deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; Diam
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran
Pagi hari nya setelah mereka melaksanakan sholat subuh.
Kiran turun ke bawah untuk membantu ibu mertua nya memasak.
"Assalamualaikum ibu.. Selamat pagi" sapa kiran
"Waalaikumsalam sayang.." ucap ibu arya
"Bu, biar kiran saja yang masak.. Ibu istirahat saja.." ucap kiran yang hendak mengambil alih memasak
"Tapi, tangan kamu-
"Nggak apa apa ko bu, tangan kiran sudah baik baik saja.. Lagian bi santi juga bisa membantu kiran mengangkat yang berat berat" ucap kiran
"Baiklah kalau begitu. Ibu ke taman dulu.. " ucap ibu arya yang langsung di hentikan oleh kiran.
"Bu, maaf mau kiran buatkan teh?" tawar kiran
"Boleh, terimakasih kiran" ucap ibu arya lalu pergi dengan Meninggalkan dapur.
Setelah kiran mengantar kan teh untuk ibu mertua nya, kiran kembali ke dapur untuk memasak.
"Non? Nona jangan melamun nanti jari nona bisa teriris " ucap bi santi
Tapi tiba tiba..
"Auch.. " pekik kiran karena jari nya benar benar teriris
"Nah kan. Non, belum juga omongan saya telan.. Sudah teriris kan.. Tunggu di sini, saya akan ambil kan kotak obat" ucap bi santi lalu pergi mengambil kotak obat.
"Maaf non, kemari kan jari nona.. Biar saya obati" ucap bi santi.
"Apa nona sedang ada masalah?" tanya bi santi sembari meniup luka kiran.
"Tidak, kalau boleh tau.. Nimas itu umurnya berapa?" tanya kiran
"Oh Nimas, dia masih berumur 20 tahun. Tapi, dia tidak lulus SMA karena sering terkena masalah.. " ucap bi santi
"Kenapa memang nya?" tanya kiran
"Ya, begitulah.. Dia sering kabur kaburan " ucap bi santi terkekeh kecil
"Dan nona tau, Nimas dulu sangat mencintai den arya.. Dia menolak semua lelaki manapun hanya karena dia mencintai den arya" ucap bi santi
"Auch.." pekik kiran karena bi santi menempelkan plester di jari kiran.
"Maafkan saya nona.." ucap bi santi
"Tidak apa apa bi, oh ya bi.. Biasa nya makanan kesukaan ibu apa ya?" tanya kiran
"Nyonya paling suka, soup ikan mas non.." ucap santi
••••
Setelah kiran dan santi berperang dengan alat dapur kini akhirnya masakan buatan kiran sudah matang.
"Bi santi, tolong cicipi ini. Apakah ada yang kurang?" ucap kiran menyodorkan sendoknya kepada santi.
Lalu dengan senang hati santi mencicipi masakan kiran tersebut.
"Wah.. Ini enak sekali non. Nyonya pasti suka.." ucap santi memuji masakan kiran
"Alhamdulillah kalau begitu, saya minta tolong siapin makanan nya di meja makan ya.. Saya mau pangil ibu dulu" ucap kiran dan segera pergi ke taman.
"Bu, maaf mari kita makan bersama.." ucap kiran
"Tunggu sebentar, ibu akan menyiram tanaman dulu.." ucap ibu arya yang hendak mengambil selang air
"Bu, biar kiran saja yang menyiram nya. Lebih baik ibu sekarang sarapan dulu.. Kiran akan pangil mas arya untuk turun dan menemani ibu makan" ucap kiran yang hendak pergi
"Kiran, tidak perlu. Ibu bersyukur punya menantu baik seperti mu.. Ayo kita sarapan bersama, biar nanti tanamnan nya santi yang siram" ucap ibu arya lalu mengandeng tangan kiran
"Bu kiran pangil mas arya dulu sebentar " ucap kiran tapi, tiba tiba arya sudah tiba di tangga.
"Itu arya sudah turun, ayo ibu sudah lapar" ucap ibu arya karena mencium aroma masakan kiran yang benar benar membuat cacing di perut nya demo.
Di meja makan.
"Ini semua kamu yang masak?" tanya ibu arya
"Eh tidak bu, kiran di bantu oleh bi santi" ucap kiran
"Tidak nyonya, nona kiran memasak ini semua, santi hanya membantu mencarikan bumbu yang akan di pakai oleh nona saja" ucap santi membuat ibu arya tersenyum bangga pada nya.
