bertransmigrasi dan di asimgkan ke perbatasan negara.
Gu winjia tidak mau tapi terpaksa menerima.Ada keluarga yang jahat , juga takdir yang membuat dia Hamil di luar nikah.
bisakah Gu winjia menjalani hidup di dalam kisah novel berdarah anjing?
Gu winjia:oke,aku bisa karena ruang angkasa.
Kaisar :apa? gudang uang kosong???
Gu winjia : Rasain kau kaisar anjing.
Seseorang : Sayang,aku Ayah anak mu hehe.
Gu winjia : Oke, potong anunya biar jadi Kasim.
Seseorang :Ehh ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 A
Alhamdulillah lagi dari mawar jingga, eh mana Nona ciru? ditunggu tipsnya ya
****
Dalam kondisi yang kurang makanan, orang masih harus membagi nya lagi dengan yang lain.Siapa yang rela melakukan itu.Segera ide ini di bantah oleh Bibi Fang.Tidak apa apa jika ini dia tapi, jika ini menyangkut dengan kepentingan putrinya sendiri,maka ini tidak mungkin.
"Tidak, makanan itu bahkan tidak cukup untuk perut sendiri .Jadi kenapa harus diberikan lagi? Nyonya, Aku khawatir semua akan menolak"Tolak nya dengan tegas.
Murong Bai sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk bertarung saat ini, karena dia kelaparan dan juga keletihan. Tapi karena perkataan itu sudah menyinggung otoritasnya sebagai istri sah, dirinya tidak terima.
"bibi Fang, kau harus ingat statusmu di sini hanyalah seorang selir. Kau tidak punya hak untuk berbicara di sini. Dan sebagai ibu aku mengatakan pada semua . Kalian semua masih memiliki nama gu jadi itu adalah kewajiban kalian untuk menopang putra tertua"
"Tapi...ini sama saja dengan menyuruh kami mati,ini tidak adil!!" kata Gu lenglei , alias anak kelima.Dia merasa ini bukanlah mengenai semangkok bubur. Tapi semuanya terkesan intimidasi dan berat sebelah.
Bubur nya sudah setipis ini, jika ini juga di jatah.Bukan kah artinya,ibu Murong hanya meminta mereka untuk mati.
Bukankannya sadar tapi ini justru membuat Murong Bai tambah murka.Ada selir yang tidak menghormatinya ,dan sekarang putra selir juga sudah melewati batas.
Ini sangat tidak di benarkan
"keadilan macam apa yang kau mau, sadar diri dengan status mu, pikir kan apa pantas untuk Kalian kenyang sementara putra ku kelaparan?hah dia adalah harapan keluarga ini,suatu hari dia akan bangkit dan pada saat itu lah kalian mengerti jika apa yang kau berikan hari ini adalah benda yang tidak ada harga nya"tukas Murong Bai tanpa malu.
"Atau pun kalian sedang berpikir untuk melawan?apa kalian memiliki kemampuan untuk itu,hah ??"
Semuanya terdiam lagi dan arti mereka juga setuju dengan pendapat ini.
Hal ini membuat Murong bai semakin bangga diri.
Dia memang percaya jika sang putra lah yang akan mengangkat martabat mereka dan pada saat itu mereka pasti bisa kembali ke ibukota dengan kepala terangkat.
Segera Bibi Fang tidak bisa menjawab dan dia menundukkan kepalanya dengan lemah. Menjadi seorang selir adalah kesulitan yang tidak bisa ditanggung oleh semua orang.
Meski sudah mengabdikan diri bertahun-tahun bahkan sudah memberikan anak tapi dia masih akan direndahkan karena statusnya ini.
Kapan dia bisa menjadi diri sendiri.
"ibu, nenek..ini tidak benar ,kami juga lapar.Aku .. aku tidak cukup dengan itu nenek dan sekarang masih akan diserahkan. Apakah hidupku bukan apa-apa dibandingkan dengan kakak ke empat?" kata putra ke enam merengek dengan sedih.
