NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:83.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Farida Ariani

Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.

Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.

BUGH...

Ria terjatuh di kamar kosnya.

Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Semangatku

Sudah terlihat ramai di ruang guru. Dipenuhi oleh para guru dan siswa-siswi. Akhirnya seluruh siswa diminta Pak Ali untuk pindah ke ruang Lab Bahasa.

"Kok ada Enta juga ya?". Lirihku pelan.

"Ayo silahkan masuk!" Pinta Pak Ali.

Di dalam ruangan telah dipenuhi oleh banyak siswa yang akan siap mengikuti lomba besok.

Pak Ali memberikan pengarahan sekaligus peringatan, agar besok pergi lebih cepat seperti biasanya dan mengenakan pakaian seragam putih biru. Dan Kami diminta agar kelihatan lebih rapi seperti hari biasanya.

Setelah selesai, Kami diminta kembali ke kelas masing-masing.

Enta tersenyum melihat ke arahku yang sedang jongkok memakai sepatuku. Akupun membalas senyumnya.

Lalu Dia pergi meninggalkanku bersama temannya.

Setelah pulang sekolah, Aku tampak serius dengan bukuku. Berulangkali Ku baca dan Ku hafalkan isi buku itu.

"Semoga besok lancar Ya Allah..". Harapanku dalam hati.

Hari H telah tiba, Aku sudah tiba di sekolah lebih cepat seperti biasa. Hari ini Aku diantar Bapak. Setiba di sekolah, Aku langsung berjalan cepat menuju kelas. Saat akan menaiki tangga.

"Wah... Rapi sekali hari ini Kamu Ria? Tidak seperti biasanya?". Sindir seseorang di atas tangga.

Sambil menaiki anak tangga, Ku angkat sedikit kepalaku melihat ke arah sumber suara.

Ternyata Dayat, juga ada Rizki yang sedang berdiri di pintu kelas.

Aku tidak menyahut sindiran itu, Aku lagi tidak mau berdebat. Lagi pula Dayat pasti sudah tahu, kenapa penampilanku tidak seperti biasanya.

Aku terus berjalan dengan mantap menuju ke dalam kelas. Ku lewati mereka tanpa bicara sepatah katapun.

Sesampai di mejaku, Aku duduk dan mencoba membuka perhelai dari halaman buku yang berisi tentang kumpulan soal CCA. Kubaca dengan seksama.

Dayat masuk ke kelas, melihatku sedang serius belajar. Dia tidak mengganguku lagi.

Pak Ali tiba-tiba muncul dari balik pintu. Ayo semua yang ikut lomba kumpul di lab bahasa ya.

"Putra Belum hadir Pak". Beritahu Dayat.

"Tidak apa-apa, nanti Dia nyusul ke Lab saja". Sahut Pak Ali.

Lalu Aku dan Rizki beranjak pergi mengikuti Pak Ali. Dan Dayat juga mengikuti Kami dari belakang.

"Loh, Dayat kok ikut ke Lab ya, bawa tas segala lagi". Selidikku dalam hati.

Di dalam Lab Bahasa, sudah mulai ramai. Aku duduk sendiri di meja sebelah kanan paling depan dekat lemari buku yanh cukup besar.

Enta masuk dari pintu Lab Bahasa.

"Assalammu'alaikum..".

"Wa'alaikumussalam..". Serentak siswa menjawab di dalam ruangan.

Aku hanya melihatnya sekilas. Tampak Rizki juga sedang serius bicara dengan Adiknya.

Satu persatu peserta lomba mulai berdatangan masuk ke ruangan. Termasuk Putra teman sekelas Kami.

"Sebentar lagi Kita berangkat ya, Bapak sudah menghubungi Labi-labi untuk membawa kita ke Pesantren Ruhul Islam". Teriak Pak Ali di depan pintu Lab.

"BAIK PAK..". Sahut Kami bersemangat.

Satu persatu Kami naik ke labi-labi (sejenis angkutan umum yang bisa dimuati sekitar 12 sampai 14 siswa).

Setelah semua peserta masuk ke dalam labi-labi, Dayat dan Pak Ali duduk paling depan bersama supir.

Untuk menjawab semua kebingungan sedari tadi. Ku beranikan diri untuk bertanya.

"Rizki, Dayat kenapa ikut?".

"Dia mau menemanimu ikut lomba, Dia mau memberi Kamu semangat biar menang".

Aku hanya terpelongo mendengar jawaban Rizki.

"Tidak lucu Kamu Rizki". Ucapku mulai Bete.

Hampir 20 menit dalam perjalanan. Kami tiba di lokasi lomba.

Kami mulai berpencar, Enta dan peserta lomba Kaligrafi (seni karya melukis tulisan Arab (Al-Qur'an) di atas karton lalu diwarnai seindah mungkin). Mereka pergi ke tempat lain dimana peserta khusus kaligrafi sudah menunggu untuk mulai berkarya disana.

Sedangkan Aku, Rizki dan Putra di Lab Bahasa Pesantren Ruhul Islam. Di dalam ruangan sudah tersedia tiga meja peserta lomba CCA dan satu meja dewan juri.

Dibelakang meja peserta lomba terpampang papan tulis yang besar digunakan untuk menulis skor saat lomba nanti.

"Kemana perginya Dayat ya?" Bisik hatiku.

Satu persatu kelompok CCA dipanggil. Tapi belum giliran sekolah Kami yang maju ke depan.

Sekarang adalah babak penyisihan yang mendapatkan skor tertinggi akan masuk final.

