NovelToon NovelToon
Langit Dan Jingga

Langit Dan Jingga

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Jingga Ariana menjadi sosok gadis cuek dan anti terhadap makhluk yang namanya laki-laki semenjak dikhianati oleh tunangannya saat dirinya hendak memberikan kejutan ulang tahun.
Langit Putra Ramadhan anak pertama dari Sebastian Putra dan Mutia Arini menjadi sosok mahasiswa yang cuek dan dingin pada wanita, dan kemana-mana selalu ada Bintang di sampingnya.
Akankah takdir menemukan kedua insan muda itu? Kutub ketemu kutub saling tarik menarik ataukah saling tolak menolak?
Cerita ini masih satu rentetan dengan @wanita itu ibu anakku dan Tulisan Tinta Tania.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Sama

Tapi saat membuka ponsel ada tujuh puluh lima panggilan tak terjawab dari Langit dan tiga puluhan panggilan tak terjawab dari Bintang.

"Kurang kerjaan sekali sih mereka" gerutu Mega sambil menekan nomor Langit dari layar sentuh ponselnya.

"Halo darimana aja lo. Sejam lebih kakak ngubungin. Kalau nggak kepake buang ajah tuh ponsel" omel Langit kala panggilan dari Mega tersambung padanya.

"Eh kak, nggak ada angin nggak ada hujan. Marah-marah aja lo. Sedang PMS yaaaacchhh" jawab Mega tak kalah ngegas.

"Tau. Berisik lo" ujar Langit di sana.

"Apaan sih? Sudah baik aku nelpon balik ni tadi" gerutu Mega pada sang kakak dan ditutupnya panggilan dengan Langit.

Tak sampai satu menit, kembali kak Langit incoming di layar ponsel Mega.

"Issshhhh, kamu ini. Jangan tutup dulu dong. Ada yang mau kubicarain serius" jelas Langit.

"Apaan? Cepetan dech kak. Aku ditungguin Aunty Tania nih" seru Mega.

"Cepetan kamu hubungin orang tua Jingga" seru Langit di seberang.

"Kenapa kak? Kakak mau melamar Jingga kah? Atau jangan-jangan kakak sudah berbuat tak senonoh dengan Jingga ya?" ujar Mega malah menanggapi tak karuan ucapan Langit tadi.

"Mega. Cepetan dech. Kakak sama Jingga di rumah sakit nih" bilang Langit.

"Nah kan! Apa yang aku bilang benar. Pasti Jingga ngajakin kakak untuk buat visum. Tanggung jawab lah kak!" tandas Mega.

"Mega, lo ini apaan sih. Pikiran lo itu sebaiknya dicuci dulu dech" suruh Langit.

"Jingga kecelakaan, dan kebetulan tadi aku lewat sama Bintang di tempat kejadian" beritahu Langit kepada Mega agar tak lagi mendengar buntut celotehan Mega.

"Hah? Kok bisa kak. Tapi aku tak punya nomornya ayah Pramono" seru Mega.

"Matih nih, bisa seharian aku di rumah sakit" tukas Langit.

"Gimana keadaan Jingga?" tanya Mega.

"Ada luka di kepala dan sampe sekarang belum sadar" beritahu Langit.

"Oh ya kak, Jingga tuh biasanya naruh ponsel di tas. Coba cek deh. Kartunya kan bisa kakak ambilin untuk nyariin nomor ayah dan mama nya Jingga dari sana" suruh Mega.

Di rumah sakit, Langit melakukan hal yang disuruh oleh sang adik. Tumben usulannya masuk akal kali ini. Batin Langit.

Langit sudah tiga kali ngubek dalam tas Jingga.

Bukannya buku atau alat tulis lain. Yang ada malah beberapa pembalut.

"Dia ini mau jualan es atau apaan sih?" gerutu Langit karena tak menemukan apa-apa di tas Jingga. Hubungan es sama pembalut apa coba. Terserah Langit aja dech, yang ngedumel juga Langit sendiri.

"Kak, gimana? Ketemu?" seru Mega.

