Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-18
Surabaya
Setelah seminggu di rumah sakit Mandy (mamanya Gilang) sudah boleh pulang. Keadaan nya juga sudah membaik.
Hari ini Mandy keluar dari rumah sakit.
Dirumah
Bunga
Papa dan kakak-kakakku kembali bekerja. Sedangkan aku merawat mama dirumah. Kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal perkuliahan.
Aku sekarang sudah semester 3. Aku kuliah di Universitas Erlangga dan mengambil prodi kedokteran. Sebenarnya kak Ilham memintaku untuk kuliah di kampus rumah sakit. Dimana aku bisa cepat lulus dan segera menggantikan papa dan membantu kak Chris.
Dulu papa baru memiliki rumah sakit yang masih kecil dan tidak seramai sekarang. Setelah aku masuk SD, rumah sakit itu semakin besar dan terus berkembang. Kemudian setelah kakak ku yang pertama selesai kuliah dia mendirikan sekolah keperawatan dan kedokteran tak jauh dari rumah sakit.
Sedangkan kakakku yang kedua dia memilih untuk kuliah di luar negeri seperti kak Gilang. Namun dia kuliah di Inggris, sedangkan kak Gilang di Mesir. Kak Chris (kakakku yang ke-2) juga sudah menyelesaikan kuliah nya beberapa tahun yang lalu. Dan dia sekarang menjadi salah satu pemilik hotel dan resort di Surabaya.
Untuk kak Gilang, mama dan papa sudah menyiapkan rumah sakit cabang di Madiun. Dimana setelah dia pulang nanti dia akan bekerja dan tinggal disana. Mama mewariskan tanah milik orang tuanya kepada kak Gilang. Mama dulu berasal dari Madiun.
Dan tinggallah aku yang akan membantu papa mengurus rumah sakit di sini. Ketika aku libur kuliah, papa akan mengajakku kerumah sakit dan mengajari ku bagaimana mengurus rumah sakit. Karena tugas ku bukan hanya mengurus pasien. Aku juga harus mengurus semuanya terkait rumah sakit ini.
Karena mama baru keluar dari rumah sakit aku menemaninya.
"Dek, kak Gilang tidak kasih kabar kapan dia akan pulang" tanya mama
"Tidak ma, ma kenapa mama membiarkan kak Gilang disana. Padahal mama tidak suka."
"Karena yang dilakukan kakakmu itu hal yang baik"
"Tapi keadaan mama jadi kayak gini. Setelah mama pulang dari Mesir. Mama sering jatuh sakit"
"Ini sudah takdir, dan juga salah mama yang tidak bisa jaga kesehatan"
"Apa mama ingin kakak segera pulang"
"Tidak juga,"
"Ya sudah mama istirahat ya, aku mau kekamar dulu ngambil laptop."
"Iya "
Ku tinggalkan mama sebentar untuk mengambil laptop dikamar. Kalian tahu sendiri kalau jadi mahasiswa pasti banyak tugas. Nah aku juga seperti itu. Niatku mau mengerjakan tugas ku dikamar mama dan papa sambil jaga mama.
Ketika aku kembali kekamar aku terkejut melihat pecahan gelas di lantai. Sedangkan mama terjatuh kelantai dan tak sadarkan diri.
Ku panggil beberapa pegawai rumah yang biasa membantu dirumah. Kamipun mengangkat mama ke kasur lagi. Aku menyuruh salah satu dari mereka untuk menelepon papa. Dan aku mengecek keadaan mama.
Keadaan mama memburuk lagi. Denyut nadinya tak teratur begitu juga nafasnya. Segera aku membawa nya kembali ke rumah sakit. Bersama seorang supir pribadi.
Setibanya aku disana, papa sudah menanti kami. Dan mama segera di bawa ke UGD yang ditanggai oleh papa dan beberapa perawata. Aku menunggu mereka diluar.
Beberapa saat kemudian papa keluar dan memelukku. Yang ku rasakan papa begitu sedih. Mungkinkah keadaan mama semakin buruk.
"Bagaimana keadaan mama Pa" tanya ku setelah papa melepaskan pelukannya
" Ikut papa keruangan papa"
ku ikuti papa
"Huft......." papa menghela nafas nya
"Pa, apa mama baik-baik saja"
"Tidak. Keadaan mama kembali memburuk"
"Benarkah, tapi mama pasti sembuh kan"
"Papa juga tidak tahu."
"Pa, aku mau ngabarin yang lain ya."
"Iya, kamu kasih tahu kak Gilang sekalian. Suruh dia segera pulang"
" Baik pa"
Ku telpon satu persatu kakakku tanpa terkecuali.
Kak Ilham dan Kak Chris beserta keluarga kecil mereka akan segera kesini. Sedangkan kak Gilang, dia akan mencoba bicara dengan Abah. Dan setelah mendapat izin dia akan segera pulang.
¥¥¥¥¥ππππππππππππππππ¥¥¥¥¥
Segini dulu ya☺️☺️☺️
Jangan lupa tulis komentar kalian ✍️✍️✍️
Dan like ya👍👍👍
Terimakasih 🙏🙏🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