Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Ayah Posesif
Setelah kompak berdecak, Ziel dan Gloria saling pandang. Ziel langsung turun dari ranjang dan meraih benda pipih yang tergeletak di lantai.
Menyadari bahwa itu adalah Ken, dia langsung tersadar.
Dia tidak mungkin melanjutkan hal gila ini. Sebab lehernya bisa dipenggal, andai Ken tahu dia sudah menggagahi Gloria.
"Ziel, siapa?" tanya Gloria dengan kening mengeryit.
"Grandpa."
Ziel menyerahkan ponsel itu pada Gloria, sementara dia langsung membenahi pakaiannya.
Gloria berubah sedikit gugup, karena Ken benar-benar menelpon di waktu yang sangat tepat. Andai tidak, mungkin saat ini Ziel dan Gloria sudah melakukan sesuatu yang lebih jauh.
"Ha—hallo, Dad? Ada apa menelponku?" sapa Gloria saat panggilan itu sudah terhubung.
"Ada apa? Ini sudah malam, Sayang. Kamu di mana? Dengan siapa? Sedang apa?" cecar pria paruh baya itu. Karena khawatir terhadap putri bungsunya.
Apalagi Gloria pergi tanpa pamit.
"A—aku, aku sedang di luar." Dia menatap ke arah Ziel yang menggelengkan kepalanya, agar Gloria tidak mengatakan pada Ken, bahwa gadis itu sedang bersamanya. "Dan aku tidak sedang bersama siapa-siapa."
"Kalau begitu pulanglah. Atau Daddy akan menyusul, kamu di mana? Sebutkan saja tempatnya."
Meskipun kedua putrinya sudah besar, apalagi yang satu sudah punya anak. Dia akan tetapi menganggap bahwa mereka adalah dua gadis cilik yang membutuhkan perannya.
"Eh eh, tidak perlu. Aku pulang sekarang," tolak Gloria mentah-mentah, jangan sampai Ken benar-benar menyusulnya dan mengetahui tingkah bar-barnya ini.
"Ya sudah Daddy akan menunggu di depan rumah."
Mendengar itu Gloria langsung menepuk jidatnya. Yah, seperti inilah kalau dia memiliki ayah yang posesif.
"Tidak perlu, Dad. Angin malam tidak bagus untuk tubuh Daddy."
"Pokoknya Daddy akan menunggumu, kalau kamu tidak segera pulang. Daddy akan benar-benar menyusul!"
"Oke-oke, aku pasti akan segera sampai"
Akhirnya panggilan pun terputus, Gloria melirik Ziel yang sudah rapih.
"Ziel—"
"Kamu pulang duluan saja, Grandpa tidak akan mengingkari ucapannya," potong Ziel sebelum Gloria melanjutkan ucapannya.
"Lalu kapan kamu pulang?"
"Segera."
"Kamu mau ke mana?"
Ziel menyeringai tipis, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Gloria untuk berbisik. "Aku akan membeli sexs toy."
Mendengar itu, Gloria langsung mendelikkan matanya. Dia menggeplak lengan Ziel, sementara pria itu hanya tertawa.
"Aku bercanda. Aku akan berada di belakangmu sampai kamu tiba di mansion. Aku harus menunggu di luar, agar orang rumah percaya bahwa kita tidak pergi berdua," sambung Ziel sambil menangkup satu sisi wajah Gloria.
Bibir Gloria yang semula mengerucut, langsung berubah melengkung seketika.
"Baiklah, jangan berani macam-macam di belakangku. Aku memiliki lima kakak laki-laki, dan satu pria hebat, kamu akan habis di tangan mereka andai kamu menyakitiku!" ancam Gloria dengan manik mata yang terlihat serius.
Akan tetapi Ziel malah tersenyum, dia berpura-pura takut.
"Aku tidak akan berani."
Lagi, kecupan singkat Ziel berikan di bibir Gloria. Mulai malam ini, benda kenyal itu sudah menjadi candunya.
Akhirnya setelah mereka rapih, mereka segera keluar dan naik ke atas kendaraan masing-masing.
Mobil mewah Gloria memimpin di depan. Sementara Ziel mengekor dengan menggunakan motor Harley kesayangannya.
Pria tampan itu benar-benar mengantar sang gadis sampai tiba di mansion, meskipun dia memerhatikannya dari kejauhan.
Dari tempatnya Ziel bisa melihat bahwa Gloria sudah disambut oleh Ken di depan rumah.
"Aku akan benar-benar kehilangan masa depan, andai menyakiti dia sedikit saja," gumam Ziel, tahu bagaimana sayangnya Ken terhadap Gloria.
***
Ikan lu ilang nanti, Bang😂😂