NovelToon NovelToon
My Presdir

My Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Shintapuji

Kehilangan orang yang dicinta untuk selama- lamanya membuat separuh jiwa terbang entah kemana. Rasanya dunia runtuh, hidup menjadi kosong. Wanita itu benar- benar merasa kehilangan kekasihnya.

"Aku sudah memaafkanmu, jangan mengikutiku lagi!" (Azalea Tanisha Anandhi)

"Bukan maaf yang aku inginkan, aku hanya ingin kita menikah!" (Aksa Arion Sanjaya)

Karena rasa bersalah terus saja menyelimuti, Presdir itu berusaha menggantikan kekasihnya. Tapi, mampukah wanita itu mengikhlaskan kekasihnya yang telah tiada dan membukakan pintu hatinya untuk sang Presdir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shintapuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memutuskan Hubungan

Sarah kembali menghentikan motornya di jalanan yang sepi. Ia masih panik dengan sikap Aza. Aza terlihat pucat dan keringat di keningnya juga banyak.

"Aza, kamu kenapa?" tanya Sarah lagi. Ia hendak turun dari motornya tapi Aza masih memeluknya erat sehingga dirinya tak bisa berkutat.

"Aku takut kejadian itu terulang lagi. Aku kehilangan orang yang ku cinta saat lampu merah." Kali ini Aza menjawabnya, tapi dirinya malah tersedu-sedu.

Tin- tin- tin!

Klakson mobil kembali terdengar. Tapi kali ini adalah klakson mobil milik Aksa. Lelaki itu langsung menepikan mobilnya ketika melihat orang yang dikenalnya.

"Za, kamu kenapa?" Aksa sangat panik ketika melihat Aza menangis. Wanita itu turun dari motor dan memeluk tubuh Aksa.

"Aku takut..." lirih Aza dalam dekapan Aksa.

Aksa kebingungan, ia membalas pelukan wanita yang gemetaran karena menangis itu. Mengusap kepalanya, mencoba memberikan ketenangan.

"Aza tiba- tiba ketakutan saat kami tadi berhenti di lampu merah, Pak!" seru Sarah.

Dari penjelasan Sarah itu, Aksa sudah mengerti. Wanita itu pasti trauma dengan kejadian dimana Aksa menabrak Aza dan kekasihnya dari belakang. Aksa semakin bersalah dibuatnya.

"Ajak masuk aja, Sa. Kasihan Aza," seru Devano dari dalam mobil.

Aksa pun mengangguk, "Biar Aza denganku, kamu jalanlah dulu," ucapnya kepada Sarah. Wanita itu pun melanjutkan perjalanannya lagi.

Aksa dan Aza duduk di belakang, sedangkan Devano mengemudikan mobil. Wanita itu lebih tenang dari sebelumnya tapi belum melepaskan pelukannya.

Selama bersama Aza, wanita itu memang terlihat ketakutan ketika mereka berhenti di lampu merah. Hanya meremas dan memejamkan matanya hingga lampu berwarna hijau. Dan sekarang Aksa menemukan jawabannya. Aza sedikit trauma! Wanita itu semakin takut saat berkendara dengan motor.

"Maafkan aku, Za," ucap Aksa tercekat.

"Kita nanti pergi ke dokter ya, supaya traumamu hilang."

Aza hanya diam, tangisnya mereda. Ia nyaman saat berpelukan dengan Aksa. Wanita itu seakan menemukan obat tersendiri.

"Nggak perlu, nanti lama kelamaan juga hilang kok. Aku hanya teringat dia saja tadi," lirih Aza tersenyum tipis.

"Kamu mau mengunjunginya? Nanti akan aku antar."

"Memangnya boleh? Kamu nggak marah?"

"Tentu saja boleh. Kenapa harus marah? Aku nggak akan memintamu untuk menghapus ingatan tentangnya meskipun kita nanti akan menikah. Aku akan membiarkanmu tetap mencintai Reyfan."

