NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Gebrakan

Tin....nong...... tin.....nong......

Zena baru saja keluar dari kamar yang sudah siap-siap ingin melakukan aktivitasnya di pagi hari.

"Iya sebentar!" Zena buru-buru berjalan membuka pintu.

Namun Zena langsung malas, ketika melihat orang yang di depan pintu tak lain adalah Ariana yang tersenyum kepadanya dengan kedua tangannya dilipat di dadanya.

"Kenapa pin apartemennya sudah tidak bisa digunakan lagi?" tanya Ariana.

"Kamu sebaiknya cari apartemen sendiri? buat pin sendiri dan jangan membuat pin di tempat tinggal orang lain," jawab Zena dengan ketus.

"Jadi kamu yang menggantinya? kamu cemburu karena Samudra memberikan PIN Apartemen ini kepadaku? Zena dia itu adalah laki-laki yang sangat so sweet dan bahkan lebih dari ini dia berikan kepadaku, karena dia mencintaiku," ucap Ariana menyombongkan diri.

"Kalau begitu mintalah apartemen kepadanya, jangan mengambil apartemen sisa istrinya, oh lupa, kamu memang sangat menyukai sisa-sisa dan pasti kamu juga menyukai bekas apa yang aku tempati," ucap Zena memberi sindiran menohok pada Ariana.

"Apa katamu, apa kau tidak berkaca? jelas-jelas kau yang telah merebut Samudra dariku dan artinya kamu inginkan bekas dariku!" tegas Ariana tidak terima dengan pernyataan Zena.

"Kalian hanya sebatas pacaran dan sementara aku dinikahi secara sah dan artinya posisi istri sah jauh lebih tinggi dibandingkan seorang pelakor yang mengganggu rumah tangga orang lain!" tegas Zena.

"Kau....." Ariana bahkan ingin menghampiri Zena, tetapi tiba-tiba saja tidak jadi dengan emosinya yang harus terkontrol ketika melihat Samudra muncul dari belakang Zena.

"Kamu benar-benar tega kepadaku, padahal kita sesama wanita, aku tidak tahu apa kesalahanku kepada kamu, aku yang seharusnya marah dan tetapi kamu yang memperlakukanku seperti ini yang menganggapku begitu buruk dan sangat menjijikan," ucap Ariana membuat Zena mengerutkan dahi dengan tiba-tiba saja Ariana berbicara seolah-olah dia adalah korban dan merasa tersakiti.

"Ada apa ini?" terdengar suara Samudra membuat Zena mendengus.

Pada akhirnya dia mengerti apa maksud Ariana tiba-tiba saja berbicara seperti itu.

"Samudra...." saat Ariana ingin menghampiri Samudra dengan melewati Zena, tapi justru dihalangi oleh Zena.

"Zena!" Ariana menekan suaranya.

"Jangan masuk rumahku dan bicaralah di luar!" tegas Zena.

"Apa-apaan kamu Zena," sahut Samudra.

"Kalau begitu masuklah. Aku akan menghubungi Bunda dan jika perlu wartawan," ucap Zena memberi ancaman.

"Kenapa? Kau justru tidak masalah dan ingin mengatakan semua akan mendukung meski kau menjadi orang ketiga dalam rumah tanggaku, tetapi bagaimana dengan dia, karirnya dan nama kedua orang tuanya akan hancur!" tegas Zena dengan matanya melihat ke arah Samudra.

Ariana terdiam, sekarang lawannya benar-benar tidak menye-menye, sedikit salah langkah maka permasalahan besar akan terjadi.

"Kita bicara di luar," Samudra ternyata tidak ingin mengambil resiko dan akhirnya keluar dari apartemen tersebut membuat Ariana tampak kesal dengan menatap tajam Zena, tetapi justru Zena menanggapi tatapan tersebut dengan menantang.

"Awas saja kau!" kesal Ariana yang diabaikan oleh Zena.

Zena menghela nafas dan kemudian kembali memasuki apartemen tersebut dengan menutup pintu.

*****

"Istrimu semakin kurang ajar, aku tidak ingin hal ini terjadi lagi, apa kamu tidak bisa berbicara dengannya dan mengingatkannya agar dia menjaga sikapnya?" tanya Ariana.

"Kamu jangan datang ke apartemen lagi," sahut Samudra.

"Maksud kamu apa?" Ariana terpekik kaget.

"Aku bilang jangan pernah datang lagi, aku tidak ingin berurusan dengan orang tuaku, aku juga punya pekerjaan dan aku tidak ingin karir ku hancur dalam pekerjaanku hanya karena ini!" tegas Samudra.

"Samudra....."

"Sudahlah, aku benar-benar capek," ucap Samudra tidak ingin berbicara apapun dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Ariana.

