " Ajak Zahra yang sudah lebih dulu duduk di sofa .
" Ade itu cocoknya sama Tasya " Ujar Ana mendekati Zahra .
" Teman Mba yang waktu itu ya yang ada di pesta Abang sama mba " Ana mengaguk tersenyum " Boleh de mba sekali-kali ajak ke rumah " Lanjut Zahra antusias.
" Memang boleh ? " Ana sampai memalingkan wajahnya ke arah Zahra yang duduk di samping nya .
" Boleh lah ? Pasti Bunda senang " Jawab Zahra cepat.
" Tapi Mba tidak perna lihat kamu bawah teman ke rumah selama Mba tinggal di sini ? " Ana sampai mengerutkan dahinya menatap adik iparnya " Yang ada Ade yang ke rumah teman,kan teman Ade tinggal di rumah Daddy " Ana tersenyum kecil setelah tahu siapa teman dekat Zahra .
" Ajak saja Mba " Ucap Zahra lagi .
" Nanti lah ,takutnya Bunda, Ayah Kakek sama Nenek tidak nyaman " Jawab Ana tak enak , sekalipun keluarga Kanz memperlakukan nya dengan baik bahkan dia sendiri sampai lupa jika di rumah ini hanya sebagai menantu lantaran sikap keluarga Kanz tidak memperlihatkan itu terlebih Daniel ayah mertua nya dalam diam nya pria itu dia menyimpan rasa sayang yang sama untuk nya dan Zahra .
" Justru mereka senang karena rumah ini ramai " Bantah Zahra cepat .
" Bahkan rumah ini lebih berwarna setelah kehadiran Mba, sebelum nya itu kaya kuburan hanya Zahra sama Bunda yang terdengar di suaranya di rumah ini ,ada Nenek si tapi kan kadang Nenek sama Kakek sering liburan " Ana terus memperlihatkan wajah Zahra mencari celah kebohongan dari wanita itu .
" Ade juga pengen kenal sama teman-teman Mba siapa tahu mereka lebih cocok dengan ku " Lanjut nya bercanda.
Ana langsung tertawa lepas " Kalau Tasya Mba yakin akan cocok dengan mu " Jawab Ana jujur.
" Zahra " Zahra menatap Ana sekilas setelah itu kembali menatap ke arah layar yang ada di depannya " Menurutmu Kiara dan orang tuanya kesini untuk apa ? " Tanya Ana penasaran.
" Minta maaf lah " Jawab Zahra cepat " Apa lagi coba tapi lebih ke takut sih kalau cuma karena di keluarkan di sekolah itu kan hal biasa ,bisa saja wanita itu cari sekolah lain tapi kayanya bukan itu alasan nya " Lanjut nya sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal .
" Jadi karena apa ? " Tanya Ana semakin penasaran .
" Nanti Mba tanya Abang " Ana mencibirkan bibir nya kesal padahal dia sudah menantikan jawaban adik iparnya malah di minta bertanya pada suami nya .
" Nyesel Mba tanya sama kamu " Zahra malah cengengesan,keduanya kembali fokus pada layar di depan lebih tepatnya hanya Zahra karena Ana sibuk bertukar pesan pada sahabat nya di grub chat .
...----------------...
" Bunda ayah " Penghuni meja makan itu langsung menatap ke arah Zahra ,bahkan kakek dan nenek nya pun menatapnya.
" Kenapa sayang" Jawab Daniel lembut .
" Mba Ana mau ajak teman-teman nya ke sini ? " Mendengar namanya di sebut Ana langsung menatap adik iparnya begitu juga Kanz .
" Tidak Bunda Ayah " Sanggah Ana cepat sambil melototkan matanya pada Zahra .
" Benar koh Bunda,semalam Mba bilang begitu tapi dia takut katanya ayah bunda kakek sama nenek tidak nyaman " Mata Ana semakin lebar menatap adik iparnya tapi bukannya takut Zahra malah tersenyum padanya .
" Boleh sayang ,kapan ? " Tanya Risna menatap menantu nya tersenyum.
" Tidak Bunda ....
" Gimana sore saja Mba " Potong Zahra cepat .
" Boleh, sorekan ke sini nya jadi kita bisa makan kecil-kecil an di taman belakang bakar - bakar , Gimana Bu ? " Tanya Risna meminta izin pada ibu mertua nya .
" Nenek setuju " Jawab Nenek Kanz berbinar.
" Itu kan Zahra bilang apa ? " Ujar Zahra menatap Ana yang sedang menahan kesal pada adik iparnya itu .
Kanz hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah adiknya, Ana menatap kanz saat pria itu mengelus punggung nya .
" Zahra menyebalkan" Aduh nya pada Kanz namun pria itu hanya tersenyum.
" Kanz juga mau ajak teman-teman boleh kan Bunda ?" Risna mengaguk cepat " Kenapa tidak dari kemarin-kemarin " Jawab Risna pelan .
" Belum kepikiran Bunda " Jawab Kanz seadaanya.
" Teman-teman Abang ada ganteng-ganteng kan ? " Kanz langsung menatap Zahra horor membuat gadis itu tersenyum kuda .
" Bercanda Abang " Zahra langsung menaikan kedua jarinya berbentuk huruf V .
" Ada teman Abang yang namanya Kaka Radit ,dia ok " Timpal Ana .
" Ariana " Tegur Kanz rendah .
" Nanti Mba tunjukkan ya ?" Ana mengaguk cepat " Ok " Jawab Ana cepat .
Daniel dan Risna tersenyum kecil melihat interaksi Zahra dan menantu mereka begitu juga kakek dan nenek nya . Namun tidak dengan Kanz pria itu mencibirkan bibir kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Kanz dan Ana menjadi novel favorit kalian 😘 😘 😘
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunga dan juga ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
jawaban nya hanya Author yg tau 🤣🤣
lanjut thor 🙏🙏💪💪
melahirkan tidak di dampingi suaminya rasanya sedih banget 😭😭