NovelToon NovelToon
PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:704.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bunda Abizzan

Qonita Yasmin Siregar, janda dengan 2 anak laki-laki, bercerai karna diselingkuhi suaminya.

Sulaiman, duda keren dan mapan dipaksa berkenalan dengan Qonita, lantaran anak semata wayangnya yg bernama Ichy serta mamanya menyukai Qonita.

Pertemuan pertama yang sangat tidak menggoda bahkan penuh perdebatan malah menjadi alasan kedekatan mereka hingga akhirnya mereka menikah, dan membina rumah tangga yang sangat bahagia.

Namun siapa sangka secara tidak sengaja, Qonita mendapati suaminya bersama perempuan lain.

Apa yang akan dilakukan Qonita setelah mengetahui bahwa ternyata dialah yang menjadi madu karena ternyata sulaiman sudah lebih dulu menikah dengan perempuan itu?

Bagaimana akhir kelanjutan rumah tangga Qonita dan Sulaiman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Abizzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab19 Bertemu Keluarga Besar Qonita

Hari ini Qonita berada di rumah abangnya. Sengaja ia dipanggil tanpa membawa anak-anak, agar bisa berbicara lebih serius.

"Semalam Iman kesini lagi, Dek," ujar Fiqri.

Qonita mengangguk mengerti.

"Kamu udah istikharah, Dek?" tanya Zuraida.

"Udah, Kak." Hanya itu yang mampu Qonita ucapkan. Dia masih bingung harus berkata apa.

"Kamu suka sama dia?" tanya Zuraida. "Kakak akui dia ganteng, kaya dan sukses. Dia juga terlihat bersungguh-sungguh sama Kamu. Tapi kakak gak tau karakter asli dia gimana."

"Kalau dia baik dan bertanggung jawab pada Kamu dan anak-anak Kamu, Kakak setuju Kamu sama dia. Tapi masalahnya kita gak kenal sama dia sebelumnya, Dek. Kakak gak mau Kamu terluka lagi," sambung Zuraida.

Fiqri hanya mendengarkan obrolan istri dan adiknya itu, ia tahu kalau Zuraida sangat mengkhawatirkan Qonita, karena dia sudah menganggap Qonita seperti adiknya sendiri.

Saat Zuraida mengetahui permasalahan Qonita dan mantan suaminya dulu, Zuraida terlihat beberapa hari tak bisa tidur dan sesekali menangis.

"Qonita juga bingung, Kak. Qonita masih takut menikah lagi. Tapi..."

"Apa yang membuatmu suka sama dia, Dek?" tanya Fiqri karena Qonita tak melanjutkan katanya.

"Jadi bener, Kamu menyukainya?" tanya Zuraida kembali.

Qonita hanya menunduk.

"Dia ganteng, Dek. Sementara setau Abang, Kamu menyukai wajah manis yang meneduhkan. Dia kaya, gaya hidupnya seirama dengan jabatannya yang seorang pimpinan perusahaan besar."

Sementara Kamu, menginginkan laki-laki yang sederhana namun bersahaja. Jadi apa yang membuat Kamu menyukainya?" tanya Fiqri.

“Qonita juga gak ngerti, Bang. Tapi sepertinya Qonita memang menyukainya." Jujur Qonita lalu menunduk.

"Awal pertemuan, Qonita kesal liat dia, gayanya sombong dan angkuh banget. Tapi lama-lama dia berubah. Berbeda dari pertama ketemu. Terus anak-anak juga suka sama dia. Keluarganya juga baik bang," ungkap Qonita.

Fiqri menghela nafas. "Kamu udah baca WA grup keluarga, Dek? Bujing Jelia ngundang kita minggu ke rumahnya." Qonita mengangguk.

"Bujing juga ngundang dia, Dek. Biar dia jumpa sama mama dan keluarga yang lain disana.

Terus minta petunjuk dariNya, Dek." Zuraida menunjuk jari telunjuknya ke atas.

"Semoga kamu diberi kemantapan hati dalam memilih yang terbaik untuk Kamu dan anak-anak Kamu."

"Aamiin," ucap Qonita.

❤️❤️❤️

Hari ini, telah berkumpul keluarga Qonita dari pihak mamanya, di rumah bujing Jelia. Uwak, bujing, tulang, sepupu dan para keponakannya ada disana begitu juga dengan Fiqri, istri dan anak-anaknya.

Rumah kos-kosan 8 pintu dan 2 rumah sewa yang dibangung bujing Jelia telah selesai. Untuk itu adik mamanya itu mengadakan syukuran sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga saja.

"Assalamualaikum."

"Waalaikum salam. Eh udah datang, masuk Iman," sahut Bujing Jelia. "Kog sendiri?"

"Mama dan yang lain nyusul, Bujing." Iman memang memanggil Jelia dengan bujing karena Jelia sendiri yang memanggil dirinya demikian.

Fiqri dan Yahya langsung menyambut kedatangan Iman. Menemaninya bercerita di kursi ruang tamu, bersama uwak Iful dan tulang Ramadhan, yang memang sedari tadi ada disana.

Politik dan bisnis menjadi bahan pembicaraan dari para lelaki itu, semua terlihat sangat antusias mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Sambung-menyambung tanpa terdengar terhenti.

Anak-anak dan perempuan memenuhi ruang tengah dengan duduk di atas karpet sambil menonton TV.

"Pindah keruang tengah aja yok biar lebih santai, sambil makan kolak durian." Suatu alasan yang dibuat bujing Jelia agar Iman bisa berkenalan dengan mamanya Qonita.

Hanya Yahya, Fiqri dan Iman yang bergerak, sementara Uwak Iful dan Tulang Ramadhan memilih tetap dikursi agar kakinya lebih nyaman.

"Eh, Om disini," celetuk Fuad. Iman tersenyum lalu mengusap kepala Fuad.

"Om," ucap Nabil. Berlari mendekat dan merentangkan tangannya ke atas minta digendong. Iman pun dengan senang hati menggendong Nabil.

Beberapa pasang mata tampak terkejut.

"Eh, kog kenal. Ya Allah ganteng kali, udah nikah apa belum? Bujing punya 2 anak gadis." Seloroh Bujing Tika yang memang terkenal centil.

"Iman, ini Bujing Tika, omongannya suka asal jangan terlalu didengar," ungkap Bujing Jelia.

"Yang ini, uwak Mila." Iman mendekat lalu menyalam satu persatu.

"Anak ini temannya Yahya atau Fiqri? Tapi Fuad dan Nabil kog kenal juga?" tanya uwak Mila.

"Teman sama-sama, Wak," sahut Yahya. Iman hanya tersenyum.

"Ohh, Bujing tau." Tiba-tiba Bujing Tika berkomentar. "Gak mungkin gada apa-apa sampe anak-anak aja pada kenal."

Yang lain hanya diam. Tak ada yang menanggapi.

"Ini mamanya Fiqri dan Qonita," ucap Bujing Jelia.

Iman menyalam mamanya Qonita. "Iman, Nantulang," ucap Iman.

Deg

Deg

Hening sesaat

Panggilan nantulang pada mama Qonita, reflek membuat beberapa orang dewasa itu terkejut dan saling melirik. Terutama mama Qonita.

Faktanya itu adalah panggilan seorang menantu pada mertuanya.

"O ooo kamu ketahuan panggil nantulang..." Bujing Tika berdendang (versi nada lagu yang dulu sempat pupuler) sambil berlari kabur ke arah dapur, karena sudah tau pasti akan dimarahi oleh kakak dan adiknya.

"Apa kabar Qonita?" tanya Iman karena suasana mendadak sepi.

"Alhamdulillah sehat, Bang," ucap Qonita.

"Sama Ku gak dikenali jing?" tanya Puput pada Jelia. Puput adalah sepupu Qonita, anak dari Bujing Tika.

"Ini semua sepupu Qonita, Iman. Puput, Sari, Wulan dan Raya," ucap bujing jelia memperkenalkan satu-persatu. Lalu mereka bersalaman.

"Masih lajang, Bang?" tanya Puput pada Iman lalu mengambil posisi duduk yang berdekatan dengan Iman.

"Udah pernah menikah. Tapi istri Saya udah meninggal," jawab Iman.

"Punya anak?" tanya Puput lagi. Yang dijawab Iman dengan sebuah anggukan.

"Laki-laki apa perempuan, Bang? Umur berapa?"

"Perempuan, 6 tahun."

"Udah Dek, jangan ditanyak terus, biarin Iman makan kolak dulu," ucap Fiqri pada Puput.

"Gak cari yang baru, Bang?" Tetap saja Puput bertanya, tak mengindahkan perkataan sepupunya itu.

Iman hanya tersenyum lalu melirik pada Qonita.

"Itu, dah cocok jadi bapak." Menunjuk pada Nabil yang ada dipangkuan Iman.

"Mau yang kayakmana, Bang, biar dicariin?"

"Gak perlu, Dek," ucap Yahya memutus dominasi Puput pada Iman.

Semua mengetahui sifat Puput tak beda jauh sama mamanya.

"Bang Iman udah punya calon, Dek," sahut Yahya.

"Siapa, Bang? Jangan asal pilih, cari yang sayang sama anak, jangan sayang sama bapaknya aja. Nanti gada Abang, anak Abang malah disiksa," cerocos Puput.

"InsyaAllah perempuan baik-baik, dan sayang sama anak Saya. Anak Saya juga sangat menyayanginya. Begitu juga dengan mama, papa dan adik Saya," sanggah Iman sambil tersenyum pada Qonita.

"Puput, tolong liatin anak-anak main dulu Dek, gada yang jaga soalnya. Kakak mau ke kamar mandi. Biar sekalian belajar jadi Ibu yang baik," ucap Zuraida sengaja supaya Puput beranjak dari sana.

"Ayok Nabil, main sama yang lain." Puput berusaha mengambil Nabil dari pangkuan Iman. Sengaja berlama-lama agar bisa lebih dekat dengan Iman.

Kemeja Iman tersangkut di jari tangan Puput ketika hendak mengangkat Nabil yang bersandar pada Iman. "Eh, maaf, sengaja Bang," ucapnya mengejek. Lalu pergi.

Iman terlihat menghela nafas panjang.

"Anaknya memang begitu. Abaikan aja, Bang," ucap Yahya.

Iman mengangguk tersenyum lalu menikmati kolak durian.

Tak lama terdengar suada Adzan.

"Kita ke Mesjid," ucap Fiqri.

Para lelaki bergerak pergi untuk menunaikan sholat Ashar.

“Siapa, Jel?" tanya Tari, mamanya Qonita. Qonita melirik.

"Iman, Kak Tari. Suka sama Qonita," ucap Bujing Jelia jujur.

"Kawannya Yahya?"

"Bukan, Yahya juga baru kenal. Qonita duluan kenal dia. Baru dia kesini. Mamanya juga pernah kesini," jawab bujing Jelia.

Akhirnya Bujing Jelia menjelaskan secara singkat tentang Iman dan niatnya pada Qonita yang tampak bersungguh-sungguh.

"Apa gak dicari tau dulu?" tanya Tari.

"Udah Kak, udah Awak tanyak sama kawan-kawan. Keluarganya terkenal baik. Ya memang mereka gada yang berhijab. Tapi baik kog," ujar Bujing Jelia.

"Udah adek fikirin?" tanya mama pada Qonita.

"Nanti akan banyak perbandingan antara Adek dan mantan istrinya."

"Kalian juga masing-masing bawa anak, salah sikit aja bisa jadi bahan berantem, saling tersinggung jika merasa ada perbedaan, sambung mama Qonita.

"Mama gak ngelarang. Cuma harus siap. Apalagi dia udah terbiasa jadi bos, biasa merintah. Mama gak mau Adek jadi malah makin terbebani. Istrinya dulu kerja juga?”

"Kalau gak salah, gak kerja lagi, sejak punya anak," jawab Qonita.

"Mama gak izinkan kalo Adek disuruh lepas dari PNS. Tanyak dulu Adek masih boleh kerja apa gak. Zaman sekarang gak bisa ngandalkan suami walaupun suami kita kaya."

"Bener, Qonita. Kawan SMA Uwak, perawat. Nikah sama dokter. Setelah nikah jadi IRT. Anaknya usia 10 tahun suaminya meninggal. Sekarang dia jualan," ucap Uwak Mila.

Qonita terlihat berfikir. "Memang banyak yang harus Aku tanyakan." Guman Qonita dalam hati.

"Eh, kalo gak mau, untuk anakku aja," celetuk Bujing Tika dari arah dapur. "Haahahh..."

Mereka semua menghela nafas berat. Namun tak bisa kesal karena mengetahui jika bujing Tika itu hanya bercanda.

Namun berbeda dengan pada Puput, Qonita sebenarnya merasa jengah melihat tingkah Puput. Sepupunya itu memang sedikit berbeda dari yang lain. Lebih berani, lebih gak peka, lebih ..... ahhh entahlah.

Mereka sholat setelah pembicaraan selesai.

❤️❤️❤️

1
Asih Ngadisih
pintarnya bunda Qonita 🥰
Rohaini Ani
lanjut masa depan
Susilawaty Pdg
aduh Mayang aku kasihan sama kamu,tapi kamu g sayang dirimu
Susilawaty Pdg
kasihan Mayang kamu berhak bahagia punya suami sah yg mencinta,bukan dari sisa cinta
Yunia Spm
othor mau macem² ini 😀
Bunda Abizzan: 🤣 nggak kak 😂
total 1 replies
Yunia Spm
manusiawi .....

tapi .. kalo Qonita masih bisa menyikapinya lebih dewasa...
dan kalo semuanya atas ijin ALLAH
Bunda Abizzan: Benar Kak 😊
Qonita lbh ke ikhlas aja menjalaninya, namun bukan berarti dia nggak tegas...
total 1 replies
leni
karya nya sangat bagus
leni: sama2..😊
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Biasa
Merianna Nainggolan
Kecewa
miss. MH: ikut promo ya kakak2
mampir ya ke novelku "BUCIN DARI KECIL" dan "AKU (BUKAN) WANITA MANDUL) jangan lupa follow dan like ya ka
mohon dukungannya
total 1 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Merianna Nainggolan
Biasa
Andara
cerita nya berbeda dari yg lain, suka dialog yg gokil 😘
Bunda Abizzan
🥰
Merianna Nainggolan
Kecewa
Bunda Abizzan: Trima Kasih Kak sudah singgah di novel saya, maaf jika tidak sesuai dgn keinginan Kakak..

Tp dgn kakak memberikan bintang rendah apalagi 1, itu mempengaruhi banget lho kak ke popularitas...

Smg kedepannya bs membantu penulis dengan masukan/saran yg membangun ya Kak 🙏

Trima kasih 😘
total 1 replies
Ha Ra
luar biasa
Ha Ra
tetap semangat kak
Rooo
Semangat, ceritanya cukup menarik
Rooo
Semangat kak 😘
Genta Babaw
Ceritanya unik dan simple..
Genta Babaw
Saya mampir kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!