"Terima kasih. Maaf jika aku nggak bisa melupakan cinta dan kenangan tentangnya, aku akan mencoba membukakan hati untukmu," sahut Aza. Ya, wanita itu harus bisa membuka hati untuk Aksa yang sebentar lagi akan sah menjadi suaminya. Meskipun itu terlihat sulit, tapi Aza akan mencobanya.

"Aku akan membuatmu jatuh cinta juga denganku, Za," batin Aksa.

"Za, pelukanku nyaman ya sampai nggak terlepas dari tadi?" bisik Aksa menggoda. Mereka sudah hampir sampai di Sanjaya Group tapi pelukan masih melekat.

Aza tersadar, ia langsung melepas pelukannya dan menjadi salah tingkah sendiri. Ketika mobil terhenti, ia turun dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Aksa dan Devano.

"Lucu sekali wanitamu itu," celetuk Devano ketika melihat Aza menutupi wajah dengan tasnya supaya karyawan lain tidak mengenalinya. Jika tidak, ia pasti akan menjadi topik gosip karena telah berangkat ke kantor bersama Presdir.

Aksa ikut tersenyum, "Carikan psikiater terbaik untuk Aza, aku ingin traumanya itu hilang."

"Okayy!"

*****

Dokumen- dokumen menumpuk di samping komputer milik Aza. Wanita itu memijat pelipisnya, belum saja memulai, tapi dirinya sudah lelah.

"Hufffttt..." helaan nafas panjang sebelum memulai pekerjaannya.

"Kerjaanmu banyak juga ya, Za. Punyaku hari ini malah dikit banget," ujar Sarah.

Aza hanya tersenyum tipis mendengarnya. Temannya itu selalu begitu. Jika pekerjaan banyak, ia tak henti- hentinya ngedumel. Tapi, jika pekerjaannya sedikit, ia malah kebingungan, Sarah memang lucu.

"Nanti kalau udah selesai kan bisa ngelanjutin punyaku, Sar."

"Dihhh, nggak mau. Aku mau tiduran kalau udah selesai semua, lumayan paling jam dua nanti juga udah selesai nih kerjaan."

"Tadi kebingungan, giliran ditawarin gitu mlaah nggak mau." Aza menggelengkan kepalanya menatap kesal ke arah teman yang tengah memakai blouse berwarna maroon.

*****

Sesampainya di ruang kerja, Aksa terdiam di sofa dan menghadap ke arah. Menatap gedung- gedung di sampingnya yang menjulang tinggi. Kedua tangannya menyangga dagu, musik di ruangan itu menyala pelan. Alunan lagu sedih terdengar jelas.

Ceklek

Pintu ruangan terbuka lebar. Masuklah seorang wanita yang tengah memakai dress berwarna navy dengan rambut yang terikat tinggi. Wanita itu melangkah pelan menghampiri lelaki yang termenung.

"Hai, kenapa melamun?" tanya Tania sembari memeluk Aksa dari belakang.

Aksa menilik siapakah orang yang memeluk itu. "Jangan menyentuhku!" Aksa melepas tangan yang melingkar di tubuhnya.

"Cuma peluk doang kenapa nggak boleh sih!" cebik Tania. Wanita itu melipat tangannya di dada dan mendudukkan dirinya di samping Aksa.

"Jangan seperti anak kecil, Tania."

"Habisnya kamu selalu gitu sih! Siapa yang nggak kesel coba!"

Aksa tak menggubrisnya, ia berlalu pergi ke meja kerjanya. Melanjutkan pekerjaan lebih baik daripada meladeni wanita itu. Tania semakin kesal dibuatnya, ia selalu saja diacuhkan.

"Honey, kamu itu pacarku. Please, jangan mengacuhkanku terus!"

"Kalau begitu kita putus saja!" Ucapan Aksa ini langsung membuat Tania berdiri dan menghampirinya.

"Apa maksudmu!" Tania berteriak, kedua tangannya menggebrak meja Aksa.

