Tina dan Vivi adalah saudara kandung, anak dari
pak Budi dan bu Lasma. Kehidupan mereka cukup teramat susah dan menderita. Dikarenakan ketidak mampuan mereka, pada akhirnya mereka hanya tinggal disebuah gubuk
kecil tepat diarea persawahan. Bukan hanya itu saja, mereka tinggal disebuah desa yang sangat
pelosok sekali, jauh dari kecamatan apa lagi dari kota. Bayangkan saja, sekolah SMP dan SMA
saja harus menempuh jarak waktu sekitar 3 jam lebih dari desa mereka. Hingga anak pedesaan itu, setelah lulus dari SD harus ngekos dikecamatan demi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka diusia dini sudah harus mandiri dan rela berpisah dengan orang tua, tetapi mengabdi pada pemilik kos yang terkadang pemilik kosnya tidak memiliki perasaan.
Budak, iyah budak, kata-kata itulah cocok dirasakan dan dialami Tina selama ngekos dikecamatan. Dirinya sungguh menderita dan tidak hentinya mengerjakan pekerjaan rumah,
dan malah sering dapat hinaan dan omelan.
Semua itu terjadi demi dikarenakan ngekos gratis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maminya nathania bortum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part.19 mengenang masa lalu yang pahit
"Terima kasih nak, saya berharap kalian bisa
sesegera mungkin menemukan anak saya Tina", sahut bu Lasma dengan penuh harapan.
Tina! dimana kamu nak? ayahmu sudah tidak ada lagi. Ibu benar-benar membutuhkanmu, ibu sangat rapuh, hati ibu sangat hancur nak. Kenapa kamu pergi menghilang begitu saja? tangis bu Lasma
dengan nada lemas.
Aldi dan pak kostpun bergegas kembali
kekecamatan tempat mereka tinggal. Sepanjang jalan Aldi dibayangkan dengan isi surat wasiat pak Budi terhadapnya. Tubuhnya serasa bermandikan keringat saat ini. Sungguh dirinya merasa memiliki
tanggung jawab besar terhadap Tina.
Setelah dua jam dalam perjalanan, merekapun tiba dikecamatan. Aldi berpamitan dengan
pak kost balik kerumahnya mau istirahat sejenak.
Pak kost dan bu kost Tinapun langsung menuju rumahnya. Terlihat si nenek sibuk mengurus kedua cucunya.
Bagaimana kelanjutanya nak?
"Ntahlah bu, saya benar-benar pusing dan stres mikirin masalah ini", ujar bu kost menyahut ibunya.
"Dari hari itu saya kan sudah bilang, jangan terlalu dibela-bela wanita desa itu! Tetapi kalian selalu menyalahkan ibu, kan, lihatlah karena ulah wanita desa itu, dirinya sudah sangat menyusahkan dan merepotkan kita semua. Saya benar-benar malu, wanita itu sudah mempermalukan keluarga besar kita ini", ujar nenek sembari bertolak pinggang dan
menyipitkan matanya menahan amarah.
Ibu! dimana hati nurani ibu? keluarga Tina baru saja mendapatkan duka yang bertubi-tubi, masih bisakah ibu menggerutu begitu?
"Jelas bisa, Tina sudah membuat seluruh jagat dunia ini heboh, tau . Dirinya mempermalukan keluarga kita. Masih saja kamu bela-bela Tina? semua itu gara-gara dirimu, sebagai menantu yang selalu bertentangan terhadap ibu mertua saja.
Akhirnya apa yang terjadi, kejadian seburuk dan sefatal ini kan?
"Sudah sudah, saya niat rebahan sejenak akibat kelelahan dari semalam tetapi harus saya tunda dulu. Saya harus kekantor polisi dulu melihat proses perkembangan pencarian Tina". ucar Pak kost dan langsung pergi dengan ngegas motornya, akibat jengkel melihat ibu mertuanya itu.
Di lingkungan lain Aldipun dikekejutkan dengan kedatangan ayah dan ibunya dari Jakarta.
Aldi tidak menduga ayah dan ibunya datang mendadak dari Jakarta. Sedangkan terlihat nenek Aldi selalu saja menangis mengkhawatirkan Aldi.
"Ayah, ibu!" seru Aldi berlari menangis histeris sembari merangkul ayah dan ibunya dengan sangat kencang. Sejenak ayah dan ibunya heran dengan sikap Aldi yang tidak biasanya menangis dan merengek seperti anak kecil.
Katakan pada ayah, apa yang sebenarnya
terjadi ? nenek nelpon ayah, katanya menghilangnya wanita desa tersebut ada kaitanya dengan dirimu. Apa yang sudah kamu lakukan?
