Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Kayla merapikan apartemen sambil menunggu kevin yang sudah berjanji akan menjeput nya malam ini, karena hari ini Kayla akan balapan untuk memenangkan pertaruhan antar geng motor.
Kayla memakai motor dia saja karena dia lebih nyaman dengan motornya walaupun dari kualitas memang motor Davin lebih bagus.
Kayla mencuci piring kotor yang menumpuk dalam wastafel, Kayla beberapa hari lagi malas bersih-bersih dan dia memang jarang makan dan masak di apartemen biasanya dia suka delivery.
Setelah membereskan dapurnya dan sampah yang berserakan Kayla menyambar HP-nya yang lagi berdering.
Terlihat chat dari Kevin yang menandakan dia sudah ada di parkiran menunggu Kayla turun.
Kayla membersihkan tangannya, lalu mengambil kunci motor, jaket, topi dan masker penutup wajahnya.
Karena dia tidak ingin ada yang mengenalnya nanti saat dia mau ke arena balapan, bisa jadi
bella atau Alvaro melihatnya dan mengikutinya nanti sehingga jadi masalah besar buat dia nanti.
Setelah mengunci pintu apartemennya kayla menuju lift memencet tombol 1 lantai dasar biasanya tempat parkir motornya. Kayla keluar dari lift melihat Kevin yang memakai jaket kulit dalam kaos hitam, celana jeans sobek dan sepatu ket tidak lupa dengan rambut acak kan yang jauh.
Berbeda di sekolah jika kevin terkesan rapi dan sopan tapi jika dia ikutan arena balapan maka Kevin berpakaian seperti bad boy.
Kevin duduk di atas motor yang sudah dia starter kan, terlihat Kevin sangat cool dan terkesan liat dengan wajah tampan, Kevin kenaikan HP-nya sambil menunggu Kayla turun. Kevin melirik Kayla yang menuju Kevin yang memang memarkirkan motornya di samping motor Kayla jadi mereka tidak saling mencari.
"Kita berangkat sekarang" tanya Kevin sambil memasukkan HP-nya nya dalam saku celananya.
"Ya! Biar cepat sampai dan melihat arena sirkuit balapan nantinya" kata Kayla membuat Kevin menaikkan alisnya.
"Kamu gak tahu dimana kita balapan" tanya Kevin heran.
"Gak, karena itu aku mau lihat arena balapan dulu" ujar Kayla membuat Kevin terdiam.
Melihat arena balapan, 1 jam lagi balapan akan di mulai, Kayla mau lihat arena balapan setengah jam sebelum balapan.
Ini Kayla yang memang hebat balapan atau dia malas keluar mencari tahu arena balapan ini.
Gimana mau menang
Kevin menghela nafas panjang dan menatap Kayla seakan berkata. "Terserah kamu" pasrah Kevin memasang helm dan menghidupkan motornya.
Bicara sama Kayla bikin sakit dan juga sakit hati
"Kenapa gak davin saja yang ikut balapan ini, kenapa kayla kenapa" pikir Kevin sebal memikirkan bagaimana mereka menang jika arena balapan saja Kayla belum tahu.
Mereka melajukan motornya menuju tempat balapan yang ditentukan, tidak butuh waktu lama mereka sampai di arena balap disambut oleh anggota mereka.
Davin selagi ketua geng itupun menghampiri Kayla dan Kevin yang memarkirkan motornya.
"Akhirnya kalian datang juga, tidak ada hambatan kan" ujar Davin menatap mereka.
"Gak ada bos, yang jaga kan Kevin yang jago silat" ujar Kevin sambil memperagakan gaya silat andalannya membuat Davin tersenyum senang.
Kayla menatap Davin sejenak sebelum bergabung dengan teman-temannya yang sedang asyik ngobrol satu sama lainnya.
"Yo! Jagoan kita hari ini" ucap salah satu anggota mereka.
Kayla hanya diam tidak menjawab ucapan mereka, tapi mereka maklumi jika ucapan mereka tidak dijawab oleh queen ice itu julukan mereka atas Kayla.
