NovelToon NovelToon
Gairah Liar Uncle Sam

Gairah Liar Uncle Sam

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Terlarang / Mafia / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:909.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puppy Bangtan

•••
Sam tidak pernah jatuh cinta dengan wanita manapun.
Hatinya mati dan beku.
Prinsipnya terlalu kokoh.
Bentengnya terlalu tinggi.
Ternyata cintanya hanya tertuju pada sang keponakan.
Gadis cantik yang memikat hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puppy Bangtan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19. Jadi Kapan?

Kini Sam duduk di samping brankar mamanya sembari menggenggam erat tangan Sarah.

"Pulanglah, kau istirahat lebih dulu dan kembali besok. Biar aku yang jaga mama," suruhnya pada Sam.

Sam hanya diam, menatap wajah mamanya yang begitu damai dan cantik saat ini.

"Aku ingin di sini," gumamnya membuat Hiro menarik kursi besi itu dan duduk berhadapan dengan Sam.

Hiro menatap Sam dengan segala pertanyaan dalam benaknya.

Ingin sekali rasanya Hiro bertanya banyak hal pada Sam tentang hubungannya dengan Shila.

Sayang, keadaan tidak mendukungnya.

Sam terlihat sedang tidak baik- baik saja saat ini.

Dengan pelan Sam melepas genggamannya pada tangan Sarah.

Lalu beranjak dari kursinya dan berjalan menuju balkon rumah sakit.

Tatapannya menjelajahi pemandangan kota Milan saat ini.

Pikirannya kini hanya tertuju pada Shila.

Sam merogoh sakunya dan melihat ponselnya.

Wanitaku.

Itulah nama kontak Shila dalam ponselnya.

Sam berdeham sekilas, membuka kancing kemejanya paling atas, lalu menelpon Shila.

Lama panggilan itu berdering, hingga terdengar suara serak dari seberang telepon.

"Halo," sapa Shila dengan suara seraknya membuat Sam tersenyum manis.

"Kamu sudah tidur?" tanyanya sembari menatap sepatunya dengan senyuman yang amat sangat manis saat ini.

Shila hanya berdeham, membuat Sam tersenyum.

"Bagaimana keadaan nenek? Apa sudah siuman?" tanya Shila yang malah menanyakan tentang keadaan Sarah.

Sam membasahi bibirnya, menatap langit malam, kini matanya berkaca- kaca.

"Mama belum sadarkan diri," jawabnya dengan suara berat.

Lama Shila diam hingga ia kembali buka suara.

"Apa paman baik- baik saja?" tanya Shila yang merasa jika suara Sam terdengar serak tak seperti biasa.

Sam tersenyum sembari menatap padatnya kota Milan kala malam hari.

"Tentu, selagi kamu tetap bersama dengan paman," jawabnya dengan manis.

Sam mendongakkan kepalanya, mencoba menahan cairan bening yang hampir jatuh dari kelopak matanya.

"Maaf paman tidak bisa membawamu kemari untuk saat ini, tolong tetap sehat dan baik- baik di sana sembari menunggu paman kembali," pesannya pada Shila sembari meremas kuat pagar pembatas balkon.

Shila hanya diam dan mendengarkan setiap kata dari mulut Sam.

"Tentu, paman sudah membuatku berbadan dua, siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini jika bukan paman," guraunya membuat Sam tertawa renyah.

"Bukankah para pria muda di desa antri untuk melamarmu?" goda Sam membuat Shila berdecak.

"Oh jadi paman akan diam saja jika ada pria yang melamarku? Baik, aku akan menikah dengan salah satu dari mereka yang paling kaya, jangan harap paman akan bisa melihat benih-benih yang tumbuh dalam perutku setelah itu atau aku akan membunuh paman," sungut nya dengan kesal pada Sam.

Sam yang mendengar hal itu tak bisa menahan tawanya.

"Apa ayah ibumu sudah tidur? Ucapanmu sangat frontal sekali sayang," godanya membuat Shila berdecak.

"Semua ini karena ajaran paman," bantahnya yang malah menyalahkan Sam.

