NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cintapertama
Popularitas:80.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rini IR

"Selamanya masa lalu adalah pemenang, siapapun pengisi hati hari ini, akan kalah dengan masa lalu yang datang kembali."

Untuk Sheila, itu tidak berlaku, karna masa lalu yang dicintai suaminya setengah mati itu sudah tiada hampir sepuluh tahun yang lalu karna jatuh ke jurang.

Karna itu, suaminya hanya bisa mencintai dirinya yang masih hidup di dunia ini.

Lantas, bagaimana jika masa lalu yang dikatakan telah meninggal dunia, datang kembali seperti keajaiban dengan anak perempuan berusia sepuluh tahun?

Lantas, apakah benar masa lalu akan tetap menjadi pemenang setelah kembali?

Apakah Sheila hanya menjadi istri pengganti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya pulang!

...************...

Pukul sembilan malam, Shei berada di ruang tamu rumahnya, duduk dengan membaca buku-buku, sambil menunggu kepulangan Arthur.

Shei sedang berpikir, bisnis apa yang akan dia jalankan sekarang. Shei tidak tau, keahliannya hanya memecahkan misteri, karna sejak dulu dia hanya bekerja sebagai seorang detektif rahasia, dan semenjak menikah dia menghentikan pekerjaannya itu.

Shei sudah memeriksa berbagai macam peluang bisnis yang ada, mulai dari parfum, makanan, hotel, hingga butik. Tapi dia tidak merasa akan berjalan baik, hingga dia sedikit ragu.

Ditengah kesibukannya, bel rumahnya berbunyi. Karna para pelayan sudah pulang, Shei yang bangkit untuk membuka sendiri pintunya.

Saat dibuka, perasaan Shei jadi senang. Kepalanya yang pusing akibat memikirkan bisnis kembali tenang ketika matanya menangkap sosok kecil yang sudah berdiri di depannya dengan membawa tas punggung kesayangannya.

"Selamat datang anak kesayangan mama!" Shei agak menunduk, dia memeluk Arthur yang sudah ada di depannya, ia mencium pipi kanan dan kiri, diakhiri dengan kecupan di kening sang anak.

"Akhirnya kamu pulang juga! Mama tungguin kamuu, kangen bangett sama anak mama yang cerdas ini!"

Shei hampir menangis, matanya memancarkan jelas betapa ia merindukan sang anak, walau sang anak sendiri hanya pergi satu hari satu malam saja.

"Saya udah anter tuan muda, kalau begitu saya permisi Bu." Ucap Sopir yang sejak tadi ada di belakang Arthur.

Shei mengangguk, dan sopir itu pergi.

Perempuan itu baru sadar kalau Arthur pulang kemari sendirian, hanya bertemankan sopir tanpa Haren, Kayna ataupun Ayren yang menemaninya.

Shei mengernyit sebentar, lalu ia ingat keributan yang terjadi kemarin sore saat Haren menjemput Arthur bersama Kayna dan juga Ayren, terjadi keributan yang lumayan mengganggu. Sheila pikir, Haren dan Kayna tidak ikut mengantar Arthur pulang karna tidak ingin terjadi keributan lagi di rumah ini, apalagi ini sudah malam.

"Ayo masuk Nak." Sheila membimbing Arthur secara perlahan.

Arthur mengingat lagi, perasaan leganya saat dia berdiri di depan pintu rumahnya, perasaannya yang menenangkan ketika melihat sang mama sendiri yang membuka pintu itu, perasaan bahagia ketika sang mama dengan antusias dan tulus memeluknya penuh kerinduan.

Arthur merasa tenang dan juga lega ketika dia melihat sang mama saat pertama kali setelah satu hari penuh tidak melihatnya, dia benar-benar bisa merasa damai dan tentram saat memasuki langkah pertama ke rumahnya lagi, ini benar-benar rumah karna Arthur benar-benar nyaman tinggal disini, karna di rumah ini ada mama, Oma, Oma, Tante Avi dan pelayan yang baik.

Arthur ingat, alasan dia pulang diantar sopir karna Ayren dan Kayna lelah berbelanja, jadi mereka ingin tidur, dan Ayren ingin tidur bersama dengan Haren. Karna itu Arthur dibiarkan pulang sendiri bersama sopir.

Tidak masalah untuk Arthur, luka yang diterimanya satu hari ini sudah cukup, nambah sedikit, ngga ngaruh kok, mungkin?

"Gimana hari ini, di--"

"Arthur pengen nasi goreng buatan mama." Arthur menggenggam tangan hangat sang mama. Bahkan sampai saat ini Arthur belum juga makan, dia sangat lapar, kelaparan ini hal yang bagus untuk menjadi alasan mengalihkan pertanyaan mamanya dari kegiatan Arthur hari ini.

Dia tidak ingin berbohong, tidak pula punya tenaga berbohong pada sang mama.

"Ululuu manjanya, ya udah ayo makan dulu, mama buatin nasi goreng spesial untuk pangeran mama yang ganteng ini! Tapi habis itu kita susun buku buat besok, sikat gigi terus tidur oke?"

"Okee!!" Jawab Arthur dengan wajah ceria, walau lapar tidak apa karena dia bisa semangat hanya dengan melihat wajah mamanya. Ekspresi Arthur beda jauh saat ia ada di rumah Haren tadi.

......................

Arthur ada di dapur bersama dengan sang mama, ia melahap nasi goreng yang sudah dibuatkan Shei, dengan susu coklat di sebelahnya.

Sangat enak, menenangkan dan sangat nyaman. Rasanya Arthur tidak ingin pergi jauh dari sang mama atau rumah ini barang satu hari pun.

Arthur tidak tau, entah kenapa Shei tidak bertanya kegiatan Arthur lagi selama satu hari ini. Jika Shei lupa akan pertanyaan itu, maka Arthur sangat senang.

