Pada usia 44 tahun, Donatella terjebak di titik terendah dalam hidupnya setelah mengalami lebih dari 20 tahun penderitaan mental. Ini memberi pukulan yang menghancurkan pada perasaannya, tetapi dia sudah muak akan semua ini dan telah bangkit kembali, meski dia tidak yakin apa yang akan terjadi.
Leonardo, seorang duda tampan dan misterius, seorang pengusaha yang dikejar banyak orang, telah berubah menjadi pria yang dingin dan tanpa ampun setelah mengalami penderitaan dan pengkhianatan.
Namun, takdir suka memberikan kejutan dan menempatkan kita dalam situasi yang tidak biasa, dan begitulah cara mereka bertemu…
Ikuti aku! Mari kita mulai perjalanan yang penuh dengan perjuangan, keberanian, dan cinta. Tentu saja, dengan sedikit komedi juga...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Penemuan...
Donatella
Sesampainya di kantor, aku bertatapan langsung dengan Adelaide yang kakinya di-gips. Ya Tuhan...
"Selamat pagi! Ya Tuhan! Adelaide, apa yang terjadi?" tanya Donatella terkejut.
"Selamat pagi! Jangan panik, aku sudah baik-baik saja. Dari yang terburuk ini yang terbaik, seharusnya jauh lebih parah, tapi Tuhan Maha Baik. Salah seorang penjaga keamanan berhasil menolongku sebelum kepalaku membentur lantai. Sebab seharusnya kepalaku terbentur dengan sangat keras," ujar Adelaide.
"Astaga! Mengerikan! Tapi bagaimana bisa terjadi? Di mana?" tanya Donatella.
"Kemarin, di aula pesta," ujar Adelaide.
"Astaga, menyedihkan sekali, kau bahkan tak sempat menikmati pestanya," ujar Donatella.
"Tidak, aku tak datang ke pesta. Aku sedang mengerjakan sesuatu untuk Tuan Leonardo, aku selalu begitu," ujar Adelaide.
"Aku tak paham, tapi ya sudah, aku senang kau baik-baik saja," ujar Donatella.
"Itu di tempat kau menjemput Don, di aula itu, saat menuruni tangga masuk," ujar Adelaide.
Adelaide
Begitu selesai bicara, aku sadar aku salah bicara! Astaga, aku berbuat kacau, seperti kata Aurélio.
"Aku menjemput Tuan Leonardo," ujar Adelaide. Dan hei! Tunggu, penjaga keamanan tadi juga menyebut Don, dan katanya ada desas-desus...
Tidak! Jangan bilang Tuan Leonardo itu Don Tanpa Ampun yang ditakuti semua orang setengah mati itu????
Adelaide tertawa. Tidak, aku pasti mulai gila, sepertinya ada sesuatu yang memengaruhi otakku, minuman yang dibubuhi obat itu, pasti begitu...
"Tak ada gunanya lagi menyembunyikannya darimu, sebentar lagi kau juga akan tahu, dan karena kau bisa dipercaya... Ya, Donatella, Tuan Leonardo adalah Don yang mereka bicarakan itu," ujar Adelaide.
Donatella yang masih berdiri, langsung terduduk lemas.
"Ya Tuhan! Matilah aku, aku tidur dengan seorang Don! Aku benar-benar tamat!" ujar Donatella.
Adelaide tertawa.
"Maksudmu apa, tidur dengan Tuan Leonardo?" tanya Adelaide.
"Tidak, tidak, aku cuma menjemputnya di pesta. Maksudku aku benar-benar celaka. Aduh Malaikatku, dasar tukang tipu, kau mau menemuiku lebih cepat dari waktunya atau kau pergi dan melupakanku..." ujar Donatella.
Adelaide tertawa.
"Kasihan sekali malaikatmu, Donatella, dia tak bersalah atas kegilaan-kegilaanmu," ujar Adelaide, masih menertawainya.
"Benar, maafkan aku, Malaikatku. Aku tahu untuk menjagaku kau harus jadi malaikat super, dan setiap kali muncul ide-ide di kepalaku, kau pasti berpikir, nah, mulai lagi kita..." ujar Donatella.
Adelaide tergelak.
"Aku sayang kau, Donatella, cuma kau yang bisa membuatku tertawa," ujar Adelaide.
"Lalu sekarang, aku harus memanggilnya apa, Tuan Leonardo, Don Leonardo, Tuan Don Leonardo? ...membingungkan sekali..." ujar Donatella.
"Kau boleh terus memanggilnya Tuan Leonardo, kita di kantor, dan di sini dia seorang pengusaha," ujar Adelaide.
"Astaga! Keren juga, kehidupan ganda, wah, seperti di film," ujar Donatella.
Adelaide tertawa lagi.
"Waduh, dia pasti sebentar lagi sampai," ujar Donatella.
"Tidak, dia menelpon dan bilang ada beberapa hal yang harus diselesaikan lebih dulu. Kurasa mereka menjebaknya, dan begitu dia tahu siapa pelakunya, kasihan mereka," ujar Adelaide.
"Kaupikir begitu? Adelaide, mereka membiusnya, dan kakimu sudah pasti bagian dari rencana itu," ujar Donatella.
"Hmm, kau pandai menangkap hal-hal secara cepat," ujar Adelaide.
Mereka kembali bekerja.
🌹🌹🌹
Di markas mafia.
"Aku sudah memeriksa semua kamera pesta dan tentu saja, semuanya bermasalah, terbakar begitu saja tanpa sebab! Mereka pasti merencanakannya jauh-jauh hari, karena mereka memikirkan hampir segalanya. Cuma saja, mereka lupa pada Donatella," ujar Aurélio.
"Dan para perempuan itu ceroboh. Kita punya DNA mereka. Mereka nyaris sempurna, tapi mereka meninggalkan barang-barang pribadi, dan pada barang-barang itu ada DNA-nya. Akan kubawa ke laboratorium forensik, kita punya hak-hak istimewa. Sebentar lagi kita akan punya nama kedua perempuan yang akan menyerahkan siapa dalang di balik semua ini," lanjut Aurélio.
"Aku tak punya waktu untuk menunggu. Kumpulkan dewan, hari ini akan kulakukan dengan caraku," ujar Leonardo.
"Saudara, bagaimana kalau ada orang tak bersalah yang terseret? Tak lama kok, tunggu sebentar dan kau akan punya kepastian," ujar Ítalo.
"Kurasa Ítalo benar," ujar Aurélio.
"Amarahku tak setuju. Kumpulkan dewan sialan itu," ujar Leonardo.
"Baik." Mereka pun keluar.
Ítalo dan Aurélio berbincang.
"Kasihan mereka, kau tahu bagaimana watak Léo," ujar Aurélio.
"Iya. Lagipula, mereka berani mengusik Sang Bos, memangnya mereka pikir bakal berakhir bagaimana?" ujar Ítalo.
"Iya, hari ini kepala-kepala akan menggelinding," ujar Aurélio.
jgn bilang mau hoitus yaaa😅
please...ini seru kok ceritanya👍