Dia masih sepuluh tahun dan masih dalam tahap pertumbuhan.Dulu di mantion, Meskipun tidak begitu mengenyangkan tapi mereka masih bisa makan enak.
Tapi sekarang...
"Nenek...
"Nenek..
Satu persatu dari mereka berteriak kepada nenek tua itu memohon bantuan dan pencerahan. Tapi sayang sekali sang nenek sudah pun menutup Mata terhadap ketidakadilan ini.
Dengan begitu semuanya tidak bisa berkata apa. Pada saat nenek juga menunggu keputusan itu, saat ini mereka hanya bisa menunggu mati.
Gu winjia melihat saja ke arah mereka,sekarang jarak di antara mereka agak dekat. Karena itu pembicaraan singkat ini didengar langsung olehnya.
Gu winjia mencibir.
Menurut Murong bai, siapapun yang memiliki nama Gu wajib membahagiakan Putra yang sudah dilahirkan?
Apakah dia pikir semua orang itu bodoh.
"Hei Ada orang yang menganggap orang lain adalah anjing. hanya dia sendiri yang manusia.Ck apakah ini layak untuk hidup?"bisik Gu winjia dengan suara yang tidak kecil.
Murong Bai dan dua anak anaknya segera melotot.Gu winjia tidak takut jadi dia balas melotot ke arah mereka.
"Gu winjia,kau..kau berani??"pekik Murong Bai yang masih menjaga dirinya agar tidak berteriak.
Tapi sepertinya kesabaran Murong Bai sedang di uji.Hah mari kita lihat, sampai kapan dia bisa mempertahankan keanggunan dan kebanggaan dirinya ini.
Gu winjia memprovokasi lagi dengan berkata,"saat ini kita tidak lagi bisa mengatakan siapa nyonya dan siapa selir, siapa yang tinggi dan siapa yang rendah. kita semua sama-sama merasa lelah sama-sama merasa lapar. jadi apa bedanya? apa Ibu pikir kami ini anjing dan ibu adalah peri?"
Tak ...
meskipun murung bayi hanya bisa marah tapi kata-kata itu justru merasuk ke dalam hati anak-anak sendiri yang lain.
Gu winjia benar saat ini mereka tidak bisa dikatakan sebagai bangsawan. mungkin ada waktunya tuan muda dari keluargaku kembali ke ibukota dengan ketenaran.
Tapi masalah itu tidak bisa dijamin sama sekali. Bagaimana jika mereka selamanya tidak bisa kembali ke ibukota. Bagaimana jika sebelum tiba ke pengasingan mereka bahkan sudah tiada.
Jadi untuk apa mempertanyakan siapa tuan dan siapa pelayan?
Kami bukan hewan tapi kami adalah manusia.
"Ya kami juga perlu makan ,lalu kenapa jika aku lahir dari seorang selir?"
Segera semua orang mengajukan petisi dan mengatakan tidak setuju dengan keputusan murong Bai.
Tapi semuanya segera tutup mulut ketika nenek tua itu berdiri lagi dengan menggunakan oksigen dari paru-paru sehingga dia terlihat seperti sesak nafas.
"Diam kalian semua, apa kalian pikir jauh dari ibukota kalian bukan lagi menjadi bagian dari keluarga Gu?jika ibumu mengatakan begitu maka lakukan saja" mata nya berputar-putar tapi dia tau apa yang di katakan oleh menantu perempuan ini, adalah benar.
Gu furong adalah harapan keluarga ini.Karena ini , Gu furong adalah prioritas utama.Dan hal ini tidak akan pernah berubah sampai kapanpun meski mereka dipindahkan ke pengasingan.