Sam kembali tertawa dan menghembuskan napas leganya.

Hingga ia teringat akan sesuatu.

"Oh ya sayang, besok ada paket untukmu," beritahunya pada Shila dengan wajah yang terlihat sangat senang.

"Paket apa?" tanya Shila penasaran.

"Kamu akan tahu setelah besok paketnya datang," jawabnya membuat Shila mendesis.

Sam melihat jam tangannya, sudah pukul 11 malam.

Pasti di desa sana sudah sangat larut sekali saat ini.

"Paman tutup dulu ya teleponnya, sudah larut malam," pamitnya pada Shila.

"Ya. Paman istirahatlah dengan baik. Shila akan mendoakan agar nenek cepat siuman," ujarnya berdoa untuk Sarah.

Sam kembali tersenyum lalu mematikan teleponnya.

Bibirnya tak berhenti tersenyum kala melihat wallpaper ponselnya.

Wajah cantik Shila benar-benar begitu candu dan menyembuhkan segala rasa lelahnya saat ini.

Sam berbalik, terlihat Hiro bersandar di jendela dengan tangan yang bersedekap dan tatapan datarnya.

"Ada apa dengan tatapanmu?" tanya Sam sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku.

"Wah apa tuan Sam sedang kasmaran?" godanya membuat Sam tersenyum sekilas.

"Sepertinya aku tidak perlu memberitahumu. Kau pasti sudah mendengar semuanya," katanya yang terlihat santai tanpa merasa takut karena ketahuan oleh Hiro.

Hiro menghembuskan napas berat, tatapannya menelisik ke sekitar balkon.

"Kau sungguh yakin dengan pilihanmu?" tanpa merasa ragu Sam mengangguk dengan mantap.

"Aku bahkan sudah menghamilinya," beritahunya sekaligus dengan terus terang.

Hiro yang mendengar pengakuan Sam barusan, membuka mulutnya tak percaya.

"Bisa tolong dorong aku sekarang? Sepertinya aku sedang bermimpi," pintanya pada Sam.

Sam berdecak kala reaksi Hiro begitu berlebihan.

Hiro yang masih tak percaya, sontak membasuh mukanya di kamar mandi.

Tak lama ia kembali dengan wajah yang masih basah.

"Kau barusan bilang apa tadi? Kau menghamili Shila?" tanyanya memastikan jika ia sedang tidak bermimpi atau salah dengar.

Sam yang kesal dengan reaksi Hiro kini menautkan alisnya tanda jengkel.

"Aku sungguh akan mendorongmu dari sini jika kau kembali bertanya," kecamnya dengan kesal pada Hiro.

Hiro menemukan pipinya, mencubit lengannya lalu menatap Sam yang kini menatap dirinya dengan tatapan datar.

"Benar. Ini tidak mimpi," gumamnya membuat Sam mengalihkan tatapan nya dengan kesal.

"Tak apakah jika ku dorong dari sini? Mumpung tidak ada orang yang melihat," gumamnya sendiri yang kesal dengan Hiro.

Hiro sontak langsung mendekati Sam.

"Kau bercanda kan?" tanyanya lagi yang masih tak percaya.

Sam menatap Hiro, lalu menatap ke bawah sana.

"Ini lantai paling atas, jika kau jatuh dari sini, aku akan mendapatkan banyak uang dari orang-orang nantinya. Juga mendapatkan asuransi. Kau ingin ku dorong atau terjun sendiri? Mumpung aku butuh uang sekarang untuk mengembalikan saham Xavier, " tanyanya pada Hiro yang langsung mundur ke belakang menjauhi Sam.

Hiro memegang erat jendela di sampingnya dengan tatapan yang lekat pada Sam.

"Lalu apa kak Andre dan kak Maura tahu soal ini?" tanya Hiro dengan polosnya.

"Jika mereka tahu, aku tidak yakin akan sampai di Milan dengan selamat, mungkin mereka sudah menggantung ku kemarin," jawabnya dengan ketus di mana ia kesal dengan otak saudaranya tersebut.