Saya tidak melakukan apa-apa ayah, saya
hanya menjemput Tina bersamaan berangkat sekolah. Setelah itu saya memarkirkan motor saya diparkiran sekolah . Tinapun turun dari boncengan saya, lalu saya langsung beranjak menuju ruangan kelas kami. Tetapi saya tidak menduga Tina menghilang entah kemana setelah itu. Saya benar-benar tertekan dengan semua ini ayah. Semua polisi dan warga mencurigai saya, tetapi saya tidak ada melakukan kejahatan apapun terhadap Tina.
Ayah dan ibu, mungkin kalian juga tidak mempercayai Aldi lagi. Dikarenakan selama berada di Jakarta Aldi bisanya menyusahkan kalian. Aldi sadar disaat disana terpengaruh dengan lingkungan, membuat diriku hancur dan menjatuhkan martabat keluarga kita. Tetapi semenjak ayah mengirim saya ke sini
bersama nenek, saya belum pernah gabung
kemana-mana ayah. Saya benar-benar belum
melakukan kesalahan apapun selama disini.
Saya juga cuma baru-baru ini hanya berteman dengan Tina, itupun dikarenakan saya sangat kasihan melihat wanita desa itu. Dirinya korban bulian dan sebagainya. Saya mencoba melindunginya dan berusaha membentuknya menjadi sosok yang kuat dan tidak lemah.
Saya tidak mau dirinya lemah biar tidak selalu ditindas oleh berbagai kalangan, ayah.
Ayah Aldipun terharu dengan perkataan
anaknya, tetapi berbeda dengan ibunya yang
menyimpan rasa dendam dan benci terhadap
Tina. Ibu Aldi merasa anaknya sudah cukup menderita karena korban ulah wanita desa itu.
Mandi dulu kamu nak, berpakaian dengan
rapi, biar kita langsung ke kantor polisi.
Kantor polisi, ngapaian ayah?
Memenuhi panggilan nak, kamu tidak perlu
khawatir ada ayah dan pengacara ayah yang akan
mendampingimu kesana. Selagi kamu dijalan benar ayah akan maju paling depan untuk mendukungmu.
"Terima kasih ayah", ucap Aldi sembari membersihkan tubuhnya dikamar mandi.
Dilingkungan berbeda, Tina berhasil diselamatkan seorang bapak paruh baya yang sedang memancing disungai tepat dibawah jurang dalam, dimana Tina terjatuh. Bapak tersebut menangkap tubuh Tina yang terguling-guling ratusan meter dari tepi jurang. Nampak jidat Tina mengeluarkan darah karena benturan bebatuan hingga Tina tidak sadarkan diri.
Lengan tanganya terkoyak lumayan lebar terkena kayu runcing saat tubuhnya terguling. Bapak tersebut langsung merobekkan bajunya mengikat lengan Tina untuk mengurangi aliran darah segar yang terus memuncrat. Bapak itupun sesekali menatap keatas tepi jurang tetapi saking dalamnya tidak melihat sedikitpun tepi jurang tersebut.
Pria itu membawa hasil pancinganya, sembari menggendong tubuh Tina menyebrangi sungai yang lumayan dalam dan memiliki aliran sungai cukup deras. Setelah menyebrangi sungai panjang tersebut, terlihat bapak paruh baya itu mendaki mengarah ketengah perhutanan.
Ditengah hutan tersebut, terlihat sebuah gubuk kecil berdinding bambu anyaman dan beratapkan bambu juga. Gubuk itu hanya memiliki satu ruangan. Pakaian tersusun rapi disebuah lemari kayu buatan sendiri. Ada tempat tidur tidak terlalu tinggi terbuat dari kayu juga ditata dengan rapi.
Disebelah disamping jendela tersusun sedikit piring dan cangkir plastik secukupnya dirak kayu buatan sendiri juga. Bersebelahan dengan rak piring ada meja kayu kecil untuk tempat
penyimpanan makanan dan lain sebagainya.
Disamping pintu terlihat sedikit tersisa tempat masak menggunakan tungku tiga dan masih
menggunakan kayu bakar.
Pria itu merebahkan tubuh Tina diatas tempat tidur dengan perlahan, setelah itu bapak tersebut menghidupkan apinya untuk memasak nasi
pakai kayu. Sembari menunggu masakan matang, bapak tersebut terlihat meracik beberapa dedaunan untuk mengobati luka Tina.
Dedaunan yang diracik dan dihaluskan itu airnya diperas keluka lengan dan jidat Tina. sungguh sangat obat mujarab darah itupun berhenti seketika. Ampas dedaunan itu ditempelkan dijidat dan luka Tina kemudian dibalut dengan kain bersih dan kain mengisap.