Aku, Rizki dan Putra menyaksikan kelompok sekolah lain sedang berebut untuk menjawab soal dari juri. Kami sangat antusias melihat meraka. Seru sekali kelihatannya.

Tiba-tiba Dayat muncul dibelakang Rizki.

"Udah Bang?".

"Belum, setelah ini baru giliran sekolah Kita". Jawab Abangnya.

Lalu Dayat sedikit berbisik kepadaku.

"Harus menang ya Ria..".

Aku hanya tersenyum geli melihatnya. Kadang sangat manis, kadang dingin seperti air dalam kulkas .

Kini giliran sekolah Kami yang dipanggil maju ke depan.

SMPN 1 Banda Aceh, SMPN 3 Banda Aceh, dan SMPN Muhammadiyah.

Aku duduk tepat di tengah antara Rizki dan Putra. Satu persatu soal mulai Kami perebutkan dengan paling cepat menekan tombol yang ada di atas meja Kami. Hampir semua soal yang ada di buku Kami ditanyakan oleh para dewan juri.

Sungguh beruntungnya Kami memperoleh skor paling tinggi dari dua kelompok lain yang maju tadi.

Dayat sangat bersemangat melihat Kami lomba tadi. Pak Ali juga senang dengan kecepatan kelompok Kami dalam menjawab soal-soal yang diberikan.

"Ria, nanti lebih cepat lagi ya. Syukurlah Kita masuk babak Final". Ucap Pak Ali berantusias.

"Insya Allah Pak".

Lalu salah satu juri menghampiriku yang sedang duduk di kursi penonton.

"Cepat sekali Kamu menjawab soal dari juri, dan sangat bersemangat. Dipertahankan ya Nak, semoga dapat juara di babak final". Puji salah seorang juri laki-laki yang tidak tahu Aku namanya.

Dayat melirik melihat ke arahku. Dia mendengar Bapak tersebut memujiku.

Saat babak final akan dimulai, Dayat pamit kepada Rizki. Dia harus mendampingi teman yang sedang sakit. Syukurlah siswa yang sakit tersebut sudah menyelesaikan lomba kaligrafinya.

Mendengar hal itu, Aku sedikit kurang bersemangat. Aku ingin Dayat ada disini.

🎶

Disini..

Kau dan Aku

Terbiasa bersama

Menjalani kasih sayang

Bahagia Kau dan Aku..

🎶

Babak finalpun berjalan sangat sengit penuh semangat, karena bel berbunyi sangat cepat. Sampai juri kalang kabut luar biasa kebingungan untuk menentukan bel yang manakah berbunyi dan bercahaya yang paling cepat.

Cahaya seakan mulai redup, tak ada sang penyemangat di hadapanku. Aku mulai melamban menjawab soal-soal pertanyaan dari juri. Sedangkan Rizki dan Putra hampir sama sekali tidak tahu jawabannya. Mereka tidak membantuku sama sekali.

Alhasil, Kami hanya mampu meraih juara tiga. juara satu SMPN Muhammadiyah Banda Aceh dan juara dua adalah SMPN 3 Banda Aceh.

Penonton dan para dewan juri sedikit kecewa kepada grup sekolah Kami terutama kepadaku.

"Aduh.. Kok bisa kalah?" Tanya Pak Juri yang tadi mendatangiku.

Aku hanya tersenyum dan nyengir-nyengir sendiri.

Pembagian hadiah langsung diumumkan setelah semua acara lomba selesai.

Tidak disangka, Enta mendapat juara 1 atas karya kaligrafi yang di lukisnya.

Akhirnya Kami semua pulang menaiki labi-labi. Dayatpun ikut pulang bersama Kami. Kini Dia duduk di belakang. Ada Enta juga di sampingnya.

"Kok bisa kalah sih Ria?" Dayat memecah kehingan.

"Katanya, Kamu mau mendukungku. Malah tadi suporterku mendadak hilang". Mulutku sedikit maju ke depan.

Entah keberanian dari mana, Aku keceplosan menjawab pertanyaan Dayat seperti itu. Kegeeran banget sih si Ria 😅😅😅

Dayat hanya tersenyum melihat ke arahku.

Ya ampun,,, mata sipitnya itu loh sahabat. Membuat hatiku melayang. 😍

Enta hanya melihat tingkah Kami. Dia hanya diam seribu bahasa.

1
SONIYA SIANIPAR
ayokk thor lanjut lagi
falea sezi
ne SD apa SMP sih hadeh
Farida Ariani Syuhada
keren banget ceritanya ❣️
Habibi Nisa
wah keren kak
Farida Ariani Syuhada: terima kasih 🙏
total 1 replies
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat, mari saling dukung 🙂
W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎
Like
W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎
Hai kakak, aku mampir
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
👍 tertinggal, semangat 🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
Ida
terimakasih ceritanya asik
Farida Ariani Syuhada: terimakasih kembali Kakak 🥰🤗❤️🌹🌟
total 1 replies
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like dan jejak lagi kak
Mei
Akhirnya tamat
Susi Ana
up
Windye Indie Prakoso
Keren💖semangat thor 😍💪
Susi Ana
gk bikin baru?
asnavirr
kakak up karya bru dong..
😁

suka banget sama karya kaka

salam dari *make sure you love me*
🦄Nuii🦄
Yahh end..
karya baru kak..

Tentang Kenangan💙 disini
NonaHana
Jejak like 👍sampai sini dulu ya..

Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️

di tunggu feedbacnya.. 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!