NovelToon NovelToon
Sisi Gelap Seorang Hakim

Sisi Gelap Seorang Hakim

Status: tamat
Genre:Mafia / Kriminal / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

"Setiap orang memiliki sebuah tujuan hidup yang berbeda. Dan aku memilih jalanku ini, untuk sebuah dendam di masa lalu. Bisa saja aku membunuh mereka satu per satu dengan tanganku sendiri. Tapi, bukankah aku akan sama saja seperti mereka?" -Hakim Makutha.

"Jangan terlalu lama berkubang dalam rasa dendam, Utha. Semua justru akan membuatmu lebih menderita. Terkadang melepaskan sesuatu jauh akan lebih melegakan daripada menyimpan dendam yang tidak berkesudahan." -Dokter Hasna.

Sebuah perjalanan mencari keadilan untuk seorang teman yang sudah tiada justru membuat Makutha terbelenggu dalam luka masa lalunya. Dia berjuang mati-matian menumbangkan pemerintahan hingga mengancam keselamatan diri dan juga orang-orang yang ia sayangi.

Apakah Makutha berhasil melakukan aksi balas dendamnya? Atau dia justru gagal dan berakhir dengan kehilangan banyak orang terkasihnya demi membalas dendam di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Menghibur Hasna

Satu minggu berlalu, dan belum ada perkembangan yang signifikan dari kasus Praba. Makutha terus menanyakan hal itu kepada Farhan, tetapi hasilnya nol. Farhan mengatakan bahwa tidak memiliki bukti yang mengarah pada identitas pelaku.

Makutha merasakan sebuah kejanggalan. Selama kasus dalam penyelidikan, dia tidak pernah mendengar surat ancaman yang dikirimkan oleh Geng Macan Tutul disebut di media massa. Mereka hanya menggunakan potongan kepala Praba, serta ponsel milik perempuan itu sebagai bukti.

Hari itu Makutha mendatangi Hasna dan berniat mengajaknya untuk jalan-jalan. Sejak kematian Praba, Hasna menjadi orang yang jauh lebih pendiam. Beberapa kali dia mendapat aduan dari Hans, kalau Hasna sering datang bekerja dengan kondisi mata bengkak karena sisa tangis.

Makutha menghentikan laju mobilnya ketika sampai di sebuah rumah sederhana bergaya Belanda. Rumah itu memiliki banyak jendela, dengan bagian bawah bangunan yang dipondasi sampai setengah meter di atas permukaan tanah.

Makutha menapaki beberapa anak tangga sebelum menginjakkan kaki di lantai teras. Dia mengangkat lengannya, dan mengepalkan tangan, bersiap untuk mengetuk pintu rumah Hasna. Awalnya Makutha ragu, kepalan tangan lelaki itu mengambang di udara. Namun, setelah mengumpulkan niatnya, dia langsung mengetuk daun pintu tersebut.

"Na!" panggil Makutha setengah berteriak setelah ketukannya tidak mendapat jawaban dari Hasna.

Rasa panik mulai merasuki hati dan pikiran Makutha. Dia mundur beberapa langkah, berniat untuk mendobrak pintu di hadapannya. Namun, ketika jarak lengan Makutha dengan pintu tinggal sejengkal tiba-tiba benda itu terbuka lebar. Makutha tidak bisa mengendalikan gerakannya.

Akhirnya Makutha berakhir dengan tersungkur di atas lantai. Hasna terbelalak. Dia segera membantu Makutha berdiri. Aroma sabun menguar dari tubuh Hasna, menandakan perempuan itu baru saja selesai mandi.

"Kamu ke mana saja? Dari tadi dipanggil nggak keluar?" tanya Makutha dengan nada bicara setenang mungkin. Padahal sebenarnya rasa panik dan malu bercampur menjadi satu.

"Aku baru selesai mandi. Ada apa?"

"Oh, kebetulan. Aku mau ngajak kamu keluar. Jadi nggak perlu nunggu lama."

"Keluar ke mana?" Hasna mengerutkan dahi karena heran.

Tidak biasanya Makutha mengajaknya pergi terlebih dahulu. Biasanya dia yang mengajak lelaki itu jalan keluar. Itu pun harus menggunakan sedikit paksaan.

"Tumben?" Hasna melipat lengan sambil tersenyum miring.

"Oh, jadi nggak mau? Ya sudah kalau begitu. Aku pergi!" Makutha balik kanan bersiap meninggalkan kediaman perempuan pujaan hatinya itu.

Namun, lain di bibir lain di hati. Makutha berharap Hasna menahannya untuk tetap tinggal dan mau pergi bersamanya. Tak lama kemudian terdengar teriakan dari Hasna.

"Utha!" teriak Hasna.

Makutha menghentikan langkah, kemudian balik badan. Dia memiringkan kepala kemudian tersenyum tipis. Hasna terlihat ragu ketika hendak mengucapkan kalimat selanjutnya.

"Apa? Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan, aku pergi sekarang," ucap Makutha sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana.

"Tunggu! A-aku akan segera kembali. Kita keluar sekarang! Beri aku waktu sepuluh menit saja!"

Tanpa menunggu jawaban dari Makutha, Hasna langsung berlari ke kamarnya. Sedangkan Makutha mengepalkan tangan lalu memukulnya ke udara sebagai selebrasi. Hatinya bersorak karena ternyata Hasna menyetujuinya untuk pergi berdua.

