Bagaimana jadi nya rumah tangga diatur oleh mertua,itulah yang dirasakan oleh wanita yang bernama sofia, sejak menikah dengan suami nya tak pernah sedikitpun merasa bahagia, apalagi jika kehadiran nya dianggap beban oleh mertua nya sendiri.
"Kita yang jalani pernikahan mas, bukan mama mu atau pun mama ku, kenapa kau tak punya pendirian seperti ini ucap sofia dengan wajah yang begitu kecewa.
"Dia adalah ibu ku, jadi kau tak berhak menjelekkan nya, karena surga ku ada di bawah telapak kaki ibu ku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.19
"Apa yang kau katakan Dimas! selingkuhan, apa kau berselingkuh di belakang istri mu?"
"Iya, aku berselingkuh selama ini, lagi pula apa Masalah nya mah, sudah cukup mengatur hidup ku selama ini, aku hanya ingin hidup sesuai dengan apa yang ku mau, lagi pula aku sudah menuruti ucapan mama kan, menikahi wanita seperti Surti!" ucap nya dengan wajah datar.
Yang dianggap Beta, istri nya Dimas adalah Surti, bukan nya Sofia.
Beta terkejut mendengar apa yang dikatakan putra nya, baru kali ini Dimas begitu marah kepadanya, bahkan membentak nya begitu keras.
"Permisi paket!"
Surti yang awalnya ketakutan melihat amarah dari Dimas tersadar ketika ada tukang paket yang mengantarkan sesuatu ke rumah nya, dan segera menyusul keluar untuk melihat paket apa yang datang.
"Sudah lah aku lelah saat ini, dan suruh menantu kesayangan Mamah, tak mengusik tidur ku!" ketus nya
"Dimas, kembali kesini, Mama belum selesai berbicara Dimas!" teriak Beta dengan keras nya.
Tapi Dimas mengabaikan panggilan Mamanya dan terus menuju ke kamar nya dan ingin beristirahat sejenak.
Tak lama Surti kembali dengan wajah antusias, membuat Beta terheran dan menatap menantu nya, dengan pandangan aneh.
"Ada apa Sur?" kenapa wajah mu seperti dapat jackpot!?"
"Ada paket dari pengadilan agama Mah!"
"Apa! Apakah itu dari Sofia?"tanyanya yang antusias.
"Iya Mah," seperti wanita itu menyerah dengan mas Dimas! kalau begitu ini berita yang harus yang bagus kan Mah!"
"Ha, iya bener, wanita sialan itu akhirnya pergi dari kehidupan anak ku!"
"Oh ya Mah," apa cucu Mama masih berada di rumah sakit ya?" terus bukan nya kata Mama dia tak punya uang?"
"Seharusnya sih seperti itu, uang yang Mama kasih cuman 5 juta, mama," rasa di saat ini sedang terpuruk."ucap Beta dengan wajah ceria nya.
Sedangkan Dimas yang selesai mandi dan membersihkan diri kemudian beranjak ke lemari pakaian nya.
Tiba tiba ingatan nya kepada istri nya Sofia, setiap dia mandi, wanita itu akan mengambilkan nya baju, serta menyiapkan makanan nya, tapi sekarang dia sudah pergi.
"Aku seperti nya kangen kepada Fuji," besok aku akan melihat kondisi nya, tapi bagaimana kalau Sofia," tau kalau Surti! sudah menjadi istri ku?"
Kecemasan nya saat ini sedikit berbeda, entah kenapa dia merasa bersalah saat Sofia memergoki nya bercinta dengan Friska, apa jadi nya saat istri nya tau dia bercinta dengan Surti di rumah nya sendiri.
"Aku harus menyelesaikan permasalahan ini kepada nya dan memberikan penjelasan yang pas nantinya!" batin Dimas.
Sedangkan di ruang makan Surti tak henti henti nya tersenyum, dia menatap mertua nya dengan wajah sumringah karena rencana nya dan ibu nya berhasil telah menjadi menantu beta yang kaya.
Sedangkan Friska mondar mandir menatap ponsel nya dengan wajah kesal, Dimas tak menghubungi nya saat ini, entah kemana laki laki itu dia merasa marah.
"Drrttt
"Untuk apa wanita ini menelpon ku, sudah lah biarin aja, aku ingin berisitirahat sejenak." gumam Dimas dengan wajah acuh nya.
"Sial! kemana sih dia?" ga mungkin kan bersama istri nya, secara kan istri nya Dimas," udah tau kelakukan suami nya bersama ku, tapi ga di jawab sih!''
"Aku harus mencari tau, jangan sampai rumah tangga mereka baik baik aja, susah payah aku menggoda nya, dia harus menjadi milik ku!"
sedangkan di ruang makan, Surti menatap pintu suami nya yang tak kunjung terbuka membuat sedikit kesal, sampai kapan Dimas terus mengacuhkan keberadaan nya disini, lagi pula sekarang walaupun dia menikah sirih dengan Dimas, tapi dia harus bisa mengambil hati laki laki itu, agar hidup nya terjamin.
Kekayaan Dimas tak seberapa padahal, dia beruntung karena diangkat, menjadi manager beberapa bulan yang lalu, tapi keuangan nya tidak lah sebanyak orang tua kandung Sofia! yang bener bener keturunan sultan.
"Jam berapa ini?" ternyata jam 21.00 wib." gumam Dimas yang baru bangun dan ketiduran.
"Mah," Mamah, kemana sih mama! kok ga ada di rumah?"
"Apa ke rumah bu Romlah! ya, tapi masa sampai larut malam gini?" ga ingat pulang, mana lapar lagi." kesal nya dengan wajah datar.
"Wah, udah bangun kamu Mas," aku tadi habis dari rumah ibu," oh ya aku tadi ambil makanan ini buat kamu."
"Kemana Mama ku?" tanya nya dengan datar.
"Mama lagi di rumah ku Mas," ibu lagi masak enak, tadi aku mau bangunin kamu tapi ga jadi, karena aku tau kamu kelelahan kan!"
"Oh ya Mas, aku punya surat tuh buat kamu," kata nya dari pengadilan".
"Pengadilan?" tanya nya dengan heran.
Dimas merasa aneh, kenapa pengadilan memanggil nya, tapi kemudian tak lama mata nya melotot saat melihat isi surat nya tentang perceraian nya dengan istri nya Sofia.
"Brak...!"
"Kurang ajar, wanita sialan, berani berani nya dia menceraikan ku, sial!" umpat nya dengan wajah menahan emosi.
Sedangkan Surti yang kaget karena gebrakan meja yang dilakukan Dimas membuat dia tengah ketakutan.
"Siapa yang mengantar nya, jawab!" bentak nya dengan keras.
"Kurir Mas," aku ga tau apa apa!" sahut nya dengan terbata.
"Sial!" kalau dia tau aku menikah lagi, dia pasti semakin membenci ku desis Dimas dengan wajah marah
"Aku tak akan memaafkan wanita picik seperti mu sur!" ucap nya dengan penuh penekanan membuat Surti gelagapan.
bukan lawannya lah ...