NovelToon NovelToon
ISTRI GADAIAN

ISTRI GADAIAN

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:368.9k
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Menjadi istri mantan preman membuatku terpaksa digadaikan oleh suamiku sendiri. Tak tanggung-tanggung, aku digadaikan pada musuh suami. Tanpa aku tahu bahwa sebenarnya suamiku mendapat ancaman. Ditambah lagi aku mesti menghadapi ibu mertua yang julid di masa kehamilan ini.

Pria yang sudah bertaubat, dipaksa untuk kembali menjalani kehidupan di dunia gelap karena sebuah ancaman.

Di posisi sulit ini, aku bertanya-tanya, akankah aku mampu menyelamatkan diriku dari pegadaian yang terpaksa dilakukan oleh suamiku sendiri? ikuti kisah penuh intrik ini dengan baca sampai ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendukung

Akhmar mengangkat tangan, hendak mengusap pucuk kerudung istrinya, namun enggan.  Tangan itu hanya berada di udara, tepat di atas kepala istrinya tanpa berani menyentuhnya.  Apakah tangan penuh dosa itu masih pantas untuk menyentuh istrinya?  Tidak.  Rasanya tidak.

“Apa pun yang kamu lakukan, kamu masih bisa menebusnya selagi nyawa belum sampai ke tenggorokan.  Jangan sia- siakan itu, sayang!”  Aiza melingkarkan lengannya ke punggung suaminya erat.

Akhmar hanya diam mematung, menunduk menatap pucuk kerudung istrinya.

"Aku mencintaimu, sayang!" bisik Aiza. "Aku mencintaimu," ulangnya. Ia berusaha memberikan pemahaman bahwa Akhmar tidak sendirian, Akhmar tidak ditinggalkan saat dalam keadaan terpuruk. Aiza masih akan tetap mendukungnya, tetap mengiringi. Karena bagi Aiza, di dalam berumah tangah, bukan hanya bersama saat keadaan bahagia, namun juga saat keadaan sulit.

"Kamu hanya akan dipenuhi masalah, Aiza," balas Akhmar.

"Ya. Masalah yang Allah titipkan melalui kamu, imamku. Aku bahagia bisa bersama dengan kamu, jadi jangan tinggalkan aku, apa pun yang terjadi," ucap Aiza. Ia mengangkat wajah, kembali menatap suaminya. 

"Meski aku ini pembunuh?"

Aiza mengambil tangan Akhmar, menggenggam erat jemari tangan pria itu. "Hatimu diciptakan sebagai hati manusia, bukan hati iblis yang jelas dinyatakan sesat. Aku tetap mencintaimu karena Allah."

"Kamu nggak takut dosa mencintai orang sepertiku? Orang yang udah tahu bahwa membunuh itu dosa dan aku tetap melakukannya?"

Aiza menggeleng. "Kenapa kamu harus membunuh?"

Akhmar lama menatap mata bening Aiza. Dia menyentuh pipi halus itu dan mengusapnya lembut. Ia tarik lengan istrinya dan memeluknya, membenamkan tubuh mungil itu ke dalam lingkaran kokoh lengan besarnya.

"Jamed mengancam akan melakukan hal buruk padamu, juga pada Kak Zahra jika aku nggak mau mengikuti kemauannya. Dia menganggap aku memiliki kemampuan yang bisa diandalkan untuk membunuh musuhnya, yaitu bos pengedar sabu- sabu. Malam itu, aku melakukannya, Aiza. Aku membunuhnya. Itu aku lakukan karena mengingat keselamatanmu. Jika bukan karena ingat keselamatanmu, aku pasti nggak akan bisa menyelesaikannya dengan baik," kenang Akhmar pada kejadian mencekam yang meninggalkan jejak darah. Bahkan ia sendiri pun hampir tak percaya bahwa ia sanggup melakukannya. 

"Semuanya kulakukan dengan bersih, tanpa meninggalkan bukti apa pun. Aku yakin pihak yang berwajib akan kesulitan mencari pelakunya. Ini sudah kupikirkan matang- matang." Akhmar memejamkan mata, mengepalkan tangan dengan urat rahang yang mengeras. Keringat membasuh pelipis.

"Mau nggak mau, aku terlibat dalam kasus ini," ucap Akhmar. "Aku terikat dengan masalah ini."

Buliran bening kembali menetes di pipi Aiza. 

"Bahkan setelah melakukannya, aku merasa kalau aku ini jauh dari Tuhan. Hatiku terasa hampa, kosong dan nggak ada cinta. Seakan hanya bisikan setan yang mengisi dadaku. Aku kehilangan rasa cintaku pada zikir. Aku hampa." Akhmar menggelengkan kepala.

Aiza merengkuh lengan Akhmar. "Kemarilah, ikut aku!" Ia menggandeng lengan Akhmar dan membawanya naik ke lantai atas, menuju kamar.

Aiza mendudukkan tubuh Akhmar ke sisi kasur. Dia rangkul pundak suaminya, dia tempelkan kepalanya ke pundak suaminya itu.

"Hanya ini yang mampu aku lakukan," bisik Aiza. "Memberikan kamu kehangatan."

"Seharusnya kamu membenciku. Tinggalkan laki- laki bejat sepertiku."

"Jangan katakan itu lagi!" Aiza membungkam mulut Akhmar dengan telapak tangannya. "Apa kamu nggak merasakan bagaimana aku tetap mendukungmu?"

Akhmar menatap mata Aiza yang berembun.

"Jangan menangis!" pinta Akhmar.

"Tuhan memberikan kamu ujian ini untuk menaikkan derajatmu, bukan untuk menghinakanmu. Kamu adalah imamku, cintaku, juga segalanya bagiku. Jika langkahmu keliru, maka aku yang akan meluruskanmu. Dan jika aku yang keliru, maka kamu yanga akan mengingatkan aku. Kita sama- sama lemah dan hina bukan? Maka kita sama- sama membantu satu sama lain."

 Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
ada berapa se thor istri mydanya wkwkkwkw ampe rebutan gtu
Marhaban ya Nur17
licik
Marhaban ya Nur17
waduh
Marhaban ya Nur17
tiga pasang tuh tak kira sandal jepit thor 😄
Marhaban ya Nur17
apa tuh yg berkaki empat
Marhaban ya Nur17
susah tuh di posisi akhmar
Marhaban ya Nur17
ko gw ikut gedeg y ama desi wkkwkkw pd hal g kenal
Marhaban ya Nur17
emang susah se klo gw jd akhmar jg
Marhaban ya Nur17
selalu perempuan yg jd sasaran wkkwwk
wina
suka banget ceritanya,dengan akhir bahagia untuk smua orang.semngat berkarya untuk KK author
Serenarara: Ubur-ubur minum selasih
Coba baca novel berjudul Poppen ya, terimakasih.
total 1 replies
Mala Sia
Luar biasa
Nurie
cuamikkk
Nurie
hahahaha
Nurie
😆😆😆
Okta Fhalefhie
sebnrnya desi ini ibu tiri atau kandung siii?
Okta Fhalefhie
mmg jamed ini siapa yaa
Indah Dwi
cerita dng alur yg mantap.alhamdulillah akhir yang bahagia
Yuyun Yuningsih Yuni
tuuuh...kaaan makiin ngenees deh sama akhmar...labiiil
Supry Atun
bagus ceritanya .
Supry Atun
😀😀😀😀author ternyata suka lagunya chisye
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!