"Nggak ada ponselnya. Apa hilang di tempat kejadian tadi ya?" tebak Langit.

Mega juga ikut bingung. Yang nungguin Jingga nanti siapa jika Langit pulang. Sementara Jingga dalam kondisi sakit.

Mega setengah berlari menghampiri keberadaan dua keluarga yang berkumpul di depan itu.

"Dad, dan semuanya. Aku pamit dulu ke rumah sakit" pamit Mega tergesa.

"Siapa yang sakit?" tanya Dad.

"Jingga Dad. Teman dekat Mega" bilang Mega.

"Besok aja Mega, ini sudah malam" larang Dad Tian.

"Dad, kasihan. Jingga pasti nggak ada yang nungguin" ucap melas Mega dan memohon daddy nya untuk mengijinkan.

"Kak Langit juga berada di sana. Kakak Langit lah yang membawanya ke rumah sakit Dad" beritahu Mega.

"Orang tua nya?" sela Dad Tian.

"Belum bisa dihubungin, ponsel Jingga ikutan hilang saat kejadian tadi" imbuh Mega.

"Dad anterin aja" sela Dad Tian.

"Dad, aku sudah gedhe lo" tolak halus Mega.

"Tapi bagi Daddy kamu adalah putri kecil Dad" tandas Sebastian dan tak mau dibantah.

Mega beserta Dad Tian pergi ke rumah sakit seperti yang diinfokan Langit.

Saat memasuki lorong rumah sakit, Dad Tian dan Mega berpapasan dengan papa Reno.

"Ngapain kalian ke sini?" tanya Reno.

"Nih, temannya Mega kecelakaan. Dan sekarang di IGD bersama Langit dan Bintang" info Dad Tian.

"Wah, sepertinya teman Mega istimewa nih. Nyatanya sudah buat repot keluarga Sebastian" Reno mengolok Sebastian seperti biasa.

"Issssshhhh, orang tuanya belum bisa dihubungin" jawab Tian.

"Anterin Uncle" pinta Mega manja seperti biasa.

Akhirnya mereka bertiga melangkah bersama menuju ke IGD.

Reno yang juga dokter di rumah sakit itu segera masuk ke IGD untuk menanyakan kondisi pasien Jingga.

Reno bertemu Langit yang juga masih di sana.

"Gimana keadaannya?" tanya Reno.

"Belum siuman" jawab Langit dengan wajah lelah.

Sebagai dokter Reno pun ikut memeriksa gadis dengan muka pias itu.

"Trauma kepala" bilang Reno.

"Pemeriksaannya?" tanya Reno.

"Nggak tau Uncle, tanya tuh Bintang" suruh Langit.

"Kak, gimana Jingga?" tanya Mega yang juga ikutan masuk.

"Mendingan lo pikirkan cara kasih tau orang tua Jingga dech" seru Langit.

Mega memikirkan sesuatu.

"Hhmmm, gua hubungin Firman aja" ucap Mega.

Barangkali aja Firman tahu nomor orang tua Jingga.

Tapi jawaban Firman sama aja dengan Mega. Dia tak tahu juga.

'Aku akan tanya ke Kenzo aja' ketik Firman.

'Jangan beritahu kondisi Jingga ke Kenzo' balas Mega.

Tak menunggu lama Mega mendapat balasan dari Firman. Nomor ayah Jingga didapatkan dari Firman.

Mega segera menghubungi ayah Jingga, setelah mendapat info dari Firman tadi.

Mega memberitahu kondisi Jingga terkini. Dan tentu saja membuat kaget ayah Pramono.

"Sudah Dad, ayah Jingga segera meluncur ke sini" bilang Mega.

"Tapi kan masih beberapa jam lagi" jawab Dad Tian.

"Ada perdarahan sedikit di kepala teman kamu Mega" jelas Uncle Reno yang barusan menanyakan kondisi Jingga ke dokter jaga.

"Apa bahaya?" tanya Mega.

"Nunggu besok baru dilakukan pemeriksaan lengkap. Untuk sementara hanya diobservasi saja" jelas Reno.

