Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
Wanita bercadar tadi naik taxi, sepanjang perjalanan Ia melihat ke arah luar.
Sedikitpun gak ada perubahan di sini batinnya.
Ia turun di depan rumahnya, lalu berjalan pelan membuka pagar rumah, Ia melangkah dengan perasaan sangat bahagia, saat sampai di depan pintu Ia langsung mengucap salam saat mengetuk pintu.
Di dalam rumah
"Itu seperti suara Cyra, apa mungkin itu Cyra," gumamnya Hana
Hana buru-buru berjalan ke arah pintu dengan bahagia lalu membuka pintu sambil menjawab salam.
Hana langsung berkaca-kaca saat melihat anak yang dirindukannya sudah pulang.
Walau Cyra bercadar tapi Hana tetap bisa mengenalinya.
Cyra langsung memeluk Bundanya dengan erat.
"Cyra kangen banget sama Bunda," ucap Cyra
"Bunda juga kangen banget," Air mata Hana menetes saat itu juga.
Cyra melepaskan pelukan Bundanya, Cyra menghapus air mata Bundanya itu.
"Ayo masuk, Cyra pasti capek banget," ucap Hana sambil menarik koper putrinya itu.
Cyra merangkul lengan Bundanya itu saat berjalan masuk.
Cyra melihat ke sekeliling rumahnya, rumah yang sangat dirindukannya sedikitpun tidak berubah.
"Cyra gak ngasih tau Bunda kalau mau pulang jadinya Bunda belum masak apa-apa," ucap Hana
Cyra menoleh kearah Bundanya, "Cyra gak lapar kok, lagi diet,"
Hana tersenyum mendengarnya, "Ngapain diet kan Cyra gak gendut,"
"Ya jaga-jaga sebelum gendut," kata Cyra
Mereka berdua berjalan naik tangga, lalu masuk ke kamar.
Cyra langsung duduk dan membuka cadarnya.
Hana tersenyum melihat ke arah Cyra.
"Cyra istirahat saja, Bunda bantu rapikan pakaian Cyra dulu,"
Cyra langsung berbaring di tempat tidurnya itu.
"Akhirnya pulang juga ke rumah, rasanya kangen banget tidur di sini," kata Cyra
Hana yang baru membuka koper Cyra melihat ke arah anaknya itu.
"Apakah di sana Cyra senang?" tanya Hana
"Senang banget Bun, di sana ada juga orang dari Indonesia, walau beda agama tapi tetap bisa nyambung saat ngobrol," cerita Cyra
"Oh ya Bun maaf ya Cyra jarang nelpon, karna di sana Cyra sibuk banget pas sudah gak sibuk, di sini pasti sudah tengah malam jadi Cyra gak enak nelpon ke sini," tambah Cyra
"Gak apa-apa yang penting sekarang Cyra sudah pulang dengan selamat, kita bisa kumpul lagi," kata Hana
Hana mengeluarkan beberapa helai pakaian Cyra. Hana memperhatikan setiap helai pakaian Cyra.
Hana kaget karna semua pakaian Cyra berbeda dari waktu baru berangkat.
"Cyra ini pakaian Cyra semuanya?" tanya Hana
Cyra bangkit dan melihatnya, "Iya Bunda, sekarang Cyra gak pakai pakaian seperti dulu, Cyra lebih senang pakaian seperti ini,"
Hana tersenyum sambil menggantung pakaian Cyra.
"Bunda, Bang Rendy apa kabarnya?" tanya Cyra
"Seperti biasa, sekarang masih fokus mengajar dan belum menikah," kata Hana
Cyra tersenyum mendengarnya.
"Bunda besok kita ke rumah Bang Alwi ya, kita temui si kecil," kata Cyra
"Nanti malam mereka juga akan ke sini," kata Hana
"Kalau dulu Cyra punya anak sama Kak Geral pasti juga sudah hampir sebesar Husna," ucap Cyra sambil sedikit tersenyum.
"Cyra masih ingat dia?" tanya Hana yang langsung duduk di tempat tidur.
"Cyra selalu ingat sama dia, walau kami bersama hanya beberapa bulan tapi itu cukup membuat Cyra terbiasa bersamanya," wajah Cyra berubah jadi sedih saat ingat pertemuannya tadi dengan Geral di bandara.
"Bagaimana dengan Bang Rendy?" tanya Hana sambil memegang wajah Cyra.