"nenek!!"seru beberapa cucu serentak
"Apa? Apa kalian tidak puas dengan pengaturan ini? Saat ini keluarga Gu sedang turun. Tapi rong er, menanggung beban di pundaknya untuk terus memajukan keluarga. Dia akan sukses menjadi pejabat dan membawa keluarga kita kembali ke ibukota. Pada saat itu kalian semua akan kecipratan cahayanya dan berbahagia sampai akhir. Tapi untuk saat ini semuanya harus berkorban dan menyisihkan sedikit makanan. Apakah kalian berpikir itu sulit? Jika itu benar sulit maka keluarlah dari keluarga Gu "
Di dalam hati dia menyadari jika keputusan ini adalah salah. Tapi jika makanan yang diberikan bukanlah miliknya maka itu tidak apa-apa. Lagi pula anak-anak yang lahir di belakangan sudah terbiasa menyerahkan yang terbaik pada Putra yang lahir di awal.
Jadi sebenarnya tidak ada yang luar biasa dalam keputusan ini. Itu wajar sekali dan tidak perlu dipertanyakan.
Gu winjia mencibir tapi dia tidak berani bersuara sama sekali. Baginya itu hanyalah anekdot pengisi waktu.
Tapi tiba-tiba saja nenek yang tidak masuk akal itu menatapnya dan berkata dengan suara yang sedikit dikeraskan"Winjia, hal ini juga berlaku untuk mu"
"hah aku?aku ..hei apa hubungannya dengan aku? Dia tidak peduli hidup dan matiku tapi kenapa aku harus peduli dengan hidup dan matinya? Apa aku manusia tanpa otak?"
"Nenek, kupikir kau sudah terlalu tua sehingga otakmu sudah berkarat. jika tidak karena mereka ibu dan anak Bagaimana mungkin kita menderita di jalanan seperti sekarang .Dan nenek ... hahaha.. bangunlah dari tidurmu dan jangan bermimpi.Heh ingin kembali ke ibukota dengan dia sebagai Tuan? siapa yang akan nenek bodohi?"
Nenek tua Gu mengap mengap mendengar perkataannya yang begitu kurang ajar dan tidak terdengar sebagai seorang wanita bangsawan.
Nenek Gu selalu tidak menyukai kesombongan nya. Ibunya adalah gadis desa sehingga dia juga memiliki karakter keras yang sama. Selalu tidak berpendidikan dan sulit diatur. Lihat saja bagaimana cara dia berbicara yang bahkan tidak berpikir jika sebenarnya dia sedang berbicara kepada neneknya sendiri.
Sungguh kurang ajar.
"Kau....kau...berani nya kau!!"Nenek Gu ingin mengatakan beberapa patah lagi tapi pikirannya tidak bisa aktif. itu karena apa yang disebutkan oleh Gu winjia adalah sebuah kebenaran.
Alasan mereka di sini semua karena Murong Bai dan Nona kedua.
Melihat nenek Gu kalah dalam berdebat, Murong Bai segera berdiri dengan menunjuk kan jari nya ke hidung Gu winjia dengan wajah penuh emosi.
"Kenapa ini tidak ada hubungannya denganmu? Alasan kenapa kami dibawa ke perbatasan semuanya adalah gara-gara kau? Kami menderita juga gara-gara kau dan sudah kewajibanmu untuk menyumbang sedikit untuk melegakan beban ini. Tidak saja setengah tapi sebenarnya kau harus menyerahkan keseluruhan, mengerti?"Murong bai sudah lupa dengan anak tirinya ini.
Tapi sekarang dia mulai sadar dan membuatnya menjadi bulan-bulanan untuk melepaskan stres.
Kenapa hidup mereka menjadi begitu terpuruk, kenapa.
Lihat saja saat ini dia masih bersih seperti tidak menderita sama sekali. Selain dari kulitnya yang mulai kecoklatan, dia bahkan masih terlihat menumbuhkan daging.
Dibandingkan dengan Putri kesayangannya, Gu winjia seperti seorang Dewi.
Ini tidak adil, ini tidak adil sama sekali.
