NovelToon NovelToon
Bayi Kembarku

Bayi Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:23.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tusya Ryma

Sejak Ayahnya meninggal 2 tahun lalu, ia hidup berdua dengan ibunya. Dengan uang peninggalan Ayahnya, ia masih bisa bertahan hidup. Sampai pada suatu hari Ia menemukan tawaran di internet untuk menjadi "Rahim Pengganti", dengan bayaran 1Miliar.

Diusia yang masih sangat muda, 19 tahun Lea Shen memutuskan untuk ikut dalam pemilihan rahim pengganti.

Pada saat waktunya melahirkan, tanpa sepengetahuan pihak pertama Lea ternyata mengandung Anak kembar dan dokter kandungan yang menangani persalinan Lea, membantunya untuk menyembunyikan salah satu bayinya.

Setelah beberapa bulan melahirkan, Lea Shen menjalin hubungan dengan Presdir Muda yang tampan. Tidak disangka, pria itu adalah Ayah bologis anaknya.

Akankah Ibu dan Anak itu bisa berkumpul kembali?






(Ini adalah perjalanan cinta Lea dan Willy)

Follow IG author: @rymatusya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pantai Muasir

Cuaca hari ini sangat bagus, Evan mengajak Lea dan Emily pergi ke Pantai Muasir, salah satu pantai terindah di Negeri ini. Air yang berwarna biru, suara gemuruh ombak dihiasi pasir putih, satu kesatuan yang tak terpisahkan. Alam memang sangat indah mahakarya Tuhan yang sempurna.

Lea memandang luas ketengah laut yang tak berujung, rasa lelah dan penat dalam diri seolah sirna. Ia memejamkan mata dibalik kacamata hitam itu, berbaring dikursi pantai kayu yang sangat nyaman, berteduh dibalik payung besar yang hanya menutupi setengah dari badannya. Kaki putih yang hanya berbalut kain pantai tipis yang sesekali tertiup angin membuat kulitnya terpapar sinar matahari.

Ia tidak memperdulikan apapun saat ini. Hanya ingin menikmati keindahan dan kenyamanan Pantai Muasir.

Ditengah kenyamanannya, Lea di kagetkan dengan teriakan Emily.

"Leaaa... Ayo sini berfoto!!!"

"...."

Lea hanya melirik sekilas dari balik kaca mata hitamnya, tidak merespon apapun.

Emily dan Evan terus bermain di pantai dan mencoba menaiki Banana Boat. Teringat akan Lea lagi, Emily yang hanya memakai Bikini yang sangat seksi berlari menghampir Lea, masih dengan teriakan histerisnya.

"Lea... Leaaa... Aku dan Evan mau naik Banana Boat, kamu mau ikut tidak?" sambil mengguncang tubuh Lea.

Lea melepas kacamata hitamnya, memandang jauh kearah Banana Boat itu dan mengerutkan kening. Ia sebenarnya agak takut air, takut tenggelam jadi ia memutuskan untuk tidak ikut. Hanya akan memberi semangat dan memotret mereka saja.

Lea melepas kain pantainya, tubuh itu hanya tinggal bikini berenda yang sangat cantik. Berjalan menuju Evan yang sedang bersiap menaiki Banana Boat.

Banana Boat itu terus melaju ketengah laut dengan kecepatan tinggi. Sorak soray dari orang yang menaikinya terus terdengar, tidak terkecuali Emily, suara teriakannya nyaring terdengar, Lea yang terus mengabadiakn momen ini sangat iri, sangat ingin menaikinya, tapi ia benar-benar takut jauh ke laut. Banana Boat ini selalu menjatuhkan penumpangnya ke air, itulah salah satu keseruannya.

Setelah Evan dan Emily turun, Lea menghampiri mereka dengan rasa iri. Emily terlihat sangat lelah nafas terengah-engah seolah telah terjun ketengah laut dan berenang sendiri ketepi.

Melihat Lea yang kurang senang, Evan bertanya.

"Kenapa... Terlihat tidak senang?"

"Aku iri sama kalian" jawabnya jujur.

Emily bertanya pada Lea dengan heran

"Kenapa?"

"Aku juga mau naik itu... Tapi aku takut tercebur ke laut" jawab Lea masih dengan ekspresi tidak puas.

"Aku bawa kamu naik Jet Ski, bagaimana?" tawar Evan

"Dijamin kamu aman tanpa terkena air!!!"