"Samudra tunggu aku belum selesai bicara!"

"Apa maksud kamu tiba-tiba seperti ini?"

"Kenapa kamu harus melarangku untuk datang ke apartemen kamu dan sebelumnya kamu yang memintaku untuk melakukan semua itu?"

"Samudra!"

"Samudra!"

"Arghhhh sial!" umpat Ariana menggertakan kedua kakinya pada lantai terlihat begitu kesal dengan tangan terkepal.

Dia pikir akan mendapat pembelaan dari Samudra dan ternyata Samudra memintanya untuk tidak datang ke rumahnya lagi.

******

Zena baru saja tiba di kantor, beberapa karyawan yang ada di sana tampak tersenyum menunjukkan kepala sekedar menyapanya, di kantor Zena memang hanya ada wanita, wanita memakai hijab meski tidak bercadar sepertinya.

Zena dan Anggi memang tidak memperkerjakan pria dan bahkan mereka hanya memiliki kurang lebih 10 karyawan saja karena perusahaan mereka masih sangat kecil.

"Assalamualaikum Anggi!" Zena menyapa sahabatnya yang fokus pada ponselnya sampai-sampai tidak menyadari dirinya sudah duduk di meja kerjanya.

"Anggi kamu sibuk banget pagi-pagi seperti ini fokus pada ponsel?" tanya Zena.

"Lihat ini Zena!" Anggi memperlihatkan akun sosial medianya kepada Zena.

Zena cukup kaget ketika sahabatnya itu menunjukkan komentar yang begitu banyak di postingannya, komentar berupa cacian, umpatan dan bahkan kata-kata kotor.

"Kamu juga lihat ini, kemarin aku baru saja memposting hasil desain perhiasan kita dan kamu lihat komentarnya benar-benar negatif," ucap Anggi.

"Astagfirullah, kenapa seperti ini?" tanya Zena benar-benar tidak menyangka.

"Aku sudah menyelidiki salah satu akun yang memberikan komentar buruk kepadaku dan kamu tahu dia siapa, dia merupakan admin fans dari Ariana," jawab Anggi.

"Jadi maksud kamu semua komentar buruk ini adalah fans Ariana?" tebak Zena.

"Sudah pasti, dia pasti dendam kepadaku karena aku mengirim foto itu kepada Tante Amelia dan Tante Amelia juga mempermalukannya di lokasi syuting, dia menyuruh fansnya untuk menyerangku dan menjelek-jelekkan akun sosial mediaku dan bahkan juga aku mendapati beberapa komentar di akun produksi kita," jelas Anggi.

"Astagfirullah, kenapa dia sejahat itu menyuruh para fansnya untuk menyerang kita," sahut Zena.

"Kamu tidak tahu saja zaman sekarang, netizen itu pada bodoh, mereka akan menganggap idola mereka sebagai dewa, tetapi juga bisa sebagai robot yang sesuai dengan apa yang mereka mau ada yang termasuk kata-kata Ariana yang menyombongkan dirinya jika saja fans mengetahui bahwa dia kembali menjalin hubungan dengan Samudra dan justru akan mendapat dukungan yang besar," jawab Anggi tampak kesal.

"Ya, sudah kalau begitu biarkan saja fans Ariana terus mengirim kritikan pedas kepada kita, apapun yang kita lakukan tidak akan mengubah apapun, kita juga tidak perlu mencari orang untuk menyukai kita yang adanya nanti juga mereka pasti akan lelah sendiri," sahut Zena menanggapi dengan santai.

"Tetapi Zena ini akan memperburuk produksi kita dan bagaimana jika klien melihat hal ini?" tanya Anggi.

"Klien tidak akan terkecoh dengan komentar sampah seperti itu, yang terpenting kita sudah melakukan yang terbaik dan sisanya kita serahkan kepada Allah," jawab Zena.

"Ini semua karena kesalahanku, seandainya saja aku tidak menunjukkan foto-foto itu ada yang pasti Ariana tidak menyerang kita," sahut Anggi.

"Heh, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu dan justru apa yang kamu lakukan akan membuat dia sadar dan ingat, bahwa tidak segala sesuatu harus dipublis dan harus berhati-hati," sahut Zena berpikir positif.

"Zena, aku akan menyelesaikan ini, Ariana berhadapan denganku dan mentang-mentang dia seorang selebritis ada dia tidak tahu saja jika apa yang telah dilakukan hanya akan menjadikan masalah besar untuknya dan aku bisa menjamin dia juga akan menarik fansnya kembali untuk menghapus komentar jahat itu," ucap Anggi.

"Oke-oke terserah kamu yang terpenting kamu jangan sampai seperti mereka," sahut Zena membuat Anggi menganggukkan kepala.

Bersambung....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!