Sepuluh menit kemudian, Hasna sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian kasual. Dia tersenyum lebar kemudian mendekati Makutha.

"Kita mau ke mana?" tanya Hasna antusias.

"Ke mana saja yang kamu suka, aku akan mengantarmu."

"Aku mau nonton film Sayap-sayap Patah, ya? Boleh?"

Makutha menautkan alisnya, kemudian berdecak kesal. Dari sekian banyak film kenapa harus film itu yang Hasna ingin tonton? Makutha paling benci menonton film genre tersebut.

Di sisi lain, ketika Hasna mendengar Makutha berdecak, rasa dongkol merayap di hatinya. Hasna melipat lengan di depan dada. Decakan Makutha berhasil mengobrak-abrik mood dokter cantik itu.

"Ck, kamu bilang?" Hasna menyipitkan mata sambil mengerucutkan bibir.

"Ayo!" ajak Makutha sembari menarik pelan lengan Hasna.

Hasna menepis tangan Makutha kemudian berjalan terlebih dahulu ke arah mobil. Makutha pun berlari mendahului gadis itu dan membukakan pintu mobil untuknya. Akan tetapi, Hasna malah memilih membuka pintu belakang dan duduk di kursi belakang.

"Waduh, sepertinya aku salah ngomong!" seru Makutha sambil menepuk dahinya.

...****************...

Ada juga yang kesal kalau dengar suara, 'Ck'?

Btw mampir ke sini juga yaaa~

Sambil nunggu SGSH update.

1
Defi
Haha.. anggap aja bumbu2 dalam kehidupan kalian.. kalau berat anggap aja lagi masak rendang 😜
Bisa Pesan Cover di Saya: bentar lagi mabok rendang gak tuh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Defi
kamu lupa Utha, kalau janji itu harus ditepati dan wanita itu selalu benar tak pernah salah 😜🤣
Bisa Pesan Cover di Saya: Apalagi perempuan yang lagi haid, selalu benar dan mutlak😍
total 1 replies
Defi
sepertinya memang dua2nya 😱
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkkek

terus pembacanya gimana nih? 🤣🤣🤣

btw makasih yaaa kak sudah meluangkan waktu buat baca novelku yg masih banyak kurangnya ini
total 1 replies
Defi
benar2 sadis cara mereka melemahkan lawannya 😱
Mailindawati danuarta
ceritanya bagus.
saya suka author
abdan syakura
Lanjuttttt Thor..
Ada bunga untuk Author-qu..
🌺🌹💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih udah mampir Kakk🤗🤗🤗
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum
Salken,,Thor....
Aq mampir nih
Beda nih ceritanya dr sekian byk Novel di NT....
Semangat, Kak 🥰🥰💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Akkk makasih, Kakkk sudah meluangkan waktu buat mampir 🤗🤗🤗

Sehat-sehat, ya?😁😁😁
total 1 replies
Tebe'e
Good 👍
Semangat, Kak 🤗🤗
Bisa Pesan Cover di Saya: akkk makasih rate nya kaaaakkk😍
total 1 replies
Ayuk Noy
aku mampir kak..
beri pelajaran yg setimpal untuk mereka yg telah melimpahkan semua kesalahan kepadamu sehingga sahabatmu menjadi korbannya....
semangat makutha💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih yaaa 🤗🤗🤗
total 1 replies
AyuGi
😅😅😅😅makutha lama sih kasiannn...
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkwk hiyakkk
total 1 replies
Ainisha_Shanti
macam best jer
Ainisha_Shanti: Aamiin Allahumma Aamiin...
total 4 replies
Tiaga Raz aghastya
Weh perasaan makutha pernah deh liad Hasna ga pakai jilbab pas tinggal di rumah nya atau sama bibinya y, waktu Hasna buru2 buka pintu n lupa pakai jilbab krna baru bngun tdr
Bisa Pesan Cover di Saya: Wah, teliti kakak. ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya bersatu juga cinta Makhuta dan Hasna.

Congratulation sis author kerana dah berjaya memula dan menyelesaikan novel SGSH sehingga happy ending.

keep it that 💪💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih jugaaa buat kakak, sudah mengikuti novel ini hingga selesai ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya Liam tertangkap juga. semoga kali ini tak terlepas lagi
Ainisha_Shanti
semoga Hasna baik2 saja
Bisa Pesan Cover di Saya: Iyakkk dia baik-baik saja kok🤗🤗🤗
total 1 replies
Alifia Sakhina
ruwet spt bnang,trll bnyk konflik
Bisa Pesan Cover di Saya: makasih juga masukannya, semoga kedepannya saya bisa menulis dengan lebih baik lagi ❤
total 2 replies
Ainisha_Shanti
Astagjfirullah... apa lagi yang terjadi? semoga Hasna baik2 saja
Ainisha_Shanti
panasaran dengan masalah antara Tiara dan Andra sehingga menjadi musuh
Ayi
kok ayahnya Utha gak keliatan yaah? 🤔
Ayi: wah udah gak ada yaah 😢
total 3 replies
ambu inne
meleleh adek bank Albert 😂😂
lanjutkan Thor semangat
💪💪💪
ambu inne: gaskeun lah Thor
😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!