Mata Lea berbinar-binar seolah menepukan kebahagiaan, ia segera menjawab

"Mau... Mau... Mau"

"Evan... Kamu tidak adil... Aku juga mau naik Jet Ski" Emily tidak senang.

"Ayo... Kamu naik Jet Ski nanti teman aku yang membawamu" ucap Evan.

Mereka menyewa Jet Ski di tempat temannya Evan jadi ada diskon dan sekalian dikemudikan oleh temannya untuk membawa Emily.

Dua Jet Sky melaju dengan kecepatan tinggi diatas air. Menciptakan percikan air yang sangat indah.

Emily berteriak dengan suka cita.

Seolah dinas ke kota C kali ini hanya sebuah liburan saja. Mereka sangat menikmati momen ini. Bisa bermain sepuasnya, semua ini berkat Evan yang tinggal disini. Kalau tidak, semua ini hanya akan menjadi khayalan saja.

Lea sangat takut terjatuh, ia memeluk Evan sekuat tenaga. Jet Ski pun melaju sengat kencang berputar-putar ditengah laut serasa laut itu hanya milik mereka berdua.

Tidak terasa hari pun sudah sore. Setelah puas bermain, mereka bertiga membersihkan diri dan berpakaian. Sebelum pulang tidak lupa makan di Restoran khas hidangan laut disana. Makanan disini sangat lezat, seperti biasa Lea dan Emily makan dengan lahapnya. Evan tersenyum puas melihat teman baiknya bisa menikmati hari ini dengan baik.

Ia berkata

"Kapan-kapan kalau kalian ke Kota C lagi aku akan ajak ke tempat lain"

Lea mengangguk tanda terima kasih

"Iya Evan... Terima kasih untuk hari ini, benar-benar beruntung ada kamu disini"

Emily membalas

"Iya Evan... Terima kasih, kalau tidak ada teman sepertimu, kami tidak mungkin main ke Pantai ini untuk bermain Banana boat dan Jet Ski.

"Tidak masalah... Aku senang bisa mengajak kalian bersenang-senang". Jawab Evan.

Evan menambahkan

"Setelah makan, mau langsung pulang atau melihat Sunset dulu? Sunset disini sangat indah!"

Lea menjawab

"Karena masih disini, sayang kalau sampai dilewatkan". sambil tersenyum senang.

Emily mengangguk tanda setuju.

Warna kuning keemasan terus terpancar dan perlahan meredup. Matahari menghilang di bawah garis cakrawala di sebelah barat. Angin terus berhembus, menggoyangkan pohon-pohon yang menjulang tinggi ke langit.

Berkahir pula kesenangan Lea dan Emily hari ini.

Mobil melaju dengan tenang ditengah jalan kota yang ramai, gadis-gadis cantik ini kelelahan sampai tertidur di dalam mobil.

Evan melirik gadis yang duduk dikursi samping dirinya, tersenyum puas melihat Lea yang kelelahan.

Emily yang tertidur dikursi belakang jangan ditanya bagai mana keadaannya. Ia seperti kerbau yang mendengkur meringkuk diatas kursi, sendirian.

Tiba di tempat parkir apartemen Evan, mereka turun dan membawa cukup banyak barang, Lea membeli beberapa oleh-oleh untuk Syira dan beberapa oleh-oleh untuk dibawa ke kota A.

Ting... Tong...

Pintu dibuka, disambut dengan wajah murung Syira.

Semuanya masuk dan duduk disofa.

Evan dengan heran bertanya

"Kamu kenapa?"

Syira dengan manja menjawab

"Kaka jahat... Tidak mengajak Syira!"

Evan mendekat dan mengelus kepala kecil Syira.

"Kamu kan sekolah..., pulang jam 3 sore..., mana sempat kaka ajak kamu!"

Lea buru-buru membuka tas belanjaannya. Mengambil beberapa bungkusan dan memberikannya kepada Syira.

"Ini Syira untuk kamu..., tadi Kak Lea beli khusus untuk kamu."

Syira mengambilnya dan segera membuka

"Waw. Bagus..., terima kasih Kak Lea!"

Lea tidak asal membeli beberapa oleh-oleh, ia membeli yang bermerek dan berkualitas. Sehingga Syira benar-benar senang dan menyukainya.

"Ehh iya kak..., tadi ada yang kesini. Menanyakan Kak Evan" ucap Syira sambil mengingat-ingat.

"Siapa?" Evan heran.

"Tidak tau" jawab Syira singkat.

Malam pun berlalu dengan tenang, Lea dan Emily tidak lama langsung tertidur, seolah melanjutkan mimpi yang tadi sempat terpotong.

