Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Hari ini Bram pergi ke kantor siang hari, ia masuk ke ruang kerja nya. Sandra, sang sekertaris bergegas mengikuti atasan nya itu dan memberikan berkas berkas yang harus di periksa oleh Bram hari ini.
Ini hari libur tapi Sa
"Hari ini Sam mengecek outlet?" tanya Bram
"Iya Pak, hari ini Pak Sam ada jadwal kunjungan untuk memeriksa keuangan" jawab Sandra outlet.
"Buat dia sibuk sampai malam hari" ucap Sam dengan nada datar.
Sandra mengerutkan keningnya, tak banyak membantah ia pun pamit ke ruangan nya kembali untuk melakukan tugas yang di berikan.
Sedangkan Bram kembali melanjutkan pekerjaannya.
****
Adreena tengah berpose di taman belakang sekolah, sedangkan Sasha sedang bak ala fotografer profesional.
Adreena melihat ponsel nya ia membagikan foto di akun sosial media miliknya, tak berlangsung lama
terlihat banyak notifikasi di ponsel nya yang ternyata teman teman sekolah nya, memberi komentar di akun miliknya karena putra mahkota Wiratama memberi tulisan emoticon love pada foto yang ia posting barusan.
"Lihat ini, ini Kakak mu menghebohkan akum milik ku" kata Adrena berdecak kesal sambil menunjukan ponsel nya.
Sasha terkikik.
"Tumben ya Kak Edric main sosmed" ucap Sasha bingung.
Masa sih Kak Edric suka sama Adrena, batin Sasha.
Sasha mengikuti langkah sahabat nya itu yang sudah terlebih dahulu meninggalkan taman sekolah.
Suara riuh di kelas terdengar saat Adrena memasuki ruangan kelas nya.
"Adrena gimana rasa di love sama CEO Wiratama?" tanya Riska teman sekelasnya.
"Biasa-biasa dia kan Kakaknya Sasha, udah kenal juga" jawab Sasha.
"Syukur deh, saingan berkurang satu" ucap Lula menimpali sambil tertawa kecil.
"Apaan sih kalian ini, lagian kalau mau pacaran sama yang seumuran saja biar kita gak di apa-apain" jawab Adrena sambil tertawa kecil.
"Aku mah rela kok kalo CEO yang apa-apain aku" ucap Riska.
"Dasar, aku mah takut" ucap Adrena sambil duduk di bangku nya.
Tak lama, Sasha tampak membawa kantong plastik.
"Nyemil dulu sebelum guru datang" ucap Shasa sambil duduk di bangku sebelah.
Adrena diam tak menimpali, ia sedikit terpengaruh dengan ucapan teman-temannya barusan.
Edric, meskipun diri nya tidak bisa berjalan namun pesona nya gak kaleng-kaleng. Wajah tampan rupawan tampak seperti pria di serial anime, dewasa, berkharisma dan pewaris Wiratama yang tentunya mapan adalah kunci daya tarik bagi wanita dari kalangan manapun.
***
Ting!
Ponsel Sasha berbunyi, terlihat Edric melakukan panggilan.
"Iya kak? " Sasha mengangkat pangggilan.
Edric duduk di dalam mobil, ia sedang dalam perjalanan ingin menemui kliennya.
"Udah mau pulang?" tanya Edric.
"Hmm ini mau pulang, kenapa Kak?
Sasha tersenyum tipis, terlihat Adrena baru kembali dari toilet.
Kakak sudah ada di depan sekolah kamu, kita makan siang dulu sebelum bertemu dengan klien, emh ajak teman mu juga boleh.
Iya Kak.
"Adrena, makan siang yuk?" ajak Sasha.
Iya, siapa yang memimpin do'a?" ucap Adrena sambil memasukkan barang ke dalam tas nya.
Tampak seorang siswa laki-laki berdiri di depan untuk memimpin do'a.
Para siswa membubarkan diri masing-masing, Sasha dan Adrena melenggang keluar bersama.
"Sha, naik ojol aja yuk kamu dijemput gak?"
"Tenang aja aku udah ada yang jemput kok" ucap Sasha sambil berjalan beriringan keluar dari gerbang sekolah.