NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

​Atmosfer di dalam Kedai Fajar seketika turun hingga ke titik beku. Li Peng, dengan tangan kasarnya yang masih menempel di atas meja Wu Tian, menyeringai penuh kemenangan. Ia bisa merasakan tubuh Wu Chen di seberang meja yang bergetar ketakutan, sebuah reaksi yang selalu memuaskan ego arogannya sebagai tuan muda Klan Li.

​Namun, kepuasan itu terganggu saat matanya melirik ke arah pengunjung kedai lainnya.

​Para pedagang, pelancong, bahkan pemilik kedai yang awalnya duduk tenang, kini sibuk melempar koin perak ke atas meja mereka masing-masing. Tanpa menunggu kembalian, mereka lari tunggang langgang keluar pintu. Dalam hitungan detik, lantai satu kedai yang tadinya penuh sesak menjadi kosong melompong. Siapa pun yang memiliki otak tahu bahwa berada di antara bentrokan Klan Wu dan Klan Li adalah tiket gratis menuju akhirat.

​"Hmph, tikus-tikus yang tahu diri," dengus Li Peng remeh. Matanya kembali menatap Wu Tian yang masih memegang sumpit bambunya. "Hei, bisu! Kupingmu tuli, ya?!"

​Li Peng mulai menggerakkan tangan kanannya menuju hulu pedang besar di punggungnya. Di saat yang sama, Wu Tian perlahan mengarahkan ujung sumpit bambunya ke dada Li Peng. Di bawah meja, distorsi energi hitam keemasan miliknya sudah mengunci ruang di sekitar jantung pria arogan itu. Hanya butuh satu jentikan pikiran, dan Wu Tian akan melubangi dada Li Peng tanpa menyisakan setetes darah pun.

​Tepat ketika ketegangan berada di ambang ledakan, sebuah suara tawa yang renyah dan terdengar sangat santai menggema dari arah tangga lantai dua.

​Slaap!

​Suara kibasan kipas lipat memecah kesunyian. "Ayaah... padahal aku baru saja ingin menikmati arak madu terbaik di kota ini dengan tenang. Kenapa di bawah sini berisik sekali, seperti ada sekelompok anjing liar yang sedang menggonggong?"

​Semua mata spontan beralih ke arah tangga. Dari sana, turun seorang pemuda dengan jubah putih sutra khas Klan Wu. Namun, jubahnya jauh lebih mewah dari milik Wu Lin; ada sulaman benang emas yang berkilau di setiap lipatannya, dipadukan dengan ikat pinggang giok hijau yang mahal. Pemuda itu memiliki wajah yang sangat rupawan, senyum yang memikat, dan sepasang mata yang sengaja dikedipkan ke arah dua pelayan wanita yang mengintip ketakutan di balik meja kasir.

​"Kakak Senior Jun!" seru Wu Chen dengan nada lega yang luar biasa.

​Dia adalah Wu Jun. Salah satu dari tiga jenius teratas generasi muda Klan Wu. Seorang kultivator Ranah Pemurnian Qi tingkat puncak yang terkenal dengan teknik pedangnya yang luar biasa, sekaligus terkenal karena sifatnya yang terlampau narsis dan gemar tebar pesona ke setiap wanita yang ia temui di Jianghu.

​"Wu Jun!" wajah Li Peng langsung menggelap. Ia menarik tangannya dari meja Wu Tian dan sepenuhnya berbalik menghadap Wu Jun. "Kamu sengaja mencari mati di sini?!"

​Wu Jun berjalan menuruni tangga dengan gerakan yang sengaja dibuat lambat dan anggun. Ia melirik Wu Lin, melempar senyum menawan yang hanya dibalas dengan putaran bola mata malas oleh gadis itu. "Mencari mati? Tidak, Tuan Muda Li. Aku hanya sedang membersihkan pemandangan yang merusak mataku."

​"Kurang ajar! Serang dia!" teriak Li Peng, memberi perintah pada tiga anak buahnya.

​Ketiga kultivator Klan Li itu langsung mencabut pedang mereka dan menerjang Wu Jun. Namun, Wu Jun hanya tersenyum tipis. Tangan kanannya bergerak ke pinggang, mencabut sebilah pedang tipis yang berkilau seolah terbuat dari cahaya matahari.

​Teknik Pedang Lidah Api: Tarian Fajar!

​TING! TING! SHRAAK!

​Hanya dalam tiga gerakan yang sangat cepat dan penuh gaya, Wu Jun berhasil menangkis tiga pedang lawan, memutar pergelangan tangannya, dan mengirimkan gelombang energi panas yang menghantam dada ketiga anak buah Li Peng hingga mereka terlempar menabrak meja-meja kayu hingga hancur.

