NovelToon NovelToon
Love With Calon Ipar

Love With Calon Ipar

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:391.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Isti arisandi

Menikah dengan lelaki pujaan hati adalah impian setiap wanita. Apalagi hubungan mereka sudah terjalin bertahun lamanya.

Aditya memutuskan menikahi wanita pujaan hati tepat di hari ulang tahunnya. Berharap akan menjadi kado spesial yang tak terlupakan. Namun, siapa sangka dihari itu justru menjadi awal kehancuran mahligai yang akan dia bina.


Wanita cantik datang dengan perut besar, berusaha menggagalkan pernikahan dan mengatakan bayi yang dikandungnya adalah anak Aditya?


Benarkah itu darah daging Aditya?



Akankah pernikahan mereka terlaksana ?


Atau justru malah kandas?


Lalu siapakah wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resah

Satria mengambil kembali salep untuk luka Alya, masih berniat membantu, meski Alya sempat menolak.

Alya yang sudah mengantuk tapi belum sepenuhnya terpejam, dia meringis kala merasakan perih oleh sentuhan jari Satria.

"Sat." Alya meraih tangan Satria dan menggenggamnya.seketika pandangan mereka beradu, Satria merasakan ada gelenyar aneh kembali merasuki tubuhnya.

Mata bulat indah dan bulu panjang namun lentik itu membuat Satria tertarik untuk terus menatapnya.

"Sat, aku tidak mau menjadi penghalang cintamu pada Rosa."

"Sepertinya kamu terus memikirkan Rosa, apa kamu takut aku benar-benar ada hubungan dengan dia?"

Satria mencondongkan tubuhnya. "Jika kamu takut aku diambil Rosa, tunjukkan sayang kamu pada aku dong," kata Satria sambil mengerling.

Alya mendorong pipi Satria. "Aku serius Satria."

"Aku malah sejuta rius." Satria tersenyum. Alya menutup wajahnya dengan selimut.

Satria memaksa membukanya. Tubuhnya semakin condong dan menatapnya semakin dekat. "Bolehkah aku mendapatkan ini."

Disentuhnya bibir merah Alya dengan jari jempolnya, diusapnya dengan lembut.

Manik mata Alya berkedip pelan, Alya takut jika hari ini Satria meminta sebuah ciuman, besoknya dia meminta lebih.

"Maaf Sat, aku tidak bisa." sepatah kata yang kembali membuat Satria kecewa, lelaki itu memejamkan mata, meminta hati untuk bersabar, Satria lalu berdiri dan menjauh.

Satria meninggalkan Alya. Alya menggeser tubuhnya hingga dia bersandar di salah satu sisi ranjang.

Netra Alya terus mengekor melihat kemana langkah Satria pergi.

Satria, rupanya hanya ingin mandi, dia mengambil handuk di gantungan dan membuka kaosnya lalu celana panjangnya hingga menyisakan celana pendek diatas lutut.

Dada bidang dan bersih dilengkapi bulu halus itu membuat degup jantung Alya terpacu lebih cepat.

Ini pertama kalinya Alya melihat pahatan indah milik suaminya. Alya merasakan darahnya berdesir kencang. Namun disentuh oleh tubuh yang diam-diam dikagumi itu. Alya masih ragu. Bayangan Aditya masih terus berkelana di dalam hatinya, susah sekali untuk mengusir keluar.

'Satria maafkan aku. jujur aku cemburu melihat kamu bersama wanita lain, tapi aku juga belum bisa memberikan cinta ini untukmu.'

Alya kembali tidur, dia memiringkan tubuhnya menghadap dinding. berharap tidak lagi melihat wajah cemberut Satria.

Di dalam kamar mandi Satria mengguyur tubuhnya dengan air shower, lagi lagi kecewa yang ia tuai "Salahkah aku jika mencintaimu Alya, kenapa kau terus menghukum ku dengan ketidak pastian sikapmu." Satria melampiaskan kekesalannya dengan dinding di kamar mandi, berulang kali dia melayangkan tinjunya hingga tangannya terluka.

Setelah tubuhnya merasa kedinginan, Satria segera memakai handuk dan keluar dengan wajah santai seolah tak terjadi apa-apa.

Satria segera menghubungi teman temannya. "Bro malam ini aku nggak jadi cancel, aku ikut."

"Yess, gitu donk, nggak seru nggak ada lu, Sat." jawab seseorang di seberang sana.

Satria yang mengira Alya sudah tidur, akhirnya dia pergi tanpa pamit.

Diruang tengah dia bertemu dengan Bi Minah yang sedang membersihkan meja makan bekas makan malam.

"Den, mau kemana?" tanya Bi Minah yang melihat Satria menuruni nak tangga.

"Biasa Bi, anak muda."

"Den, pengantin baru kok masih kelayapan."

"Emang pengantin baru nggak boleh keluar rumah ya, Bi."

"Boleh, sih Den, tapi alangkah baiknya di rumah saja. Kata orang dulu mah biar cepat dapat momongan."

"Bibi bisa aja, Titip Alya ya Bi, kalau bisa bibi temani dia tidur."

"Iya Den, masa bibi temani tidur di ranjang pengantin, biar bibi tidur di sofa depan kamar Aden aja ya."

"Terserah Bibi aja, maaf ya kalau sudah merepotkan." Satria pamit, dia mencium tangan Bi Minah. Satria tidak pernah menganggap Bibi yang bekerja di rumahnya memiliki derajat yang lebih rendah.

