NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alzanabuq

( Tahap Revisi)

Apapun yang sudah ditakdirkan untuk datang dalam hidupmu, tidak akan pernah pergi sekeras apapun hatimu membenci.

Taani tidak pernah menyangka hatinya akan berlabuh pada laki-laki pendiam, kutu buku yang menyebalkan.

laki-laki Sederhana yang selalu dibanggakan oleh Ayahnya.
Karena bagi sang Ayah, tidak ada lagi laki-laki terbaik di seluruh negeri ini selain pilihannya.

Pernikahan yang harus Taani jalani dengan terpaksa. Tanpa ada cinta dihatinya.


Bagi Rizwan, Melihat Taani tersenyum di pagi hari, sudah cukup untuk membuatnya semangat pergi bekerja.

Kemanakah bahtera rumah tangga Rizwan akan berlabuh?
Akan kah semuanya kandas begitu saja?



Karena yang sudah tertulis untukmu, tidak akan pernah ditulis untuk orang lain.
......
selamat membaca 💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzanabuq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Itu

Setelah sarapan keduanya berangkat berboncengan, dengan posisi duduk Taani yang menjauh, di tambah dengan skat tas kecil di tengah-tengah mereka.

Sepeda motor Rizwan melaju dengan kecepatan sedang, tidak ada percakapan dari keduanya.

Jarak dari rumah Rizwan menuju panti bisa ditempuh kurang lebih dua puluh menit.

“Apa saya perlu masuk, An?” mengambil helm yang diserahkan Taani.

Saat keduanya sudah tiba di depan rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas.

“Ah, nggak apa apa. Kak Rizwan langsung ke kantor aja, takut telat." Taani

membetulkan poni yang sedikit berantakan.

Rizwan mengangguk, kemudian menatap bangunan sederhana berwarna putih yang hampir usang di makan usia namun tetap rapih terawat di hadapannya.

Tempat terbaik yang menampungnya selama ini.

Tempat yang mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya, rumah yang akan

selalu dirindukannya.

Juga rumah yang menyimpan banyak kenangan hidupnya.

Tentang hati.

Dirinya dan sahabatnya Dika.

Pak Danar, pria paruh baya yang saat ini menjadi mertuanya.

Dan juga

Taani, tentang wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya, tempat ini menjadi saksi bisu betapa hebatnya

perasaan Rizwan kepada gadis cantik berponi yang selalu berkunjung di akhir

pekan itu.

Rizwan hanya berani melihatnya di balik jendela kamar, tersenyum ketika

wajah yang di pandangi nya tertawa ceria, bercanda bersama anak anak panti yang

lain.

Hatinya terasa sakit ketika sore hari dimana taani harus pulang, lantas seperti kesetanan pria itu akan berlari keluar kamar berdiri di pintu gerbang ini, menatap mobil yang

Bergerak meninggalkannya, melambaikan tangan seolah wanita yang di dalam mobil itu dapat melihatnya, duduk

termenung menatap senja di ufuk barat.

Ia harus bersabar menunggu hingga akhir pekan tiba untuk kembali melihat

wajah gadis cantiknya.

Saat itu usianya delapan belas, Rizwan belum terlalu peduli dengan perasaan yang terus berkecamuk di hatinya.

Hingga kejadian yang membuat wanita yang biasanya tertawa renyah itu menangis meraung karena kesakitan di dalam hati, membuatnya marah tidak terima ada orang lain yang berani menyakiti gadis cantik berponi itu.

Rizwan akan selalu berusaha membuatnya tersenyum bahagia.

“Ibu akan senang kamu kembali, An.”

Taani tersenyum, matanya menatap burung burung yang bertengger di

pepohonan, senyuman masih melekat di wajahnya.

Menghirup udara di pagi ini yang masih bersih dari polusi kendaraan.

Taani rindu tempat ini.

“Berangkat dulu, An.” menganggukkan kepala, kemudian melajukan sepeda

motornya. Meninggalkan Taani yang masih menatapnya di depan gerbang panti.

Taani membuka pintu gerbang besi berwarna Abu itu, menutupnya

perlahan, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru panti.

Masih sama.

Tempat ini masih sama seperti dulu, tempat favoritnya berkunjung ketika

akhir pekan.

Suara riuh anak anak sudah terdengar dari dalam rumah, ketika Taani berdiri di depan

pintu.

Mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kayu berwarna hitam.

“Permisi.” Kembali mengetuk pintu

“Iya, tunggu sebentar!” Terdengar sahutan dari dalam.

“Taani!” Suara wanita paruh baya setelah beberapa detik diam terpaku menatap perempuan yang berkunjung pagi ini.

“Selamat pagi Bu.” Taani menganggukkan kepalanya sopan.

“Ibu apa kabar?” Meraih tangan Wanita di hadapannya untuk diciumnya dengan khidmat.

“Ya Tuhan, Nak.” Menarik tubuh Taani ke dalam pelukannya, mengusap punggung gadis yang sudah seperti anaknya sendiri.

“Sudah lama sekali, Nak." Air mata sudah mengalir di pipi yang mulai

terlihat keriput itu

“Ibu baik, sangat baik.” Mengurai pelukannya, menatap wajah Taani lekat.

