Seorang gadis harus menerima nasib buruk ketika ibunya telah tiada.
Fiona gadis malang yang di asingkan keluar negeri oleh ayahnya sendiri yang bernama Danu ketika usianya baru beranjak lima tahu.
Setelah beberapa Minggu kepergian ibunya, Danu memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhannya yang sudah mempunyai anak.
Diluar negeri sendiri, Fiona di urus oleh bibinya bernama Rosa. Rosa sudah bekerja di keluarga Danu semenjak Danu dan Hana menikah. Sekaligus Rosa adalah sahabat dari Hana.
Setiap Hari ingatan Fiona hanya membayangkan kejadian dimana ibunya tewas dibunuh.
Lalu bagaimana dengan kelanjutannya?
Jangan lupa dukung dengan cara like, komen dan Vita❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Flashback
"Danu......Danu.....Danu....tunggu!tolong temui Tasya dan bilang aku akan menemui nya nanti." Kata Mirna namun tak dihiraukan.
Danu memutuskan untuk pergi menemui Tasya anak nya. Di tengah perjalanan, sambil menyetir Danu terus berperang melawan pikiran nya. Bagaimana bisa sedangkan sebelum Hana meninggal Hana menelpon dirinya untuk meminta pertolongan.
Tapi di sisi lain dari sudut mata Mirna, Mirna seperti nya berkata jujur.
Tidak lama kemudian sampailah Danu di rumah Mirna. Ia masuk kedalam rumah tersebut. Melihat Tasya duduk di ruang keluarga dengan wajah yang sangat murung.
"Hallo....Tasya ini ayah!" Seru Danu membuka jas nya.
"Ayah....." Teriak Tasya memeluk ayah nya.
"Maaf pak, akhir-akhir ini Tasya sangat sulit untuk di beri makan. Saya takut kesehatan nya menurun." Sambung pengasuh nya.
"Benarkah?Tasya kenapa begitu sayang. Kau harus makan nanti sakit loh!" Ujar Danu.
"Ayah......ibu dimana?aku ingin bertemu ibu!"
"Oh ibu....ibu mu sedang ada pekerjaan di luar kota untuk beberapa hari." Kata Danu berbohong.
"Kenapa ibu tidak memberitahu ku dulu..." Ucap Tasya.
"Mungkin mendadak makanya ibu mu tidak sempat."
"Ayah di sini saja temani Tasya." Pinta Tasya.
"Emm....Tasya untuk saat ini ayah belum bisa menemani Tasya. Jadi sementara waktu, Tasya disini dulu bersama pengasuh. Ayah janji ayah akan datang lagi besok!" Ujar Danu berjanji.
"Baiklah kalau begitu,tapi ayah janji untuk datang lagi menemui Tasya." Pinta Tasya.
"Iya sayang ayah...." Balas Danu mencium anak nya.
Sore menjelang malam, sepulang dari makam Hana, Danu berniat untuk membersihkan diri. Baru saja ingin melangkah menuju anak tangga, Danu di panggil oleh Fiona .
"Ayah....." Panggil Fiona
"Fiona.....sayang....ada apa nak?" Tanya Danu.
"Ayah darimana?" Tanya balik Fiona.
"Ayah habis dari makam ibu mu tadi." Jawab Danu tersenyum.
"Fiona....." Panggil Rosa Fiona pun menoleh.
"Ternyata disini kau, aku pikir kemana." Ucap Rosa.
Rosa memandang Danu dengan pandangan yang tak enak, seperti orang yang sedang gelisah.
"Rosa....mau kemana kau?" Tanya Danu.
"Danu.....oh aku ingin pulang karena hari sudah mulai gelap." Jawab Rosa dengan gelagat yang tak seperti biasanya.
"Bibi.....bibi jangan pulang.....Fiona nanti sama siapa?" Tanya Fiona.
"Fiona, bibi harus pulang dulu karena bibi sudah beberapa hari tidak pulang." Jawab Rosa.
"Besok bibi kesini lagi kok, jadi tenang saja!" Ucap Rosa.
"Yasudah, bibi pamit pulang dulu ya!" Ujar Rosa lalu pergi.
"Kenapa dia seperti orang canggung?" Batin Danu menatap Rosa.
Selepas mandi, Danu pergi ke kamar Hana untuk menenangkan pikiran nya.
Dia berdiri di kamar tersebut sambil menatap sudut-sudut ruangan yang sudah dibersihkan. Sengaja ia tak menepati kamar tersebut karena ia tak sanggup jika harus mengingat masa lalu nya dengan Hana.
Raut wajah nya mulai sedih ketika ia melihat foto dirinya bersama anak istrinya. Pria itu mengambil foto tersebut lalu mengusap nya.
"Ternyata kau masih menyimpan foto kita bertiga Han....." Ucap Danu.
"Maafkan aku sayang, andaikan saja waktu itu aku datang dengan cepat pasti kau masih hidup sampai sekarang." Kata Danu menyesal.
Sementara itu, Rosa berbaring di tempat tidur nya sambil menatap langit-langit kamar nya.
"Kenapa ketika aku berada di rumah itu aku malah merasa seperti tuan rumah?" Tanya Rosa tersenyum.
"Lagian tidak ada yang tahu juga jika akulah yang membunuh Hana." Ucap Rosa. "Mulai sekarang aku akan lebih leluasa melihat Danu setiap harinya." Ujar Rosa menutup matanya mulai tidur.
Keesokan paginya, Danu menghampiri anak nya yang sedang duduk sarapan di ruang makan bersama Rosa.
"Selamat pagi putri ayah!" sapa Danu mengelus kepala anaknya.
"Pagi ayah....." Balas Fiona.
"Rosa....sejak kapan kau ada disini?" Tanya Danu.
"Sudah dari tadi aku disini. Oh ya Danu silahkan sarapan, aku sudah menyiapkan nya." Rosa tersenyum.
"Em baiklah...." Balas Danu yang merasa heran.
Selepas sarapan,Danu kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap akan pergi.
Selang beberapa saat, Danu turun dari tangga dan melihat Diona yang sedang bermain di temani oleh Rosa di ruang keluarga.
Pria itu berhenti sejenak sambil menatap Rosa.