"Silahkan bu di cicipi" ucap kiran
Lalu ibu mengambil sesedok sup untuk ia cicipi. Mata nya terbelalak dan berbinar cerah. Dia tidak menyangka masakan kiran sungguh sangat enak.
"Subahannallah, masakan mu sangat enak" ucap ibu memuji kiran
"Terimakasih bu. Tapi kiran masih harus banyak belajar lagi dari bi santi" ucap kiran
"Ayo arya segera makan.." ucap ibu meminta arya agar segera makan. Karena sejak tadi arya selalu menatap kiran tanpa berkedip.
...
Setelah selesai makan kiran hendak ke taman untuk mengambil gelas kotor bekas ibu mertua nya tadi.
Tapi, ketika sampai di ruang tamu. Kiran mendengar ibu sedang meminta pendapat kepada arya. Yang juga tengah duduk di samping ibu nya itu.
"Bagaimana kamu setuju?" tanya ibu
"Bu, sampai kapan pun aku tidak akan menduakan dek kiran.." ucap arya sedikit penekanan.
"Tapi, ibu tidak enak jika harus menolak bu widya.. Karena selama ini bu widya sangat baik sama ibu" ucap ibu meyakin kan arya
"Bu! Ini terakhir kali ny aku mengatakan ini! Aku tidak akan menikah dengan Nimas sampai kapan pun! Aku hanya mencintai dek kiran saja! " ucap arya kesal lalu pergi meninggalkan ibu nya sendirian di ruang tamu.
"Ya allah, Kenapa aku harus berada di Tenga tengah ini semua?" gumam kiran
....
Malam hari nya.
Di kamar kiran tampak diam di atas kasur sembari mengosongkan pikiran nya.
Arya sedikit heran karena selama seharian kiran tidak berbicara sedikit pun kepada arya.
"Dek bicaralah.. Ada apa dek? Kenapa selama seharian ini adek mendiam kan mas? Apa mas membuat kesalahan?" tanya arya khawatir
"Maaf mas, adek mengantuk.. Adek mau tidur dulu" ucap kiran lalu merebahkan tubuhnya
"Dek mas mohon jangan seperti ini, atau adek sakit?" tanya arya dengan halus sembari tangan nya mengelus pundak kiran
"Nggak mas, adek baik baik saja.." ucap kiran lalu berpura pura menutup mata nya.
••••
1 pekan sudah.. Kini kiran dan arya sudah kembali ke rumah,
Dan dalam 1 pekan itu pula. Kiran menjadi sangat dingin kepada arya..
Di sekolah..
"Assalamualaikum kiran" sapa ranti
"Waalaikumsalam ran" ucap kiran
"Bagaimana liburan mu? Apa menyenangkan?" tanya ranti kepo
"Alhamdulillah,"
"Apa kamu sudah melakukan kewajiban mu??" tanya ranti kepo
"Ih,.. Apa apaan sih ran.. " ucap kiran malu sehingga membuat kedua pipi nya merona.
"Ran, jika aku hamil.. Aku nggak akan sekolah lagi. Tapi aku akan homeschooling" ucap kiran kepada ranti
"Hah apa..?! " pekik ranti terkejut.
"Kamu ngak salah ngomong kan?! Kamu yang benar saja.. Nggak! Aku ngak akan izinin kamu homeschooling! Kamu harus capai cita cita kamu sebagai lulusan sarjana" ucap ranti mengingatkan cita cita kiran
"Iya ran, tapi aku sudah menikah.. Aku harus menunaikan kewajiban ku sebagai seorang ibu" ucap kiran
"Tapi, ish kiran.. Dengarkan aku.. Aku akan izinin kamu punya anak.. Tapi, setelah kita selesaikan sekolah kita.. Kamu paham" ucap ranti menegaskan kepada kiran
"Lalu, bagaimana jika sudah ada benih mas arya di rahim ku?" tanya kiran
"Kau sudah melakukan nya berapa kali?" tanya ranti
"Mana aku tau.." ucap kiran kesal
"Sangking sering nya sampai kamu sendiri lupa.. Astaga, ini belum terlambat.. Nanti kita ke apotek, kita beli pil KB biar kamu nggak hamil" ucap ranti kesal pula
"Nggak ran, kali ini aku akan ikuti kata hati ku sendiri.. Aku akan tetap mempertahan kan pendirian ku.." ucap kiran lalu pergi meninggalkan ranti
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois