Elysia Putri Abraham adalah seorang pelukis di Negara Italia. Lebih tepatnya berada di kota Milan, Italia.
Elysia adalah anak kedua dari pasangan Qenan dan Nadira (Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA). Memiliki kepribadian yang baik, lemah lembut, manja. Tetapi dibalik sifat itu, dirinya adalah gadis yang mandiri.
Sebenarnya, alasan utama memilih domisili di Milan karena ia suka mode dan romantisme.
Tetapi, siapa sangka bila kehadiran nya di Milan justru membawanya bertemu dengan seorang pria yang selama ini ia anggap pahlawan dalam hidupnya. Ia tak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta pria tersebut.
Namun pada akhirnya, Elysia menyadari bila pria yang sering bersamanya adalah dua orang yang berbeda dengan wajah yang sama.
Siapa yang dipilih Elysia? Apakah Elysia tetap bersama pilihan nya setelah mengetahui sesuatu yang disembunyikan darinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. TLTR
BRAK
Reynold membuka pintu ruang kerja Reymond secara kasar. Rangang nya mengeras dengan mata yang menatap Reymond dengan nyalang.
Reymond melihat Reynold masuk ke dalam ruangannya dalam keadaan marah langsung menutup MacBook yang berada di hadapan nya lalu menyandarkan tubuh ke sandaran kursi kebesarannya.
"Kau licik, Reymond Amadeo," gertak Reynold membuat Reymond tersenyum miring.
"Aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku, Reynold Amadeo. Apa kau tidak ingat siapa Elysia, Reyn? Dia adalah istriku," tekan Reymond tanpa menunjukkan amarah nya juga sama menggebu nya dengan Reynold.
Reynold masih menatap Reymond dengan tajam. "Jangan serakah, Reymond. Kau sudah ada tunangan, bukan?"
Keduanya menoleh ke arah pintu nyaris bersamaan saat suara pintu terbuka disana. Sebelum Reynold datang, Reymond sudah memerintahkan sekretaris nya untuk membawa Elysia ke ruangan nya tanpa menunggu harus mendapat izin darinya.
Sialnya, Elysia tiba disaat waktu yang tidak tepat.
"Elysia," ucap Reymond dan Reynold bersamaan.
*
*
Elysia terpaku menatap kedua pria dengan wajah yang sama berdiri tidak jauh dimana ia berpijak saat ini.
Seketika keanehan hingga menimbulkan kecurigaan. Kejadian demi kejadian yang telah berlalu seakan berputar dalam bayangan.
Ia tidak menyangka telah tertipu mentah-mentah oleh kedua pria yang sudah berdiri di hadapan nya.
"El," ucap Reymond dan Reynold bersamaan dan ingin meraih tangan Elysia.
Tetapi Elysia segera mundur karena tidak ingin di sentuh oleh kedua pria itu.
"Kakak bisa jelasin, El."
Elysia menggeleng. Tumbuh dan besar di lingkungan penuh kasih dan sayang tanpa ada kebohongan membuatnya tidak bisa menerima atas perbuatan mereka.
"Ka-kalian penipu," ucap Elysia dengan suara yang sudah terdengar bergetar.
Reymond tampak panik. Untuk pertama kali nya ia mengalami seperti ini. Ia mencoba mendekati Elysia tetapi tetap saja istrinya itu selalu menjauh.
Elysia menatap Reymond dan Reynold secara bergantian. Air matanya sudah mengalir sejak menyadari jika dirinya telah ditipu mentah-mentah oleh mereka.
"Dengarkan kakak, El!" ucap Reymond hendak mencoba meraih tangan Elysia tetapi ditepis dengan kasar oleh gadis itu.
Elysia menggeleng, dihapusnya air mata itu dengan kasar. Di tatap salah satu pria yang berdiri lebih dekat dengan nya yang tak lain adalah Reymond.
"Siapapun kamu. Tolong sampaikan kepada pemilik Perusahaan ini bahwa saya membatalkan kontrak bekerja sama dengan mereka. Saya akan ganti rugi sesuai perjanjian. Dan satu lagi, saya bukan istri dari salah satu dari kalian."
Elysia pergi berlari dengan derai air mata. Ia terus berlari hingga masuk ke dalam lift dengan cepat menekan tombol angka 1 sebelum dua pria itu mengejarnya.
Reymond terpaku sesaat mendengar ucapan Elysia yang sangat menyakiti hatinya. Ia tidak menyangka bila istrinya mendengar ucapan nya tadi.
Tanpa perduli kan Reynold, Reymond berlari mengejar Elysia yang sudah berlari. Padahal, jika Reymond teringat meminta bantuan anak buah nya pasti dengan mudah menghalangi Elysia pergi. Tetapi, keadaan yang kacau membuatnya lupa.
Elysia masuk ke dalam angkutan umum dan duduk tepat sebelah jendela. Ia menunduk saat tangis nya kembali pecah.
Elysia masih tidak menyangka di tipu habis-habisan oleh pria yang selama ini di tunggu nya.
Di tengah tangisan nya, seorang pria memakaikan topi hitam di kepala Elysia. Ia yang menyadari itu segera menghapus air matanya lalu menatap siapa pria tersebut.
"Kak Dean," ucapnya menghambur ke dalam pelukan pria itu.
semangat thoor