Alexander Werison, seorang pria dingin dan kejam yang tidak pernah percaya pada cinta!
Namun suatu hari dia harus di hadapkan dengan pilihan sulit antara mempertahan kan keperjakaan nya atau menikah dan menuruti keinginan kedua orang tua nya yang menginginkan seorang cucu.
Alana Alexis, gadis yang akan di jodohkan dengan nya. Dia juga bekerja di sebuah club malam terkenal di kota.
Akankah Alana bisa menerima Alex sebagai suami nya dan bertahan dengan sikap pria itu?
Ataukah akan tumbuh benih cinta di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Alana mondar mandir di depan pintu kamar mandi, menunggu Alex yang sejak satu jam lalu belum keluar. Ia mengingat ucapan Grenda sahabat nya yang belum lama menghubunginya dan menceritakan tentang rumah tangga nya dengan Alex.
"Hati-hati Al, kalau suami udah main solo sendiri. Dia bisa cari pelampiasan di luar." ucapan Grenda masih terngiang di telinganya. Apa Alex pria sepertu itu? Pikir Alana.
Wajar saja jika Alex berniat mencari pelampiasan, itu hak nya. Apalagi ada wanita lain yang sekarang hadir di antara mereka. Meski pernikahan kedua nya hanya sebatas di atas kertas, tetap saja Alana ingin meninggalkan kesan indah yang tidak pernah terlupakan untuk hubungan mereka.
Pintu kamar mandi terbuka, Alex keluar dengan tatapan datar dan melewati Alana begitu saja. "Kau baik-baik saja bukan?" langkah pria itu terhenti mendengar ucapan Alana.
"Bukan urusanmu."
Alex menjatuhkan tubuh nya ke atas ranjang, menarik selimut dan memejamkan mata nya. Tanpa mempedulikan Alana sama sekali. Terlihat jelas dari raut wajah nya, kalau pria itu sedang kecewa.
"Maafkan aku." Alana menunduk dan meremas ujung gaun tidur nya. "Maaf karena aku sudah--" ucapan nya terpotong saat tangan kekar itu menarik pinggang dan menjatuhkan tubuh mungil nya ke dalam dekapan nya.
"Tidurlah," pinta Alex membenamkan kepala Alana di dada bidang nya yang polos tanpa apapun. Bahkan ia bisa merasakan aroma maskulin yang keluar dari tubuh Alex.
"Tapi kemana pakaian mu, kau bisa masuk angin kalau tidak memakai nya," Alana mendongak berharap Alex mendengarkan ucapan nya.
"Sudah kukatakan bukan? Seperti inilah jika aku sedang tidur, jadi diam dan pejamkan saja matamu." tegas nya. "Lagipula ada kau, aku tidak butuh baju."
Alana mengerjapkan mata mencoba mencerna ucapan suami nya.
"Cepat tidur atau aku akan memakan mu.'' Alana menurut dan mulai memejamkan mata, hingga suara dengkuran halus terdengar dari nya. Pertanda kalau wanita itu sudah masuk ke alam mimpi.
Alex yang sejak tadi berpura-pura tidur membuka mata. Kedua sudut bibir nya tertarik ke atas saat membingkai wajah cantik istrinya. "Kenapa aku tidak bisa marah padamu Alana!"
Alex tau kalau Alana sedang membohongi nya dan bilang jika ia sedang datang bulan. Tanpa sengaja pria itu mendengar percakapan nya dengan Grenda via telepon.
"Tunggu saja aku akan menghukum mu." Alex menyeringai tipis dan memulai aksi nya malam itu juga.
.
.
.
.
Keesokan pagi nya, Alex sudah berada di meja makan. Bersama dengan Brian dan juga Angel. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka.
Berbeda dengan Alex yang terlihat sumringah. Sejak tadi pria itu senyum-senyum sendiri seperti orang yang tidak waras. Membuat Angel mengernyitkan alis bingung.
''Kau baik-baik saja bukan?'' Angel memberanikan diri bertanya pada Alex.
Angel tau seperti apa watak Alexander. Pria itu memang dingin dan ketus. Tapi jika sedang bahagia, raut wajah nya akan berubah drastis. Seperti sekarang ini misal nya.
Alex mengangguk dan kembali menyantap sarapan pagi nya. ''Dimana istrimu? Kenapa dia belum turun?'' tanya nya kembali, seakan ingin memastikan sesuatu.
''Dia masih tidur,'' jawab Alex tanpa beban dan rasa bersalah sama sekali.
''Yang benar saja,'' cibir Angel. ''Jam segini belum bangun memang nya apa yang dia lakukan semalam.
''Melayaniku.''
''Apa?'' ucapan Alex berhasil membuat mata Angel melotot seketika, seakan ingin keluar dari tempatnya. "Tidak mungkin kan kalau mereka berdua sudah melakukan itu? Alex hanya mencintaiku, bagaimana bisa dia--"
Angel berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau yang dikatakan Alex tidak benar. Tapi semua nya terbukti saat Alana mendekat ke arah mereka dan duduk di depan nya.
"Selamat pagi semua nya," sapa Alana dengan senyuman manis yang terukir di bibir nya. Wajah cantik natural tanpa polesan make up tebal dan hanya menggunakan lip gloss bewarna pink muda.
Alex menahan tawa nya mati-matian sedangkan Angel menatap tajam ke arah Alana tanpa berkedip saat melihat beberapa ganda kepemilikan berada di leher wanita itu. "Jadi benar kalau semalam mereka berhubungan layak nya suami istri? Bagaimana bisa! Bukan kah pernikahan mereka hanya pura-pura."
"Mommy Alana kenapa di leher Mommy banyak merah-merah nya, apa semalam digigit nyamuk?" tanya Brian dengan begitu polos nya. Alana tersenyum kikuk dan mencoba menyembunyikan gugup nya.
"Ah iya sayang, semalam Mommy digigit nyamuk nakal kepala item," jawab Alana tanpa memotong tatapan nya ke arah Alex.
"Wah jangan-jangan nyamuk nya besar ya Mom?" ucap Brian dan membuat Alex tidak bisa menahan tawa nya lagi yang kini sukses membuat perut nya sakit.
Berbeda dengan Angel yang sejak tadi tak suka melihat kedekatan mereka bertiga dan memilih pergi dari sana. "Percuma aku datang dan tinggal disini kalau Alex tidak menganggap ku sama sekali," gerutu Angel kesal. "Aku harus bisa menggunakan Brian untuk merebut Alex dari wanita kampungan itu."