Gadis yang selalu dirindukannya, sampai hari ini pun setiap akhir pekan

wanita paruh baya itu tetap menunggu berharap akan datang anak perempuan cantiknya.

“Kamu apa kabar?" Mengelap air mata di wajahnya

“Aku baik. Bu.” Tersenyum hangat, mengangkat tangannya untuk membantu

mengelap air mata wanita yang sudah lama sekali di rindukannya. Merasa berdosa

karena telah membuat Ibu berhati hangat ini menangis karena merindukannya.

“Ayo masuk.” Membuka pintu lebar lebar.

“Kamu duduk dulu ya, sebentar Ibu ambilkan minum.”

Berjalan meninggalkan Taani di ruang tengah. Hanya beberapa saat kemudian kembali dengan membawa segelas air putih di atas nampan.

Duduk mendekati Taani, kembali memeluk wanita yang dirindukan nya.

Mengalir obrolan obrolan santai mengalirkan segala kerinduan yang selama

ini terbendung.

Wajahnya berbinar saat Taani mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke panti ini. Mengusap air mata bahagia yang kembali

mengalir, tersenyum sumringah.

Dengan sigap, menarik tangan Taani menuju ruangan yang sudah dipersiapkan

sebelumya,

Ruangan yang cukup luas, lengkap dengan peralatan melukis sudah tersedia kanvas, cat air

kuas, juga kursi-kursi yang berjejer rapih sepertinya ruangan ini baru saja di

bangun, karena dulu ketika Taani sering berkunjung dia tidak pernah melihat

tempat ini sebelumnya.

“Mereka akan senang mempunyai Guru secantik kamu,” mengusap pipi Taani.

“Sebentar Ibu panggilkan mereka dulu.”

Beberapa menit Taani menunggu di ruangan, Penjaga panti masuk di ikuti anak

anak yang terlihat menggemaskan, beraliran, berebut kursi untuk duduk.

“Semoga berhasil.” Menepuk pundak Taani, kemudian menutup pintu

meninggalkan ruangan itu.

Taani mengedarkan pandangannya, ada sepuluh orang anak yang hadir hari

ini, tersenyum menatap satu persatu wajah wajah yang terasa menyejukan di hatinya.

Masih terdengar suara riuh celotehan, bercanda mengambil benda benda yang baru pertama kali di lihatnya. Tertawa cekikian.

Taani berdehem.

“Selamat pagi semuanya.” Sapaan Taani yang membuat ruangan hening

seketika.

Kemudian mengalir perkenalan awal, anak anak memperhatikan wajah ibu Guru

barunya dengan antusias, menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Taani dengan kompak.

Hanya ada satu wajah yang menatapnya dengan tatapan

kesal, mengetuk ngetuk meja di depannya, bibirnya mengerucut tanda ia tidak suka

dengan wanita yang sedang berdiri di hadapannya ini.

Ada apa dengan anak itu?

Bersambung..

1
agus ali
Kecewa
agus ali
Buruk
Tathya Aqila
seperti film sharukan ya gak si 😁
Rini Haryati
mksh
Rini Haryati
ceritanya bagus banget
sukses
semangat
Venny
menarik
vi
ceritanya bagus Thor, no hard conflict. aq suka
Lovely Shihab
Ngapain mempertahankan perempuan egois. Cantik saja tidak cukup nona, diluar sana bertimbun2 perempuan yg lebih cantik, lebih pintar, lebih baik, berkarier dan yang utama perempuan yg bisa menghormati suami. Perempuan kayak kamu, bagusnya dimasukin tong sampah. Kasihan Rizwan..cinta dengan perempuan yg tidak bisa apa2. cuma modal cantik doang
DEva Vis
kenapa ga terusin cerita Tania SMA rizdwan KA seruuu bgttttttt
Lilis Yuanita
lnjut k buru lupa
Daru Widyanto
mantap cerita'y seruuuuu
Daru Widyanto
dalam kehidupan itu masalah pasti datang silih berganti tinggal kita cari solusinya agar lebih dewasa dalam menyikapi'y
Daru Widyanto
hebat author cerita'y bikin penasaran aja
Daru Widyanto
alur cerita'y mirip dengan kisah hidupku,di jodohkan seiring berjalan'y waktu,dari acuh karena perhatian dan kesabaran istriku aq menerima dia dan endingnya bahagia sampai sekarang
Daru Widyanto
cerita yg inspiratif
ceava
yuhuu semngt di tunggu
Nadia Laili
sy termasuk ibu beruntung,bisa merasakan melahirkan Caesar dengan rasa sakit Krn Sdh bukaan 9 tapi si abangi gak mau turun,dan merasakan sakitnya full melahirkan normal buat si adek
Nadia Laili
senang bisa membaca karya yg nampak real di tengah karya yg selalu tokoh nya orang kaya se...se...nomer satu tapi nampak halu,, semangat thor
Nadia Laili
padahal bagus Lo cerita nya alurnya jelas gak bertele-tele,tata bahasa nya pun menunjukkan author nya gak alay, sayang like kok sedikit ya
Andi Sam Sam
Adakahhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!