(MASA PEROMBAKAN, Mulai besok akan di reupload dari awal dengan alur yang sama namun mungkin agak berbeda. Maksud berbeda disini ialah di mana alur yang awalnya tidak diceritakan akan dicantumkan membuat alurnya tak terburu², thx^^)
Shou merupakan seorang siswa yang jenius di SMA yushinoe, dia dikenal oleh semua orang di sekolahnya. Karena kejeniusannya, dia selalu diperlakukan khusus oleh guru-guru nya. Namun hal itu membuat siswa-siswa lainnya iri dan kesal padanya, dia bahkan sering di jahili oleh siswa lainnya sampai-sampai dia tidak memiliki teman seorang pun.
Namun pada suatu hari sepulang sekolah, dia berpapasan dengan seorang laki-laki yang memakai jubah hitam, dia menawarkan kehidupan baru yang lebih menarik dan mungkin lebih baik dari kehidupan nya saat kini, Shou pun menerima tawarannya.
Tiba-tiba kepala nya pusing dan badannya terasa ringan, tubuhnya terasa terangkat dan dibawa ke suatu tempat.
Setelah dia bangun, kehidupan barunya sudah menanti di depan mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shukaku master, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH-19 Bermain
Shou dan yang lain tampak bersenang-senang bisa mengendarai sebuah kereta yang kecepatannya 20 kali lipat daripada dengan kuda. Shou merancang kereta kuda tersebut dengan mekanisme seperti mobil yang menggunakan tenaga listrik, dengan kekuatan petir Shou sebagai bahan bakarnya.
Shou, Ririn, dan Violet melewati banyak bukit dan hutan dengan kendaraan cepat tersebut, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah air terjun.
“Kereta ajaibmu ini sungguh menakjubkan, aku yakin bahkan keluarga kerajaan pun mengidamkannya.” puji Ririn, dia cukup berkeringat dengan perjalanan yang penuh adrenalin itu sebelumnya.
Begitu pula dengan Violet, dia langsung merendamkan kakinya di bawah sungai dekat air terjun.
“Segar sekali!” ungkapnya begitu lega, Violet kemudian membasuh mukanya dengan air.
Sudah lama aku ingin melakukan ini, kebetulan sekali!
Jebur!
Shou melompat ke dalam sungai, membuat pakaian Violet dan Ririn yang diam di pinggir sungai kebasahan.
Ririn sedikit kesal, dia melemparkan beberapa fire ball ke arah Shou.
Rambut Shou hampir saja gosong. Jik dia telat menyelam setengah detik saja, bola api yang menyambar ke arahnya itu sudah membakar seperempat dari rambutnya.
Violet juga ingin ikut bermain, dia menembakkan belasan peluru tanah ke arah Shou sambil tertawa kecil. Di saat Shou jantungan karena takut terkena lempengan tanah tajam itu, Violet kegirangan.
Kedua gadis itu semakin menjadi-jadi, hingga terpaksa Shou menyetrum mereka kedua dengan mengalirkan aliran listrik ke dalam air. Karena air merupakan penghantar listrik yang sangat baik, Violet dan Ririn benar-benar tersengat dan pingsan. Keduanya tenggelam ke bawah air, yang ternyata itu hanya siasat mereka untuk memancing Shou mendekat.
Shou yang sangat gelisah itu terkena jebakan Violet dan Ririn. Kedua kakinya terborgol dengan sihir tanah Violet, sementara itu dia harus merasakan air hangat yang lama kelamaan akan semakin panas dari Ririn.
Sepertinya aku terpaksa menggunakannya, daripada mati konyol.
Bluk bluk bluk bluk, “Shadow flash!”
Shou tiba-tiba muncul di belakang Ririn, dia menendang gadis itu hingga masuk ke dalam air. Sementara itu, Violet hanya bisa kebingungan karena dia yakin borgolnya tidak rusak sama sekali dan sudah diukur pas dengan kakinya Shou.
“Kamu kebingungan ‘kan?” tanya Shou.
Violet mengangguk.
“Kalau begitu lebih baik kamu ikut berenang dengan Ririn saja, daripada bingung sendirian.” ucap Shou, dia kemudian mendorong pelan Violet dan ikut masuk ke dalam air bersamanya.
Ririn dan Violet tak lagi mencari masalah dengan Shou, keduanya menikmati air segar dan bermain ciprat-cipratan air.
Shou merasa bebannya sedikit berkurang dengan melakukan kegiatan konyol seperti ini, yang awalnya dia pikir tidak akan pernah melakukannya. Akan tetapi hasrat mudanya menggerakan tubuh Shou dengan setengah sadar, hingga akhirnya Shou hanya bisa menikmati hasil dari tingkah konyolnya itu.
Ternyata benar saja kebahagiaan tidak hanya muncul dari harta yang bergelimang, hanya dengan saling mencipratkan air seperti ini saja sudah bisa dibilang bahagia.
Selesai bermain air, Shou menyelam mencari beberapa ikan untuk dipanggang. Jika di kehidupan lalunya menangkap ikan dengan tangan kosong adalah hal yang hampir mustahil, tapi berkat bantuan sihirnya dia bisa melemahkan ikan-ikan di sekitar dan menangkapnya dengan mudah.
Violet dan Ririn mengeringkan pakaiannya dengan bantuan sihir api Ririn, sehingga cepat kering dan mereka bisa memulai memanggang ikan bersama. Shou sungkan untuk meminta bantuan kepada Ririn untuk mengeringkan pakaiannya juga, jadi terpaksa dia harus menahan rasa dinginnya sampai angin semilir ini mengeringkannya.