Badan yang begitu lelah tidurpun sangat lelap, sampai suara dering ponselpun tidak terasa.

.

Pagi ini tidak terlalu berbeda dengan pagi kemarin, Syira yang sudah berangkat sekolah dan Evan yang sibuk didapur dan dua wanita malas yang masih tertidur.

Dering ponsel dari semalam terus berdering. Pagi ini berdering kembali entah yang keberapa puluh kalinya.

Lea terbangun dan menekan tombol hijau.

"Halo.... "

Dari seberang telepon langsung menyebarkan hawa dingin. Membuat Lea menggigil.

"Kemana saja kamu? Semalam di hubungi pura-pura tidak dengar?" Willy yang marah masih menahan sedikit aura ganasnya.

Tersadar itu Willy dan dari kemarin Lea tidak sempat menghubunginya.

Dengan rasa bersalah Lea menjawab

"Willy, maaf tadi malam aku ketiduran!"

Lea melihat panggilan tak terjawab hingga 56 kali. Willy menghubunginya dari siang sampai malam dan baru saat ini Lea angkat.

Lea benar-benar merasa bersalah saat ini.

Masih dengan nada dinginnya Willy berkata

"Lupa? Lea dari kemarin siang kamu aku hubungi tidak bisa, apa kamu bahkan lupa kalau kamu punya kekasih?"

Tegggg....

Jantung Lea berdetak mulai tidak karuan, menyadari Willy sangat marah kali ini. Tapi yang Lea tidak tau Willy bukan hanya marah karena dia tidak bisa dihubungi. Tapi marah karena laporan dari orang suruhan Willy yang mengawasi Lea.

Willy tau dirinya di bohongi, menginap di rumah Evan. Bahkan dari kemarin tidak bisa dihubungi karena asyik ke pantai bersama Evan. Berboncengan mesra menaiki Jet Ski bersama Evan. Bahkan berBikini didepan Evan.

Willy benar-benar sangat marah sekarang!!!

Kalau bukan karena jarak yang terlalu jauh, Willy sudah pergi menyusulnya.

1
RatuHalu
aku kembali thor, tahun lalu aku baca novel ini, ceritanya bagus..
Rose Yura🌹: yeeeeee🤩🤩🤩🤩🤩🤩
total 1 replies
Acil Sabar
bagus
Marhaban ya Nur17
g kelar" y males jd nya
Marhaban ya Nur17
meski pemain nya nambah tp alure g maju" gtuuuu wae 😁 masalah atu tp g bisa di kelarin
Marhaban ya Nur17
klo gw boleh komen yyyy Lea ana willy tinggal jujur aja certain yg sebenarnya ke keluarga zu kaya nya beres deh 🤔 ini mah malah dibikin drama jd e gtu" wae
Marhaban ya Nur17
padahal klo jujur jg g bakal ruwet kaya gini 😏
Marhaban ya Nur17
yg cewek suka mabuk n yg cowok suka mukul 😅 jd tukang pukul aja wil
Marhaban ya Nur17
pd hal klo jujur se gw yakin damai sentosa deh
Marhaban ya Nur17
jujur makanua
Marhaban ya Nur17
gw se komplen cmn bahasanya doank thor 🤣
Marhaban ya Nur17
baby Leon tuh emang namanya apa cmn panggilannya doank ??? baby
Marhaban ya Nur17
selalu ada kata hehe
Marhaban ya Nur17
gmn y ???
Marhaban ya Nur17
ceritanya ok thor tp feel nya g berasa 😁 kaya lg ps marah, seneng, atau apa lah itu g dapat meski kalimate emang memgatakan demikian tp ttp aja
Rose Yura🌹: hehe.. iya ya. 😅

maklum lah, cerita ini tulisan pertama aku, sebelim ikut kelas menulis, sebelum belajar tentang bikin novel.

Terima kasih ya, sudah membaca 🥰
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
ini adegannya g ada kenalan dulu apa gmn y lansung manggil nama aja 🤔
Marhaban ya Nur17
mama apa yg kamu lakukan,,, kasar kan y seharusnya kan mama apa yg mama lakukan , sepenggal kalimatnya
Marhaban ya Nur17
kaya sinetron y adegane
Marhaban ya Nur17
kasar Lea ke suwami nya , g ada baek" nya
Marhaban ya Nur17
bahase kasar yyy
Marhaban ya Nur17
emang kata sandinya marina se
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!