"Ya kau benar. Bagaimana jika kuberi tahu saja mereka? Kita pasti akan mendapatkan banyak uang dari kematianmu nanti. Bahkan uang asuransi kematianmu mungkin lebih banyak dariku, dengan begitu kita bisa mengembalikan saham Xavier, bagaimana kau setuju?" guraunya pada Sam untuk mengalihkan rasa tak percayanya saat ini.

Sam berdecak kala mendengar hal itu.

Hiro mengusap wajahnya yang basah dan kembali bertanya.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya? Kau yakin dengan hubunganmu dan Shila? Tidak mungkin kau menikahinya kan? Bagaimana jika ku gantikan saja?" guraunya di akhir kalimat.

"Sebelum kau menggantikannya, aku akan menebas kepalamu," kecamnya dengan sungguhan.

Hiro memegangi lehernya dengan sedikit merinding.

"Aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi nanti. Aku hanya akan menikahinya sekalipun harus ditentang mama dan kakak," gumamnya yang begitu yakin tanpa memikirkan apa yang terjadi nantinya.

Hiro kini mulai serius.

"Aku tahu kau sangat mencintainya sejak ia kecil. Tapi apa tidak terpikirkan di benakmu, bagaimana tanggapan orang-orang pada keluarga kita? Kau tentu tahu jika ini salah bukan? Kenapa kau memilih jalan ini?" tanya Hiro dengan hati- hati.

Sam membuang napas berat, menatap tato pada punggung tangannya.

Gambar mahkota dengan ukuran S di dalamnya.

Di mana tato itu ia buat sejak lama.

"Aku tidak peduli dengan tanggapan orang lain. Aku akan menjalani kehidupanku sesuai dengan kehendakku," jawabnya dengan tenang dan yakin.

Hiro menghela napas berat, memasukkan kedua tangannya di saku dan kembali melontarkan pertanyaan pada Sam, "Kapan kau akan menikahinya?"

Sam berpikir sebentar hingga ia menjawab dengan penuh percaya diri, "Setelah mama siuman."

1
Diana Resnawati
makasih ya ka udh up lg🙏.ditunggu klanjutannya ya ka..😊
Diana Resnawati
udh lama ga update...akhirnya update jg.makasih thor🙏
Diana Resnawati: Aamiin🤲.sehat trs jg ya thor.biar bs berkarya trs.smangat thor💪
total 2 replies
ayu cantik
suka
Lina
Luar biasa
Virgo Girl
Ooo br 26 tahun toh... kupikir 30an gtu
Diana Resnawati
dasar nenek lampir😡
Diana Resnawati
salah famam lg😔
Diana Resnawati
apakah bnar ya sam yg membunuh orgtua shila?
Diana Resnawati
ayo sam hajar saja smith
M Holis
kok beda"visualya
Fitrianinaim_queen03
please deh /Facepalm/
Diana Resnawati
mampir thor
Misnawi Misnawi
udah tamat ya?????? blm Sean dan Aluna menikah kok udah tamat sihhhhh?????? 🤣🤣🤣🤣🤣
Yanto Abdl
seneng sih bisa bersatu cm sayang adegan romantis pas menikah g diceritan JD gereget kurang afdol endingnya
Made Armini
ceritanya menarik, mafia ternyata seperti itu. intrik2 terjadi dng mengorbankannkeluarga
Made Armini
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ita Listiana
jawaban yg jenius nicholas 🤣🤣🤣
V
Bapaknya Aluna kanyanya udah gk waras.
Anak Lo yg cinta sama sam tapi sam juga gk memberikan harapan palsu dia juga sudah menolak secara baik baik,tapi anak lo yg gk waras itu terlalu obsesi sama sam.

Baru Bapanya Aluna Balas dendam ke Sheyla udah gak waras otaknya kali.Aneh banget.Anaknya udh bodoh tambah bapaknya makin bodoh Lagi.
Jchum JMR
apa bisa menikahi keponakan sendiri???
Revan
nikah sama Sean aja sana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!