Bibi Fang yang tadi terdiam mengangkat kepala dan mulai menyadari kehadiran Nona pertama yang tidak pernah mereka ingat lagi.
Dia juga bersemangat dan mulai membuka mulut,"Ya ini semua terjadi gara-gara Nona pertama. Karena itu Nona pertama harus menderita lebih daripada kami, harus "
Jika dia lebih baik dalam bergaul, bagaimana mungkin ini terjadi.
Berbekalkan itu satu persatu dari anak-anak keluarga Gu bersuara dan menuduhnya dengan wanita Jalang yang tidak berlaku sepantasnya.
"Ya kakak tertua,ini salah mu, seandainya kau bisa lebih menjaga diri. Ayah juga mungkin masih bersama kita"
"Kakak tertua, seorang wanita terhormat tidak harus berkeliaran di luar. jika kau melakukan sesuai aturan Bagaimana mungkin segalanya bisa berubah menjadi seperti sekarang?"
Gu furong segera mengangkat hidungnya ke langit. Meskipun orang luar meremehkan dia dan menganggap dia tidak lebih daripada sampah tapi orang di rumah tidak boleh berpikiran seperti itu. Terlebih lagi dengan Kakak tertua yang jelas-jelas melakukan kesalahan yang membuat mereka terlempar ke penderitaan yang tidak berujung ini.
Gu winjia jelas bukan gadis pemberontak yang bisa melawan kata-kata orang lain. Tapi itu tidak menjamin jika dia bisa menahan omongan orang yang begitu pedas.
"Nenek , Apa kau juga berpikir begitu?"Tanya Gu winjia dengan dada sesak.Kau tahu , ini bukanlah emosi sebenarnya tapi emosi pemilik tubuh .
Dia sedih dengan tuduhan itu,dia adalah korban yang sesungguhnya.Tapi sekarang korban sedang di reduksi menjadi pesalah.
Betapa sedihnya dia
"Ya , sudah kukatakan jika wanita Desa akan selalu melahirkan anak dengan pemikiran pedesaan juga. apapun yang terjadi mereka tidak akan pernah menjadi seekor phonik kan Dan lihatlah apa yang terjadi sekarang!"kata nenek dengan pandangan jijiknya.
Namun sekilas ada sinar tidak nyaman di mata nya meskipun sesaat.
"Ok aku salah dan salah ku adalah tinggal satu atap dengan kalian semua.Aku di nodai ketika tidak sadarkan diri. Tapi aku berharap, kalian akan mengalami apa yang aku alami dengan mata terbuka.Ingatlah pada saat itu aku lah yang akan tertawa dengan keras"
"Ini juga berlaku untuk mu adik ke dua dan ketiga, kalian sama-sama seorang gadis. kita adalah sadari dengan ayah yang sama kuharapkan perilakunya sama seperti yang kamu dapatkan itu aku akan bertanya, Apakah itu enak?"
Kata kata itu membuat dia nona menjadi ketakutan. lebih lagi dengan anak-anak ketiga yang merasa sumpah itu ditujukan untuk dirinya.
Sebagai seorang gadis dengan darah yang sama, dia tidak membantu menenangkan saudari sendiri tapi malah menyalahkannya sedangkan di sini dirinya adalah korban.
Tidak,dia tidak mau merasa kan itu, tidak.
Selir Fang juga terkejut,dia paling tau derita seorang wanita.Tapi dia tidak berharap jika putri yang dia lahir kan mengalami hal yang sama seperti nona pertama.
Ini sangat mengerikan sekali
Mengingat ini,selir Fang dan yang lain langsung tutup mulut.Jangan sampai sumpah ini terjadi pada diri sendiri.
Tapi Murong Bai dan Gu xiohua terlihat percaya diri dan yakin jika sumpah ini adalah sampah sama seperti orang yang melontarkannya.
Gu winjia tidak peduli dengan pemikiran ibu dan anak.