​Melihat anak buahnya tumbang dalam sekejap, Li Peng menggeram marah. Ia menarik pedang besarnya dan menebas ke arah leher Wu Jun dengan kekuatan penuh. Tebasan itu membawa angin yang kuat, namun Wu Jun dengan lihai melangkah mundur, melipat pedangnya dengan anggun, lalu menggunakan ujung sarung pedangnya untuk memukul pergelangan tangan Li Peng dengan akurasi yang mematikan.

​PRAAK!

​Pedang besar Li Peng terlepas dari genggamannya dan menancap di lantai kayu. Li Peng memegangi pergelangan tangannya yang memar dengan wajah pucat. Ia tahu betul, jika Wu Jun menggunakan mata pedangnya tadi, tangannya sudah putus.

​"Pergilah sebelum aku memutuskan untuk mengotori jubah baruku dengan darah kalian," ucap Wu Jun sembari mengibaskan kipasnya kembali, berpose seolah ia baru saja menyelesaikan sebuah pertunjukan seni yang agung.

​Li Peng menatap Wu Jun dengan dendam yang membara. Ia memungut pedangnya, lalu mundur perlahan bersama tiga anak buahnya yang meringis kesakitan. "Wu Jun! Wu Lin! Jangan senang dulu! Di Kompetisi Klan bulan depan, Klan Li akan memastikan kalian merangkak di lantai!" Setelah meneriakkan ancaman itu, mereka lari keluar dari kedai.

​Setelah musuh pergi, Wu Jun langsung menyarungkan pedangnya. Ia berjalan mendekati meja dengan senyum lebar yang dipaksakan agar terlihat sekeren mungkin. Ia berencana untuk menyombongkan kemenangannya yang gemilang di depan Wu Lin.

​Namun, langkah kaki Wu Jun mendadak terhenti ketika pandangannya tidak sengaja jatuh pada Wu Tian, yang saat itu perlahan menurunkan sumpit bambunya kembali ke meja.

​Wu Jun terbelalak kecil. Sebagai pria yang mengklaim dirinya sebagai yang paling tampan di generasi muda Klan Wu, kehadiran Wu Tian di meja itu seperti sebuah hantaman besar bagi egonya. Pemuda berbaju biru tua itu duduk dengan pembawaan yang sangat tenang, memiliki garis wajah yang luar biasa tegas, dan sepasang mata hitam legam yang memancarkan aura misterius yang jauh lebih memikat daripada pose narsis miliknya sendiri.

​‘Siapa bajingan tampan ini? Kenapa auranya bisa membuatku merasa tersaingi?!’ batin Wu Jun menjerit panik, krisis narsisme mendadak menyerang otaknya.

​"Uh... Wu Lin," Wu Jun berdeham, mencoba mengembalikan wibawanya. "Siapa... saudara kita yang satu ini? Aku tidak pernah melihatnya di kediaman klan."

​Wu Lin segera berdiri. "Kakak Senior Jun, ini Wu Tian. Dia adalah... saudara jauh dari cabang klan terpencil yang baru saja kembali untuk ikut serta dalam urusan klan." Wu Lin sengaja berbohong demi melindungi identitas rahasia Wu Tian sesuai rencana mereka.

​Wu Jun manggut-manggut, namun matanya tetap menatap Wu Tian dengan tatapan menyelidik. Ia kemudian menepuk dadanya dengan sombong. "Oh, saudara jauh! Salam kenal, aku Wu Jun. Bagaimana menurutmu aksi penyelamatanku tadi? Teknik Pedang Lidah Api milikku tadi sangat sempurna dan tanpa celah, bukan?"

​Wu Jun menanti pujian atau tatapan kagum dari pemuda udik ini.

​Namun, Wu Tian hanya menatap Wu Jun dengan wajah datar tanpa ekspresi. Di dalam benak Wu Tian, potongan memori purbanya tentang pertempuran yang sesungguhnya langsung menganalisis setiap gerakan Wu Jun tadi.

​Dengan nada suara yang sangat enteng dan jujur tanpa berniat mengejek, Wu Tian menjawab, "Gerakanmu terlalu banyak gaya yang tidak berguna, membuang-buang energi spiritual, dan memiliki lima celah mematikan pada posisi kuda-kudamu. Jika kamu bertarung di Shenzhou dengan cara seperti itu, kamu sudah mati lima kali sebelum pedangmu sempat keluar."

​Mendengar penilaian yang terlampau jujur dan enteng itu, senyum narsis di wajah Wu Jun seketika membeku.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!