"Gak tau kenapa saat memikirkan Bang Rendy, Cyra biasa-biasa saja, tapi saat memikirkan Kak Geral rasanya hati Cyra sakit karna merindukannya," Cyra mulai meneteskan air mata.
"Dia kembali 2 tahun lalu, tapi kami hanya bertemu sekali karna katanya dia sudah pindah ke Bogor," kata Hana
"Apa dia menanyakan Cyra?" tanya Cyra
Hana menggeleng, "Waktu kami bertemu dengannya, dia lagi bersama perempuan cantik,"
Cyra terlihat kecewa, "Terus kabar Dinda bagaimana?" tanya Cyra
"Kaki Dinda sangat lemah jadi sulit untuk sembuh, Dinda hanya bisa melangkah sekitar 5 meter setelahnya pasti jatuh lagi," kata Hana
"Tadi Cyra melihat Kak Geral di bandara, dia bersama perempuan cantik yang mungkin adalah istrinya, dia juga terlihat sangat bahagia, tapi dia gak mengenali Cyra karna Cyra sudah bercadar," kata Cyra
"Cyra bisa mempertimbangkan Bang Rendy kembali," kata Hana
Cyra hanya diam mendengarnya.
"Bunda bolehkan Cyra melihat Dinda diam-diam?" tanya Cyra
"Tentu, kita bisa ke Bogor nanti, tapi Bunda gak tau alamatnya," ucap Hana
"Di sana Kak Geral punya hotel, kita tanya orang di sana," ucap Cyra semangat
Hana mengangguk, "Ya baiklah, tapi hanya melihat Dinda kan?"
"Iya, Cyra gak mungkin mau melihat suami orang," kata Cyra
Cyra langsung berbaring dan mengingat tadi saat Geral tidak mengenalinya.
Cyra mengingat wajah Geral dengan sedih.
Gak boleh mikirin suami orang batinnya
Hana hanya melihat ke arah putrinya itu.
*
Sore hari Arka pulang ke rumah, saat membuka pintu sambil mengucap salam, Cyra yang menjawab salamnya lalu langsung mendekat memeluk Ayahnya.
"Ayah, Cyra kangen banget," ucap Cyra
Arka yang awalnya shock karna dipeluk wanita bercadar langsung tersenyum sambil membalas pelukan anaknya itu.
"Kok pulang gak ngasih tau Ayah?" tanya Arka
"Sengaja, nanti Ayah gak konsen kerja," kata Cyra yang langsung duduk bersama Ayahnya di ruang tamu.
"Ini beneran Cyra?" tanya Arka lagi
Cyra mengangguk lalu membuka cadarnya, "Lihat ini beneran Cyra,"
Di saat itu juga Alwi bersama istri dan anaknya juga mengucap salam.
Cyra dan Ayah menjawab salam mereka.
Mereka kaget melihat Cyra sudah ada di rumah.
Cyra langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju mereka bertiga.
Husna hanya bingung melihat Tantenya itu.
Cyra memeluk Alwi dan Gina lalu berjongkok memeluk Husna keponakannya.
"Ini Tante Cyra, yang pernah nelpon Husna," kata Gina
"Tante Cyra sangat cantik, lebih cantik dari di foto," kata Husna polos.
"Husna juga cantik," Cyra melepaskan pelukannya dan langsung memegang wajah Husna.
Mereka semuanya sudah duduk, Hana juga sudah bergabung.
Cyra sangat bahagia melihat semuanya, Cyra kembali memakai cadarnya.
"Cyra sudah bercadar?" tanya Alwi
Cyra mengangguk, "Lebih nyaman seperti ini, kan bisa menghindari pandangan laki-laki yang bukan mahram,"
"Ya biar nanti Cyra juga mendapatkan laki-laki baik seperti Rendy misalnya," kata Alwi
"Ya doakan Cyra dapat suami baik seperti Bang Alwi dan Ayah," kata Cyra
*
Malam hari setelah sholat Isya, Cyra duduk di teras kamarnya, Cyra menatap gelang pemberian Geral dulu.
Cyra juga menatap cincin pernikahannya dulu yang memang sekalipun gak pernah dilepas.
Kak Geral harus bahagia, maaf jika Cyra terus memakai pemberian Kakak, Cyra sudah terbiasa memakainya, saat Cyra menikah nanti baru Cyra akan melepasnya batin Cyra
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