Lagi pula setiap orang itu bisa berkembang dan tumbuh seperti lingkungan nya.Dan Gu winjia yang tidak ingin bertengkar ini, langsung tertawa yang sebenarnya menertawakan.
"Hahahaha... hahahaha...
"Kenapa kamu tertawa?" kata nenek tua itu dengan geram yang di tahan.
Dalam hati dia juga merasa cucu ini sangat malang tapi dia tidak bisa mengatakan ini .Dia sebagai orang yang dituakan, harus menjaga keseimbangan antara banyak pihak.
Dan pihak yang harus dia jaga masih keluarga inti yaitu Murong bai dan dua anak anaknya.
"Tidak aku hanya lucu saja dengan adegan pertengkaran kalian hanya gara-gara bubur?"
Tiba-tiba saja semuanya ingat asal mula pertengkaran ini. Ini sangat memalukan sekali dan tidak pernah terpikirkan. Keluarga menteri Gu yang bermartabat sebenarnya bertarung hanya untuk semangkuk bubur?
Untung saja tidak ada orang yang mengenal mereka dalam tim pengasingan kali ini.
"dan nenek ku sayang, sekali lagi aku ditekankan aku diperkosa oke. Bukan aku yang meminta dibius. Bukan aku yang meminta para laki-laki yang tidak dikenal itu datang? Bahkan bukan aku yang membuka pakaianku kan?Hah kalian semua adalah orang yang sudah belajar banyak tapi ke mana buku-buku yang sudah dibaca itu? Apakah ilmu pengetahuan itu dimakan oleh anjing?"
Mendengar sindiran itu Murong bai segera diam dan menutup mulutnya lagi. Begitu juga dengan yang lain.
Tiba-tiba semua mata mengarah kepada istri sah dari sang menteri. Juga Nona kedua yang mundur dan menyusutkan tubuhnya ke sudut seperti burung puyuh.
"Gu winjia,kau.. Kau hanya melampiaskannya pada orang yang salah. Jika bukan engkau menjadi jalan yang berkeliaran di luar sana tanpa mengenal waktu. Bagaimana mungkin kau bisa berakhir seperti ini? Gadis bangsawan seharusnya tetap di rumah tanpa perlu keluar. Mereka terkenal baik cantik dan lembut tapi kau.. Kau seperti seekor monyet di hutan yang meloncat kesana kemari ,tidak jelas. Sekarang semuanya sudah terjadi dan kau menyalahkan orang lain?"nenek Gu hanya bisa menyalahkan menantu perempuannya di dalam hati .Tapi untuk kestabilan keluarga dia masih harus meletakkan air kotor di atas kepala Nona pertama.
Murong bai memang sudah salah dalam hal ini tapi jika dia masih menyalahkan menantu perempuannya ini .Lalu siapa yang akan mengurusi keluarga ini nantinya.
Bibi Fang hanyalah selir rendahan. Dia bahkan tidak layak disebut untuk menggantikan posisi itu. Jadi menantu perempuan yang nakal ini masih harus dipertahankan sedikit lagi paling tidak sampai mereka tiba di perbatasan.
Jadi di sini dia hanya bisa Gu winjia untuk meredam amarah.
"Oh begitu kah? Jadi masih aku yang disalahkan dalam hal ini dan menantu perempuanmu adalah orang yang benar? Baik lain kali jika cucu perempuanmu yang lain mengalami hal yang sama jadi salahkan mereka juga oke"kata Gu winjia yang langsung angkat kaki dan berpindah tempat yang sedikit lebih jauh dari keluarga yang menyebalkan ini.
Percuma mengatakannya panjang lebar toh ini hanya buang-buang air liur.
"Gu winjia, apa maksudnya ?"amarah Murong bai segera meledak.
Apa yang dilakukannya pada gadis ini murni karena dia marah dan kesal. Tapi itu tidak berlaku untuk gadis-gadis yang lain termasuk dengan putrinya sendiri.
Ini .. ini tidak mungkin.