Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengubah Nasib
Istri Rasa Simpanan Bab 19
Oleh Sept
Di sebuah kota kecil, jauh dari ibu kota. Padma sedang menenteng paper bag, sedang tangan satunya memeluk map. Sudah seminggu ini ia keluar masuk perusahaan untuk melamar kerja.
Sebagian lamaran sudah ia masukkan, sisanya menunggu untuk dipanggil. Sembari menunggu, Padma tidak berhenti berusaha. Ia bahkan tidak pilih-pilih, semuanya akan ia kerjakan, asal halal.
Sementara itu, Keny ada di rumah. Sebuah rumah kontrakan kecil yang sederhana. Padma sangat berhemat, karena ia belum dapat kerja. Keny untuk sementara akan dirawat ibunya, sedangkan Padma, ia akan mencari uang. Menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya.
Ponselnya pun sudah ia ganti nomornya. Sengaja menjauh dari Guntur. Padma benar-benar ingin hidup tenang sekarang. Jauh dari keluarga Gumilang yang berkuasa tersebut, jauh dari Guntur, yang selalu membuatnya menelan luka.
***
Rumah kontrakan Padma.
"Bagaimana, Pad?"
Padma tersenyum.
"Belum ada hasil, Bu. Kan baru beberapa yang Padma taruh surat lamaran."
"Ibu tadi lihat di gang depan, sepertinya ada lowongan, Pad. Pabrik roti ujung jalan."
"Hemm ... iya Bu, nanti Padma coba."
Padma kini fokus menyuapi Keny. Putrinya itu kini agak kurusan.
"Keny sulit ya Bu makannya?" tanya Padma. Karena kalau pagi sampai sore Keny dengan ibunya.
"Iya, susah sekali makannya."
Padma menghela napas panjang.
"Sayang, makan yang banyak yaaa ..."
"Mungkin gak mau bubur, Pad."
Padma mengaduk bubur di tangannya.
"Iya, Bu. Mungkin bosan."
"Coba ganti yang lain."
"Iya," balas Padma.
Beruntung bagi Padma dan ibunya. Kehadiran Keny seperti obat. Ya, anak Balita itu kadang seperti penawar bagi kesedihan mereka. Hidup terusir, dan tinggal di tempat yang asing. Namun, demi kebersamaan itu, semuanya akan mereka lalui dengan penuh suka cita.
***
Beberapa bulan kemudian.
PT Global Indo Citra
Padma kini sudah mendapat pekerjaan, sudah sebulan ini dia magang di sebuah PT yang cukup banyak karyawannya.
Ia bekerja bagian produksi. Sebagai pegawai kasar istilahnya, karena kerjanya pakai otot. Mau bagaimana lagi, asal ia punya bayaran untuk menyambung hidup.
Bulan kedua semuanya lancar, hingga saat masuk bulan ketiga. Tiba-tiba terjadi masalah intern di PT tersebut. Beberapa pimpinan mengalami gesekan, membuat krisis management. Sampai akhirnya banyak karyawan yang di rumahkan. Dan Padma menjadi salah satunya.
Dipecat, membuat Padma harus mencari pekerjaan kembali. Ia tidak menyerah, memasukkan lamaran lagi ke perusahaan dan pabrik-pabrik yang ada di sekitar sana.
Hingga ia kenal seorang wanita yang mengajak Padma mengadu nasib saja ke luar negeri.
"Gimana, Pad? Gajinya lumayan? Kalau di Indonesia ... dengan ijazah seperti ini, paling jadi OB. Atau buruh. Coba kita keluar negeri, lumayan, Pad. Pulang-pulang bisa beli rumah."
Padma menatap temannya itu.
"Tapi aku gak punya pengalaman, Susi. Lagian daptarnya juga kan mahal. Aku gak ada biaya."
Susi, teman baru Padma tersebut langsung memberikan saran.
"Nanti bisa dipotong sama agent. Bagaimana? Kalau mau, minggu depan kita daptar bareng. Aku capek hidup susah, dihina tetangga, Pad!" keluh Susi yang bosan hidup melarat.
"Nanti deh, Sus. Aku ngomong sama ibu dulu."
"Ya sudah. Aku tunggu ya. Sampai minggu depan. Kalau kamu gak mau, ya aku nekat saja berangkat sendiri. Kasian orang tuaku, sering dihina tetangga."
Padma diam saja, ia ingin merubah nasib. Tapi juga gak tega meninggalkan Keny. Ia pergi dari Guntur mau bersama Keny, kok sekarang malah ditinggal ke luar negeri? Padma benar-benar dilema.
***
Setelah pulang, malamnya Padma mengatakan apa yang disarankan oleh Susi. Dan ibunya langsung menolak keras.
"Jangan, Pad. Kasian Keny," kata ibunya.
"Tapi, Bu ... Padma bakal ambil kontrak 3 atau 5 tahun saja."
Ibunya tetap menggeleng.
"Kerja seadanya saja di sini, kamu gak lihat banyak TKW yang mati? Ibu sudah tua, Pad. Kalau terjadi sesuatu sama kamu ibu harus bagaimana?"
Padma pun tambah galau. Himpitan ekonomi membuatnya harus bergerak, tapi benar juga kata ibunya. Sang ibu sudah tua, aduh ... Padma dilema berat.
***
Sebulan kemudian.
Susi datang ke kontrakan, dia kembali mengajak Padma.
"Pad, bulan depan aku akan ke Arab. Kontakku 5 tahun. Ini aku pulang ke rumah sebelum berangkat, nyiapin berkas yang kurang. Kamu bagaimana? Ini sepertinya ada, babysitter, cuma 2 tahun. Di Mesir. Kamu mau gak? Aku tuh kasian kamu. Bagaimana, kalau iya? Aku bilangin sama orang dalam. Ini aku ada kenalan."
Padma menatap ibunya.
Sebulan ini Padma ngangur, benar-benar tidak ada pekerjaan. Sampai malamnya ia membujuk sang ibu.
"Dua tahun, Bu ... hanya dua tahun. Biar Padma kumpulin modal, Bu. Biar Keny punya masa depan," ucap Padma penuh harap.
Terasa berat rasanya melepas, Padma. Sebab sang ibu tidak tahu, nasib putrinya nanti di negara orang.
"Tapi, Pad ..."
"Demi, Keny Bu."
Sambil menahan napas berat, akhirnya ibunda mengangguk pelan.
BERSAMBUNG
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/