"Mega kita pulang dulu. Biar kak Langit aja yang nemanin Jingga" bilang Dad Tian.

"Nggak papa kan kak?" tatap Mega ke arah sang kakak.

"Terlanjur basah, ya basah sekalian" tukas Langit.

Mega dan Dad Tian serta Uncle Reno papanya Bintang barengan keluar rumah sakit. Bintang pun ngikutin papa nya.

"Loh, nggak nemenin Langit?" tanya Reno.

"Capek aku Pah" jawab Bintang ngeles.

Tinggal Langit yang duduk di depan IGD sembari main ponsel. Menunggu Jingga yang entah kapan siumannya.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

1
Reni Setia
makasih ya untuk novelnya
Neneng Tejaningsih
Luar biasa
Ambar Mariehastuti
keren thor,ceritanya,suka banget...👍
moenaelsa: makasih kak😍
total 1 replies
Ambar Mariehastuti
suamiku jg bgitu,pas mau lahiran si bungsu (anak ke 3), suamiku mules ke wc berulang x,tp aku gk terasa apapun. Samp pgi, saat bby lahir,mulesnya hilang kt suami...
Ambar Mariehastuti
iya,bener...apa hubnya,pointnya apa...kno jd urusan perusahaan, pdhal judulnya Langit n Jingga...
lama2 focusnya balap trus usaha akusisi perusahaan, bingung....🤭
Ambar Mariehastuti
Knp gk tersedia seseorg,un dampingi Jingga, spy aman...semoga ada cctv jg dlm ruangan apartmnt temp tinggl Jingga-Langit, masalhnya,kl samp jatuh pingsan, gk ada yg tahu.
Ambar Mariehastuti
ayo donk, cepet,gerak kejar...selamatkan jingga...jngn samp dinikahksan sm kenzo gendeng...
duuh ortu kenzo jg gendeng.
Ambar Mariehastuti
waah,kurasa yg bikin sabotase kendaraan balap langit, penjahat yg ngajak kerja sm dng kenzo...nih.
semoga lekas ketahuan, dan selamat jingga.
Ambar Mariehastuti
iya,ya...kok kyknya pd bnget sih, gk nyediain bogy guard khusus...
iih aku bc dari td mulai deg2an nih...
thor...jngn dibikin serem donk thor...kasihan jingga...yatim piatu dia sekarang,sebatang kara....
Ambar Mariehastuti
aduuh,thor...jngn bikin cerita yg horor,tambh nyeri n ngenes ya thor...bikin jingga bahagia mulus,tanp hambatan. Itu kenzo ketemu org jahat deh kyknya...
Ambar Mariehastuti
horeee, Jingga sadar, semoga tdk amnesia, semoga ingat semuanya...jngn hny masa lalunya...
Zulaihah Abidin
jingga kan sebenarnya masih punya sodara kerabat. ortunya rima bukannya kakak dr ibunya jingga?
Zulaihah Abidin
jingga kan sebenarnya masih punya sodara kerabat. ortunya rima bukannya kakak dr ibunya jingga?
Ambar Mariehastuti
Betul2....biar Jingga jg gk ssh2,ngejelasin penolakannya un menikah cepat sm Kenzo.
Ambar Mariehastuti
asyik thor,ceritanya anak muda,+ ortu mega (kelrg Mega), jg asyik...
aku bc kadang diseling ketawa dng percakapan antr ank n ortu...
Itha Fitra
jingga gk bs ekting,cb pura" msih amnesia.pas kenzo n kluarga ny lengah,dia bs kabur
Johanah Tata
gak tau gimana ini cerita kayak gak banget diikuti sampai sini membosankan. gak tau yang mau diangkat apa kayak nanggung gak ada gregetnya
moenaelsa: skip boleh kak
total 1 replies
Johanah Tata
asli gak banget ini cerita diikuti sampai sini jadi gak jelas banget
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
YuWie
wis percaya sekarang lihat langsung on the spot nya ji
Itha Fitra
pengawal ny kn bnyk & RS pasti rame,kok bs kecolongan sih? dsr ceroboh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!