Tidak menunggu lama, bapak tersebut kembali
mengompres jidat Tina yang kena benturan. Untuk mengantisipasi gumpalan darah dan mengurangi benjolan dijidat wanita sedang pingsan itu. Sungguh miris, sekalipun jidat dan luka Tina diobati secara almaniah tak sedikitpun Tina merasakan perih atau kesakitan, wanita itu tetap tidak sadar sadarkan diri juga.
Pria itupun berniat menggantikan seragam yang Tina kenakan karena terlihat sangat kotor dan juga basah. Pria itu membuka sepatu Tina terlebih dahulu lalu menjemurnya diatap rumahnya yang tidak terlalu tinggi sehingga dengan mudah
menggapainya. Saat bapak tersebut igin
menggantikan pakaian wanita itu, tetapi pria itu
tidak berani, ada rasa takut dan rasa malu karena mengingat anak remaja tersebut seorang wanita.
Pria itupun mengurungkan niatnya untuk menggantikan pakaian Tina. Dirinya memasak ikan hasil pancinganya, sembari duduk sesekali memandang wajah Tina dan tubuh Tina yang terlentang mengenakan rok seragam sedikit lewat lutut.
Tetapi pria itu juga manusia dan seorang laki-laki normal, terkadang muncul dalam benaknya ingin mencumbu gadis yang terlentang tepat dihadapanya. Lagi-lagi bapak tersebut berusaha menghilangkan pikiran kotor tersebut dan belajar menganggap kalau gadis tersebut sebagai anak perempuanya sendiri.
Tidak terasa jam dengan cepat berputar langit sudah mulai gelap, pria itu segera menutup pintu gubuk kecilnya dan hanya ada cahaya lampu teplok untuk menerangi ruangan kecil itu. Pria itu juga tidak lupa menghidupkan api untuk menambahi cahaya penerang sembari penghangat tubuhnya yang sedang kedinginan.
Pria itu meraih selimut yang biasa dikenakan, tetapi dirinya melihat tubuh Tina terlentang dan masih mengenakan pakaianya yang basah dan kotor.
Pria tersebutpun kembali berniat menggantikan pakaian Tina dengan sebuah daster yang disimpan dan beberapa pakaian wanita laennya.
Baju tersebut ternyata baju istrinya yang tega pergi meninggalkanya demi laki-laki lain. Dan dirinya memiliki anak perempuan masih dibawah umur Tina, meninggal dunia saat melompat jurang, karena tidak menerima keadaan orang tuanya hancur.
Kejadian itu sudah lama sekali, Pria paruh baya itu sempat depresi dan akhirnya memutuskah hidup dilingkungan lain dengan menyendiri ditengah-tengah hutan demi kenyamanan dan ketenanganya.
Pria itu sempat tebayang masa lalunya yang begitu pahit dan akhirnya dirinya merasa anak perempuanya hidup kembali. Sehingga dirinya tidak mau anak kesayanganya itu kedinginan dan
takut jatuh sakit.
Pria tersebut langsung meraih daster dan
membuka kancing baju Tina dengan perlahan.
Terlihat jelas dengan polos lekuk tubuh Tina yang sangat bagus dan seksi. Pria itu mencoba memeramkan matanya agar tidak melihat semuanya lekukan indah tubuh wanita itu.
Tetapi, disaat Tina hanya bisa terlentang dengan polos tanpa sehelai pakaian apapun, pria tersebut mencoba membuka matanya agar mengenakan pakaian ganti wanita itu. Saat itu juga daster yang dipegangnya terjatuh karena sadar bahwasanya wanita polos dihadapanya tanpa sehelai pakaian tersebut bukanlah anaknya.
Pria itu hanya bisa memandangi seluruh
tubuh Tina, dan dirinya merasa melihat
pemandangan yang sangat indah yang sudah lama dirinya tidak lihat. Pria itu kembali terbayang dengan cinta pertamanya, yaitu mantan istrinya disaat malam pertama mereka. Pria tersebut pun mendekatkan tubuhnya ke tubuh polos Tina yang belum tersadar juga. Pria tersebut terbawa alusinasi di saat malam pertama mereka dengan mantan istrinya. Pria paruh baya tersebut merasa Tina adalah masa lalunya yang akan diulang kembali penuh cinta dan gairah.
Bapak tersebutpun tersenyum bahagia dan
memulai......
bersambung
sungguh menarik ceritanya
pagi menyapa tur
good job dekq
seperti sinetron ahhhh