Satria membawa motor balapnya pergi, suaranya sangat kencang saat meninggalkan halaman.

Alya yang mendengar suara motor balap Satria segera berlari membuka jendela.

"Satriaaa!!"

"Satriaaa ikut!"

Teriakan Alya dari jendela sama sekali tak di dengar Satria, atau Satria mendengar tapi dia sudah terlanjur kesal.

Alya berlari turun tapi Satria sudah melajukan motornya. Alya memejamkan matanya, tak terasa dia menitikkan airmata. Alya tahu Satria marah, tak biasanya lelaki itu tak pamit saat ingin pergi.

Bunda yang kelihatannya juga terganggu dengan suara motor Satria ikut keluar kamar. "Nduk kamu kenapa teriak-teriak, kamu dan Satria lagi marahan?"

"Nggak Bun, Cuma Satria langsung pergi aja, dia nggak pamit. kalau mau pergi."

"Oh, cah edan, mungkin dia lagi janjian mau main balap di lapangan sama anak-anak geng motor." kata bunda yang sudah hafal dengan kelakuan anaknya.

"Bunda, tapi balap motor itu bahaya Bunda, Alya tidak suka jika Satria masih ikut balapan liar itu."

"Alya, kamu cemas sama Satria? Sudahlah, dia bandel, bunda sudah sering ingetin, tapi kalau kamu mau Satria berhenti, kamu bisa bujuk dia."

Alya menyesal telah membuat Satria kecewa, andaikan dia tadi memberi satu kecupan hangat seperti yang diinginkan, pasti sekarang Satria masih ada bersamanya.

"Udah Nduk jangan cemas gitu, Nanti juga pulang Satrianya. Buruan sana tidur."

"Alya nggak bisa tidur Bunda,"

"Ya udah, ayo temani bunda nonton TV, Kayaknya Aditya juga belum pulang, Akhir- Akhir ini dia sering banget lembur," tutur bunda mengingat kedua putranya tak ada di rumah.

Aditya akhir-akhir ini memang sering sekali diluar rumah dengan alasan kerja, Dia baru pulang tengah malam, kadang juga tidak pulang.

Bunda merengkuh bahu menantunya, mengajaknya masuk. Alya menurut, dia berusaha menikmati acara TV yang sedang tayang meski sebetulnya hatinya sedang cemas.

*

*

"Satria, gue pikir Elu nggak datang." Elisa segera menghambur ke Satria yang baru saja memarkirkan motornya.

"Gue datang kok, tenang aja"

"Akhirnya semua anggota datang, kita mulai yuk." Elisa adakah satu satunya wanita dalam geng motor. Semenjak Satria datang, wajahnya mendadak menjadi cerah, dan sumringah secantik bulan purnama.

"Sat, gue cemas banget tadi, nggak asyik nggak ada loe," tutur Elisa lagi.

"Nggak asyik buat dia Sat, masa Lo nggak peka sih. Elisa naksir loe," ujar Sadewo.

Elisa memukul punggung Sadewo." Dasar Mulut Dewo memang kadang suka loss, tanpa rem."

Mendengar ucapan Sadewo, Satria tak begitu respect, Satria sudah tahu sejak lama, tapi lagi-lagi alasan Satria tidak mau merusak hubungan pertemanan.

" Makin larut malam bro, Jadi mulai nggak nie." Satria malam ini terlihat tak sabaran. Gelisah, ada sesuatu yang sengaja dia pendam sendiri.

"Jadi dong, Ayok." Elisa menarik jemari Satria.

Elisa mondar mandir di depan kaum laki laki yang sudah siap melajukan motornya, menunjukkan kalau perlombaan siap untuk dimulai.

"Satu, dua, tiga."

Greeeeeeeeeeng! weng! weng!

Balap motor malam ini murni hanya permainan saja. Acara dilakukan dalam seminggu sekali.

"Satriaaa! Semangattttttt!" pekik Elisa.

Satria mengangkat satu tangannya, tanda 'oke siap.' setelah itu Satria mengemudikan motor tak terkendali lagi.

1
Martha Dimas
kok tamat thor
Uun Handayani
Luar biasa
Uun Handayani
Biasa
Tutik Lestari
suka
dewi
mkasih ceritany suka banget, cuman endingnya bingung. bikin kagok.
Elis Lismawati
Kecewa
Elis Lismawati
semoga bhgia slalu
Zarin Mayresa
maaf thor novel ini ceritanya bagus tapi penyebutan nama nya kacau ,,byk yg tertukar aluna jg ada yg bahkan gak ada di cerita trus berulang "
Isti Arisandi.: iya Kak, soalnya waktu itu nulis lebih dari satu.
total 1 replies
Zarin Mayresa
namanya macam" thor
Zarin Mayresa
adrian datang drmn thor
Isti Arisandi.: hehehehe
total 1 replies
Zarin Mayresa
lunanya ada di hongkong Thor
Isti Arisandi.: kebawa novel lama.
total 1 replies
Reni kurnia
berhenti lah sampai disini Thor ??
lanjut dong Thor please 🤗
Erna Wati
lajut
Bunda
akhirnya satria belah duren😊😊😊
karina apriyanti
ceritanya bagus
Bunda
ikutan mampir😊😊
Adhyzta Eka Nugroho
bagus
Anies Mamahe Rubaells
ceritanya muantep bener
Alfatih
next author semangat 💪👍💚😘
IntaNn Gendiess
kenpa lama sekali up nya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!