Jika aku bisa aku bisa memilih aku lebih baik hidup sederhana bersama suami dan kedua anakku.Setelah usaha yang kami jalani begitu sukses ternyata rumah tanggaku malah di uji dengan berbagai masalah bahkan aku tidak pernah menyangka suami yang begitu mencintaiku selama ini tega ingin menyingkirkan ku demi selingkuhannya.
Ikuti kisah cerita ini jangan lupa dukung dan subscribe dan tinggalkan jejak makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 ~ Mengambil keputusan ~
Naura sudah menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini,tidak lupa dia menyembunyikan tiga dus krim yang sudah dia racik,setelah dia pikirkan secara matang dia memutuskan untuk korupsi sebagian dari yang dia kerjakan hari ini.
"Sepertinya ini keputusan terbaik untukku,kalau tidak begini mungkin saja selamanya hidupku begini saja." Ucapnya lalu mulai mengangkat satu persatu karton yang sudah berisi penuh krim yang akan dia pasarkan secara pribadi.
Setelah semua dia masukkan ke dalam mobilnya Naura mengunci ruangannya lalu kembali ke dalam mobil lalu menghubungi distributor yang sebelumnya sudah dia hubungi.
" Bu...Ini barang pesanan ibu,semoga lancar ya Bu dan pembayarannya bisa melalui rekening pribadi saya." Ucapnya lalu menyerahkan rekeningnya yang memang khusus untuknya tapi jarang sekali ada isi karena setiap bulan gajian pemberian dari suaminya hannya cukup untuk uang bensin jajan anak dan kebutuhan lainnya yang tidak di penuhi oleh suaminya yang semakin terlihat serakahnya.
Setelah klien barunya mengirim pembayarannya Naura segera meninggalkan tempat itu,dia sangat menyesali kepolosannya selama ini hingga dia tidak punya tabungan sama sekali bahkan untuk membantu keluarganya di kampung saja dia tidak mampu.
"Kalau sebuah kejujuran tidak di hargai maka jangan salahkan menghalalkan sebuah kebohongan untuk mencapai keinginan." Ucap Naura dalam hati.Naura menepikan mobilnya lalu membuka ponselnya lalu memeriksa saldonya melalu M-banking nya,dia tersenyum puas saat melihat jumlah tabungannya saat kliennya sudah mengirim pembayarannya ke rekeningnya.
" Dengan begini aku sudah bisa membantu keluargaku dan juga merawat diri ku toh anak-anakku sudah besar." Ucapnya lagi lalu menutup ponselnya dan mulai meninggalkan tempat itu.
Masih jelas diingatkannya kata-kata suaminya beberapa tahun silam saat mereka belum kaya seperti sekarang ini melarang dirinya untuk memakai krim buatannya agar mereka cepat mengumpulkan uang.
"Sudahlah sayang,kamu tidak usah pakai krim itu,memangnya kamu cantik mau kemana,kalau sudah menikah tidak perlu cantik,bagaimana pun rupa dan bentuk badanmu aku tetap mencintaimu dan menerima kamu apa adanya." Ucap Vito kala itu dan nyatanya sekarang kata-kata itu tidak dipercayainya lagi.
Tidak lama kemudian Naura sampai di depan rumahnya,dia membunyikan klakson mobilnya dan Marni sang pelayan membuka garasi dengan cepat.Saat melihat mobil Melisa masih terparkir di halaman rumahnya,Naura mengerutkan keningnya dia semakin merasa aneh dengan sikap wanita itu.
"Bi...Wanita itu belum pergi?" Tanya Naura dengan wajah masih penuh tanda tanya.
"Belum bu."Jawab Marni singkat dia tidak berani menceritakan kejadian tadi pagi yang dilihatnya padahal sebenarnya ingin sekali dia cerita tapi dia takut mendapat masalah.
Naura menghela napas panjang,rasanya dia semakin percaya kalau ada sesuatu tentang wanita itu sementara Antoni pria suruhannya belum mendapat apa pun.
Saat memasuki rumahnya,dia sudah melihat wanita itu bersama suami dan keluarganya duduk di ruang tamu sambil menikmati teh.Wanita itu memakai pakaian tidur dia tidak terlihat lagi seperti tamu tapi dia persis seperti pemilik rumah.
Naura sudah tidak tahan lagi,dia berdiri jauh dari mereka sambil memandangi wajah suaminya yang dipenuhi senyuman bahagia di bibirnya.