Arthur senang, makan disini dengan ditemani Shei yang penuh senyuman.

Malam ini sepertinya Arthur juga akan tidur nyenyak, karna dia tidur di dalam pelukan mamanya. Hari-hari besok juga akan berjalan dengan nyaman, karna sekarang adalah rumah, tidak akan ada yang mengabaikannya.

"Pagii, sayang ayo bangun."

"Selamat pagi mama!"

Seperti yang Arthur bilang, mamanya akan membangunkannya untuk mengucapkan selamat pagi. Ia bangun, mandi, dan sarapan.

Arthur menjalani hari-harinya seperti biasa yang bahagia dan tentram, setelah memakai pakaian sendiri, Arthur keluar untuk sarapan, disana dia sudah melihat kakek dan neneknya duduk, sementara mamanya sedang membantu para pelayan menyajikan makanan.

"Pagi boy!" Avi baru keluar dari kamarnya dengan pakaian formalnya, sepertinya beliau akan keluar hari ini. Avi mengusap kepala Arthur pelan sambil menggandengnya ke meja makan.

"Pagi Tante api!"

Kadang Avi yang menyapa Arthur dulu, atau kadang juga Arthur yang menyapanya dulu.

"Pagi Oma, pagi Opa." Sapa Arthur kepada kakek dan neneknya.

"Pagi cucu kesayangan Oma." balas mereka dengan senyuman yang manis. Wajah keriput mereka tampak ramah dengan senyum yang melebar itu.

Arthur mencoba naik ke kursinya dibantu dengan Shei.

Seperti inilah suasana sarapan pagi yang Arthur rindukan, satu hari di rumah Haren terasa begitu lama, seperti mimpi buruk yang lama berakhir. Ini adalah rumah yang Arthur rindukan, rumahnya yang dipenuhi perhatian dan kehangatan untuk dirinya.

Ini adalah suasana rumah yang Arthur sukai, dia tidak akan pernah mau ikut selamanya dengan Haren, karna ini adalah rumah kesayangannya.

...----------------...

Sudah pukul sepuluh pagi, semua orang sibuk masing-masing, Arthur sudah pergi ke sekolah diantara Shei, Avi bekerja, ayah Shei mengurus usahanya dan ibu Shei beristirahat. Shei sendiri masih melanjutkan kegiatannya kemarin, mencoba merancang usaha yang menguntungkan jangka panjang.

Dia ada di ruang kerjanya, memakai kacamata membaca dokumen laporan titik-titik yang dipenuhi keramaian yang sudah ia cari tau.

Ting!

Ponsel Shei berbunyi, ia segera mengangkatnya ketika melihat nama sang pemanggil adalah ibu kepala sekolah dari sekolahnya Haren.

"Halo, selamat pagi ibu, dengan ibu Sheila orang tua Arthur?" Suara dari sana terdengar formal dan sopan.

"Benar, saya sendiri Sheila." Jawab Shei dengan sedikit perasaan tidak nyaman, ada alasan apa sampai dia ditelepon oleh pihak sekolah, bahkan langsung oleh kepala sekolahnya.

"Saya mohon untuk menyempatkan diri datang sekarang ke sekolah, karna Arthur baru saja berkelahi dengan teman satu kelasnya. Mohon anda segera datang."

"Bertengkar? Arthur?"

1
Pipit Aprilianti
Luar biasa
Kadek Bella
lanjut thoor
Setya
Phantom kah musuh detektif Derrick
anna nurliana
Kecewa
Fitri ainin Ainin
tidak salah lagi,si phantom
Fitri ainin Ainin
qapa vanha itu phantom
Fitri ainin Ainin
masih bodoh aja si haren
Fitri ainin Ainin
lebih baik tau diawal shei
Fitri ainin Ainin
lihatlah......kau akan mnyesal haren
Fitri ainin Ainin
tanggung jawab sih tanggung jawab,cunta sih cinta tapi apa sampai sgitunya,,,yakin hanya malam ini
Fitri ainin Ainin
apa haren lupa kalau sheu itu istrinya,laki macam apa itu
Osie
shei argument itu argument perempuan goblok..hadeeehhh mantan deteksi tp kok ngeblank gitu pola pikrmu...mending hijrah deh ke negara lain..cari suasana hdp baru berdua anakmu..jgn jd perempuan bodoh ya shei
Osie
shei gpp gak punya suami..hdp berdua dgn sang anak itu lbh itu..aku udah alami duluan lho..buktinya sp skrg sdh 17th aku hdp bahagia hy berdua dgn anak gadisku..dr usia anakku. dlm kandungan tuh laki selingkuh n aku gugat cerai malah dan aku buktikan pd dunia tanpa suami aku mampu mendidik anakku jd sosok yg baik..taat ibadah dan selalu berprestasi..jd semangaaatt ya
wahyuni
Arthur jujur aja sama mama, dia bakal lindungi kamu nak
wahyuni
sayang Arthur
wahyuni
kmu bisa shei, kmu wanita kuat
wahyuni
bisa yuk shei
ada kami yg mendukungmu
Elizabeth Zulfa
sungguh ... pengen ku ledakkan tuh kepalanya di haren zg sok benar itu ... 😤😤😤
dia bilang shei murahan tpi dia gak ngaca gitu saat dia ciuman & pelukan didepan istri sahnya dengn wanita lain... meski orang itu org zg prnah dicintainya tpi kn dia dah punya istri jdi dia hrusnya bs tahan kan nafsunya itu.... bahkan dia ceraikan shei krna jalang itu pula, skrg mlah berlagak sok benar dan sok suci ,cuiiihh... jijik liatnya 😤😤😤
Puputt24
lagi ka
Puputt24
lama up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!