"Aku nggak cinta sama kamu, itu sebabnya aku selalu mengacuhkanmu. Aku menganggapmu sebagai adikku, Tan."

"Argghhhh! Aku nggak mau putus, aku mencintaimu, Kak!" Tania melempar semua barang yang tadinya tertata rapi di meja Aksa. Air matanya menetes membasahi pipinya, wanita itu beringsut ke lantai.

Aksa menghampirinya, ia menenangkan wanita itu dan memeluknya. Tania bergetar, tangisnya semakin pecah. Dirinya benar- benar mencintai Aksa dan tak mau putus.

"Dengarkan aku..."

"Kalaupun kita tetap mempertahankan hubungan ini, yang ada kamu akan selalu tersakiti karena mencintai sendirian. Sungguh, aku nggak bisa membalas cintamu itu," tutur Aksa.

"Kamu cowok jahat! Aku benci...aku benci...." Tania terus saja memukuli dada Aksa dan lelaki itu menerimanya. Ia sanggup menerima perlakuan Tania karena ia pantas untuk itu. Dia lelaki jahat yang telah menyakiti hati seorang wanita.

"Aksa, sebentar lagi ada jadwal foto prewedding. Segera tinggalkan pekerjaanmu," ucap Devano yang tiba- tiba masuk ke ruangan Aksa.

Sontak saja Devano terkejut melihat Tania dan Aksa yang duduk di lantai dengan kondisi Tania yang tak enak dipandang karena make up di wajahnya luntur.

"Hihh, ada setan!" celetuk Devano, tapi Tania tak tertarik untuk membahas itu. Ia mengingat perkataan Devano tadi.

"Apa maksudmu foto prewedding? Siapa yang mau menikah?"

Tania menatap Aksa, "Kamu mau nikah? Dan karena itu kamu memutuskanku? Jawabbbb!!!" Lagi- lagi, Tania berteriak membuat Aksa tersentak.

"Maafkan aku..."

Plakkk!!!

Tangan Tania mendarat di pipi Aksa, lelaki itu tak menolak. Ia menerima semua kelakuan Tania, ia membiarkan tubuhnya menjadi luapan kekesalan sekaligus rasa sakit hati wanita itu.

"Kamu tahu kan kalau cinta itu tak bisa dipaksa? Ku mohon mengertilah. Kita tetap bisa bersama meskipun tanpa ada ikatan, aku tetap Aksa yang selalu kamu jadikan teman untuk shopping, pergi ke salon, dan yang lainnya."

Tania terdiam mencerna perkataan Aksa yang panjang lebar itu. Rasa sakit hati terus saja menjalar.

1
torjoindah
sejauh ini lumayan bagus ceritanya.. tapi terlalu banyak candaan nya
Wahyu Dc Boy
Luar biasa
Sulaiman Efendy
CLARA KN ANAKNYA SANDI & MEGA, TRUS DEVANO ANAKNYA FRIDO & NIKEN, KNP MREKA JDI MUSUHAN, HINGGA SANDI & MEGA GK STUJU CLARA JDI KKASIHNYA DEVANO...
Sulaiman Efendy
JGN LGSUNG VONIS BENCI KE MMA LO AZA...
Sulaiman Efendy
ANAK SI ALFA,, YAA BEGITULAH, DLU BPAKNYA JUGA BGITU, UDH TAU AIRA KKASIH KENO, MSH JUGA INGIN DIREBUT... DAN GATALNYA SI AIRA JUGA MELADENI... UNTUNG CMA SKDAR DI PELUK2 & DIBELAI2, GK DICIUM ATAU SAMPE DIZINAHI, TPI YG KURANG AJAR, SAAT AIRA SDG HAMIL YG KE 4 BLN KLO TK SALAH, BERANI2 ALFA PELUK2 PINGGANG AIRA & DN MNGELUS ELUS PERUT HAMIL AIRA DI DEPAN KENO, DEPAN ISTRINYA, DPN RAKA MNTAN AIRA, DN JUGA DI ORTU AIRA ATAUPN ORTU KENO...
LUCUNYA KENO GK TEGAS, CMA BSA KESAL KYK ORG BODOH..
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA KSAMPAIAN JUGA MANDI MA ISTRINYA...
Sulaiman Efendy
NEXT,, JIKA ORANG MNDOA'AKAN KITA JAWABANNYA BUKAN "AMIN",, TETAPI AAMIINN. KLO AMIN DOANK, ITU ARTINYA TERPECAYA, DIPERCAYA, AMIN ITU GELAR BAGINDA RASULULLAH, MUHAMMAD AL AMIN.. YG ARTINYA MUHAMMAD YG SANGAT DIPERCAYA.. KLO AAMIINN : SEMOGA TERKABUL ATAU DIKABULKAN.. BUKA KAMUS BAHASA ARAB.. KRN SALAH MLAFADZKN NYA AKAN BERBEDA MAKNA YG SANGAT BESAR...
Sulaiman Efendy
PASTI ITU IBU KANDUNG AZA....
Sulaiman Efendy
KASIANNNN DEHHHH,, DLU PAPANYA SI ALFA HNY DI PHP SAMA MMA AIRA, SKRG ANAK ALFA SI TANIA, JG GK BSA BRSAMA AKSA,, DGN AIRA GK JDI KKASIH MAUPUN JDI BESAN...
TPI SANGAT BAGUS,, KLO JDI BESAN,, NNTI ENAK2 ALFA DEKAT LGI SAMA AIRA, KRN BESANAN JUGA BSA TERJALIN SKANDAL..
KYAK NOVEL SUAMIKU SAHABAT PACARKU, DN SEQUELNYE MY BROTHER, MY BELOVED, MY HUSBAND.. KRYA,OTHOR CINTYA..
Sulaiman Efendy
KLO LO UDH NIKAHI AZA, LO HRS TEGAS DN JGA SAMA TANIA, JGN SPRTI PAPA KENO LO YG GK JGA PRASAAN MAMA AIRA LO SAAT DGN ELLEN, SERTA KLAKUAN MMA AIRA LO SAMA ALFA PAPA NYA TANIA...
Sulaiman Efendy
DAN SI AKSA INI MIRIP MAMANYA YG SUKA BERI HARAPAN. DN TDK TEGAS SEPRTI KENO
Sulaiman Efendy
SIFATNYA SI TANIA INI PSTI MIRIP SI ALFA AYAHNYA..
Sulaiman Efendy
BISA PINGSAN AZA KLO TAU AKSA BOSNYA...
Sulaiman Efendy
DIMATA LO AZA GADIS CULUN, JUSTRU AZA GADIS ISTIMEWA DI MATA REVY...
DGN PNAMPILAN APA ADANYA, JUSTRU AKN AMAN AZA DRI PANDANGAN LAKI2...
Sulaiman Efendy
LO MENIKAHI GADIS YATIM PIATU SPRTI AZA, AKN MNDAPATKN PAHALA..
Sulaiman Efendy
SI AZA KYK TK PNY IMAN, ISLAM MELARANG MERATAPI KMATIAN SCARA BRLEBIHAN,, KULLUN NAFSIN DZA'IKATUL MAUT.. BHWA SETIAP YG BRNYAWA PSTI MNEMUI KMATIAN..
SPRTI APA KMATIAN KITA, ITU HNYLALH SEBAB..
KPN, DIMANA, KRN APA, PSTI SEMUA YG BRNYAWA AKN MATI.. ITU SUNATULLAH.. DN TAKDIR YG TELAH MNJADI KETETAPN ALLAH..
Sulaiman Efendy
WAHHH,, PERTANGGUNG JAWABAN YG ENAK TUU, AKU JG MAU KLO DISURUH TANGGUNG JAWAB SPRTI ITU..😁😁😁😁😁
Aqiyu
😢
Aqiyu
ibunya Aza
Aqiyu
Aksa terlalu slengekan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!