"Ada apa dengan mas Vito,aku yakin mereka pasti menyimpan rahasia." Ucapnya dalam hati lalu dia berjalan mendekati mereka semua.
" Mas...Apa sekarang rumah ini kamu jadikan sebagai penampungan orang asing,apa kita harus menanggung makan orang asing di rumah ini?" Naura berdiri di belakang Vito yang sejak tadi terlihat senyuman di wajahnya.
"Kamu sudah pulang? duduklah dulu kamu pasti lelah aku akan suruh Marni membuatkan teh untukmu!!" Ucap Vito.
"Tidak perlu!! yang aku tanya apa rumah ini sekarang kamu jadikan untuk tempat menampung orang asing?"
" Jaga bicara mu Naura,dia bukan orang asing,dia Melisa anak dari sahabatku,dan mulai hari ini aku menyuruhnya tinggal di rumah ini karena dia takut tinggal di rumahnya sendirian." Jawab Sarah dengan nada sinis dan tidak punya perasaan.
Naura sudah tidak tahan lagi melihat mertuanya yang semakin keterlaluan,Naura tiba-tiba membanting kunci mobilnya ke atas meja hingga mereka semua kaget mendengar itu.
" Ibu...Lama-lama ibu semakin keterlaluan ya,tadi malam ibu sudah janji kalau ibu bakal kembali ke rumah ibu,terus kenapa sampai sekarang ibu masih disini,kalau memang ibu begitu sayang dengan wanita bawa dia dari rumah ini,mas!! kalau kamu memang ingin rumah tangga kita ini bisa tetap jalan silahkan usir wanita ini dan besok pagi aku tidak ingin melihatnya di rumah ini lagi." Ucap Naura penuh emosi lalu dia meninggalkan mereka yang tidak berkutik sama sekali.
Naura membuka pintu kamarnya,lalu dia segera ke kamar mandi lalu duduk di toilet sembari menenangkan perasaanya,dia tidak ingin kedua anaknya tau kalau dia baru saja ribut dengan suami dan mertuanya.
Melisa menahan rasa kesal di dalam hatinya,tapi dia tidak bisa berbuat sesuatu saat ini apalagi sekarang dia sudah tau kalau Naura berperan penting dalam usaha kekasihnya.
" Sayang,lebih baik seorang aku kembali ke rumah,aku jadi tidak enak sama Tante hannya karena membela aku Tante dan mbak Naura Setiap hari ribut,bahkan mbak Naura tega mengusir Tante dari rumah anaknya sendiri." Ucap Melisa sedikit memanasi Sarah.
" Anggap saja orang gila,ini semua gara-gara mas Vito yang selalu membelanya bahkan dia tidak marah saat Naura mengusir kami dari rumah ini dasar lemah....Padahal seharusnya mas kamu harus lebih sayang sama keluarga mu sendiri dari pada wanita itu,karena dia hannya orang lain yang kebetulan kamu nikahi." Timpal Lisa yang juga sudah emosi.
" Tunggu saja saatnya,aku akan menendangnya dari rumah ini dan membiarkan dia jadi gelandangan di luar sana." Jawab Vito dengan wajah penuh dendam dan amarah yang sudah ditahannya.
Tidak lama kemudian Vito mengantar Melisa kembali ke rumahnya,karena tidak mungkin baginya untuk menahan Melisa di sana karena dia tidak mau Naura semakin nekat.
" Mas kamu tidak ada niat untuk mencari tau rahasia krim itu,kalau begini terus lama-lama Naura akan semakin besar kepala?" Tanya Melisa saat mereka sedang di dalam mobil menuju rumahnya.
" Aku sudah melakukan banyak cara,kalau pun aku tau cara membuat krim itu,di media sosial selama ini Naura yang mempromosikan dan aku tidak tau sandi dan email dari blog nya." Jawab Vito dengan nada frustasi.
" Dia memang hebat,aku salut sama kepintarannya,itu artinya dia begitu menciantai mu hingga tidak mau mengajari mu,dan inilah cara dia menahan mu tetap menjadi suaminya!!" Ucap Melisa dengan nada menekan.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
udah tau suaminya pake uang gak jelas juga bukan di ambil tabungan nya atau di umpetin msh jaa di biarin..
masak gak peka suami selingkuh 😡