"Apa kamu deg-degan untuk balapan hari ini" tanya Kevin membuat Kayla menaikkan alisnya.
"Bukan aku yang deg-degan tapi mereka" ucap Kayla mengarahkan pada tim musuh yang sedang menatap mereka dengan beragam tatapan.
"Hmm... Mereka tahu kamu yang turun balapan karena itu mereka membuat rencana untuk bisa memenangkan balapan ini" kata Davin.
" Kamu perlu hati-hati" saran Davin dijawab anggukkan kepala dari Kayla mengerti.
"Aku rasa mereka merencanakan sesuatu karena arena ini mereka tentukan dan berada di area rawan kita" ujar Kayla membuat Davin terdiam.
"Ya! Kamu benar juga! Aku tingkatkan waspada dan utus beberapa agar menjaga persimpangan biasa kita lewati" kata Davin membuat Kayla tersenyum tipis.
"Kita lihat saja dulu, mau main curang apapun itu, kita layani" kata Kayla membuat Kevin mengusap kepalanya merasa bangga.
Kayla langsung menepis tangan Kevin kasar, melirik sinis Kevin membuat yang ditatap mengangkat tangannya menyerah.
Jangan menganggu Kayla yang memang tidak suka dirangkul itu, jadi maklumi aja jika dia menatapmu marah kalau kamu sengaja atau tidak merangkulnya
Tidak lama mereka di dekati musuh mereka yang terlihat tersenyum remeh pada mereka. yang di ketuai oleh Daffa dan teman baiknya Barra! Mereka ini satu sekolah dengan Davin.
Mereka dengan musuhan dengan Davin baik di sekolah maupun di arena balapan sehingga daffa membuat davin jatuh dan merasa kalah dengan dia, tapi karena Davin tipe cowok yang tidak pernah ambil pusing dengan sikap Daffa yang menganggapnya musuh tapi tidak dengan daffa yang menganggap davin musuh dan membenci davin.
Daffa tersenyum miring melihat Kayla, Kevin dan Davin. "Bersiaplah kalian akan bertekuk lutut padaku" remeh Daffa membuat Kevin dan Kevin menatapnya marah.
"Hmm... Jika kalian bisa mengalahkan aku" sindir kayla membuat daffa menatapnya tajam.
"Kali ini kau akan merasakan apa itu kekalahan" maki Daffa sinis. "Jadi kau jangan nangis jika kalah?! Biasa jika cewek kalah kan hanya bisa nangis" sindir Daffa mengejek.
Kayla tersenyum tipis. "Menangis hal biasa bagi cewek? Tapi kau kalah suka main tonjok dan marah tidak kekalahan! Aku rasa jika kau kalah alangkah aku belikan rok yang bersikap pengundang, jika? Wanita hanya nangis kekalahan tapi kau memberontak dan memukul orang yang meraih kemenangan" ujar Kayla membuat Davin dan Kevin tertawa pelan.
Wajah Daffa dan Barra memerah menahan emosi. "So who's the loser, you or me? You even intercepted me when you wanted to join the race that day? Even though I didn't come but we could indeed even though I didn't come" kata Kayla menyudutkan mereka membuat mereka makin geram karena merasa direndahkan oleh Kayla.
Daffa mau menghampiri Kayla tapi langsung ditahan oleh Barra yang memegang lengannya menghentikan, agar Daffa tidak membuat mereka semakin malu tentunya.
Barra menarik Daffa yang memberontak berniat memukul wajah tengil Kayla menatapnya remeh.
"Tunggu pembalasan gue" ancam Daffa mengikuti langkah Barra menjauh dari tempat mereka.
"Loser" upat Kayla memberikan jempol terbalik👎dilihat oleh daffa membuat Daffa makin membencinya.
"Wow! Jarang bicara tapi sekali bicara buat orang tak berkutik menjawabnya" puji Davin menatap Kayla takjub mampu membalas setiap ucapan Daffa.
Meladeni orang licik seperti belut itu hanya perlu menembaknya langsung tepat dikantungnya agar tidak bisa mengelak lagi tentunya.
.
.
.
*B**ersambung*....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,